cover
Contact Name
Muhammad Aldila Syariz
Contact Email
aldilasyariz@its.ac.id
Phone
+6282131726693
Journal Mail Official
aldilasyariz@its.ac.id
Editorial Address
Geomatics Engineering's Building, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Geoid - Journal of Geodesy and Geomatics
ISSN : 18582281     EISSN : 24423998     DOI : https://doi.org/10.12962/geoid.v20i1
General topics of interest include: - Geodesy and geomatics development theory - Geodesy and geomatics applications - Natural Disaster - Land and Ocean Development - Natural Resources - Environment - Science and technology in Mapping and Surveying - Earth Sciences A further issue related to geodesy and geomatics engineering such as: - Optical Remote Sensing and Radar Remote Sensing - Cadastre and 3D Modeling - Geodynamics theory and application - Geospatial - Land Surveying - Geomarine - Photogrammetry
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2009)" : 16 Documents clear
STUDI PENENTUAN NILAI TANAH DENGAN MODEL REGRESI PADA KAWASAN SENTRA PEREKONOMIAN KOTA MADIUN (STUDI KASUS : KAWASAN JALAN PAHLAWAN KOTA MADIUN Wibowo, Aufa Khoironi Tuba; Yuwono, Yuwono
GEOID Vol. 5 No. 1 (2009)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v5i1.1286

Abstract

Tanah merupakan unsur ruang strategis yang pemanfaatannya terkait dengan penataan ruang wilayah. Perkembangan dan penggunaannya berjalan seiring dengan kebutuhan manusia dan pertumbuhan penduduk serta kegiatan usaha yang terjadi. Sehingga menyebabkan terjadinya perubahan tata guna tanah dan meningkatnya nilai tanah. Kondisi ini dapat dilihat pada kawasan Jl. Pahlawan Kota Madiun dimana telah berdiri 3 (tiga) pusat perbelanjaan yaitu plasa Sri Ratu, plasa Matahari,dan plasa Giant. Dengan munculnya beberapa pusat perbelanjaan ini berpengaruh besar terhadap nilai tanah di kawasan ini, hal ini dapat dilihat pada Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) pada kawasan tersebut yang mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Skripsi ini membahas tentang pembuatan prediksi nilai tanah yang direfleksikan dalam bentuk harga NJOP pada kawasan sentra perekonomian ini pada tahun 2010 – 2016, dengan memperhatikan perkembangan NJOP tahun 2003 – 2009 serta arah perencanaan kawasan tersebut hingga tahun 2016 yang dijelaskan pada Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTRK) 2005 – 2016 dengan membandingkan model regresi terbaik yaitu, linier, kuadratik, dan kubik. Analisa yang dilakukan diantaranya pengolahan secara regresi yang menghasilkan model regresi kuadratik sebagai model matematis yang sesuai untuk dilakukan prediksi harga NJOP berdasar nilai pendekatan terhadap harga NJOP sebenarnya.
PEMBUATAN DESAIN PETA KONSOLIDASI TANAH BERDASARKAN TATA RUANG WILAYAH (Studi Kasus: Desa Kalipang Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang Propinsi Jawa Tengah) Janna, Mas Inayahtul; Nurjati , Chatarina; Rudianto, Roedy
GEOID Vol. 5 No. 1 (2009)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v5i1.1287

Abstract

Konsolidasi tanah merupakan kebijakan untuk menata kembali suatu wilayah menjadi lebih teratur guna mewujudkan penataan ruang yang lebih baik dalam proses pembangunan. Kebutuhan akan tanah pasti meningkat, sedangkan luasan tanah yang tersedia cenderung tetap dan tidak bertambah, oleh karena itu penataan kembali tanah akan efisien jika dilakukan melalui proses konsolidasi tanah. Konsolidasi tanah berfungsi untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan pengadaan tanah untuk kepentingan pembangunan. Proses konsolidasi tanah dilaksanakan di Desa Kalipang Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang dimana wilayah tersebut merupakan tanah milik negara. Pelaksanaan konsolidasi di wilayah tersebut diarahkan menjadi wilayah pemukiman perkotaan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut. Desain konsolidasi menggunakan teori konsentris dan bentuk inti. Hasil dari penelitian ini adalah peta penguasaan tanah setelah konsolidasi yang telah disesuaikan dengan tata ruang wilayah. Pada pelaksanaan konsolidasi terdapat perubahan luas tiap kavling tanah antara sebelum diadakannya konsolidasi tanah dan setelah dilakukan konsolidasi tanah. Rata-rata perubahan luas kavling sebesar 19,318 %. Total luasan tanah keseluruhan tidak mengalami perubahan yaitu seluas 458332 m2. Konsolidasi tanah memberikan kemudahan akses, penyediaan fasilitas umum dan sosial untuk wilayah tersebut dengan luas RTH sebesar 25,3%.
PEMODELAN KADASTER DALAM TIGA DIMENSI UNTUK PENAKSIRAN NILAI JUAL OBYEK PAJAK (NJOP) SEBAGAI DASAR PENGENAAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN Mahendra , Yudo; Yuwono , Yuwono; Cahyono, Agung Budi
GEOID Vol. 5 No. 1 (2009)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v5i1.1288

Abstract

Penerimaan Negara di sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dari tahun ke tahun semakin meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah wajib pajak yang memiliki hak atas obyek pajak. Maka peran serta Pemerintah untuk mengoptimalkan penerimaan tersebut harus membangun infrastruktur dan jaringan data spasial melalui instansi Pemerintah yang berkompeten dalam pengumpulan data yang berkaitan dengan sektor PBB. Penelitian ini pada dasarnya menggunakan konsep visualisasi sederhana dari data spasial mengenai obyek pajak dari instansi yang terkait untuk dapat dibuat gambaran mengenai kondisi obyek pajak atas prinsip bahwa suatu pengambilan atau penarikan biaya dari masyarakat yang berkaitan dengan suatu pelayanan, harus memenuhi aspek rasional, obyektif, proporsional dan ada landasan hukumnya. Hasil yang diperoleh dari sampel penelitian menunjukkan adanya ketidaksesuaian kondisi obyek pajak dengan pajak yang tertanggung. Penelitian ini hanya sebuah wacana untuk memberikan gambaran umum mengenai perlunya suatu hubungan yang terpadu antar instansi Pemerintah dalam hal peran serta pembangunan infrasrtuktur data spasial dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan.
STUDI TENTANG PEMANFAATAN CITRA SATELIT IKONOS DALAM PEMBUATAN PETA PENDAFTARAN TANAH Firmany, Nabil; S, Chatarina Nurdjati; Budisusanto , Yanto
GEOID Vol. 5 No. 1 (2009)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demi terwujudnya ketertiban tatanan kehidupan bersama yang lebih berkeadilan dan bermartabat yang berkaitan dengan penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah (P4T), Badan Pertanahan Nasional (BPN) melaksanakan pekerjaan pemetaan sehingga menghasilkan Kerangka Dasar Kadastral Nasional (KDKN), peta dasar, peta-peta tematik, dan penilaian bidang tanah dan kawasan dengan memanfaatkan teknologi pengukuran dan pemetaan yang tepat guna seperti menggunakan citra satelit sebagai sumber informasi dasar sehingga pekerjaan tersebut dapat terselesaikan dalam waktu yang relatif pendek. Namun, penggunaan citra satelit dapat memungkinkan terjadinya perbedaan luas persil-persil tanah dengan kondisi sebenarnya di lapangan. Oleh karena itu, diperlukan suatu analisa terhadap luas persil-persil di dalam citra dengan melakukan pengukuran di lapangan yang disesuaikan dengan spesifikasi teknis pengukuran dalam Peraturan Menteri Negara Agraria (PMNA) Nomor 3 Tahun 1997. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data persil tanah yang diperoleh dari hasil pengukuran dengan alat ukur teodolit dan Electronic Distance Measurement (EDM), Peta Dasar Pendaftaran Tanah skala 1:1000, dan Citra satelit IKONOS multispektral skala 1:1000. Selanjutnya, data persil yang diperoleh dari 3 (tiga) referensi ini masing-masing ditentukan luasnya. Studi kasus untuk penelitian ini adalah wilayah Kelurahan Petungsewu Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Hasil penelitian menunjukkan terjadi perbedaan nilai luas antara persil dalam citra terhadap persil hasil pengukuran di lapangan dengan nilai yang bervariasi yaitu berkisar antara 1,18% hingga 26,68% sehingga sebagian besar tidak memenuhi toleransi yaitu < 2% berdasarkan spesifikasi teknis menurut PMNA Nomor 3 tahun 1997.
PERBANDINGAN HASIL SURVEI BATIMETRI DI DAERAH PESISIR DENGAN MENGGUNAKAN PETA BATIMETRI DAN CITRA ASTER DI PATI, JAWA TENGAH Titiarni , Mariska; Khomsin, Khomsin
GEOID Vol. 5 No. 1 (2009)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v5i1.1290

Abstract

Salah satu aplikasi dari teknologi Penginderaan Jauh adalah untuk pemetaan batimetri perairan dangkal di daerah pesisir. Salah satu citra yang dapat digunakan adalah Citra ASTER yang memiliki band VNIR yang baik digunakan untuk pemetaan laut. Lokasi yang diambil adalah di Pati, Jawa Tengah. Pengolahan citra meliputi masking, transformasi citra dengan metode DOP (Depth Of Penetration), Algoritma Jupp, dan klasifikasi Tak Terselia yang dilakukan dengan Software ER Mapper 7.0. Informasi yang dihasilkan adalah kedalaman dan garis pantai, yang nantinya akan dibandingkan dengan peta batimetri. Hasil dari penelitian ini adalah 4 zona DOP yang menggambarkan perbedaan kedalaman dari peta batimetri perairan dangkal. Terdapat perbedaan hasil kedalaman dan garis pantai antara citra ASTER dan peta batimetri. Perbedaan nilai kedalaman yang paling besar adalah 0,5 m, dan perbedaan garis pantai terbesar adalah 550 m.
ANALISA HUBUNGAN VARIASI PENGGUNAAN TANAH (LAND USE) DAN NILAI TANAH (STUDI KASUS : KOTA BLITAR) Puspita, Ruri; Yuwono, Yuwono
GEOID Vol. 5 No. 1 (2009)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v5i1.1292

Abstract

Land use suatu daerah (perkotaan) biasanya bervariasi, yang variasinya bergantung pada aksesibilitas. Variasi land use umumnya bergerak dari land use produktif (kota) ke land use konsumtif (pedesaan). Semakin tinggi produktifitas/efisiensi ekonomi suatu land use maka akan semakin tinggi nilai tanah di lokasi tersebut, demikian sebaliknya. Dengan memperlihatkan overlay beberapa peta yaitu peta Zone Nilai Tanah (ZNT), peta land use dan peta jaringan infrastruktur maka akan didapat pola hubungan antara variasi land use dan nilai tanah. Dimana hasil yang didapat adalah pada tahun 2000 hubungan antara variasi land use dan nilai tanah di Kota Blitar adalah kuat yaitu sebesar 0,601. Polanya yaitu Y = -7,4882X4 + 80,407 X3 – 275,71X2 + 355,83X -112,8 dengan R-square (R2) = 0,563. Sedangkan untuk tahun 2005 nilai korelasinya adalah kuat yaitu sebesar 0,613 dan polanya yaitu Y = -11,632X4 + 118,94X3 – 370,67 X2 + 397 X – 37,818 dengan R-square (R2) = 0,528. Faktor-faktor yang mempengaruhi nilai tanah di Kota Blitar diantaranya adalah variasi land use, lokasi, aksesibilitas yang tinggi dan tersedianya sarana dan prasarana jaringan infrastruktur.

Page 2 of 2 | Total Record : 16