cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kebidanan
ISSN : 23018372     EISSN : 25497081     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Universitas Muhammadiyah Semarang (e-ISSN : 2549-7081) provides a medium for those who want to publish their scientific articles from either research results or innovations in the fields of midwifery and health
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2015): August 2015" : 10 Documents clear
HUBUNGAN TINGKAT KECUKUPAN PROTEIN DENGAN LAMA PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM IBU NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAWANGHARJO KABUPATEN GROBOGAN Panca Ratna Hestianingrum; Herry Suswanti Djarot; Indri Astuti Purwanti
Jurnal Kebidanan Vol 4, No 2 (2015): August 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.547 KB) | DOI: 10.26714/jk.4.2.2015.31-35

Abstract

Latar Belakang : Angka Kematian Ibu (AKI) di Kabupaten Grobogan tahun 2010 sebesar 80,02/100.000 kelahiran hidup. Salah satu penyebab kematian tersebut yaitu infeksi masa nifas yaitu 5,56/100.000 kelahiran hidup. Di Kecamatan Tawangharjo AKI 106,60/100.000 kelahiran hidup. Robekan jalan lahir merupakan penyebab kedua perdarahan setelah atonia uteri yang terjadi pada hampir persalinan pertama dan tidak jarang juga pada persalinan berikutnya. Salah satu hal yang mempengaruhi penyembuhan luka jalan lahir (perineum) adalah kecukupan protein. Di wilayah kerja Puskesmas Tawangharjo banyak ibu nifas yang membatasi makanan yang mengandung protein, diantaranya daging, telur, dan ikan.  Tujuan : Untuk mengetahui hubungan tingkat kecukupan  protein dengan lama penyembuhan luka perineum ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Tawangharjo Kabupaten Grobogan. Metode : Jenis penelitian yang digunakan  adalah eksplanatory research dengan pendekatan cross sectional. Populasinya adalah semua ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Tawangharjo yang mengalami luka jalan lahir (perineum). Sampel yang digunakan adalah sampel jenuh dengan jumlah sampel 30 ibu nifas pada hari 1-42 yang mengalami luka jalan lahir di wilayah kerja Puskesmas Tawangharjo, pada bulan Juli sampai Agustus 2011. Variabel yang diteliti adalah tingkat kecukupan protein dan lama penyembuhan luka perineum ibu nifas. Adapun alat analisis bivariat yang digunakan adalah uji korelasi Spearman rank (rho) dengan tingkat kemaknaan 0,05.Hasil : Sebagian besar ibu nifas yang mengalami luka jalan lahir (perineum) pada hari 1-42 memiliki tingkat kecukupan protein pada kategori cukup (53,3%) dan lama kesembuhan luka perineum pada kategori per primer (53,3%). Hasil uji statistik diperoleh ada hubungan antara tingkat kecukupan protein dengan lama penyembuhan luka perineum ibu nifas dengan nilai koefisien korelasi sebesar -0,776 dengan tingkat signifikan 0,05. Simpulan : Ada hubungan antara tingkat kecukupan protein dengan lama penyembuhan luka perineum ibu nifas.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG PERENCANAAN KEHAMILAN PADA PASANGAN MENIKAH USIA DINI DI KECAMATAN BANDAR KABUPATEN BATANG SyifaKhusnul Khotimah; Edy Soesanto; Erna Kusumawati
Jurnal Kebidanan Vol 4, No 2 (2015): August 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.851 KB) | DOI: 10.26714/jk.4.2.2015.11-16

Abstract

LatarBelakang: Pernikahan usia dini tertinggi di dunia. Pasangan yang menikah usia dini (<20   tahun), ada yang merencanakan kehamilan karena ingin bekerja terlebih dahulu, dan ada yang tidak merencan akan kehamilan karena ingin segera mendapatkan keturunan.Tujuan: Mendeskripsikan tingkat pengetahuan tentang psikologis, fisik dan financial pada pasangan menikah usia dini. MetodePenelitian: Data yang dikumpulkan dianalisis secara univariat. Jenis penelitian yang digunakan adalah diskriptif kuantitatif. Sampel penelitian 57 responden responden dengan teknik sampling Quota sampling. Variabel penelitianya itu pengetahuan tentang perencanaan kehamilan pada pasangan menikah usia dini yang meliputi pengetahuan psikologi, fisik dan finansial. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner. Hasil: Responden memiliki pengetahuan cukup tentang psikologis yaitu sebanyak 27 responden (47,4%), 21 responden (36,8%) memiliki pengetahuan baik dan 9 responden (15,8%) memiliki pengetahuan kurang. Responden memiliki pengetahuan kurang tentang fisik yaitu sebanyak 25 responden (43,9%), 18 responden (31,6%) memiliki pengetahuan baik dan 14 responden (24,6%) memiliki pengetahuan cukup. Responden memiliki pengetahuan baik tentang financial sebanyak 38 responden (66,7%), 10 responden (17,5%) memiliki pengetahuan cukup dan 9 responden (15,8%) memiliki pengetahuan kurang. Kesimpulan:Mayoritas responden memiliki pengetahuan cukup tentang psikologis 27 responden (47,4%), 25 responden (43,9%) memilikipengetahuankurangtentangfisikdan 38 responden (66,7%) memiliki pengetahuan baik tentang finansial.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG ANC DENGAN KELENGKAPAN IMUNISASI TT PADA IBU HAMIL DI RB NUR HIKMAH KUWARON, GUBUG Yeni Yowandari; Budi Mulyono; Siti Istiana
Jurnal Kebidanan Vol 4, No 2 (2015): August 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.81 KB) | DOI: 10.26714/jk.4.2.2015.36-39

Abstract

Latar belakang: Diantara Negara Asia angka kematian bayi Indonesia masih tinggi. Pada tahun 2008 terjadi 91 kasus kematian bayi akibat tetanus neonatorum. Kasus tersebut terjadi karena tidak memeberikan imunisasi TT, ibu yang tidak memperoleh imunisasi TT sebab ANC dilakukan di dukun. Dengan ANC dilakukan oleh tenaga kesehatan imunisasi TT bisa diberikan secara lengkap sehingga imunisasi TT terpenuhi. Pengetahuan ibu yang baik diharapkan ibu dapat melakukan ANC pada tenaga kesehatan sehingga imunisasi TT diberikan secara lengkap untuk mencegah tetanus. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang ANC dengan kelengkapan imunisasi TT pada ibu hamil di RB Nur Hikmah kuwaron,Gubug. Metode: jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi semua ibu hamil bulan Juli-Agustus dengan jumlah sampel 45 orang, responden diambil dengan teknik Non Random yaitu dengan sampel Jenuh. Kuesioner dan observasi sebagai instrumennya. Hasil: tingkat pengetahuan ibu tentang ANC menunjukkan sebagian besar responden mempunyai pengetahuan yang cukup tentang ANC sebanyak 24 (53,3%) responden, yang mempunyai pengetahuan baik sebanyak 14 (31,1%) responden, dan yang mempunyai pengetahuan kurang sebanyak 7 (15,6%) responden. Kelengkapan imunisasi TT pada ibu hamil menunjukkan sebesar 27 (60%) responden sudah lengkap dan 18 (40%) responden masih tidak lengkap. Simpulan : adanya hubungan pengetahuan ibu tentang ANC dengan kelengkapan imunisasi TT pada ibu hamil.
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG PENCEGAHAN KANKER LEHER RAHIM PADA WANITA YANG SUDAH MENIKAH USIA < 20 TAHUN DI WILAYAH KECAMATAN GAYAMSARI KOTA SEMARANG Marfira Priyaswati; Dewi Puspitaningrum; Agustin Rahmawati
Jurnal Kebidanan Vol 4, No 2 (2015): August 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.865 KB) | DOI: 10.26714/jk.4.2.2015.17-19

Abstract

Latar Belakang : Penyakit kanker leher rahim menduduki peringkat pertama yaitu 2.259 kasus (19,2%) dari 11.341 kasus pada tahun 2012 di Provinsi Jawa Tengah dan paling tertinggi ditemukan pada Puskesmas Kedungmundu dan Gunungpati  9 jiwa (13,43%) di Kota Semarang. Wanita yang sudah menikah usia< 20 tahun berisiko terkena kanker leher rahim yang termasuk dalam faktor resiko perkawinan muda/ seks usia dini. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan di KUA SeKecamatan Kota Semarang pada bulan September 2013 - Februari 2014, dari 4.383 pasangan yang sudah menikah terdapat 606 wanita yang sudah menikah usia< 20 tahun. Data tertinggi terdapat di Wilayah Kecamatan Gayamsari yaitu sebesar 207 (63,9%) dari 324 jumlah pasangan yang sudah menikah.Tujuan : Mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap  tentang pencegahan kanker leher rahimpada wanita yang sudah menikah usia < 20 tahun Di Wilayah Kecamatan Gayamsari Kota Semarang. Jenis Penelitian : Deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi sebanyak 207 wanita yang sudah menikah usia< 20 tahun dengan sampel 67 responden yang diambil dengan teknik Simple Random Sampling. Kuesioner sebagai instrumennya.Hasil Penelitian : Sebagian besar wanita yang sudah menikah usia < 20 tahun mempunyai pengetahuan yang kurang tentang pencegahan kanker leher rahim sebanyak 40 ( 59,7%) dan sebagian besar mempunyai sikap yang mendukung sebanyak 44 (65,7%). Kesimpulan : Pengetahuan responden tentang pencegahan kanker leher rahim sebagian besar berpengetahuan kurang yaitu sebanyak 40 responden (59,7) sedangkan sikap responden mendukung yaitu sebanyak 44 responden (65,7%).
PENGARUH BABY SPA TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR PADA BAYI USIA 3-6 BULAN DI MOM’ME ORGANIC BABY AND KIDS SPA KOTA SEMARANG Unggul Budi Purnamasari; Fitriani Nur Damayanti; Siti Nurjanah
Jurnal Kebidanan Vol 4, No 2 (2015): August 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.226 KB) | DOI: 10.26714/jk.4.2.2015.40-43

Abstract

Latar Belakang : Aspek tumbuh kembang pada anak adalah salah satu aspek yang diperhatikan secara serius oleh para pakar. Berdasarkan studi pendahuluan di lingkup Mom’me Organic Baby And Baby Spa menemukan 6 dari 10 bayi dicurigai mengalami keterlambatan perkembangan dengan skrining menggunakan Denver Developmental Skrinning Test II (DDST II). Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh baby spa terhadap perkembangan motorik kasar pada bayi usia 3-6 bulan di Mom’me Organic Baby And Baby Spa. Metode : Penelitian ini bersifat pre-experimental design dengan pendekatan posttest only design. Alat ukur yang digunakan yaitu dengan Denver Development Screening Test II (DDST II). Teknik sampling menggunakan accidental sampling. Hasil : Pada analisis univariat frekuensi treatment baby spa yang telah dilakukan responden usia 3-6 bulan mayoritas dilakukan 2x treatment sebanyak 9 responden (33.33%), sedangkan pada perkembangan motorik kasar mayoritas responden mengalami perkembangan yang normal sebanyak 20 responden (74.07%). Dengan menggunakan uji chi-square diperoleh hasil p value sebesar 0,000 < 0,05, maka dinyatakan Ho ditolak. Simpulan : Ada pengaruh baby spa terhadap perkembangan motorik kasar pada bayi usia 3-6 bulan di Mom’me Organic Baby And Baby Spa.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KECEMASAN DENGAN POLA MENSTRUASI PADA MAHASISWA D3 KEBIDANAN TINGKAT 3 UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG Eka Septiyana Devi; Mifbakhuddin Mifbakhuddin; Lia Mulyanti
Jurnal Kebidanan Vol 4, No 2 (2015): August 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (37.485 KB) | DOI: 10.26714/jk.4.2.2015.20-24

Abstract

Latar Belakang : Siklus menstruasi biasanyadimulai pada wanita muda umur 12-15 tahun (menarche) yang  terus berlanjut sampai umur 40-50 tahun (menopause) tergantung pada berbagai faktor, termasuk kesehatan wanita, status  nutrisi, dan berat badan tubuh  relatif terhadap tinggi tubuh. Pada umumnya  siklus  menstruasi berlangsung 28 hari, siklus normal 21-35 hari. Panjang daur dapat bervariasi pada satu wanita selama saat-saat  yang  berbeda dalam hidupnya, dan bahkan dari bulan ke bulan tergantung pada berbagai hal,  termasuk kesehatan fisik, emosi, dan nutrisi wanita. Selama siklus menstruasi, ovarium menghasilkan hormon estrogen dan progesterone  (Saryono, 2009).  Tujuan :  Untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan dengan pola menstruasi pada mahasiswa  D3  kebidanan Tingkat  3  Universitas Muhammadiyah  Semarang  tahun  2012.  Metode : Penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan  yang  bersifat cross sectional.  Populasi dalam penelitian ini adalah semua mahasiswa akademi kebidanan tingkat  3 Universitas Muhammadiyah Semarang  yaitu sebanyak  70 mahasiswa. Analisa  statistic  yang digunakan dalam penelitian ini adalah  x2  (Chi-Square)Hasil : Berdasarkan hasil uji  statistic dengan uji chi-square, diperoleh  X2 hitung sebesar  9,805 lebih besar dari  X 2 tabel sebesar  7,815  dan  p-value  sebesar  0,007  lebih kecil dari 0,05, maka Ho  ditolak dan  Ha  diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan tingakat kecemasan dengan pola menstruasi.  Simpulan : Ada  hubungan  yang  bermakna antara  tingkat  kecemasan  dengan  siklus menstruasi  pada  mahasiswa  D3  Kebidanan  Tingkat  3  Universitas Muhammadiyah  Semarang.                                               
PERBEDAAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG VULVA HYGIENE SEBELUM DAN SESUDAH DILAKUKAN PENYULUHAN DI SMA NEGERI 9 SEMARANG TAHUN 2012 Adila Noor Rifa; Agustin Syamsianah; Dwi Wahyuni
Jurnal Kebidanan Vol 4, No 2 (2015): August 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.19 KB) | DOI: 10.26714/jk.4.2.2015.44-51

Abstract

Latar belakang: Kesehatan reproduksi remaja khususnya wanita terutama dalam menjaga dan merawat organ reproduksi dipengaruhi oleh pengetahuan orang tua, tingkat pendidikan orang tua, dan peran orang tua terutama ibu dalam memberikan pendidikan kesehatan reproduksi sehingga remaja putri dapat mengetahui dan merawat organ reproduksi. Akibat kebersihan vulva yang tidak terjaga akan mempengaruhi seorang perempuan mengalami perasaan tidak nyaman pada vulva, yang paling sering dialami adalah timbulnya keputihan, yang terjadi akibat infeksi baik pada vulva atau mulut rahim (serviks), iritasi dan jamur, apabila berlanjut bisa terjadi kanker vulva. Tujuan: Mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan remaja putri tentang vulva hygiene sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan di SMA Negeri 9 Semarang. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu (Quasi Experiment) dengan rancangan penelitian One Group Pretest Posttest. Pengambilan sampel menggunakan teknik proportional stratified random sampling dan instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Sampel penelitian sebanyak 65 siswi. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa rerata pengetahuan tentang vulva hygiene sebelum penyuluhan sebesar 2,138 dengan standar deviasi 0,7043 dan rerata pengetahuan sesudah penyuluhan sebesar 1,600 dengan standar deviasi 0,6072. Berdasarkan hasil analisis data didapatkan nilai t hitung sebesar 8,641 dengan p value sebesar 0,000 < 0,05.  Simpulan: Ada perbedaan yang signifikan antara Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Vulva Hygiene Sebelum dan Sesudah Dilakukan Penyuluhan di SMA Negeri 9 Semarang Tahun 2012.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEGAGALAN IBU DALAM MEMBERIKAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI USIA 0-6 BULAN DI PUSKESMAS BANGETAYU SEMARANG Nurul Fatimah; Mifbakhuddin Mifbakhuddin; Novita Kumalasari
Jurnal Kebidanan Vol 4, No 2 (2015): August 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.785 KB) | DOI: 10.26714/jk.4.2.2015.1-7

Abstract

Latar Belakang: Menyusui sejak dini mempunyai dampak yang positif baik bagi  ibu maupun bayinya. Pemberian ASI perlu diberikan secara eksklusif sampai umur 6 (enam) bulan dan dapat dilanjutkan sampai anak berumur 2 (dua) tahun. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kegagalan ibu dalam  memberikan ASI Eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan di Puskesmas Bangetayu Semarang.  Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan potong lintang. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai bayi usia 0 - 6 bulan di Puskesmas Bangetayu Semarang dengan jumlah 67 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik acak sederhana. Hasil: Dari hasil penelitian diketahui bahwa sebagian besar ibu mempunyai pengetahuan yang cukup tentang pemberian ASI eksklusif sebanyak 33 responden (49,3%), sebagian besar ibu mendukung terhadap pemberian ASI eksklusif sebanyak 50 responden (74,6%), sebagian besar ibu tidak bekerja sebanyak 42 rsponden (62,7%), sebagian besar gagal dalam pemberian ASI eksklusif sebanyak 45 responden (67,2%), ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu dengan kegagalan pemberian ASI Eksklusif (p=0,011), ada hubungan yang bermakna antara sikap ibu dengan kegagalan pemberian ASI Eksklusif (p=0,032), dan tidak ada hubungan yang bermakna antara pekerjaan ibu dengan kegagalan pemberian ASI Eksklusif (p=0,133). Simpulan: Ada hubungan yang bermakna antara pengrtahuan dengan kegagalan pemberian ASI Eksklusif, ada hubungan yang bermakna antara sikap dengan kegagalan pemberian ASI Eksklusif dan tidak ada hubungan yang bermakna antara pekerjaan dengan kegagalan pemberian ASI Eksklusuf.
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU PERAWATAN VULVA HYGIENE PADA WANITA DI LAPAS SEMARANG TAHUN 2014 Verawati, Verawati; Wardani, Ratih Sari; Anggraini, Novita Nining
Jurnal Kebidanan Vol 4, No 2 (2015): August 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.785 KB) | DOI: 10.26714/jk.4.2.2015.25-30

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan reproduksi mempunyai peranan sangat penting bagi wanita, salah satunya adalah perilaku menjaga kebersihan organ genetalia eksterna (vulva). Kelompok wanita lebih rentan terkena masalah kesehatan reproduksi. Sebanyak 6 dari 10 wanita usia subur di lapas wanita Semarang pernah mengalami keputihan yang berlebihan disertai dengan rasa gatal, hal itu terjadi karena pengetahuan dan perilaku vulva hygiene yang mereka lakukan kurang benar. Berdasarkan hal di atas perlu diketahuinya hubungan pendidikan dan pengetahuan dengan perilaku perawatan vulva hygiene pada wanita usia subur. Tujuan: untuk mengetahui hubungan antara pendidikan dengan pengetahuan, pendidikan dengan perilaku, dan pengetahuan dengan perilaku perawatan vulva hygiene pada wanita usia subur.  Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah WUS di lapas wanita Semarang sebanyak 198 orang. Besar sampel sebanyak 67 orang. Variabel bebas adalah pendidikan dan pengetahuan perawatan vulva hygiene sedangkan variabel terikat adalah perilaku perawatan vulva hygiene. Uji validitas dan reliabilitas menggunakan uji expert dengan dua ahli di bidangnya. Analisis bivariat menggunakan uji Korelasi Rank Spearman. Hasil: Paling banyak wanita usia subur memiliki pendidikan menengah sebanyak 33 responden (49,3%). Terbanyak wanita usia subur memiliki pengetahuan cukup, yaitu berjumlah 29 responden (43,3%). Sebagian besar wanita usia subur memiliki perilaku baik, yaitu sebanyak 45 responden (67,2%). Ada hubungan pendidikan dengan pengetahuan tentang vulva hygiene (p-value= 0,000 <0,01). Ada hubungan pendidikan dengan perilaku tentang vulva hygiene (p-value= 0,000 <0,01). Ada hubungan pengetahuan dengan perilaku tentang vulva hygiene (p-value= 0,000 <0,01). Kesimpulan: Ada hubungan yang kuat antara pendidikan dan pengetahuan dengan perilaku perawatan vulva hygiene pada wanita usia subur di lapas wanita Semarang tahun 2014.
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PNEUMONIA DAN CARA PENANGANAN PADA ANAK BALITA DI WILAYAH PUSKESMAS NGESREP KOTA SEMARANG Lidya Rizcha Hasyim Hasibuan; Nuke Devi Indrawati; Wening Andarsari
Jurnal Kebidanan Vol 4, No 2 (2015): August 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.222 KB) | DOI: 10.26714/jk.4.2.2015.8-10

Abstract

Latar belakang   : WHO 2006 mengatakan lebih 2 juta balita meninggal akibat pneumonia. Data Indonesia 7-13% kasus berat. Menurut Dinas kesehatan Jawa Tengah tahun 2012 angka pneumonia 24,74% angka ini menurun jika dibandingkan tahun 2011 sebesar 25,5%. Puskesmas Ngesrep bulan januari-april 2014 mencatat 400 balita terkena pneumonia. Tujuan  : Mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang pneumonia dan cara penanganan pada anak balita diwilayah kerja puskesmas Ngesrep Kota Semarang. Metode Penelitian : Jenis penelitian deskriptif, rancangan survey, pendekatan cross sectional, populasi 46 orang , sampel jenuh 46 orang dengan menggunakan instrument kuesioner. Hasil :  Sebagian besar Pengetahuan ibu tentang pneumonia kurang yaitu sebanyak 19 orang, hal ini dikarenakan kurangnya pemberian informasi dari tenaga kesehatan. Sedangkan mayoritas pengetahuan cara penanganan tergolong cukup yaitu 17 orang , hal ini dikarenakan responden sudah diberi langsung setelah berobat oleh tenaga kesehatan. Kesimpulan : Mayoritas Pengetahuan ibu tentang pneumonia kurang sebanyak 17 orang (41,3%) sedangkan mayoritas pengetahuan ibu tentang cara penanganan cukup sebanyak17 orang (37,0%).

Page 1 of 1 | Total Record : 10