cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kebidanan
ISSN : 23018372     EISSN : 25497081     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Universitas Muhammadiyah Semarang (e-ISSN : 2549-7081) provides a medium for those who want to publish their scientific articles from either research results or innovations in the fields of midwifery and health
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2016): February 2016" : 10 Documents clear
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN BUDAYA AKSEPTOR KB TERHADAP PEMILIHAN METODE AKDRDI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ANGGADITA KABUPATEN KARAWANG Ari Antini; Irna Trisnawati
Jurnal Kebidanan Vol 5, No 1 (2016): February 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.976 KB) | DOI: 10.26714/jk.5.1.2016.11-17

Abstract

Latar Belakang : Indonesia merupakan salah satu negara berkembang dengan salah satu masalah utama yang di hadapi adalah bidang kependudukan yaitu masih tingginya laju pertumbuhan penduduk. Salah satumetode KB yang peminatnyamasihkurangyaitu AKDR, dari target 22,7%, ternyata yang menggunakan AKDR hanya1,41%, angkatersebutmasihjauhdari target yang sudahadapadahal AKDR merupakansalahsatualatkontrasepsi yang efektif. Sementara jumlah peserta KB aktif tahun 2014 di Puskesmas Anggaditasebanyak 4.692 Pasangan Usia Subur (PUS) danhanya 251 (5,34%) yang menggunakanmetode AKDR. Tujuan penelitianiniyaituuntuk mengetahuiHubungan Pengetahuan, Sikap danBudaya Akseptor KB Terhadap Pemilihan Metode AKDR di Puskesmas Anggadita Kabupaten Karawang tahun 2015. Metode : Desain penelitin ini adalah metode penelititan deskriptif analitik. Tekhnik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara Random Sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 130orang PUS. Analisis yang digunakan univariat dan bivariate dengan uji Chi-Square. Hasil:Analisis Univariat didapatkan responden yang memilih metode AKDR sebanyak 30 responden (23,1%) dan yang tidak memilih metode AKDR sebanyak 100 responden (76,9%), Hasil Analisis Bivariat dari 3 variabel independent yang diteliti terdapat 2 variabel yang mempunyai hubungan bermakna yaitu variabel pengetahuan dengan nilai (p value 0,000 < 0,05), sikap dengan nilai (p value 0,000 < 0,05) dan terdapat 1 variabel yang tidak memiliki hubungan bermakna yaitu budaya dengan nilai (p value 0,633 > 0,05).Simpulan : Ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan pemilihan metode AKDR, ada hubungan yang bermakna antara sikap dengan pemilihan metode AKDR, dan tidak ada hubungan antara budaya dengan pemilihan metode AKDR.
MANFAAT MASSASE TENGKUK DAN MASSASE OTOT PECTORALIS MAYOR TERHADAP PENGELUARAN ASI PADA IBU POST PARTUM HARI KE 1 DAN HARI KE 2 Ipang Suryani
Jurnal Kebidanan Vol 5, No 1 (2016): February 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.947 KB) | DOI: 10.26714/jk.5.1.2016.41-45

Abstract

Latar Belakang : Diare dan Infeksi merupakan penyebab utama kesakitan dan kematian bayi di indonesia sedangkan diare dan penyakit infeksi bisa dicegah dengan pemberian ASI pada bayi. Mengingat pentingnya ASI terutama stadium I dari hari pertama sampai hari keempat adalah kolostrum. Kolostrum sangat penting bagi pertahanan bayi karena kolostrum merupakan imunisasi pertama bagi bayi. Kolostrum membantu mengeluarkan mekonium dari usus bayi sehingga mukosa usus bayi baru lahir bersih dan siap menerima ASI. Tujuan : untuk mendapatkan bukti empiris dan ingin mengetahui Manfaat Massase Tengkuk dan Massase Otot Pectoralis Mayor Terhadap Pengeluaran ASI Pada Ibu Post Partum Hari Ke 1 dan hari Ke 2. Metode : Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional komparatif dengan pendekatan cross sectional. Subyek dalam penelitian ini 30 orang. Penelitian ini dilakukan di RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo pada bulan Maret sampai April 2014. Sample diambil secara sampling atau sampel insidental. Analisa data pada uji hipotesis komparatif menggunakan sampel berpasangan/related, data berbentuk rasio. Penelitian ini menggunakan rumus uji-t sampel related dalam program software SPSS 17. Hasil : berdasarkan hasil analisa data didapatkan thitung > t tabel (11,500 > 2,045), dengan demikian terdapat massase tengkuk dan massase otot pectoralis mayor terhadap pengeluaran ASI pada ibu post partum hari ke 1 dan hari ke 2. Simpulan : Terdapat manfaat massase tengkuk dan massase otot pectoralis mayor terhadap pengeluaran ASI pada ibu Post Partum hari ke 1 dan hari ke 2 dengan harga thitung > t tabel (11,500 > 2,045) berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya terdapat manfaat massase tengkuk dan massase otot pectoralis mayor terhadap pengeluaran ASI.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU HAMIL DENGAN KELENGKAPAN IMUNISASI TETANUS TOKSOID DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAHUNAN JEPARA Sokhiyatun Sokhiyatun; Luluk Hidayah; Arinda Setiyani
Jurnal Kebidanan Vol 5, No 1 (2016): February 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.093 KB) | DOI: 10.26714/jk.5.1.2016.5-10

Abstract

Suntikan Tetanus Toksoid (TT) diberikan selama kehamilanuntuk mencegah tetanus neonatorum, yang merupakan penyebab utama kematian bayi di banyak negara berkembang. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Karakteristik Ibu Hamil dengan Kelengkapan Imunisasi Tetanus Toksoid di Wilayah Kerja Puskesmas Tahunan Jepara. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Jumlah populasi sebanyak 467 responden dan didapatkan sampel sejumlah 47 respondendengan menggunakanteknik sampling cluster sampling, instrumenpeneitian menggunakankuesioner. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan ibu hamil yang mendapatkan imunisasi Tetanus Toksoid (TT) lengkap adalah 22 responden (46.8%) dan yang tidak mendapatkan imunisasi Tetanus Toksoid (TT) lengkap adalah 25 responden (53.2%). Hasil uji chi square ini menunjukkan bahwa variabel independen yang memiliki hubungan dengan kelengkapan imunisasi Tetanus Toksoid (TT) adalah gravida (p=0,002 ), pekerjan (p=0,006) dan pendidikan (p=0.027) sedangkan yang tidak memiliki hubungan adalah umur (p=0,737). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagian besar karakteristik ibu hamil berhubungan dengan kelengkapan imunisasi Tetanus Toksoid (TT). Disarankan kepada ibu hamil harus mendapat imunisasi Tetanus Toksoid (TT) agar terhindar dari penyakit infeksi Tetanus pada janin yang dikandungnya.
MASSASE SIMPISIS PUBIS DAN PENGENCANGAN MUSCULUS TRANSVERSUS ABDOMINIS TERHADAP PERCEPATAN PENGELUARAN URIN PADA IBU POST PARTUM SPONTAN Uti Lestari
Jurnal Kebidanan Vol 5, No 1 (2016): February 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.749 KB) | DOI: 10.26714/jk.5.1.2016.35-40

Abstract

Latar Belakang : Pada masa nifas terjadi perubahan fisiologis dan psikologis yang menyebabkan ketidaknyamanan pada masa nifas yang sering dijumpai salah satunya yaitu perubahan sistem perkemihan termasuk infeksi saluran kemih, retensio urine, atau inkontinensia. Dengan teknik massase simpisis pubis dapat membantu relaksasi melalui aliran darah pada daerah-daerah yang terpengaruh, merangsang reseptor-reseptor raba kulit sehingga merilaksasikan perasaan nyaman sehingga tidak terjadi gangguan dalam pengeluaran urin.dan trauma intrapartum yang terjadi karena penekanan kepala janin pada dasar panggul yang mengakibatkan otot dasar panggul menjadi lemah dapat diperbaiki dengan teknik pengencangan musculus transversus abdominis. Tujuan : untuk mengetahui manfaat massase simpisis pubis dan pengencangan musculus transversus abdominis terhadap percepatan pengeluaran urin pada ibu post partum spontan. Metode : penelitian eksperimental dengan desain Cross Sectional. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari populasi sejumlah 115 ibu postpartum spontan dan sample 60 ibu postpartum spontan. Penelitian ini dilakukan di Ruang nifas Analisa data untuk menguji beda rata-rata pada dua kelompok data yang independen, data berbentuk rasio menggunakan rumus uji-t test independent dalam program software SPSS 17. Hasil : Berdasarkan hasil analisa data didapatkan nilai t hitung 2.81011. Jika df= 60-2= 58 dan ? (5%) maka didapatkan t tabel 2.045. Ternyata t hitung > t tabel (2.81011>2.001717), berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya terdapat manfaat massase simpisis pubis dan pengencangan musculus transversus abdominis terhadap percepatan pengeluaran urin pada ibu post partum spontan. Simpulan : terdapat manfaat massase simpisis pubis dan pengencangan musculus transversus abdominis terhadap percepatan pengeluaran urin pada ibu post partum spontan.
PERBEDAAN PENGETAHUAN DAN SIKAP WANITA USIA SUBUR TENTANG DETEKSI DINI CA MAMMAE DI RW I KELURAHAN BERINGIN, KECAMATAN NGALIYAN, KOTA SEMARANG Zakiyah Sefiani Ridwan; Nuke Devi Indrawati; Siti Istiana
Jurnal Kebidanan Vol 5, No 1 (2016): February 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.334 KB) | DOI: 10.26714/jk.5.1.2016.53-60

Abstract

Latar Belakang: Hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan peneliti pada 10 Wanita Usia Subur menunjukkan bahwa WUS tidak tahu tentang deteksi dini Ca mammae karena belum pernah dilakukan sosialisasi dari puskesmas tentang deteksi dini Ca mammae. Tujuan: Mengetahui perbedaan pengetahuan dan sikap Wanita Usia Subur tentang deteksi dini Ca mammae sebelum dan sesudah penyuluhan di RW I, Kelurahan Beringin, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian Quasi Experiment dengan teknik pengambilan sampling menggunakan proportional random sampling. Penelitian ini menggunakan rancangan One Group Pre Test dan Post Test Design dengan 71 responden Wanita Usia Subur usia 15-49 tahun. Hasil: Sebelum dilakukan penyuluhan WUS memiliki pengetahuan baik tentang deteksi dini ca mammae sebanyak 57,7%, dan sikap WUS sebelum penyuluhan yang tidak mendukung sebanyak 54,9%. Setelah dilakukan penyuluhan tentang deteksi dini ca mammae, pengetahuan WUS meningkat menjadi baik yaitu 91,5%, dan sikap WUS yang mendukung setelah penyuluhan menjadi 80,3%. Ada perbedaan pengetahuan dan sikap tentang deteksi dini ca mammae sebelum dan sesudah penyuluhan dengan nilai p-value 0,000. Simpulan: Ada perbedaan pengetahuan dan sikap WUS tentang deteksi dini Ca mammae sebelum dan sesudah penyuluhan di RW I Kelurahan Beringin Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang.Kata kunci : Pengetahuan, sikap, penyuluhan, deteksi dini Ca mammae
AKTIVITAS SEKSUAL WANITA PREMENOPAUSE DI KELURAHAN BANGETAYU WETAN KOTA SEMARANG TAHUN 2015 Mutiara Malintang; Erna Kusumawati; Fitriani Nur Damayanti
Jurnal Kebidanan Vol 5, No 1 (2016): February 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.301 KB) | DOI: 10.26714/jk.5.1.2016.1-4

Abstract

Latar belakang: Premenopause merupakan masa dimana tubuh mulai bertransisi menuju menopause. Pada periode umumnya tingkat produksi hormon estrogen dan progesteron naik dan turun tidak beraturan. Siklus menstruasi bisa tiba-tiba memanjang atau memendek dalam masa premenopause banyak gejala yang dikeluhkan oleh para ibu yaitu rasa tidak nyaman saat berhubungan seksual. Berkurangnya gairah dan respon seksual frekuensi dalam hubungan seksual berkurang, karena libido menurun. Tujuan: Mengetahui Gambaran Aktivitas Seksual Wanita Premenopause di Kelurahan Bangetayu Wetan Kota Semarang meliputi frekuensi seksual, minat garirah seksual, dan mempertahankan fungsi seksual. Metode: Jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan survey. Populasinya adalah wanita premenopause di kelurahan bangetayu wetan kota semarang sebanyak 71 orang, sampel penelitian menggunakan teknik sampling dengan simple rondom sampling. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan sebagian besar frekuensi seksual ibu premenopause sebagian besar responden aktif 37 (52,1%) dalam melakukan hubungan seksual, sebagian besar responden masih minat melakukan aktivitas seksual sebanyak 43 (60.6%) dan responden masih tetap mempertahankan fungsi seksual dalam melakukan hubungan seksual 40 (56,3%). Pengeluaran rata-rata responden untuk biaya perawatan kecantikan sebagian besar Rp.100.000 per bulan. Kesimpulan: Aktivitas seksual pada wanita premenopause aktif.
MANFAAT LATIHAN STIMULUS METODE BALLARD SCORE TERHADAP KEMATANGAN NEUROMUSCULAR PADA BAYI BARU LAHIR Hartono Hartono
Jurnal Kebidanan Vol 5, No 1 (2016): February 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.963 KB) | DOI: 10.26714/jk.5.1.2016.30-34

Abstract

Latar Belakang : Kondisi bayi baru lahir cenderung secara neuromuscular dan fisik tergantung pada proses pematangan janin selama kehamilan. Dan untuk mematangkan sistem neuromuscular dapat dilakukan dengan pelatihan Ballard Score. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan stimulus pada bayi baru lahir melalui gerakan-gerakan yang akan meningkatkan kematangan neuromuscularnya. Tujuan Penelitian: Ingin mengetahui adakah manfaat terhadap kematangan neuromuscular dengan metode ballard score pada bayi baru lahir. Metode : Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 23 sampel dengan tenik purposive sampling. Hasil : Berdasarkan analisa data, didapatkan nilai t hitung 5,089. Apabila dk = 22, dan taraf kesalahan ditetapkan sebesar ? (5%) maka harga t tabel = 2,074. Harga t hitung adalah harga mutlak, jadi tidak dilihat (+) atau (-)nya. Ternyata t hitung > t tabel, (|-5,089|>2,074) dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti bahwa terdapat manfaat kematangan neuromuscular sebelum dan sesudah dilakukan pelatihan ballard score. Simpulan: Berdasarkan rumusan masalah dari hasil penelitian dilakukan di RSUD Dr. M. Ashari Pemalang, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat Manfaat Kematangan Neuromuscular Dengan Metode Ballard Pada Bayi Baru Lahir.
STRATEGI MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN MATERNAL STRATEGIES FOR IMPROVING THE QUALITY OF HEALTH CARE IN MATERNAL HEALTH Hanifatur Rosyidah
Jurnal Kebidanan Vol 5, No 1 (2016): February 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.115 KB) | DOI: 10.26714/jk.5.1.2016.61-69

Abstract

Pendahuluan: Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masihtinggi,yaitu 190 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2013. Bank Dunia menyatakan bahwa 60% kematian ibu disebabkan oleh rendahnya kualitas pelayanan.Kurangnya kompetensi dan kepatuhan bidan yang ditemukan di Indonesia menunjukkan rendahnya kualitas pelayanan kesehatan ibu.Oleh karena itu perlunya identifikasi strategi-strategi yang efektif, yang dapat diterpkan di Indonesia, guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu. Metode: Literature review telah dilakukan melalui PubMed dan The Cochrane Library. Kata kunci digunakan untuk menemukan strategi yang paling efektif dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu adalah strategy, intervention, improve, quality, maternal, midwifery, health, responsiveness, mechanism, quality assurance, supervision, demand side, effective, competence, satisfaction, utilization, outcome, best practice, rural and care, evidence. Hasil: Berdasarkan literatur yang telah dianalisis, ditemukan 5 strategi yang efektif yaitu audit and umpan balik; pendidikan kompetensi budaya; Educational Outreach Visits (EOVs); mengoptimalkan peran Lay Health Workers (LWHs); dan kelompok Prenatal Care. Simpulan: Strategi-strategi yang telah dipaparkan dapat diterapkan di Indonesia, namun diperlukan studi pendahuluan untuk memastikan bahwa bahwa bidan telah terdistribusi secara merata di seluruh wilayah di Indonesia, serta tersedianya alat dan obat-obatan yang memadai.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, STATUS SOSIAL EKONOMI, POLA ASUH ORANG TUA, PAPARAN MEDIA PORNOGRAFI DENGAN PERILAKU SEKSUAL REMAJA (Studi survey analitik di SMU Negeri Kabupaten Karawang) Farida, Yuli
Jurnal Kebidanan Vol 5, No 1 (2016): February 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.982 KB) | DOI: 10.26714/jk.5.1.2016.18-29

Abstract

Latar Belakang : Arus globalisasi dapat berdampak pada perubahan perilaku seksual remaja. Banyak faktor yang diduga berhubungan dengan perilaku seksual remaja, antara lain: pengetahuan, status sosial ekonomi, pola asuh orang tua dan paparan media pornografi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan pengetahuan, status sosial ekonomi, pola asuh orang tua, paparan media pornografi dengan perilaku seksual remaja dan menganalisis faktor manakah dari faktor-faktor tersebut yang paling berhubungan dengan perilaku seksual remaja. Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survey analitik secara potong silang yang dilaksanakan di SMU negeri di Kabupaten Karawang pada bulan April - Mei 2013. Jumlah sampel sebanyak 364 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Pada data yang terkumpul dilakukan analisis statistik secara bivariabel dan multivariabel. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 14,8% responden telah melakukan hubungan seksual. Variabel yang berhubungan dengan perilaku seksual remaja adalah pengetahuan (p<0,001), status sosial ekonomi (p<0,001) dan pola asuh orang tua (p<0,001). Variabel yang tidak berhubungan dengan perilaku seksual remaja adalah paparan media pornografi (p=0,265). Variabel yang paling berhubungan dengan perilaku seksual remaja adalah pengetahuan (POR=4,35(CI 2,28 8,28)). Simpulan: terdapat hubungan antara pengetahuan, status sosial ekonomi, pola asuh orang tua dengan perilaku seksual remaja di Kabupaten Karawang sehingga pihak sekolah dan bidan perlu meningkatkan kerjasama dalam memberikan penyuluhan baik pada siswa maupun pada orang tua siswa.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENCEGAHAN PENULARAN HIV DARI IBU KE ANAK (PPIA) Lusa Rochmawati; Rista Novitasari
Jurnal Kebidanan Vol 5, No 1 (2016): February 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.505 KB) | DOI: 10.26714/jk.5.1.2016.46-52

Abstract

Latar belakang: HIV/AIDS merupakan permasalahan global, meningkat setiap tahunnya. Program Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak (PPIA) telah terbukti sebagai intervensi yang sangat efektif untuk mencegah penularan HIV dari ibu ke anak. Jumlah kasus ibu rumah tangga yang tahu dirinya terinfeksi HIV dan kurangnya kesadaran melakukan pemeriksaan sehingga penanganan penularan HIV dari ibu ke anak terlambat. Tujuan penelitian: untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan perilaku pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak (PPIA). Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi experimental design) dan rancangan pretest-postest control group only design. Teknik sampling yang digunakan purposive random sampling. Sampel penelitian berjumlah 24 ibu hamil. Pengujian hipotesis menggunakan uji T berpasangan (paired test). Hasil: 1) Ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak (PPIA) (p value = 0,001). 2) Ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap perilaku pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak (PPIA) (p value = 0,003). 3) Ada hubungan pengetahuan dengan perilaku pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak (PPIA) (p value = 0,84). Simpulan: pendidikan kesehatan mempengaruhi pengetahuan dan perilaku ibu hamil dalam pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak (PPIA).Kata kunci: pendidikan kesehatan, pengetahuan, perilaku, PPIA

Page 1 of 1 | Total Record : 10