cover
Contact Name
Rangga Sururi
Contact Email
rekalingkungan@itenas.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
rekalingkungan@itenas.ac.id
Editorial Address
PHH. Street Mustapa 23 Bandung 40124
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Reka Lingkungan
ISSN : 23376228     EISSN : 27226077     DOI : https://doi.org/10.26760/rekalingkungan
Core Subject : Social,
Fokus keilmuan dari Jurnal Reka Lingkungan meliputi Teknologi dan Manajemen dari bidang Teknik dan Ilmu Lingkungan. Beberapa ruang lingkup dari Jurnal meliputi sebagai berikut, namun tidak terbatas pada lingkup dibawah ini: 1. Ekologi, 2. Kimia Lingkungan 3. Teknik Lingkungan 4. Ilmu Lingkungan 5. Kesehatan Lingkungan dan Toksikologi 6. Manajemen Lingkungan 7. Polusi lingkungan dan pembersihannya 8. Persampahan dan B3 9. Kualitas air dan pengolahan air minum dan air limbah 10. Mikrobiologi lingkungan 11. Pengelolaan sumber daya air 12 Polusi udara 13. Remediasi
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2016)" : 10 Documents clear
Perencanaan Sistem Plambing Air Buangan pada Gedung Newton Residence PUTRIANTI, DEVI AYU
Jurnal Reka Lingkungan Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.457 KB) | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v4i1.%p

Abstract

Abstrak Sumber pencemar dominan yang mencemari perairan di Kota Bandung adalah air buangan domestik, antara lain berasal dari hotel dan apartemen. Air buangan yang dihasilkan dari gedung Newton Residence adalah greywater dan blackwater. Tujuan penelitian untuk melakukan perencanaan instalasi plambing air buangan dengan menerapkan konsep bangunan ramah lingkungan. Metode dan standar yang digunakan untuk perencanaan sistem plambing adalah berdasarkan SNI 03-7065-2005 tentang tata cara perencanaan sistem plambing dan GBCI tentang konservasi air. Populasi pada gedung Newton Residence adalah 3.245 orang dengan debit air buangan total yang dihasilkan adalah 614,09 m3/hari. Pipa greywater pada gedung tersebut berdiameter 50mm-125mm, pipa blackwater berdiameter 50mm-150mm dan pipa dari kitchen sink berdiameter 50mm-65mm. Kemiringan pipa air buangan yang berdiameter hingga 80mm adalah 2% dan untuk pipa yang berukuran lebih besar 1 %. Diameter pipa tegak dari lantai 4–lantai 2 menuju STP adalah 125mm. Penggunaan alat plambing dengan label WaterSense dapat menghemat air hingga 32,89%. Total anggaran biaya untuk perencanaan sistem instalasi plambing air buangan sebesar Rp. 995.984.443,62,-. Kata kunci: plambing, air buangan, bangunan ramah lingkungan
Identifikasi Konsentrasi Sisa Ozon pada Proses Ozonisasi Konvensional dan Advanced Oxidation Process (AOP) Tipe Ozon/H¬2O2 untuk Pengolahan Lindi Dari TPA Aktif NURIANA, WULAN
Jurnal Reka Lingkungan Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.532 KB) | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v4i1.%p

Abstract

Abstrak Karakteristik lindi dapat memberikan pengaruh terhadap kelarutan ozon. Prinsip pengukuran ozon terdiri atas dua metode, yaitu secara langsung dengan metode spektrofotometri dan tidak langsung melalui pengukuran oksigen terlarut. Pada penelitian ini menggunakan pengukuran ozon secara tidak langsung.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi konsentrasi sisa ozon pada proses ozonisasi konvensional maupun Advanced Oxidation Process (AOP) menggunakan ozon dengan penambahan H2O2 yang dilakukan pada lindi TPA yang berumur kurang dari 10 tahun. Penelitian ini menggunakan reaktor semi batch bervolume 1,5 Liter. Pengambilan data konsentrasi sisa ozon selama penelitian dilakukan melalui pengukuran oksigen terlarut pada setiap interval waktu 30 menit selama 180 menit. Variasi yang digunakan adalah ozonisasi konvensional dan penambahan H2O2 sebanyak 1,197 g/L dan 1,796 g/L. Nilai koefisien transfer total (KLa) didapatkan melalui pengukuran oksigen terlarut. KLapada ketiga variasi relatif sama berkisar pada 0,0014–0,0018. Kata kunci: Lindi, TPA Sarimukti, ozonisasi, AOP, KLa.
Evaluasi Sistem Jaringan Distribusi Air Bersih di Kecamatan Pontianak Selatan Kota Pontianak Provinsi Kalimantan Barat SARUNGALLO, GOBERTH ATTO
Jurnal Reka Lingkungan Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.138 KB) | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v4i1.%p

Abstract

Abstrak Kecamatan Pontianak Selatan merupakan bagian dari Kota Pontianak yang berperan sebagai pusat pemerintahan, dengan luas wilayah 14,54 km2danjumlahpendudukpadatahun 2013adalah126.520 jiwa. Tidak mengalirnya air pada jam puncak (jam 06.00 dan 18.00) dan tingkat kehilangan air yang cukup tinggi yaitu 29.4% menjadidasaruntukmelakukanperbaikan jaringan distribusi. Guna memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah tersebut, maka dilakukan evaluasi hidrolis sistem distribusi air bersih. Hasil yang diperolehdari evaluasi jaringan distribusi eksisting menggunakan Epanet 2.0adalah16 junctiondengansisatekankurangdari 10 meter, 71 junctiondengansisa tekan lebih dari 10 meter, 30 pipadengankecepatan aliran yang kurang dari 0,3 m/detik dan lebih dari 2 m/detik,23 pipadengan kecepatan aliran antara 0,3-2 m/detik berjumlah 45 pipa, 23 pipa denganheadloss yang lebih dari 10 m/km 23 pipa, 70 pipa denganheadloss yang kurang dari 10 m/km berjumlah. Sehinggaberdasarkanhasilevaluasisystemjaringandistribusi air bersih di Kecamatan Pontianak Selatan memerlukanpenyesuaian diameter pipa jaringan air bersih. Kata Kunci: air bersih, EPANET 2.0,Pontianak selatan
Kajian awal Telapak Ekologis di Kawasan Strategi Nasional Perkotaan Cekungan Bandung SAPUTRA, ODHILA FARID
Jurnal Reka Lingkungan Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1761.11 KB) | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v4i1.%p

Abstract

ABSTRAK Aktivitas manusia bergantung pada biosfir, yang memberikan sejumlah besar pasokan sumber daya alam (SDA) secara terus-menerus untuk mendukung pembangunan ekonomi dan kehidupan sehari-hari. Konsumsi SDA dan dampaknya terhadap ekosistem didefinisikan sebagai Telapak Ekologis (TE). Penelitian ini dilaksanakan di Kawasan Cekungan Bandung, Provinsi Jawa Barat. Lokasi ini dipilih karena termasuk Kawasan Strategis Nasional yang bercirikan perkotaan dan memiliki tingkat urbanisasi dan pertumbuhan ekonomi tinggi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui sumber data yang dibutuhkan dalam perhitungan nilai telapak ekologis, dan perbandingan data yang tersedia di Cekungan Bandung dengan data yang dibutuhkan dalam perhitungan Global Footprint Network (GFN). Metode penelitian yang digunakan yaitu metode pengumpulan data sekunder masing-masing sektor (Pertanian, Peternakan, Kehutanan, Perikanan, Penyerap Karbon, dan Lahan Terbangun) yang berasal dari instansi kabupaten/kota di Cekungan Bandung. Data sekunder yang digunakan yaitu data produksi, ekspor dan impor, serta luas lahan masing-masing sektor di Kawasan Cekungan Bandung Tahun 2012. Format perhitungan telapak ekologis yang digunakan dalam GFN mengacu kepada daerah subtropis, sedangkan Kawasan Cekungan berada di daerah tropis, sehingga terdapat beberapa data sekunder untuk masing-masing sektor yang tidak sesuai dengan yang dibutuhkan, maka dibutuhkan asumsi sesuai dengan standar kebijakan pemerintah. Kata Kunci : Telapak Ekologis, Cekungan Bandung, Global Footprint Network
Perencanaan Sistem Instalasi Plambing Air Buangan Gedung Park View, Hotel dan Restoran HERMANSYAH, MOCHAMAD REZKI
Jurnal Reka Lingkungan Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.455 KB) | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v4i1.%p

Abstract

ABSTRAK Perencanaan plambing air buangan pada gedung Park View Hotel dan Restoran yang berlokasi di Kota Bandung dirancang untuk mengurangi dampak negatif terhadap penghuni dan juga terhadap lingkungan. Selain perancangan terhadap plambing air buangan grey water , black water dan vent, juga dilakukan penyaluran air hujan dan buangan air AC. Standar yang diacu dalam perencanaan plambing air buangan tersebut adalah SNI 03-6481-2000 dan SNI 03-7065-2005. Hasil perhitungan yang diperoleh adalah diameter pipa grey water 50-110 mm, diameter pipa black water 100-110 mm dengan kemiringan pipa adalah 1,5-2%. Sementara diameter vent adalah sebesar 32-110 mm dan diameter penyaluran pipa air kondensat AC adalah sebesar 10 mm. Untuk jenis pipa yang digunakan dalam penyaluran air buangan adalah jenis pipa PVC, pipa tersebut banyak  digunakan pembangunan gedung untuk memberikan dampak ekonomis yang  paling optimal pada suatu jaringan pipa air buangan. Kata kunci : Air buangan, Diameter, Plambing
Perencanaan Sistem Plambing Air Buangan pada Gedung Newton Residence DEVI AYU PUTRIANTI
Jurnal Reka Lingkungan Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v4i1.%p

Abstract

Abstrak Sumber pencemar dominan yang mencemari perairan di Kota Bandung adalah air buangan domestik, antara lain berasal dari hotel dan apartemen. Air buangan yang dihasilkan dari gedung Newton Residence adalah greywater dan blackwater. Tujuan penelitian untuk melakukan perencanaan instalasi plambing air buangan dengan menerapkan konsep bangunan ramah lingkungan. Metode dan standar yang digunakan untuk perencanaan sistem plambing adalah berdasarkan SNI 03-7065-2005 tentang tata cara perencanaan sistem plambing dan GBCI tentang konservasi air. Populasi pada gedung Newton Residence adalah 3.245 orang dengan debit air buangan total yang dihasilkan adalah 614,09 m3/hari. Pipa greywater pada gedung tersebut berdiameter 50mm-125mm, pipa blackwater berdiameter 50mm-150mm dan pipa dari kitchen sink berdiameter 50mm-65mm. Kemiringan pipa air buangan yang berdiameter hingga 80mm adalah 2% dan untuk pipa yang berukuran lebih besar 1 %. Diameter pipa tegak dari lantai 4–lantai 2 menuju STP adalah 125mm. Penggunaan alat plambing dengan label WaterSense dapat menghemat air hingga 32,89%. Total anggaran biaya untuk perencanaan sistem instalasi plambing air buangan sebesar Rp. 995.984.443,62,-. Kata kunci: plambing, air buangan, bangunan ramah lingkungan
Identifikasi Konsentrasi Sisa Ozon pada Proses Ozonisasi Konvensional dan Advanced Oxidation Process (AOP) Tipe Ozon/H¬2O2 untuk Pengolahan Lindi Dari TPA Aktif WULAN NURIANA
Jurnal Reka Lingkungan Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v4i1.%p

Abstract

Abstrak Karakteristik lindi dapat memberikan pengaruh terhadap kelarutan ozon. Prinsip pengukuran ozon terdiri atas dua metode, yaitu secara langsung dengan metode spektrofotometri dan tidak langsung melalui pengukuran oksigen terlarut. Pada penelitian ini menggunakan pengukuran ozon secara tidak langsung.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi konsentrasi sisa ozon pada proses ozonisasi konvensional maupun Advanced Oxidation Process (AOP) menggunakan ozon dengan penambahan H2O2 yang dilakukan pada lindi TPA yang berumur kurang dari 10 tahun. Penelitian ini menggunakan reaktor semi batch bervolume 1,5 Liter. Pengambilan data konsentrasi sisa ozon selama penelitian dilakukan melalui pengukuran oksigen terlarut pada setiap interval waktu 30 menit selama 180 menit. Variasi yang digunakan adalah ozonisasi konvensional dan penambahan H2O2 sebanyak 1,197 g/L dan 1,796 g/L. Nilai koefisien transfer total (KLa) didapatkan melalui pengukuran oksigen terlarut. KLapada ketiga variasi relatif sama berkisar pada 0,0014–0,0018. Kata kunci: Lindi, TPA Sarimukti, ozonisasi, AOP, KLa.
Evaluasi Sistem Jaringan Distribusi Air Bersih di Kecamatan Pontianak Selatan Kota Pontianak Provinsi Kalimantan Barat GOBERTH ATTO SARUNGALLO
Jurnal Reka Lingkungan Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v4i1.%p

Abstract

Abstrak Kecamatan Pontianak Selatan merupakan bagian dari Kota Pontianak yang berperan sebagai pusat pemerintahan, dengan luas wilayah 14,54 km2danjumlahpendudukpadatahun 2013adalah126.520 jiwa. Tidak mengalirnya air pada jam puncak (jam 06.00 dan 18.00) dan tingkat kehilangan air yang cukup tinggi yaitu 29.4% menjadidasaruntukmelakukanperbaikan jaringan distribusi. Guna memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah tersebut, maka dilakukan evaluasi hidrolis sistem distribusi air bersih. Hasil yang diperolehdari evaluasi jaringan distribusi eksisting menggunakan Epanet 2.0adalah16 junctiondengansisatekankurangdari 10 meter, 71 junctiondengansisa tekan lebih dari 10 meter, 30 pipadengankecepatan aliran yang kurang dari 0,3 m/detik dan lebih dari 2 m/detik,23 pipadengan kecepatan aliran antara 0,3-2 m/detik berjumlah 45 pipa, 23 pipa denganheadloss yang lebih dari 10 m/km 23 pipa, 70 pipa denganheadloss yang kurang dari 10 m/km berjumlah. Sehinggaberdasarkanhasilevaluasisystemjaringandistribusi air bersih di Kecamatan Pontianak Selatan memerlukanpenyesuaian diameter pipa jaringan air bersih. Kata Kunci: air bersih, EPANET 2.0,Pontianak selatan
Kajian awal Telapak Ekologis di Kawasan Strategi Nasional Perkotaan Cekungan Bandung ODHILA FARID SAPUTRA
Jurnal Reka Lingkungan Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v4i1.%p

Abstract

ABSTRAK Aktivitas manusia bergantung pada biosfir, yang memberikan sejumlah besar pasokan sumber daya alam (SDA) secara terus-menerus untuk mendukung pembangunan ekonomi dan kehidupan sehari-hari. Konsumsi SDA dan dampaknya terhadap ekosistem didefinisikan sebagai Telapak Ekologis (TE). Penelitian ini dilaksanakan di Kawasan Cekungan Bandung, Provinsi Jawa Barat. Lokasi ini dipilih karena termasuk Kawasan Strategis Nasional yang bercirikan perkotaan dan memiliki tingkat urbanisasi dan pertumbuhan ekonomi tinggi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui sumber data yang dibutuhkan dalam perhitungan nilai telapak ekologis, dan perbandingan data yang tersedia di Cekungan Bandung dengan data yang dibutuhkan dalam perhitungan Global Footprint Network (GFN). Metode penelitian yang digunakan yaitu metode pengumpulan data sekunder masing-masing sektor (Pertanian, Peternakan, Kehutanan, Perikanan, Penyerap Karbon, dan Lahan Terbangun) yang berasal dari instansi kabupaten/kota di Cekungan Bandung. Data sekunder yang digunakan yaitu data produksi, ekspor dan impor, serta luas lahan masing-masing sektor di Kawasan Cekungan Bandung Tahun 2012. Format perhitungan telapak ekologis yang digunakan dalam GFN mengacu kepada daerah subtropis, sedangkan Kawasan Cekungan berada di daerah tropis, sehingga terdapat beberapa data sekunder untuk masing-masing sektor yang tidak sesuai dengan yang dibutuhkan, maka dibutuhkan asumsi sesuai dengan standar kebijakan pemerintah. Kata Kunci : Telapak Ekologis, Cekungan Bandung, Global Footprint Network
Perencanaan Sistem Instalasi Plambing Air Buangan Gedung Park View, Hotel dan Restoran MOCHAMAD REZKI HERMANSYAH
Jurnal Reka Lingkungan Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v4i1.%p

Abstract

ABSTRAK Perencanaan plambing air buangan pada gedung Park View Hotel dan Restoran yang berlokasi di Kota Bandung dirancang untuk mengurangi dampak negatif terhadap penghuni dan juga terhadap lingkungan. Selain perancangan terhadap plambing air buangan grey water , black water dan vent, juga dilakukan penyaluran air hujan dan buangan air AC. Standar yang diacu dalam perencanaan plambing air buangan tersebut adalah SNI 03-6481-2000 dan SNI 03-7065-2005. Hasil perhitungan yang diperoleh adalah diameter pipa grey water 50-110 mm, diameter pipa black water 100-110 mm dengan kemiringan pipa adalah 1,5-2%. Sementara diameter vent adalah sebesar 32-110 mm dan diameter penyaluran pipa air kondensat AC adalah sebesar 10 mm. Untuk jenis pipa yang digunakan dalam penyaluran air buangan adalah jenis pipa PVC, pipa tersebut banyak  digunakan pembangunan gedung untuk memberikan dampak ekonomis yang  paling optimal pada suatu jaringan pipa air buangan. Kata kunci : Air buangan, Diameter, Plambing

Page 1 of 1 | Total Record : 10