cover
Contact Name
Khotimah
Contact Email
jhessmuhajirinfoundation@gmail.com
Phone
+62895321722875
Journal Mail Official
jhessmuhajirinfoundation@gmail.com
Editorial Address
Jl. Suka Jadi Desa Tarai Bangun Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, Indonesia
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
JHESS: Journal Hub for Humanities and Social Science
ISSN : -     EISSN : 30473934     DOI : https://doi.org/10.63847/3aw7dh82
The Journal Hub of Humanities and Social Sciences aims to provide a platform for scholarly research and discussions in the fields of humanities and social sciences. The journal welcomes original research articles, literature reviews, theoretical papers, and methodological contributions that explore various aspects of human societies, cultures, behaviors, and interactions. Topics covered include but are not limited to anthropology, sociology, psychology, history, linguistics, cultural studies, gender studies, and interdisciplinary studies in humanities and social sciences. The scope of the journal encompasses studies that contribute to a deeper understanding of human experiences, societal structures, cultural phenomena, historical developments, and contemporary issues. We encourage submissions that employ diverse research methodologies, including qualitative, quantitative, mixed-methods, and interdisciplinary approaches. The journal also prioritizes articles that offer innovative insights, theoretical advancements, and practical implications for addressing societal challenges and fostering positive social change. The target audience for the journal includes academics, researchers, practitioners, policymakers, and students who are interested in advancing knowledge and discourse in the humanities and social sciences. We aim to promote interdisciplinary dialogue, critical inquiry, and intellectual exchange among scholars and practitioners from various disciplines and cultural backgrounds.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2024): 2024: July - December" : 8 Documents clear
Relasi Sosial Antara Masyarakat Tionghoa dan Melayu di Kecamatan Meral Kabupaten Karimun Nurmadhani, Esy Sukma
Journal Hub for Humanities and Social Science Vol. 1 No. 2 (2024): 2024: July - December
Publisher : Yayasan Masjid Al-Muhajirin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63847/vx26rr87

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya realitas bahwa Kabupaten Karimun terdiri dari berbagai agama, suku, budaya dengan adat istiadat yang berbeda-beda. Manusia sebagai makhluk sosial tidak akan terlepas dengan suatu proses hubungan sosial. Terlihat jelas kedua masyarakat ini sudah menjalin relasi sosial sejak lama, yang ditandai ketika orang orang Tionghoa bermigrasi ke Karimun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bentuk-bentuk relasi sosial dan faktor pendorong serta penghambat terjadinya relasi sosial antara masyarakat Tionghoa dan Melayu di Kecamatan Meral. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu jenis penelitian lapangan (field research). Sedangkan hasil penelitian ini adalah relasi sosial dibangun dari proses interaksi yang baik kemudian menghasilkan bentuk-bentuk relasi sosial antara masyarakat di berbagai bidang seperti bidang agama adanya toleransi antar pemeluk agama, bidang pendidikan banyak sekolah yang bisa dimanfaatkan untuk semua orang tanpa memandang latar belakang agama dan ras, bidang ekonomi adanya proses relasi sosial yang terjadi di pasar dalam hal jual beli, bidang sosial diwujudkan dalam bentuk kerja sama, saling membantu jika ada yang kesusahan atau sedang tertimpa musibah dan kegiatan sosial lainnya yang membuat relasi sosial antar kedua masyarakat terus terjalin dengan baik. Dan ada faktor pendukung dan penghambat terjadinya relasi sosial antara masyarakat Tionghoa dan Melayu di Kecamatan Meral.
UPAYA PENINGKATAN KUALITAS SUMBERDAYA MANUSIA MELALUI PELATIHAN DAN PENDIDIKAN Darma Yanti, Annisa; Annisa Darma Yanti; Muhammad Arif Sufyan Bin Jamaludin
Journal Hub for Humanities and Social Science Vol. 1 No. 2 (2024): 2024: July - December
Publisher : Yayasan Masjid Al-Muhajirin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63847/3zda6m41

Abstract

Kemajuan pesat ilmu pengetahuan dan teknologi semakin memberikan dampak yang signifikan pada berbagai aspek kehidupan, terutama karena adanya tekanan dari tuntutan masyarakat di tingkat lokal, nasional, dan global. Usaha untuk meningkatkan potensi sumber daya manusia sejak awal juga dapat menjaga keseimbangan dan mengurangi penurunan kinerja. Pengembangan ini krusial untuk mengenali karyawan yang memiliki potensi untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan keahlian mereka sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Pendidikan dan pelatihan membawa sejumlah manfaat karier jangka panjang yang membantu karyawan untuk mengambil tanggung jawab yang lebih besar di masa mendatang. Penelitian ini termasuk pada jenis penelitian kepustakaan yang merujuk pada serangkaian kegiatan yang meliputi metode pengumpulan data dari perpustakaan, membaca, mencatat, dan memproses materi penelitian.  Penelitian ini juga  menggunakan pendekatan kualitatif yang menggunakan metode analisis deskriptif untuk menjelaskan masalah dan fokus penelitian. Dan untuk pengumpulan data, maka penulis menggunakan teknik dokumentasi. Teknik dokumentasi adalah salah satu cara bagi peneliti kualitatif untuk memperoleh gambaran dari sudut pandang subjek melalui media tertulis dan dokumen lainnya yang ditulis atau dibuat langsung oleh subjek yang bersangkutan. Melalui kegiatan pelatihan dan Pendidikan maka upaya pengembangan sumber daya manusia yang direncanakan secara terstruktur untuk meningkatkan kemampuan, pengetahuan, dan keterampilan karyawan di sebuah organisasi dapat terlaksana dengan baik. Prioritas utamanya adalah untuk meningkatkan kinerja individu dan tim, serta sebagai pendukung bagi pertumbuhan dan pencapaian tujuan Lembaga
Paradigma Riya’ Dalam Sedekah Surat Al-Baqarah Ayat 263-264 Adilah, Ghina
Journal Hub for Humanities and Social Science Vol. 1 No. 2 (2024): 2024: July - December
Publisher : Yayasan Masjid Al-Muhajirin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63847/0x925e89

Abstract

Artikel ini mengupas secara mendalam tentang sedekah dalam perspektif Islam, dengan fokus pada pentingnya ketulusan dan keikhlasan dalam beramal. Sedekah adalah kewajiban bagi Muslim yang memiliki kelebihan harta, ditujukan kepada mereka yang membutuhkan, dengan tujuan semata-mata mencari ridha Allah SWT. Pada masa awal Islam, sedekah dipraktikkan dengan penuh semangat oleh para sahabat dan generasi salaf, yang berlomba-lomba untuk memberikan harta mereka demi mendapatkan pahala. Namun, dalam konteks modern di Indonesia, fenomena sedekah sering kali disertai dengan niat riya’ atau pamer, yang berpotensi merusak pahala amal tersebut. Riya’, atau pamer dalam beramal, adalah perbuatan yang sangat dikecam dalam Islam karena dapat menggugurkan pahala ibadah. Artikel ini menggunakan metode penelitian studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif kualitatif, mengkaji berbagai sumber literatur yang membahas tentang sedekah, riya’, dan hukum-hukum terkait. Pembahasan meliputi definisi riya’, hukum dan jenis-jenisnya, serta tingkatan riya’ yang dapat terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, artikel ini juga mengulas pandangan ulama seperti Al-Ghazali dan Quraish Shihab mengenai riya’ dan dampaknya terhadap amal ibadah. Kesimpulan dari artikel ini menekankan perlunya kesadaran umat Muslim untuk menghindari riya’ dan menjaga keikhlasan dalam setiap amal ibadah, termasuk sedekah, agar pahala yang diharapkan dapat diraih sepenuhnya, baik di dunia maupun di akhirat.
Proses Dan Tujuan Penciptaan Manusia Dalam Perspektif Al-Qur’an Saputra, M. Farras
Journal Hub for Humanities and Social Science Vol. 1 No. 2 (2024): 2024: July - December
Publisher : Yayasan Masjid Al-Muhajirin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63847/8mwxn986

Abstract

Artikel ini membahas tentang penciptaan manusia menurut perspektif Islam, terutama melalui penjelasan yang terdapat dalam Al-Qur’an. Artikel ini menguraikan dua pandangan utama mengenai asal-usul manusia: pandangan ilmuwan Barat yang mengaitkan manusia dengan evolusi dari kera melalui seleksi alam, dan pandangan Islam yang menegaskan bahwa manusia diciptakan oleh Allah dari tanah dan air mani, seperti yang dijelaskan dalam berbagai ayat Al-Qur’an. Melalui penelitian kualitatif berbasis studi literatur, artikel ini menggali berbagai referensi terkait proses penciptaan manusia menurut Al-Qur’an, termasuk penjelasan tentang Nabi Adam yang diciptakan dari tanah dan manusia lain yang diciptakan dari air mani. Artikel ini juga mengeksplorasi tujuan penciptaan manusia, yakni untuk beribadah kepada Allah dan bertindak sebagai khalifah di muka bumi. Dengan mengaitkan teks-teks Al-Qur’an dengan interpretasi dari hadist dan literatur Islam lainnya, artikel ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang asal-usul dan tujuan eksistensi manusia dari perspektif teologis Islam.
Konsep Makna Dalil Rezeki Didalam Al-Qur’an (Studi Tafsir Ibnu Katsir)Konsep Makna Dalil Rezeki Didalam Al-Qur’an (Studi Tafsir Ibnu Katsir) Mayla Faiza Hanum; Ali Akbar
Journal Hub for Humanities and Social Science Vol. 1 No. 2 (2024): 2024: July - December
Publisher : Yayasan Masjid Al-Muhajirin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63847/bw9sft10

Abstract

Jika membahas masalah rezeki sering kali dikaitkan dengan masalah ekonomi di kehidupan manusia. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang menganggap rezeki sebagai sumber kesejahteraan hidup, sehingga mereka lupa bahwa mereka hidup di bumi Allah SWT ini tidak lain hanyalah untuk beribadah kepada-Nya. seseorang yang jika diberi kekayaan maka dia akan bermaksiat, sedangkan jika diberi kecukupan maka dia akan gemar beribadah. Namun, ada juga orang yang jika diberi kemiskinan dia bermaksiat dan jika diberi kekayaan dia akan gemar beribadah dan bersedekah. Kekayaan juga dapat membuat seseorang itu berbuat angkuh dan semaunya.Untuk mengungkap makna dibalik kata rizq yang mana kata rezeki disebutkan sebanyak 123 kali di dalam alqur’an. Maka dari itu diperlukan pendekatan yang sesuai dengan hal tersebut. Seiring berkembangnya zaman, metode penafsiran Al-Qur’an yang beredar saat ini juga beragam, salah satunya ialah menggunakan pendekatan tafsir tematik. Menurut Al-Farmawi ayat-ayat yang berkaitan dengan tema, namun jika tidak memungkinkan bisa dengan menyeleksi ayat-ayat yang mewakili dengan tema yang di angkat. Rezeki menurut Ibnu Katsir segala sesuatu yang diberikan oleh Allah kepada makhluknya. Allah meluaskan rezeki mereka tujuannya untuk menguji mereka dengan rezeki mereka tersebut. Jika Allah memberikan cobaan dan menyempitkan rezeki bukan berarti Allah menghinakannya. Tujuannya ialah agar manusia selalu bersyukur atas apa yang telah Allah berikan. Kata rezeki didalam Al-Qur’an terbagi kedalam 32 bentuk dan dibagi lagi menjadi 4 bentuk isytiqaq rezeki terbagi mejadi 3 macam yaitu rezeki yang dijamin yang mana Allah telah menjamin seluruh rezeki makhluk-Nya, rezeki yang dibagikan yang mana rezeki kadarnya bisa berubah-ubah, tergantung usaha seseorang untuk mendapatkannya, dan yang terakhir rezeki yang di janjikan yang mana allah telah menjanjikan rezeki kepada seluruh makhluknya
Eksistensi Laut dalam Al-Qur'an:Analisis Tafsir Ilmiah Masyhuri Putra; M. Ridho Firdaus
Journal Hub for Humanities and Social Science Vol. 1 No. 2 (2024): 2024: July - December
Publisher : Yayasan Masjid Al-Muhajirin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63847/zd8ttm19

Abstract

Kajian ini membahas eksistensi laut dalam Al-Qur'an melalui analisis tafsir ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ayat-ayat yang berkaitan dengan fenomena laut dan kaitannya dengan penemuan ilmiah modern. Dalam Al-Qur'an, terdapat sejumlah ayat yang secara eksplisit dan implisit menyebutkan tentang laut, seperti dinamika air laut, gelombang di kedalaman laut, serta batas antara air tawar dan air asin (Al-Furqan: 53). Studi ini menggunakan metode tafsir tematik dengan pendekatan tafsir ilmiah untuk menggali makna ayat-ayat tersebut. Tafsir ilmiah memungkinkan kita memahami ayat-ayat Al-Qur'an yang menjelaskan fenomena alam sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan modern, seperti oseanografi dan hidrologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penjelasan Al-Qur'an mengenai laut sejalan dengan temuan ilmiah terbaru, seperti adanya lapisan gelap di dasar laut, arus laut, dan pembatas air yang sulit ditembus di antara dua jenis air yang berbeda. Dengan demikian, kajian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap integrasi ilmu pengetahuan dan tafsir Al-Qur'an, sekaligus menegaskan relevansi Al-Qur'an dengan ilmu pengetahuan modern.
Upaya Tokoh Agama dalam Menanggulangi Konflik Sosial Keagamaan di Kampung Pancasila Desa Banaran Kediri M. Kharis Majid; Muhammad Nurrosyid Huda Setiawan; Afiyatin Nur Izzah
Journal Hub for Humanities and Social Science Vol. 1 No. 2 (2024): 2024: July - December
Publisher : Yayasan Masjid Al-Muhajirin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63847/fj0evt67

Abstract

Sebutan Kampung Pancasila untuk Desa Banaran Kediri tentunya memliki beberapa alasan, diantaranya adalah bahwasanya di Desa tersebut terdapat berbagai agama dan dalam keberagaman tersebut, mereka bisa hidup rukun, toleran antara satu dengan yang lain dan tentunya terhindar dari konflik keagamaan. Hal ini tidak lepas dari upaya tokoh agama dalam mennggulangi konflik antar umat beragama. Sehingga dalam artikel ini akan mengupas sejauh mana upaya tokoh agama dalam menanggulangi konflik antar umat beragama di Desa tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian lapangan ini adalah deskriptif analitis dengan melibatkan tokoh agama dan masyarakat beragama sebagai responden dari pengumpulan datanya. Hasil dari penelitian ini diantaranya adalah pertama, tokoh agama sebagai sosok pemelihara keimanan. Kedua, Upaya tokoh agama dalam menanggulangi konflik antar umat beragama  adalah dengan membangun komunikasi antar umat. Ketiga, Upaya menjaga kerukunan antar umat beragama dengan sikap toleran. Keempat, memfasilitasi dialog antar agama. Hal ini menjadi penting untuk diperhatikan karena pada dasarnya tokoh agama memiliki peran yang sangat penting untuk menjaga kerukunan antar umat beragama.
KONSTITUSI IRAN DALAM PERDEBATAN Afrizal M; Muhammad Hanif
Journal Hub for Humanities and Social Science Vol. 1 No. 2 (2024): 2024: July - December
Publisher : Yayasan Masjid Al-Muhajirin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63847/z244np62

Abstract

Tulisan ini bertujuan menggambarkan perbedaan pandangan Na’ini dan Noori tentang konstitusi Iran 1906. Penelitian ini menggunakan metode library riset. Semua pandangan  yang terdapat dalam artikel ini diambil dari beberapa buku dan jurnal terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa pada awalnya Muhammad Husen Na’ini dan Pazlollah Noori memilki pandangan yang sama tentang Konstitusi Iran 1906, dimana konstitusi itu berfungsi untuk membatasi kekuasaan yang absolut. Tetapi kemudian antara kedua tokoh ini terjadi pebedaan pandangan. Perbedaan itu disebabkan ketidaksamaan  pandangan mereka tentang doktrin Syi’ah. Na’ini melihatnya dari sisi konsep pentingnya demokrasi, sedangkan Noori melihat kekeliruan yang terdapat dalam konstitusi karena ada pasalnya yang bertentangan dengan doktrin Syiah. 

Page 1 of 1 | Total Record : 8