cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
FIKkeS
ISSN : 19786735     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2014): JURNAL KEPERAWATAN" : 7 Documents clear
GAMBARAN KINERJA PERAWAT DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN PERSONAL HYGIENE KLIEN SKIZOFRENIA DI RUMAH SAKIT JIWA DAERAH DR. AMINO GONDOHUTOMO SEMARANG Nurul Amin
FIKkeS Vol 7, No 1 (2014): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.345 KB)

Abstract

Kebutuhan personal hygiene klien skizofrenia di beberapa rumah sakit jiwa sering kali terabaikan. Kondisi ini juga terjadi di RSJD Dr. Amino Gondohutomo dimana klien skizofrenia yang di rawat rata-rata mengalami kondisi gangguan perawatan diri khususnya personal hygiene sebanyak 65%. Kondisi klien saat dirawat masih bau, rambut tidak rapi, kondisi sikat gigi yang tidak layak pakai, handuk yang digunakan secara bersama-sama, tidak memakai alas kaki. Kondisi tersebut adalah 90% dari total klien dengan skizofrenia.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kinerja perawat (dari pengkajian sampai evaluasi dan pendokumentasian) dalam memenuhi kebutuhan personal hygiene klien skizofrenia di RSJD Dr. Amino Gondohutomo Semarang.Desain penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Populasi dari penelitian ini adalah perawat dengan jumlah partisipan sebanyak 4 orang yang terbagi di ruang VIP, kelas 3, kelas 2 dan kelas 1.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja perawat didalam melakukan proses keperawatan pada klien skizofrenia dengan masalah kebutuhan personal hygiene belum optimal. Dalam melakukan pengkajian belum lengkap, merusmuskan diagnosa keperawatan hanya berdasarkan saat klien masuk UGD, merumuskan intervensi tidak lengkap komponennya, dalam melakukan tindakan berdasarkan tingkat ketergantungan, evaluasi dilakukan dengan bertanya dan melakukan observasi. Pada pendokumentasian asuhan keperawatan belum dilakukan dengan optimal, dilakukan hanya seperlunya saja.Berdasarkan hal tersebut diharapkan perawat dan institusi rumah sakit secara bersinergi melakukan kegiatan pelatihan asuhan keperawatan dan pendokumentasiannya.Kata Kunci : kinerja, personal hygieneDaftar Pustaka : 23(1992-2012)
TINGKAT STRES MAHASISWA PROFESI NERS STASE KOMUNITAS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG Tri Nurhidayati
FIKkeS Vol 7, No 1 (2014): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.431 KB)

Abstract

Clinical components are very important in the curriculum of nursing education. One of the barriers in learning is stress caused by many tasks, financial issues, exams, and lecturers. This study aimed to find out the level of distress among the students of nursing profession of Universitas Muhammadiyah Semarang and was to explore the experience of stress.This study used a descriptive. A questionnaire was administered to all 38 students the intern year in conjuction with the 28 item version of the general health questionnaire in first week and fourth week community stase. Semi-structured interviews were subsequently undertaken with two volunteers.Results of this study approximately 43,7% of respondents reported levels of severe stress. There were differences in distress between first week (4,41) and fourth week (7,27). That indicates elevating stress in fourth week.. It happened elevating stress in fourth week. It is recommended academic counselors, good support system and academic environment.Keywords: level of distress
PENGARUH ORIENTASI TERHADAP TINGKAT KECEMASAN ANAK PRA SEKOLAH DI BANGSAL ANAK RUMAH SAKIT BHAKTI WIRA TAMTAMA SEMARANG Eni Mulyatiningsih
FIKkeS Vol 7, No 1 (2014): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.166 KB)

Abstract

Hospitalisasi pada anak merupakan suatu keadaan krisis pada anak. Keadaan ini terjadi karena anak berusaha untuk beradaptasi dengan lingkungan asing dan baru yaitu rumah sakit, sehingga kondisi tersebut menjadi faktor stressor baik terhadap anak maupun orang tua dan keluarga. Anak yang dipersiapkan dengan baik sebelum masuk rumah sakit akan mampu menerima keadaan rumah sakit. Dengan dilakukan orientasi sebelumnya, seseorang akan lebih mudah berdaptasi sehingga akan mempengaruhi prilaku selanjutnya dalam mendukung proses perawatan. Tujuan penelitian mengidentifikasi pengaruh orientasi terhadap tingkat kecemasan anak pra sekolah. Desain yang digunakan Quasi eksperimen dengan pendekatan pre post test without controle group design, besar sampel 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh yang signifikan antara orientasi terhadap tingkat kecemasan pada anak prasekolah di Ruang Anak Rumah Sakit Bhakti Wira Tamtama Semarang yaitu dengan p value = 0,000 < ? (0,05). Berdasar hasil tersebut diharapkan rumah sakit dapat menetapkan Standar Prosedur Operasional (SPO) yang jelas terkait prosedur penerimaan pasien baru dengan pemberian orientasi sesuai dengan standard disertai sosialisasi dan supervisi yang efektif sehingga dapat dipahami dan dijalankan oleh seluruh pemberi asuhan keperawatan.Kata kunci : Orientasi , kecemasan anak
EFISIENSI DAN EFEKTIFITAS PERIPLASWAB DALAM PEMERIKSAAN ENTEROBIASIS Didik Sumanto
FIKkeS Vol 7, No 1 (2014): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.433 KB)

Abstract

Latar belakang : Pengambilan spesimen pada malam hingga pagi hari sebelum penderita melakukan aktifitas yang dapat mengintervensi area sekitar anus merupakan kunci keberhasilan pemeriksaan kejadian enterobiasis. Kesulitan petugas dalam waktu dan prasyarat kondisi tertentu pada penderita tersebut menjadi masalah tersendiri yang harus dicarikan solusinya. Perlu kiranya diciptakan sebuah alat sampling untuk pengambilan apusan perianal yang aplikatif, murah biayanya, mudah dibuat dan digunakannya.Tujuan : Untuk mengetahui efisiensi dan efektifitas alat pengambil spesimen PeriplaswabMetode : Periplaswab diaplikasikan bersama dengan alat lain berupa kaca benda dan selotif yang telah ada sebelumnya, dihitung tingkat efisiensi dan efektifitasnya dalam pemeriksaan dalam sebuah post test design, dikomparasikan hasil antara alat tersebut.Hasil : Rerata waktu pengambilan spesiemen apus perianal menggunakan periplaswab selama 37,13 detik lebih efisien dari penggunaan alat kaca benda selama 50,26 detik dengan hasil pengujian yang berbeda signifikan (p < 0,05). Dalam waktu pembacaan sediaan, periplaswab memiliki waktu pembacaan rata-rata hanya selama 13,57 menit lebih pendek dari alat kaca benda yang memiliki 18,13 menit. Selisih waktu pembacaan sediaan inipun memberikan perbedaan yang cukup signifikan dalam pengujian (p < 0,05). Hasil temuan jumlah telur cacing menggunakan periplaswab rata-rata sebanyak 312,87 butir/11,5 cm2 lebih banyak dari alat kaca benda 171,87 butir/12,8 cm2. Dengan konversi satuan didapatkan temuan telur cacing sejumlah 27,21 butir/cm2 untuk alat periplaswab dan 13,43 butir/cm2 untuk alat kaca benda dimana hasil tersebut memberikan perbedaan yang sangat signifikan (p < 0,01).Kesimpulan : Periplaswab merupakan alat pengambil apusan perianal yang lebih efisien dan lebih efektif dibandingkan alat kaca benda dan selotif.Kata kunci : periplaswab, apusan perianal, enterobiasis
HUBUNGAN ANTARA DIMENSI KONSEP DIRI DENGAN INTERAKSI SOSIAL PADA PENDERITA KUSTA DI RSUD KUSTA DONOROJO JEPARA Findi Isak Sutrisno
FIKkeS Vol 7, No 1 (2014): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.578 KB)

Abstract

Penyakit kusta merupakan salah satu penyakit menular, yang dapat menimbulkan masalah sangat komplek. Menurut World Health Organization (WHO, 2009) dalam Weekly Epidemiological Record bahwa di Indonesia ditemukan 21.538 kasus kusta. Azizah (2008) mengemukakan bahwa keberadaan penderita kusta pada umumnya masih dikucilkan masyarakat sekitar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dimensi konsep diri, interaksi sosial, dan hubungan dimensi konsep diri dengan interaksi sosial pada penderita kusta. Sampel berjumlah 33 responden menggunakan total sampling. analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi atau dengan tabel distribusi, analisis bivariat menggunakan product moment person dan Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan responden yang memiliki citra tubuh, ideal diri, harga diri, peran diri identitas diri dan interaksi sosial cukup sebanyak (60,6%; 78,8%; 60,6%; 63,6%; 72,7%; 63,6%), dan citra tubuh, ideal diri, harga diri, peran diri, identitas diri dan interaksi sosial baik sebanyak (39,4%; 21,2%; 39,4%; 36,4%; 27,3%; 36,4%). Hasil analisa data citra tubuh, ideal diri, harga diri, peran diri, identitas diri dengan interaksi sosial adalah (r = 0,757 p= 0,000, 95%), (r = 0,575 p= 0,000, 95%), (r= 0,738 p= 0,000, 95%), (r= 0,675 p= 0,000, 95%), (r = 0,885 p= 0,000, 95%). Kesimpulan penelitian ini adalah sebagian besar penderita kusta di RSUD Kusta Donorojo Jepara memiliki citra tubuh, ideal diri, harga diri, peran diri, identitas diri interaksi social yang cukup. Terdapat hubungan yang signifikan antara citra tubuh, ideal diri, harga diri, peran diri, dan identitas diri dengan interaksi sosial pada penderita kusta.Kata kunci: Pasien Kusta, Dimensi Konsep Diri, Interaksi Sosial.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK DAN PENGETAHUAN IBU TERHADAP PEMBERIAN ASI PADA IBU MENYUSUI DI DESA LOLONG KECAMATAN KARANGANYAR KABUPATEN PEKALONGAN Anis Syafaat Nurmaya Dewi
FIKkeS Vol 7, No 1 (2014): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.718 KB)

Abstract

Kebanyakan wanita di Indonesia khususnya para ibu muda gencar menggalakan pemberian ASI Eksklusif. Tetapi fakta menunjukkan bahwa pemberian ASI eksklusif masih belum maksimal dan masih sangat kurang khususnya di Indonesia. Di era globalisasi banyak ibu yang bekerja, keadaan itu sering menjadi kendala bagi ibu untuk memberikan ASI eksklusif kepada bayinya sehingga pemberian ASI eksklusif tidak tercapai.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan karakteristik dan pengetahuan ibu terhadap pemberian ASI di Desa Lolong Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalogan. Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif korelasi dengan metode pendekatan crossectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu menyusui yang mempunyai anak usia 6 bulan - 1 tahun di Desa Lolong Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan dan pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling yaitu berjumlah 125 orang. Variabel yang dikaji dalam penelitian ini adalah karakteristik (usia, pendidikan, pekerjaan), pengetahuan dan pemberian ASI. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis statistik Chi Square dan Fisher Exact. Berdasarkan hasil analisis statistik diperoleh ada hubungan yang signifikan antara usia dengan pemberian ASI di Desa Lolong Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan dengan nilai p-value 0,000 < ? (0,05). ada hubungan yang signifikan antara pendidikan dengan pemberian ASI dengan nilai p-value 0,001 < ? (0,05). ada hubungan yang signifikan antara pekerjaan dengan pemberian ASI dengan nilai p-value 0,000 < ? (0,05). Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan pemberian ASI di Desa Lolong Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan dengan nilai p-value 0,027 < ?. Berdasarkan hasil analisis statistik tersebut maka diharapkan Puskesmas Kabupaten Pekalongan hendaknya lebih meningkatkan pelayanan terutama sosialisasi tentang ASI Eksklusif pada ibu bekerja sehingga dapat menumbuhkan kesadaran ibu-ibu yang memiliki bayi untuk mau memberikan ASI Eksklusif.Kata kunci : karakteristik, pengetahuan dan pemberian ASI
PERBEDAAN TINGKAT PERKEMBANGAN ANAK USIA PRASEKOLAH YANG SEKOLAH TK DAN ANAK YANG TIDAK SEKOLAH TK DI DESA BANJARSARI KEC. BANTARBOLANG PEMALANG Rizal -
FIKkeS Vol 7, No 1 (2014): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.676 KB)

Abstract

Tumbuh kembang anak merupakan hasil interaksi antara faktor genetik dan lingkungan, baik lingkungan sebelum anak dilahirkan maupun lingkungan setelah anak itu lahir. Sesuai dengan karakteristik pendidikan usia dini yang memberikan rangsangan kepada anak maka anak diharapkan dapat mengoptimalkan perkembangan dan memenuhi karakteristiknya yang merupakan individu unik, yang mempunyai pengalaman dan ilmu pengatahuan yang berbeda dibandingkan dengan anak yang tidak ikut program pendidikan usia dini. Tujuan penelitian adalah mengidentifiasi perbedaan anak usia prasekolah yang sekolah TK dengan anak yang tidak sekolah TK ditinjau dari tingkat perkembangannya. Desain penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan studi perbandingan. Populasi penelitian ini adalah semua anak usia pra sekolah yang tinggal di Desa Banjarsari Kecamatan Bantarbolang Pemalang dengan jumlah 90 anak. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling dengan jumlah 47 orang. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar anak ikut dalam program tidak sekolah TK (57,4%), sebagian besar perkembangan anak dalam kategori abnormal (51,1%). Hasil komparasi ada perbedaan yang bermakna antara perkembangan anak yang sekolah TK dengan yang tidak sekolah TK di Desa Banjarsari Kecamatan Bantarbolang Pemalang (p=0,028). Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka keluarga yang mempunyai anak usia pra sekolah diharapkan dapat memasukkan anaknya ke program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai bentuk rangsangan kepada anak untuk perkembangannya.Kata Kunci : Anak usia pra sekolah, Perkembangan anak, PAUD

Page 1 of 1 | Total Record : 7