cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
FIKkeS
ISSN : 19786735     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2015): JURNAL KEPERAWATAN" : 7 Documents clear
PENGARUH TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK STIMULASI PERSEPSI-SENSORI TERHADAP KEMAMPUAN MENGONTROL HALUSINASI PADA PASIEN HALUSINASI DI RSJD DR. AMINO GONDOHUTOMO SEMARANG Afifah Nur Hidayah
FIKkeS Vol 8, No 1 (2015): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.25 KB)

Abstract

Gangguan jiwa tidak dianggap sebagai gangguan yang menyebabkan kematian secara langsung, namun beratnya gangguan tersebut dalam arti ketidakmampuan serta invaliditas baik secara individu maupun kelompok akan menghambat pembangunan, karena mereka tidak produktif dan tidak efisien. Salah satu bentuk gangguan jiwa yang terdapat di seluruh dunia adalah skizofrenia. Salah satu gejala yang paling sering muncul pada Skizofrenia adalah munculnya halusinasi yaitu sekitar 70 %. Terapi yang biasa diberikan dalam penatalaksanaan mengatasi halusinasi salah satunya adalah terapi aktivitas kelompok (TAK). Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh TAK stimulasi persepsi-sensori terhadap kemampuan mengontrol halusinasi, jenis penelitian ekperimen semu, desain pretest-posttest control group, dengan intervensi TAK stimulasi persepsi-sensori. Penelitian dilakukan pada Januari-Mei 2014 dengan metode purposive sampling dengan jumlah sampel 20 (10 kelompok kontrol dan 10 kelompok intervensi). Hasil penelitian tidak ada beda yang signifikan kemampuan mengontrol halusinasi sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok kontrol dengan nilai Sig.(2-tailed) 0,129>0,05 dan ada beda yang signifikan kemampuan mengontrol halusinasi antara nilai sebelum pemberian TAK dengan setelah pemberian TAK dengan nilai signifikansi p=0,005<0,05. Terdapat pengaruh yang signifikan pada pengaruh TAK stimulasi persepsi-sensori terhadap kemampuan mengontrol halusinasi pada pasien halusinasi yang ditunjukan dengan p value = 0,000<0,05. Hasil penelitian ini dapat menjadi referensi pendukung pemberian asuhan keperawatan pada pasien halusinasi untuk meningkatkan kemampuan mengontrol halusinasi dengan pemberian TAK stimulasi persepsi sensori yang diberikan secara penuh.Kata Kunci : TAK stimulasi persepsi-sensori, halusinasi.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG STATUS GIZI BALITA DENGAN FREKUENSI TERJADINYA ISPA DI DESA KEBONDALEM GRINGSING BATANG Anjar Puji Hastuti
FIKkeS Vol 8, No 1 (2015): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.699 KB)

Abstract

World Health Organization (WHO) memperkirakan insiden Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di negara berkembang dengan angka kematian balita di atas 40 per 1000 kelahiran hidup adalah 15%-20% pertahun pada golongan usia balita. Proporsi penyebab kematian balita di negara berkembang adalah pneumonia 19%, diare 17%, malaria 8% dan campak 4%. Jika digabungkan di seluruh dunia pneumonia menyebabkan hampir satu pertiga atau 29% kematian anak balita. Study pendahuluan terhadap 10 balita di Desa Kebondalem yang terkena penyakit ISPA dengan status dibawah garis merah sejumlah 4 orang anak (40%), sedangkan yang menderita ISPA dengan status gizi sedang sejumlah 6 orang (60%). Di Desa Kebondalem Gringsing Batang jumlah balita 189 orang, terdapat 5 dukuh yang terdiri dari dukuh Kebondalem, Kutoharjo, Kebonsari, Rowogebang dan Gebang anom. Peneliti melakukan penelitian di dukuh Rowogebang dan Kebondalem dengan jumlah balita 78. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang status gizi balita dengan frekuensi terjadinya ISPA di Desa Kebondalem Gringsing Batang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasional, sampel dalam penelitian ini adalah ibu dan balita yang berada di Desa Kebondalem sebanyak 129 orang. Pengujian dalam penelitian ini menggunakan Chi Square. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar responden mempunyai pengetahuan cukup sebanyak 100 orang (77,5%), sebagian besar responden jarang mengalami ISPA sebanyak 106 orang (62,2%) dan ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan frekuensi kejadian ISPA dengan nilai p value 0,001 (p< 0,05). Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan ibu lebih memperhatikan gizi pada balitanya dengan memperhatikan asupan nutrisi pada balita, memberikan ASI sebelum usia 6 bulan, melakukan posyandu setiap bulan sehingga kesehatan balita dapat terkontrol.Kata Kunci : Pengetahuan, status gizi, ISPA
GAMBARAN DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIS YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RSUD KRATON PEKALONGAN Wahyu Suci Priyanti
FIKkeS Vol 8, No 1 (2015): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.357 KB)

Abstract

Hemodialisis merupakan suatu proses pengobatan yang kompleks. Pasien yang menjalani terapi hemodialisis menghadapi masalah-masalah dalam menjalani hidupnya karena penyakit ginjal kronik tersebut menimbulkan beberapa dampak antara lain dampak fisik, dampak sosial dan dampak psikologis sehingga memerlukan dukungan terutama dari keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dukungan sosial keluarga pada pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di RSUD Kraton Pekalongan. Desain penelitian ini adalah deskriptif. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan teknik angket. Data dukungan keluarga kami dapatkan dari pasien sebagai responden. Jumlah responden 39 yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil uji statistik diperoleh dukungan sosial keluarga pada pasien ginjal kronis yang menjalani hemodialisis sebagian besar (51,3%) kurang dan sebagian kecil (48,7%) baik, dukungan sosial dalam bentuk konkret sebagian besar (51,3%) kurang dan sebagian kecil (48,7%) baik, dukungan sosial dalam bentuk emosi sebagian besar (69,2%) kurang dan sebagian kecil (30,8%) baik, dukungan sosial dalam bentuk saran sebagian besar (51,3%) kurang dan sebagian kecil (48,7%) baik, dan dukungan sosial dalam harga diri pada pasien ginjal kronis yang menjalani hemodialisis sebagian besar (64,1%) kurang dan sebagian kecil (35,9%) baik. Pihak rumah sakit sebaiknya mempertimbangkan hasil penelitian ini untuk membuat Standar Operasional Prosedur pada pasien penyakit ginjal yang menjalani hemodialisis dengan mengoptimalkan peran keluarga sehingga keluarga dapat memberikan dukungan yang baik. Kemudian sebagai perawat hendaknya jangan pernah bosan untuk selalu memberi dorongan pada keluarga agar senantiasa memberikan dukungannya karena sangat dibutuhkan seumur hidupnya.Kata kunci : Dukungan Sosial Keluarga, Hemodialisis, Penyakit Ginjal Kronis
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PERSONAL HYGIENE PADA SISWA DI SDN PANJANG WETAN IV KECAMATAN PEKALONGAN UTARA KOTA PEKALONGAN Asep Dwi Prasetyo
FIKkeS Vol 8, No 1 (2015): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.3 KB)

Abstract

Faktor faktor tersebut adalah pengetahuan, citra tubuh, dukungan keluarga/praktek sosial, status ekonomi, kebudayaan, pilihan pribadi (motivasi), dan kondisi fisik. Berdasarkan survei pendahuluan pada tanggal 8 September 2012 didapatkan bahwa jumlah siswa kelas I-6 sebanyak 205 orang, sedangkan data jumlah anak kelas I sebanyak 37 orang dan kelas II sebanyak 38 anak yang rata-rata berusia antara 6-7 tahun. Tujuan penelitian : Hubungan tingkat pengetahuan dan dukungan keluarga dengan personal hygiene pada siswa di SDN Panjang Wetan IV Kecamatan Pekalongan utara kota Pekalongan Metode yang digunakan pada penelitian ini mengunakan metode penelitian kuantitatif dan termasuk jenis penelitian non-eksperimental dengan sampel penelitian ini adalah siswa SD berjumlah 75 orang.Hasil diketahui bahwa tingkat pengetahuan siswa di SDN Panjang Wetan IV sebagian besar baik sebanyak 49 orang (65,3%), dukungan keluarga siswa di SDN Panjang Wetan IV sebagian besar mendukung sebanyak 39 orang (52,2%), personal hygiene siswa di SDN Panjang Wetan IV sebagian besar bersih sebanyak 73 orang (97,3%), terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan personal hygiene pada siswa di SDN Panjang Wetan IV dengan nilai p value 0,021, terdapat hubungan dukungan keluarga dengan personal hygiene pada siswa di SDN Panjang Wetan IV dengan nilai p value 0,034.Saran bagi penelitian selanjutnya dapat menambahkan variabel baru berupa karakteristik responden, motivasi yang berhubungan dengan personal hygiene., bagi ilmu keperawatan (Profesi), perlu adanya peningkatan dalam ilmu kesehatan yang berhubungan dengan kebersihan diri pada anak untuk meningkatkan status kesehatan anak, serta bagi sekolah untuk meningkatkan dan mempertahankan lagi personal hygiene siswa yang belum sesuai atau tidak baik dan memberi masukan dalam meningkatkan pengetahuan siswa dalam melakukan personal higiene melalui upaya seperti memasukkan materi kesehatan dalam kurikulum dan lombaKata Kunci : Tingkat pengetahuan, Dukungan keluarga Personal hygiene
PENGARUH BERMAIN ORIGAMI TERHADAP KECEMASAN ANAK USIA PRA SEKOLAH YANG MENGALAMI HOSPITALISASI DI RUANG MAWAR RSUD KRATON PEKALONGAN Wiji Lestari
FIKkeS Vol 8, No 1 (2015): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.471 KB)

Abstract

Hospitalisasi yang dialami anak anak menyebabkan kecemasan , salah satu nya adalah karena prosedur tindakan yang menyakitkan. Untuk mengurangi kecemasan diperlukan media yang efektif yang mengekspresikan perasaan mereka melalui permainan. Origami merupakan permainan yang diterapkan pada anak usia prasekolah karena merupakan permainan yang kreatif, imajinatif dan dapat digunakan untuk mengekspresikan perasaan sehingga dapat mengurangi kecemasan . Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh bermain origami terhadap kecemasan anak usia pra sekolah yang mengalami hospitalisas, jenis penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan menggunakan design non-equivalentpre test-post test. Proses penelitian dilaksanakan pada tanggal 10 Juli - 10 Agustus 2013 di ruang mawar RSUD Kraton Pekalongan dengan menggunakan metode sampling jenuh. Jumlah sampel 30. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh bermain origami terhadap kecemasan anak usia prasekolah yang mengalami hospitalisasi (p<0,05). Berdasarkan hasil penelitian tersebut perlu penerapan teori bermain origami sebagai salah satu intervensi untuk mengurangikecemasan anak yang mengalami hospitalisasi.Kata kunci: bermain origami, kecemasan
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN FILARIASIS DI PUSKESMAS TIRTO I KABUPATEN PEKALONGAN Candriana Yanuarini
FIKkeS Vol 8, No 1 (2015): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.961 KB)

Abstract

Filariasis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh cacing filaria yang ditularkan melalui berbagai jenis nyamuk.Wilayah Puskesmas Tirto I berdasarkan survay darah jari yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan mendapatkan angka mikrofilaria 1,9%. Tujuan dari penelitan ini adalah menganalisis dan mendiskripsikan hubungan antara karakteristik individu berupa umur dan jenis kelamin, perilaku berupa pengetahuan, sikap dan tindakan, lingkungan berupa keberadaan tempat berkembangbiak vektor dan tempat istirahat vektor dengan kejadian filariasis. Pengambilan sampel menggunakan case control sebanyak 44 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan chek list. Analisis data menggunakan uji chi square diperoleh variabel umur dan jenis kelamin tidak berhubungan dengan kejadian filariasis, sedangkan variabel pengetahuan, sikap, tindakan, keberadaan tempat istirahat vektor dan berkembangbiak vektor berhubungan dengan kejadian filariasis dan merupakan faktor protektif atau faktor yang bisa mengurangi risiko kejadian filariasis. Berdasarkan hasil tersebut dapat disarankan pada petugas kesehatan untuk meningkatkan penyuluhan tentang pentingnya pencegahan filarisis.Kata kunci : Kejadian filariasis, kasus, kontrol
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DENGAN PRAKTIK PERAWAT DALAM PENCEGAHAN INFEKSI NOSOKOMIAL DIRUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT ISLAM KENDAL Yunita Puspasari
FIKkeS Vol 8, No 1 (2015): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.436 KB)

Abstract

Infeksi nosokomial dapat berasal dari pasien, pengunjung, maupun petugas kesehatan yang terlibat dalam perawatan pasien seperti dokter, perawat, tenaga medis, oleh karena itu untuk mencegah terjadinya infeksi nosokomial dapat diupayakan dari tindakan pencegahan oleh semua individu yang kontak dengan pasien, baik itu sebelum maupun sesudah kontak dengan pasien. Hasil pengamatan selama ini, banyak dijumpai tindakan salah yang sering dilakukan perawat diruang inap Rumah Sakit Islam adalah jarang mencuci tangan sebelum melakukan tindakan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dengan praktik perawat dalam pencegahan infeksi nosokomial diruang rawat inap Rumah Sakit Islam Kendal. Jenis penelitian deskripitif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat yang bertugas diruang rawat inap : Ruang Hamzah, Ruang Usman, Ruang Alfat, Ruang Roudhoh, Ruang Lukman, Ruang Umar Rumah Sakit Islam Kendal yaitu sebanyak 55 perawat. Sampel penelitian menggunakan total sampling. Analisis data dengan menggunakan Spearman Rho. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan, sikap dengan praktik perawat dalam pencegahan infeksi nosokomial diruang rawat inap Rumah Sakit Islam Kendal dengan nilai p value 0,002 dan 0,017. Diharapkan perawat untuk dapat mencari informasi tentang pencegahan infeksi nosokomial, bersikap positif dan diharapkan melakukan evaluasi diri dan menyadari pentingnya pencegahan infeksi nosokomial sehingga dapat meningkatkan pelayanan pada pasien.Kata Kunci : pengetahuan, sikap, praktik, perawat, infeksi nosokomial

Page 1 of 1 | Total Record : 7