cover
Contact Name
Sugiantoro
Contact Email
sugiantoro@unesa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
penips@unesa.ac.id
Editorial Address
Jl. Ketintang, Kel. Ketintang, Kec. Gayungan, Kota Surabaya, Jawa Timur 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS
ISSN : 30251443     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.26740/penips.v5i4
Core Subject : Education,
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS merupakan jurnal ilmiah elektronik yang diterbitkan oleh Program Studi S1 ​​Pendidikan IPS FISH Unesa, Surabaya. Adapun fokus dan ruang lingkup jurnal ini adalah: 1. Hasil penelitian praksis Pendidikan IPS (integrasi): Inovasi pembelajaran IPS, Penelitian Tindakan Kelas, Riset Penilaian dan Evaluasi dalam Pendidikan IPS, Pendidikan Nilai dan Karakter dalam IPS, Pembelajaran Mitigasi dan Lingkungan Hidup dalam IPS. 2. Hasil penelitian Ilmu-ilmu Sosial yang berkontribusi terhadap Pendidikan IPS: Seluruh hasil penelitian ilmu-ilmu sosial yang memiliki keterkaitan dengan konten pada Pendidikan IPS, dan wajib terdapat penjelasan dalam naskah, apa manfaat temuan penelitian tersebut bagi pendidikan IPS.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 1 (2026): issue" : 6 Documents clear
Pengaruh Pembelajaran IPS Pada Materi Keberagaman Lingkungan Sekitar Berbasis Metode Outing Class Terhadap Peningkatan Sikap Kepedulian Lingkungan Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Buduran Dwi Safitri Utami, Dwi Safitri Utami
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 6 No. 1 (2026): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter peserta didik, termasuk dalam menumbuhkan sikap kepedulian terhadap lingkungan. Permasalahan lingkungan yang semakin kompleks menuntut adanya kesadaran sejak dini, khususnya bagi generasi muda sebagai penerus bangsa. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan salah satu mata pelajaran yang memiliki relevansi tinggi untuk menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan, terutama melalui pembelajaran berbasis pengalaman langsung seperti metode outing class. Metode ini memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk berinteraksi langsung dengan lingkungan sekitar sehingga dapat membangun kesadaran dan tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh penerapan metode outing class dalam pembelajaran IPS diharapkan dapat meningkatkan sikap kepedulian lingkungan siswa secara nyata.Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Buduran dengan menggunakan pendekatan Kuantitatif Eksperimen dengan Desain Quasi Experimental. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuisioner dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan bantuan program SPSS versi 26, menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test, uji Mann-Whitney U, dan perhitungan N-Gain Score. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari siswa kelas VII SMP Negeri 2 Buduran, dengan subjek penelitian yaitu siswa kelas VII-A sebagai kelompok eksperimen dan VII-B sebagai kelompok kontrol. Penentuan sampel dilakukan secara purposive sampling. Berdasarkan hasil analisis statistik, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran IPS melalui metode outing class memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan sikap kepedulian lingkungan siswa. Hal ini dibuktikan dengan adanya perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest pada kelompok eksperimen dengan rata-rata N-Gain sebesar 73,91 yang termasuk dalam kategori tinggi. Selain itu, hasil Uji Mann-Whitney U menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, di mana kelompok eksperimen memperoleh skor sikap peduli lingkungan yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Dengan pendekatan berbasis pengalaman nyata, siswa lebih aktif, terlibat, dan memahami pentingnya menjaga keberagaman lingkungan sekitar. Oleh karena itu, metode outing class cukup efektif diterapkan dalam pembelajaran IPS untuk membentuk sikap peduli lingkungan.
Pengaruh Media Pembelajaran Think Pair Share (TPS) dengan Media Interaktif Wordwall Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik pada Pembelajaran IPS Materi Potensi dan Pemanfaatan Sumber Daya Alam rosliana, aisyah Fitri
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 6 No. 1 (2026): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Think Pair Share (TPS) dengan media interaktif Wordwall terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik pada pembelajaran IPS materi potensi dan pemanfaatan Sumber Daya Alam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengandesain quasi eksperimen tipe Non-equivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini yaitu peserta didik kelas VII di MTsN 1 Surabaya dengan sampel kelas VII I sebagai kelas eksperimen dan kelas VII K sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen diberi perlakuan pembelajaran dengan model TPS berbantuan media Wordwall, sedangkan kelas kontrol hanya menggunakan model TPS tanpa media Wordwall. Instrumen yang digunakan berupa tes pilihan ganda berjumlah 25 butir soal yang disusun berdasarkan indikator berpikir kritis menurut Ennis. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test untuk mengetahui peningkatan hasil posttest pada kelas eksperimen dan uji Mann Whitney U Test yang digunaka untuk membandingkan hasil posttest antar kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan siginifikan dalam kemampuan berpikir kritis pada kelas eksperimen, serta perbedaan yang siginifikan antara kelas eksperimen dan kontrol. Dengan demikian, model pembelajaran TPS berbantuan media interaktif Wordwall efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran IPS khususnya materi Potensi dan Pemanfaatan Sumber Daya Alam. Kata Kunci: Think Pair Share (TPS), Wordwall, Berpikir kritis Abstract This study aims to determine the effect of the Think Pair Share (TPS) learning model assisted by interactive Wordwall media on students' critical thinking skills in Social Studies learning on the topic of the potential and utilization of natural resources. A quantitative approach was employed using a quasi-experimental design of the Non-equivalent Control Group Design type. The research sample consisted of class VII I as the experimental group and class VII K as the control group at MTsN 1 Suabaya. The experimental group received instruction using the TPS model combined with Wordwall media, while the control group was taught using the TPS model without media. The research instrument was a multiple-choice test consisting of 25 items developed based on Ennis's critical thinking indicators. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed-Rank Test to assess improvement within the experimental group and the Mann Whitney U Test to compare posttest results between the two groups. The findings indicate a significant improvement in critical thinking skills among students in the experimental group, as well as a significant difference between the experimental and control groups. These results suggest that the TPS learning model supported by interactive Wordwall media is effective in enhancing students' critical thinking skills in Social Studies, particularly in the topic of natural resource potential and utilization. Keywords: Think Pair Share (TPS), Wordwall, Critical thinking
Konstruksi Identitas Maskulinitas di Kalangan Perokok Pelajar di MTs Ma’arif NU Kedungkendo Arifah, Maulidia Tachasunah
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 6 No. 1 (2026): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana konstruksi identitas maskulinitas terbentuk melalui kebiasaan merokok di kalangan siswa laki-laki MTs Ma’arif NU Kedungkendo dan factor factor apa sjaa yang memegaruhi terbentuknya identitas maskulinitas. Fenomena merokok pada remaja, terutama pelajar sekolah menengah pertama, tidak dapat dipahami hanya sebagai perilaku menyimpang atau masalah kesehatan semata, melainkan sebagai hasil konstruksi sosial yang kompleks. Budaya patriarkal, maskulinitas sering dimaknai sebagai keberanian, kemandirian, dan kedewasaan, yang kemudian direpresentasikan dalam bentuk perilaku merokok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan merujuk pada teori konstruksi sosial Berger dan Luckmann melalui proses internalisasi, objektivasi, dan eksternalisasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa merokok digunakan oleh pelajar laki-laki sebagai simbol untuk menunjukkan identitas sebagai “laki-laki sejati”. Pengaruh lingkungan, terutama dari keluarga yang permisif atau memberi teladan buruk, teman sebaya yang menjadi referensi utama dalam pergaulan, serta lemahnya kontrol dari pihak sekolah, menjadi faktor dominan dalam membentuk perilaku merokok tersebut. Di sisi lain, media sosial seperti TikTok dan YouTube turut memperkuat citra bahwa laki-laki yang merokok terlihat lebih keren, dewasa, dan maskulin. Hal ini mengindikasikan bahwa konstruksi identitas maskulin pada pelajar tidak muncul secara alamiah, tetapi dibentuk dan dipelihara melalui interaksi sosial dan budaya yang ada di sekitar mereka. Penelitian ini merekomendasikan adanya pendekatan edukatif dan reflektif di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat untuk mendekonstruksi simbol-simbol maskulinitas yang merugikan serta membangun pemahaman baru tentang maskulinitas yang sehat dan konstruktif.
Analisis Kawasan Cagar Budaya Trowulan sebagai Potensi sumber Belajar IPS dalam Kurikulum Merdeka zahrotun islamiyah; Nuansa Bayu Segara; Riyadi; Niswatin
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 6 No. 1 (2026): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberadaan Cagar Budaya Trowulan sebagai potensi sumber belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Kurikulum Merdeka memberikan kebebasan kepada guru dan siswa untuk mengembangkan pembelajaran yang kontekstual dan berbasis lingkungan. Trowulan, yang merupakan bekas pusat Kerajaan Majapahit, memiliki kekayaan situs sejarah seperti Candi Brahu, Candi Tikus, Gapura Wringinlawang, dan Museum Trowulan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar IPS. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari guru IPS, siswa, dan pengelola situs budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kawasan Trowulan memiliki potensi besar sebagai sumber belajar, pemanfaatannya dalam proses pembelajaran masih sangat terbatas. Hambatan utama adalah tidak adanya integrasi dalam kurikulum, kendala administratif, serta kurangnya pemahaman guru terhadap strategi pembelajaran berbasis lingkungan. Penelitian ini memberikan rekomendasi berupa peningkatan kolaborasi antara pihak sekolah dan pengelola situs budaya, serta penyusunan bahan terbuka dan proyek pembelajaran berbasis lokal. Dengan pendekatan ini, diharapkan siswa dapat mengembangkan kompetensi Profil Pelajar Pancasila seperti berpikir kritis, bernalar, kreatif, dan cinta budaya bangsa. Penelitian ini juga menekankan pentingnya pelestarian budaya sebagai bagian dari pendidikan karakter dan nasionalisme. Dengan demikian, kawasan Cagar Budaya Trowulan tidak hanya menjadi objek wisata, tetapi juga sumber belajar yang kaya nilai edukatif. Kata kunci : Cagar Budaya, Trowulan, Sumber Belajar, IPS, Kurikulum Merdeka ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Kawasan Cagar Budaya Trowulan sebagai sumber belajar potensial untuk Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Kurikulum Merdeka memberikan fleksibilitas bagi guru dan siswa untuk mengembangkan pembelajaran kontekstual dan berbasis lingkungan. Trowulan, yang dulunya merupakan pusat Kerajaan Majapahit, kaya akan situs bersejarah seperti Candi Brahu, Candi Tikus, Gerbang Wringinlawang, dan Museum Trowulan, yang semuanya dapat berfungsi sebagai sumber pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan meliputi guru IPS, siswa, dan pengelola situs cagar budaya. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa meskipun Trowulan memiliki potensi yang signifikan sebagai sumber belajar, pemanfaatannya dalam kegiatan pendidikan masih minim. Kendala utama meliputi kurangnya integrasi kurikulum, hambatan administratif, dan pemahaman guru yang terbatas tentang strategi pembelajaran berbasis tempat. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kolaborasi antara sekolah dan pengelola situs, dan pengembangan bahan ajar dan proyek pembelajaran berbasis lokal. Melalui pendekatan ini, mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan kompetensi-kompetensi utama Profil Pelajar Pancasila, seperti berpikir kritis, penalaran, kreativitas, dan apresiasi budaya nasional. Studi ini juga menekankan pentingnya pelestarian budaya sebagai bagian dari pendidikan karakter dan nasionalisme. Dengan demikian, Kawasan Cagar Budaya Trowulan tidak hanya menjadi objek wisata, tetapi juga aset pendidikan yang berharga. Kata Kunci : Warisan Budaya, Trowulan, Sumber Belajar, IPS, Kurikulum Merdeka
Pemanfaatan Digital Learning Sebagai Sumber Belajar Alternatif Dalam Mata Pelajaran IPS Kelas 9 B SMP 10 Nopember Sidoarjo Dwina Cahya, Kinanti Rahma
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 6 No. 1 (2026): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui kajian pengetahuan dalam IPS cenderung fenomena-fenomena yang terjadi di masyarakat baik masa lalu, masa sekarang, dan kecenderungan di masa yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan digital learning sebagai sumber belajar alternatif dalam Mata Pelajaran IPS kelas IX B SMP 10 Nopember Sidoarjo. Penelitian ini dilaksanakan di SMP 10 Nopember Sidoarjo dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis hubungan antara variabel-variabel yang diteliti secara sistematis, faktual, dan akurat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan bantuan program SPSS versi 25 dengan menggunakan uji Paired sample t-tes, uji Independent sample t-tes, dan perhitungan uji N-gain Score. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan digital learning sebagai sumber belajar alternatif dalam Mata Pelajaran IPS kelas IX B SMP 10 Nopember Sidoarjo memberikan pengaruh yang signifikan sumber belajar alternatif. Hal ini dibuktikkan dengan adanya pemanfaatan digital learning pada mata pelajaran IPS kelas IX SMP 10 Nopember Sidoarjo lebih tinggi daripada 75%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan digital learning pada mata pelajaran IPS termasuk kategori sangat tinggi. Artinya makin meningkat pemanfaatan digital learning maka semakin meningkat pula sumber belajar peserta didik. Salah satu cara yang dapat dilakukan agar proses pembelajaran elektronik (learning) dapat berlansung adalah dengan menggunakan quizizz dan canva, dengan menggunakan Quizizz, guru dapat memberikan kuis yang berbeda tingkat kesulitannya, sementara Canva memungkinkan siswa dengan kemampuan visual yang lebih tinggi untuk mengekspresikan pemahaman mereka dengan cara yang lebih kreatif. Abstract This study aims to determine the study of knowledge in social studies tends to phenomena that occur in society both past, present, and future trends. This study aims to determine the use of digital learning as an alternative learning resource in the subject of social studies class IX B SMP 10 Nopember Sidoarjo. This research was conducted at SMP 10 Nopember Sidoarjo using a descriptive quantitative approach, namely research that aims to describe and analyze the relationship between the variables studied systematically, factually, and accurately. Data collection techniques are carried out through tests and documentation. Data analysis techniques are carried out with the help of the SPSS program version 25 using the Paired sample t-test, Independent sample t-test, and N-gain Score test calculations. Based on the results of the analysis, it can be concluded that the use of digital learning as an alternative learning resource in the subject of social studies class IX B SMP 10 Nopember Sidoarjo provides a significant influence on alternative learning resources. This is evidenced by the utilization of digital learning in the IX grade social studies subject of SMP 10 November Sidoarjo, which is higher than 75%. Therefore, it can be concluded that the utilization of digital learning in the IPS subject is categorized as very high. This means that the greater the utilization of digital learning, the more learning resources students have. One way to ensure the e-learning process can take place is by using Quizizz and Canva. By using Quizizz, teachers can give quizzes of varying difficulty levels, while Canva allows students with higher visual abilities to express their understanding in more creative ways.
Praktik Kekerasan Seksual Di Kampus: Studi Fenomenologi Tentang Dampak Dan Relevansinya Pada Pembelajaran IPS annisa, annisa eka febriyanti
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 6 No. 1 (2026): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to reveal the practice of symbolic sexual violence on campus, including forms such as sextortion, catcalling, and cyber sexual harassment, while analyzing its impact on students and its relevance to Social Studies (IPS) learning. The research employs a qualitative phenomenological approach, with data collected through in-depth interviews, observations, and documentation involving both victims and Social Studies students as informants. The analysis is grounded in Pierre Bourdieu’s theory of symbolic power and Bronfenbrenner’s ecological systems theory to understand the dynamics of power relations, the psychological, social, and academic impacts, as well as the interaction between individuals and their environments. The findings indicate that symbolic sexual violence on campus has significant effects on students, including psychological trauma, decreased self-confidence, academic setbacks, and social marginalization. Sextortion places students in academic and moral dilemmas, catcalling creates a sense of insecurity while reinforcing patriarchal culture, and cyber sexual harassment extends violence into the digital sphere, which is more difficult to regulate. The relevance to Social Studies learning lies in its role in fostering awareness of values, norms, gender equality, and healthy social relations. Therefore, Social Studies can serve as a critical educational tool to prevent, reduce, and address symbolic sexual violence in higher education.

Page 1 of 1 | Total Record : 6