cover
Contact Name
Widhi Kurniawan
Contact Email
kurniawan.widhi@uho.ac.id
Phone
+62 813-1023-6923
Journal Mail Official
jipho@uho.ac.id
Editorial Address
Gedung Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo. Kampus Hijau Bumi Tridharma Jl. H.E.A. Mokodompit, Anduonohu, Kendari, Sulawesi Tenggara, Indonesia 93232.
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 25481908     DOI : https://doi.org/10.56625
Fokus JIPHO mempublikasikan hasil penelitian original dan artikel tentang peternakan tropis seperti sapi, kambing, kerbau, babi, domba, kelinci, kuda, ayam, itik, angsa, puyuh, dan aneka ternak lainnya. Ruang lingkup Ruang lingkup JIPHO meliputi pemuliaan dan genetika, reproduksi, fisiologi, nutrisi, teknologi pakan, hijauan pakan, produksi ternak, bioteknologi, tingkah laku, kesehatan, sistem peternakan, sosial ekonomi, kebijakan, dan teknologi hasil ternak.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2023):" : 15 Documents clear
Pengaruh Pemberian Fitobiotik dari Ekstrak Kulit Jengkol dan Probiotik Bacillus cereus terhadap Profil Imun Darah Itik Magelang Jantan Mikael Sihite; Pradipta Bayu Aji Pramono; Tiara Afifah
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 5, No 1 (2023):
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v5i1.28142

Abstract

Improving the body immune of male magelang ducks can be done through the administration of a combination of phytobiotics and probiotics as a substitute for antibiotics. The purpose of this study was to determine the effect of the combination of phytobiotics from jengkol peel extract with the probiotic Bacillus cereus on the immune profile of male magelang ducks. This research was carried out for 8 weeks of rearing which was carried out in the poultry house of the Faculty of Agriculture, Tidar University and analysis of blood profile was carried out at the Laboratory of the Prof. Soeparwi Veterinary Hospital, Faculty of Veterinary Medicine, Gadjah Mada University. The research used 100 male Magelang ducks DOD grouped into 5 treatments, namely (P0) control water without the addition of probiotics and extracts; (P1) water with the addition of 0.5% probiotics and 0.2% jengkol peel extract; (P2) water with the addition of 1% probiotics and 0.4% jengkol peel extract; (P3) water with the addition of 1.5% probiotics and 0.6% jengkol peel extract; (P4) water with the addition of 2% probiotics and 0.8% jengkol peel extract. The data was analyzed using SPSS Version 23 software using a completely randomized design (CRD) with a unidirectional pattern, then continued with the Duncan Multiple Range Test (DMRT). The results showed that the combination of phytobiotics from jengkol peel extract with Bacillus cereus no significant effect (P>0.05) on the hemoglobin, eritrocyte count and leukocyte level of male Magelang ducks. The conclusion of this study was the combination of phytobiotics from jengkol peel extract with probiotic Bacillus cereus did not affect the hemoglobin, eritrocytes count and leukocytes level in male Magelang ducks.
Kualitas Biourin Kambing dengan Pemberian Buah Nanas (Ananas comosus L. Merr) pada Level Berbeda Yuni Suryanti; Setiawan Putra Syah; Andi Nurul Mukhlisah; Hassani Hassani
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 5, No 1 (2023):
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v5i1.29175

Abstract

Limbah ternak kambing berupa urin dapat memberikan sumbangsih terhadap penyebaran penyakit dan pencemaran lingkungan. Semakin besar usaha peternakan semakin besar pula limbah yang dihasilkan. Penanggulan masalah limbah urin kambing dapat dilakukan melalui pemanfaatan limbah urin kambing menjadi biourin. Biourin merupakan pupuk organik cair dari urin ternak yang berbentuk cair dan mudah larut. Kualitas dari biourin dapat ditingkatkan dengan penambahan bahan-bahan tertentu sebagai katalisator. Penambahan buah nanas pada pembuatan biourin dilakukan sebagai katalisator dan sumber energi yang bertujuan untuk mempercepat proses fermentasi serta meningkatkan kandungan unsur hara biourin.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitasbiourin kambing yang diberikan nanas dengan level berbeda, serta untuk mengetahui level terbaik dari pemberian nanas terhadap kualitas biourin kambing yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan yaitu dengan level penambahan nanas sebanyak P0= tanpa penambahan nanas (kontrol), P1= 600 g, P2= 800 g, dan P3= 1000 g. Analisis data menggunakan analisis ANOVA dengan program SPSS versi 23 dan dilanjutkan uji Duncan. Parameter yang diamati adalah kandungan nitrogen dan C/N rasio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan nanas berpengaruh sangat nyata (P < 0,01) terhadap kandungan nitrogen dan C/N rasio biourin kambing. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kualitas biourinkambing dapat meningkat dengan level penambahan nanas sebanyak P3= 1000 g dimana menghasilkan kandungan nitrogen biourin tertinggi sebesar 0,25% dan kandungan C/N rasio sebesar 26%.
Bentuk Kepala dan Tanduk Sapi Bali yang Dipelihara Pada Padang Pengembalaan Alam di Kecamatan Kabaena Tengah Kabupaten Bombana Iqrahmawati Halman Yamin; La Ode Nafiu; Rahim Aka
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 5, No 1 (2023):
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v5i1.28833

Abstract

Umumnya sapi potong yang dipelihara di Kabupaten Bombana khususnya Kecamatan Kabaena Tengah adalah sapi Bali dipelihara secara ekstensif dan dibiarkan merumput pada penggembalaan alam secara bebas sepanjang hari. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengidentiikasi bentuk kepala dan tanduk sapi Bali di Kecamatan Kabaena Tengah Kabupaten Bombana. Sampel penelitian adalah sapi Bali yang dipelihara di Desa Enano, Lengora Induk, Lengora Selatan dan Manuru sebanyak 230 ekor (48 ekor jantan dengan kisaran umur 6-30 bulan dan 182 ekor betina kisaran umur 5 bulan-15 tahun). Penentuan lokasi secara purposive sampling. Data yang diperoleh ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sapi Bali di Kecamatan Kabaena Tengah Kabupaten Bombana adalah bentuk kepala jantan dominan lebar (87,5%) dan betina dominan panjang (100%), bentuk tanduk jantan dominan tanduk silak bajeg (54,16%) dan betina tanduk silak manggulgangsa (34,62%). Dapat disimpulkan bahwa bentuk kepala dan tanduk sapi Bali di Kecamatan Kabaena Tengah Kabupaten Bombana sangat bervariasi.
Daya Tetas Telur Hasil Persilangan Ayam Bangkok dan Ayam Ras Petelur (Isa brown) Menggunakan Ekstrak Daun Sirih Sebagai Bahan Sanitasi Wa Ode Aprili sapta Nadira; Muh Rusdin; Astriana Napirah; Hamdan Has
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 5, No 1 (2023):
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v5i1.28791

Abstract

Abstrak. Using betel leaf extract as a sanitizer, this study aims to examine the hatchability of eggs resulting from crosses between Bangkok chickens and laying hens. This study used a randomized design with four treatments and five replications. There are five eggs in each repetition. The treatments tried were soaking eggs in 70% ethanol (P0), 5% betel leaf extract (P1), 10% betel leaf extract (P2), and 15% betel leaf extract separately (P3). in this study were organisms that had not yet developed practicality, mortality and hatchability. Analysis of variance using to tabulate and analyzed the data obtained. The Least Significant Difference Test using to continue the evaluation if the treatment has a significant effect on the variables studied. The mean embryo survival rates were 88% (P0), 91% (P1), 84% (P2), and 58% (P3), according to the findings. In each treatment, the average mortality rate was 12% (P0), 9% (P1), 16% (P2), and 42% (P3). hatchability was 56% (P0), 79.% (P1), 63% (P2), and 42% (P3). The use of betel leaf extract with different concentrations as egg cleaner from crosses between Bangkok and laying hens had a significant impact on embryo survival and mortality, but not on hatchability. The use of 5% betel leaf extract as a cleansing agent for hatching eggs showed that the embryos lived longer and died less frequently.
Komposisi Kimia Solid Sawit yang Difermentasi dengan EM-4 pada Lama Fermentasi Berbeda Sebagai Pakan Ternak Indriyani Indriyani; Astriana Napirah; Ali Bain
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 5, No 1 (2023):
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v5i1.28953

Abstract

Solid sawit adalah limbah padat hasil samping pengolahan buah kelapa sawit menjadi crude palm oil (CPO). Solid sawit dihasilkan dari proses produksi pabrik pengolahan minyak sawit, Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi kimia solid sawit sebagai pakan ternak yang difermentasi dengan EM-4 pada lama fermentasi berbeda. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 5 perlakuan dan masing-masing perlakuan terdiri atas 4 ulangan sehingga terdapat 20unit satuan percobaan, setiap ulangan terdiri dari 1 kilo solid sawit. Perlakuan yang digunakan adalah: P1 (Solid sawit tanpa fermentasi), P2 (Solid sawit fermentasi 7 hari), P3 (Solid sawit fermentasi 14 hari), P4 (Solid sawit fermentasi 21) hari, P5 (Solid sawit fermentasi 28 hari). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah kadar air, bahan kering, dan serat kasar. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa lama waktu fermentasi berbeda menggunakan larutan EM4 mempengaruhi (P<0,01) kadar air, serat kasar dan kadar abu solid sawit.Kata Kunci: Solid Sawit, Fermentasi, EM-4

Page 2 of 2 | Total Record : 15