Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 7, No 1 (2022): INDONESIA JURNAL PERAWAT"
:
10 Documents
clear
AGAR-AGAR JERUK NIPIS TERHADAP OBESITAS SENTRAL IBU RUMAH TANGGA DUKUH TAPEN NGRANDU GEYER GROBOGAN
Noor Hidayah;
Desi Ratnasari;
Yuli Setyaningrum;
Ika Widyawati
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 7, No 1 (2022): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26751/ijp.v7i1.1463
Abstrak Obesitas sentral merupakan penimbunan lemak pada bagian intraabdomen Obesitas sudah dianggap sebagai epidemi di seluruh dunia dan telah menjadi masalah terhadap kesehatan masyarakat di negara maju maupun berkembang. Agar-agar merupakan makanan yang terbuat dari rumput laut. Rumput laut memiliki kadar serat yang tinggi yaitu serat larut air yang meningkatkan rasa kenyang. Sehingga hal ini akan di-perhitungkan sebagai bahan makanan yang dapat menurunkan berat badan pada penderita obesitas. Adapun jeruk nipis kaya akan nutrisi yang bermanfaat untuk orang yang sedang menjalani diet. Segelas air dengan perasan jeruk nipis dipercaya mampu menurunkan sejumlah kalori. Tujuan penelitian : untuk mengetahui pengaruh pengaruh kombinasi agar-agar dan jeruk nipis terhadap obesitas sentral ibu rumah tangga Dusun Tapen Desa Ngrandu Kecamatan Geyer Kabupaten Grobogan. Metode penelitian : jenis penelitian quasi experiment dengan desain pretest postest control grup design analisis data menggunakan uji wilcoxon signed rank test pemberian kombinasi agar-agar dan jeruk nipis menggunakan SOP. Populasi dalam penelitian adalan 152 ibu rumah tangga sample 32 ibu rumah tangga dengan tehnik sampling purposive sampling yang terdiri dari 16 responden intervensi dan 16 responden kontrol. Hasil : dengan uji wilcoxon signed rank test pada kelompok intervensi menunjukan bahwa rata-rata ukuran lingkar perut sebelum diberikan perlakuan menunjukkan adalah 95.62cm, sesudah perlakuan 87.50cm. Terlihat nilai mean perbedaan antara pengukuran sebelum dan sesudah adalah 8.12cm. Hasil uji statistik didapatkan nilai 0,000 maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara obesitas sentral sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok intervensi.
UJI COBA REGULATORY EMOTIONAL SELF-EFFICACY (RESE) UNTUK MENGUKUR EFIKASI DIRI DALAM MANAJEMEN MARAH PASIEN SKIZOFRENIA VERSI BAHASA INDONESIA
Ashri Maulida Rahmawati;
Muhamad Jauhar;
Edita Pusparatri
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 7, No 1 (2022): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26751/ijp.v7i1.1468
AbstrakSkizofrenia menjadi masalah kesehatan jiwa tertinggi di Indonesia. Jumlah kasus skizofrenia meningkat setiap tahun. Klien skizofrenia yang mengalami delusi seringkali marah dan mungkin dapat melakukan tindak kekerasan baik pada diri sendiri maupun orang lain. Efikasi diri yang baik sangat diperlukan oleh klien skizofrenia sehingga mampu mengontrol emosional. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan uji coba kuesioner Regulatory Emotional Self-Efficacy (RESE) versih bahasa Indonesia sebagai instrumen penelitian untuk mengukur efikasi diri dalam manajemen marah pada klien skizofrenia. Kuesioner ini terdiri dari dua belas item pertanyaan dan telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Uji keterbacaan telah dilakukan sebelum proses uji validitas dan reliabilitas. Kuesioner ini telah dilakukan uji coba pada 20 klien skizofrenia dengan diagnosis keperawatan risiko perilaku kekerasan. Nilai validitas sebesar 0,757-0,935 (nilai r tabel = 0,444) dan nilai reliabilitas sebesar 0,965 (nilai r kritis = 0,600). Analisis data menggunakan korelasi product pearson’s dan tabel kontingensi dengan kebermaknaan pada p 0,05. Berdasarkan hasil analisis data didapatkan bahwa kuesioner ini valid dan reliabel sehingga dapat digunakan untuk penelitian. Kuesioner ini dapat digunakan sebagai instrumen penelitian dalam mengkaji keyakinan diri klien skizofrenia dengan diagnosis keperawatan risiko perilaku kekerasan dalam manajemen marah
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN REAKSI KIPI PASCA PEMBERIAN VAKSIN COVID-19 PADA SISWA SMP X KABUPATEN KUDUS
Indanah Indanah;
Umi Faridah;
Deby Kurniadi
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 7, No 1 (2022): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26751/ijp.v7i1.1464
AbstrakPandemi Covid-19 telah mengubah aspek kehidupan dan banyak membunuh jutaan manusia. Upaya pemerintah dalam menekan dan memutus persebaran Covid-19 salah satunya dengan vaksinasi. Setelah dilakukan vaksin Covid-19, beberapa orang mengalami reaksi KIPI. Banyak faktor yang mempengaruhi reaksi KIPI, seperti: faktor intrinsik, status kesehatan dan psikologis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara jenis kelamin, riwayat alergi, riwayat infeksi Covid-19, dan kecemasan dengan reaksi KIPI pada siswa SMP X Kudus. Jenis penelitian ini kuantitatif, menggunakan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian ini yaitu siswa SMP X Kudus tahun akademik 2021/2022 yang telah melakukan vaksin Covid-19 jenis Sinovac dosis kedua. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan 161 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin, riwayat alergi, dan riwayat infeksi Covid-19 dengan reaksi KIPI siswa SMP X Kudus dengan nilai p value 0,05 (α = 0,05), tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kecemasan dengan reaksi KIPI pada siswa SMP X Kudus dengan nilai p value 0,05 (α = 0,05).
THE EFFECT OF ABDOMINAL STRETCHING EXERCISE ON THE REDUCTION OF PRIMARY DYSMENORRHEA AT MUHAMMADIYAH VOCATIONAL SCHOOL, PALEMBANG
Mar'atun Ulaa;
Murbiah Murbiah;
Debby Sahara Dance;
Mareta Kurniati
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 7, No 1 (2022): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26751/ijp.v7i1.1474
AbstrakMenstruation is the process of bleeding from the uterus that occurs due to the shedding of the unfertilized uterine lining. During menstruation some women experience discomfort in their bodies, especially in the lower abdomen. Dysmenorrhea is pain in the lower abdominal muscles, radiating to the waist and inner thighs , before or during menstruation due to uterine muscle contractions. Dysmenorrhea occurs due to an increase in prostaglandins that trigger uterine muscle contractions, so that the blood vessels in the uterus narrow. Dysmenorrhea can cause a decrease in adolescent concentration while studying, affect activities and make learning achievement decline. Abdominal Stretching Exercise is a muscle stretching exercise in the abdomen to increase muscle strength, endurance, and flexibility so that it is expected to reduce dysmenorrhea . This research is a quantitative study using a Quasi-Experiment Design with a Pre-Test and Post-Test Non-Equivalent Control Group Design. Respondents in this study were 44 respondents consisting of 22 respondents as the intervention group and 22 respondents as the control group . The results showed that in the intervention group the mean pretest value was 6.45, while the mean posttest was 4.32. In addition, the mean value of the control pretest was 5.41, while the mean value of the control posttest was 4.46. Mark pValue of the intervention group (0.000) = 0.05 and pValue of the control group (0.000) = 0.05. Abdominal Stretching Exercise has an effect on reducing primary dysmenorrhea.
HUBUNGAN PENERIMAAN DIRI DENGAN MOTIVASI SEMBUH PASIEN COVID-19 KASUS KONFIRMASI TANPA GEJALA DI PATI
Heny Siswanti;
Anny Rosiana Masithoh;
Sri Karyati
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 7, No 1 (2022): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26751/ijp.v7i1.1465
Background: The results preliminary studies through observation and interviews, where 7 out of 10 Covid-19 sufferers who undergo quarantine said that the motivation to recover is very lacking because they feel embarrassed and afraid if they come home after recovering later. This shows that the patient feels that he or she does not maintain socializing so that the patient is exposed to Covid-19. The patient also said that the urge to recover was reduced due to the staff who did not provide counseling and the lack of invitation from health workers to carry out healing therapies such as sunbathing and taking vitamins. People think that this disease is contagious and kills so that sufferers of Covid-19 do not dare to go home, are afraid and ashamed in people's lives because they must be isolated. As many as 3 sufferers of Covid-19 stated that they would live better lives by maintaining health and distance from other people. Covid-19 sufferers say they always get support from their families via cellphones by communicating every day. Objective: To determine the relationship between self-acceptance with motivation to heal covid-19 patients case without symptoms confirmation at Hotel Kencana Pati. Method: This type of research is the analytical method of correlation with the cross sectional approach. The number of samples used was 49 respondents who were selected by consecutive sampling. To analyze the data using the Spearman rank test. Results: The results of the Spearman rank analysis test obtained a value of r count 0.765 (strong) and a value of ρ value of 0.000 less than 0.05, it can be concluded that there is a strong relationship between self-acceptance with motivation to heal covid-19 patients case without symptoms confirmation at Hotel Kencana Pati.
HUBUNGAN SISTEM PENGAWASAN DAN REWARD DENGAN KINERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT
Fitriana Kartikasari;
Dewi Hartinah;
Edi Wibowo Suwandi;
Luluk yuliatin
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 7, No 1 (2022): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26751/ijp.v7i1.1475
AbstrakPerawat adalah tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan dalam 24 jam kepada pasien. Salah satu keberhasilan pelayanan rumah sakit akan di tentukan oleh kinerja perawat yang merupakan faktor penentu keberhasilan akhir dari pelayanan yang di terima oleh pasien. RSU Mardi Lestari Sragen dari data sekunder menunjukkan penilaian kinerja baru berorientasi pada pelaksaan asuhan keperawatan sebagai indicator kinerja perawat menjelaskan bahwa pengkajian di lakukan hanya data keluhan saja, diagnosa keperawatan di buat di dasarkan atas analisa perawat dan intervensi serta evaluasi di lakukan di dasarkan atas advis dokter. Mengetahui hubungan system pengawasan dan reward dengan kinerja perawat di RSU Mardi Lestari Sragen. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan analitik corelation. Jumlah sample sebanyak 75 perawat, tehnik sample menggunakan purposive sampling. Hasil analisis data bivariate dengan tabel 2x2 dijumpai nilai E 5, maka uji yang digunakan adalah Contiunity correction. Total 52 (100%) responden dengan pengawasan tinggi, terdapat hasil analisis pengawasan tinggi dengan kinerja baik 51 (98.1%) dan pengawasan tinggi dengan kinerja buruk sebanyak 1 (1.9%). Sebanyak 23 (100%) responden dengan pengawasan rendah ,di dapatkan data pengawasan rendah dengan kinerja baik 5 (21.7%) dan pengawasan rendah dengan kinerja buruk 18 (78.3%). Nilai probabilitas (p = 0,000 0,05) Hasil Odds Ratio (OR) = 183.6 artinya peran manager baik/ buruk mempunyai resiko 183.5 lebih terhadap kinerja. Nilai person correlation (r) dikatakan ada jika nila person correlation r table (0,231), sehingga dapat di simpulkan bahwa penelitian nilai person correlation 0,869. Ada hubungan yang bermakna antara pengawasan dengan kinerja perawat, derajat hubungan kuat sempurna, mempunyai hubungan positif yang berarti semakin tinggi pengawasan maka semakin tinggi kinerja perawat.
HUBUNGAN POLA MINUM OBAT DENGAN KEJADIAN KOMPLIKASI PADA PENDERITA HIPERTENSI DI DESA MEDINI
Umi Faridah;
Muhammad Purnomo;
Noor Hidayah;
Aprillianto Kurniawan
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 7, No 1 (2022): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26751/ijp.v7i1.1466
AbstrakLatar Belakang: Penyakit darah tinggi atau hipertensi merupakan suatu gangguan pada pembuluh darah dan jantung yang mengakibatkan suplay oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh darah terhambat sampai ke jaringan tubuh. Hipertensi merupakan penyebab utama gagal jantung, stroke, infak miokard, diabetes dan gagal ginjal. Salah satu kepatuhan yang harus ditaati penderita hipertensi adalah pola minum obat. Faktor pola minum obat merupakan hal yang penting untuk diperhatikan pada penderita hipertensi. Ketidakpatuhan dalam minum obat hipertensi secara teratur dapat meningkatkan resiko komplikasi pada penderita hipertensi. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan studi korelasi (correlation study) dengan Desain observasional cross sectional. Teknik sampling penelitian ini adalah consecutive sampling. Dengan jumlah sampel 55 responden. Analisa data dilakukan menggunakan adalah Chi- Square. Hasil: Hasil ini menunjukkan nilai p-value (0,000) (α = 0,05) yang artinya Terdapat Hubungan antara Hubungan Pola Minum Obat Dengan Kejadian Komplikasi Pada Penderita Hipertensi Di Desa Medini Kesimpulan: Berdasarkan pola minum obat Patuh yaitu sebanyak 40 pasien (75.8%). Kejadian komplikasi yang dialami responden tidak terjadi komplikasi sebanyak 39 responden (70.9%). Terdapat Hubungan antara Hubungan Pola Minum Obat Dengan Kejadian Komplikasi Pada Penderita Hipertensi.
EFEKTIFITAS PEMBERIAN JELLY TERHADAP KECEPATAN PEMASANGAN KATETER URIN
Tri Suwarto;
Yuli Setyaningrum;
Sri Siska Mardiana;
Ahmad Farid
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 7, No 1 (2022): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26751/ijp.v7i1.1476
AbstrakRetensi urin merupakan suatu keadaan darurat sistem perkemihan yang sering ditemukan sehingga perlu penatalaksanaan yang baik salah satunya adalah kateterisasi. Tindakan memberikan cairan pelumas atau jelly pada prosedur kateter urin sangat penting untuk mencegah atau mengurangi resiko terjadinya trauma pada uretra dan sensasi nyeri yang dialami pasien. Ada dua teknik pemberian jelly yaitu dengan melumuri ujung kateter dengan jelly dan cara ke-2 memasukkan atau menyemprotkan langsung ke dalam urethra dengan spuit 10 ml yang dilepaskan jarumnya. Penelitian ini mengenai perbedaan kecepatan pemasangan dan keluhan nyeri yang dialami pria dewasa usia 25-65 tahun yang pertama kali menjalani kateterisasi urin dengan cara pelumasan yang berbeda. Rancangan penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan jumlah sampel 10 orang untuk perlakuan dan 10 orang untuk kontrol. Kecepatan pemasangan diukur dengan stopwatch sedangkan intensitas nyeri diukur dengan Visual Analog Numeric Rating Scale. Analisa data dengan mencari mean dari kecepatan pemasangan dan keluhan nyeri pada tiap kelompok dilanjutkan dengan Uji Mann Whitney U Test terhadap mean tersebut untuk mengetahui signifikansi perbedaan keduanya dengan program SPSS pada œ =0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan teknik pemberian jelly terhadap kecepatan pemasangan dengan P= 0,016 dan ada perbedaan teknik pemberian jelly terhadap keluhan nyeri pasien dengan p=0,010. Kesimpulan terdapat perbedaan rata-rata kecepatan pemasangan dan intensitas nyeri lebih rendah pada teknik jelly yang disemprotkan (lubrikasi) daripada melumuri ujung kateter dengan jelly
PENGARUH TERAPI BERPIKIR POSITIF TERHADAP KEPATUHAN CUCI TANGAN DALAM PELAKSANAAN PROTOKOL KESEHATAN COVID - 19 PADA IBU RUMAH TANGGA DI KELURAHAN PURWOSARI KUDUS
Anny Rosiana Masithoh;
Sukesih Sukesih;
Afiyanti Riyana Dewi
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 7, No 1 (2022): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26751/ijp.v7i1.1467
AbstrakCovid-19 telah menginfeksi seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Kota Kudus, menurut data website resmi satgas Covid-19 pada tanggal 24 September 2020 telah mencpai 1.469 kasus positif, dan pada wilayah Kelurahan Purwosari menurut data pada tanggal 2 Oktober 2020 telah terdapat kasus positif sebanyak 15 kasus, dalam upaya pencegahanya diperlukan ketaatan dalam pelaksanakan protokol kesehatan terutama dalam hal mencuci tangan. Teori konspirasi dalam kasus Covid-19 terus berkembang sehingga mengakibatkan masyarakat menjadi abai terhadap protokol kesehatan, untuk itulah diperlukan intervensi untuk mengurangi penyebaran Covid-19.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi berpikir positif terhadap kepatuhan cuci tangan dalam pelaksanaan protokol kesehatan Covid-19 pada ibu rumah tangga di Kelurahan Purwosari Kudus. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Quasi Experiment dengan menggunakan bentuk rancangan Control Group Pre Test Post Test. Peneliti menggunakan purposive sampling dengan mengambil jumlah populasi sebanyak 3143 ibu rumah tangga dan jumlah sampel sebanyak 66 orang. Analisa bivariat menggunakan uji wilcoxon dan instrument yang digunakan adalah lembar kuesioner dan buku terapi berpikir positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh terapi berpikir positif terhadap kepatuhan cuci tangan dalam pelaksanaan protokol kesehatan Covid-19 pada ibu rumah tangga di Kelurahan Purwosari Kudus 2021 dengan P Value sebesar 0,027 dengan α 5%. Ada pengaruh terapi berpikir positif terhadap kepatuhan cuci tangan dalam pelaksanaan protokol kesehatan Covid-19 pada ibu rumah tangga di Kelurahan Purwosari Kudus 2021
THE RELATIONSHIP OF SELF EFFICACY AND NURSE'S WORK STRESS IN THE ICU
Renny Triwijayanti;
Sandika Sandika;
Romiko Romiko;
Feby Puryanti
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 7, No 1 (2022): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26751/ijp.v7i1.1477
AbstrakThe highest prevalence of work stress in health workers is experienced by nurses. So that stress can be eliminated properly, this is called self-efficacy . This study aims to determine the relationship between self -efficacy and work stress of nurses in the Inpatient Room. This type of research is a quantitative research with an analytical descriptive research design and uses a cross sectional approach . Samples were taken with a total sampling technique of 48 nurses. Analysis using chi square . The results showed that of the 29 nurses who had high self-efficacy there were 21 respondents (72.4%) who did not experience work stress and 8 respondents who had high self-efficacy experienced work stress. Meanwhile, from 19 nurses who had low self-efficacy , there were 12 respondents (63.2%) who experienced work stress and 7 respondents who had low self-efficacy did not have work stress. There is a relationship between self-efficacy and work stress of nurses. Obtained p Value = 0.032 ( p Value 0.05). it is expected for hospitals to increase self-efficacy by conducting training on positive thinking and forming guidance groups with modeling techniques. And to prevent work stress through exercise, personal refreshing, relaxation techniques and outbound . As well as an evaluation by the hospital management in every nursing action given by the patient.