cover
Contact Name
-
Contact Email
lppm@umku.ac.id
Phone
+6285117477445
Journal Mail Official
ijp@umkudus.ac.id
Editorial Address
Jl. Ganesha Raya No. 1 Purwosari Kudus 59316
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
IJP (Indonesia Jurnal Perawat)
ISSN : 25407511     EISSN : 25407546     DOI : http://doi.org/10.26751/ijp
Core Subject : Health,
The focus of IJP (Indonesia Jurnal Perawat) is to provide nursing and midwifery articles based on research. IJP (Indonesia Jurnal Perawat) specializing in the study of Nursing and Midwifery Studies, and intended to communicate about original research and current issues on the subject. IJP (Indonesia Jurnal Perawat) is open to contributions of experts from related disciplines.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2023): INDONESIA JURNAL PERAWAT" : 6 Documents clear
FAKTOR USIA KEHAMILAN TERHADAP BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) STUDY KASUS DI KABUPATEN KUDUS Noor Hidayah; Ade Ima Afifa; Umi Faridah; Rusnoto Rusnoto
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 8, No 2 (2023): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v8i2.2246

Abstract

Ibu dengan resiko tinggi kehamilan beresiko melahirkan BBLR 3,7x daripada ibu yang tidak memiliki resiko tinggi selama kehamilan, prosentase resiko tinggi di Kabupaten Kudus dalam 3 tahun terakhir melebihi target nasional 20% yakni pada tahun 2019, 2020 dan 2021 sejumlah 24,51%, 28,83% dan 24,93% dari total kehamilan. Tujuan penelitian mengkorelasikan trend 11 variabel bebas dari data PWS Resti dengan trend kejadian BBLR dalam kurun waktu 4 tahun terakhir (2019 - 2022). Metode penelitian dengan studi kohort retrospektif, analisis bivariat menggunakan uji pearson. Hasil penelitian korelasi pearson signifikan p value 0,05 pada semua variabel bebas terhadap kejadian BBLR yakni umur ibu kurang 20 tahun, umur ibu lebih dari 35 tahun. Kesimpulan penelitian ini semua variabel bebas berkorelasi terhadap kejadian BBLR adapun, usia 35 tahun lebih besar korelasinya terhadap kejadian BBLRKata Kunci: ibu, kehamilan resiko tinggi, BBLR
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN VAKSIN COVID 19 PADA PASIEN HIPERTENSI Sri Siska Mardiana; Fitriana Kartikasari; Sukarmin Sukarmin; Tri Suwarto; Anggi Riska Wardani
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 8, No 2 (2023): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v8i2.2278

Abstract

Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-Cov-2) merupakan penyebab pandemi virus Corona (COVID-19) tahun 2019. Salah satu cara mengendalikan COVID-19 yang perlu dilakukan adalah pemberian vaksin. Hipertensi merupakan penyakit penyerta COVID-19 yang meningkatkan risiko kematian secara signifikan di Indonesia. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan pendidikan dengan vaksin COVID-19 pada penderita hipertensi di Desa Growong Kidul, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan cross-sectional dan analisis observasional. Purposive sampling adalah adalah teknik yang digunakan untuk membuat sampel penelitian ini. Besar sampel sebanyak 45 responden dengan kuesioner kemuadian dianalisis menggunakan Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji statistik Spearman's Rho yang dilakukan peneliti menghasilkan nilai p = 0,000 α 0,05 dan nilai r sebesar 0,761, berada di antara r = 0,60 – 0,799. Hasil tersebut menunjukkan adanya hubungan antara tingkat pengetahuan dan tingkat pendidikan terhadap vaksin Covid-19 di masyarakat di desa Growong Kidul Kecamatan Juwana Kabupaten Pati menunjukkan asosiasi yang kuat. Kesimpulan, Diketahui bahwa pengetahuan dan pendidikan dari 45 responden sebagian besar terdistribusi dengan baik; 14 (31,1%) telah menerima vaksinasi; 11 (24,4%) telah menerima vaksinasi; dan 1 (2,2%) belum menerima vaksinasi COVID-19. 19. Kesimpulan : Pada penderita hipertensi di Desa Growong Kidul Kecamatan Juwana Kabupaten Pati terdapat hubungan yang kuat antara tingkat pengetahuan dan pendidikan dengan vaksinasi Covid-19, menurut hasil analisis uji Chi-Square, hal nilai = 0,000 (p0,05).   
MOTIVASI KELUARGA DAN STIGMA MASYARAKAT DENGAN KEPATUHAN PENGOBATAN PADA PASIEN SKIZOFRENIA Noor Chandiq Kurniawan; Anny Rosiana Masithoh; Rohkmad Rohkmad
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 8, No 2 (2023): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v8i2.2560

Abstract

AbstrakPengobatan orang dengan gangguan jiwa harus dilakukan dengan teratur agar mengurangi kekambuhan kembali pada penderitanya. Salah satu faktor dalam mengurangi tingkat kekambuhan pada pasien adalah dengan meningkatkan kepatuhan dalam meminum obat. Penderita skizofrenia membutuhkan dorongan atau motivasi yang kuat dari keluarga karena dinamika keluarga memegang peranan penting dalam menimbulkan kekambuhan. Keluarga juga berperan penting dalam proses penyembuhan dan perawatan anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa dirumah. Keberhasihan perawatan di rumah sakit tidak akan berjalan lancar jika tidak dilanjutkan di rumah dan akan mengakibatkan kekambuhan kembali dan harus mendapatkan pengobatan ulang. Tujuan penelitian ini untuk Menganalisis hubungan motivasi keluarga dan stigma masyarakat dengan kepatuhan pengobatan pada pasien skizofrenia di Wilayah Kerja Puskesmas Sluke. Variabel dalam penelitian ini adalah motivasi keluarga, stigma masyarakat dan kepatuhan pengobatan. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Sluke Rembang pada Bulan November 2022. Penelitian menggunakan jenis korelasi dengan pendekatan menggunakan metode cross sectional dengan instrument kuesioner. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik Total Sampling sebanyak 45. Analisis data menggunakan uji Chi Square. Ada hubungan motivasi keluarga dan stigma masyarakat dengan kepatuhan pengobatan pada pasien skizofrenia dengan ρ adalah 0,000 atau probabilitas di bawah 0,05. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai sumber informasi terkait dengan factor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan pengobatan pada pasien skizofrenia di Puskesmas Sluke Rembang.
HUBUNGAN PELATIHAN DENGAN PROFESIONALISME KETERAMPILAN PERAWAT DALAM PROSES KEPERAWATAN DI RUANG PICU/NICU RSUD RA KARTINI KABUPATEN JEPARA Edi Wibowo Suwandi; Rusnoto Rusnoto; Muhammad Purnomo; Sri Karyati; Heny Siswanti; M. Octaviano Eka Mahendra
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 8, No 2 (2023): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v8i2.2280

Abstract

Latar Belakang: Angka kematian bayi di Kabupaten Jepara terdapat 99 kasus kematian bayi pada tahun 2020, pelayanan keperawatan pada bayi dan anak harus sangat diperhatikan terutama di ruang intensif (PICU/NICU) yang memerlukan pelayanan keperawatan dengan gangguan penyakit serius, pelatihan menjadi faktor penting profesionalisme seorang perawat dalam pelayanan keperawatan pasien, di ruang PICU/NICU RSUD RA Kartini Kabupaten Jepara pada periode bulan desember 2021 didapat perawat yang mengikuti pelatihan profesionalisme keperawatan kurang dari 20 jam selama satu tahun sebanyak 19 perawat (63.3%), sedangkan yang mengikuti pelatihan profesionalisme keperawatan selama 20 jam atau lebih selama satu tahun sebanyak 11 responden (36.7%). Tujuan: Mengetahui hubungan pelatihan dengan profesionalisme keterampilan perawat dalam proses keperawatan di Ruang PICU/NICU RSUD RA Kartini Kabupaten Jepara. Metode: Jenis penelitian analitik korelasional dengan pendekatan waktu cross sectional. Besar sampel 30 responden dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner mengenai berapa lama (jam) pelatihan yang telah dijalani perawat selama satu tahun dibuktikan dengan sertifikat pelatihan serta lembar kuesioner profesionalisme keterampilan perawat tentang bagaimana keterampilan yang dilaksanakan perawat dalam proses keperawatan. Analisis data uji statistik Spearman Rho. Hasil Penelitian: Sebagian besar perawat memiliki pelatihan kurang baik yaitu sebanyak 17 responden (56,7%) dan sebagian besar profesionalisme keterampilan perawat dalam proses keperawatan baik yaitu sebanyak 19 responden (63,3%). Simpulan: Ada hubungan pelatihan dengan profesionalisme keterampilan perawat dalam proses keperawatan di ruang PICU/NICU RSUD RA Kartini Kabupaten Jepara dengan nilai p = 0,000 α 0,05.
KETERKAITAN PENGETAHUAN SANTRIWATI DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN KUDIS PADA LINGKUP PONDOK PESANTREN Zaenal Fanani; Bintari Tri Sukoharjanti; Yayuk Mundriyastutik; Lailatul Farikhah; Ari Simbara
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 8, No 2 (2023): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v8i2.2168

Abstract

Kudis atau skabies merupakan gangguan kulit yang dikarenakan oleh parasitisme dan ekspresi Sarcoptes scabiei, sejenis tungau subspesies hominis. Kudis di Indonesia merupakan gangguan kulit peringkat ke-3 terbanyak. Santriwan maupun Santriwati termasuk dalam populasi risiko tinggi serta rentan terkena serangan kudis. Meskipun penyakit ini dapat diobati, namun sering kali terlambat didiagnosis dan menunda pengobatan, sehingga membuatnya lebih mungkin untuk menyebar ke seluruh pondok pesantren. Jenis penelitian analitik ini memakai cross-sectional design, untuk dimaksudkan agar mengetahui keterkaitan antara variabel independen dengan dependen yang dianalisa pada suatu titik masa tertentu. Dilakukan penelitian menggunakan metode deskriptif yang bertujuan untuk mewujudkan gambaran yang sistematis, berdasarkan fakta dan akurat. Pengumpulan data dilakukan hanya satu kali menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner. Penelitian menggunakan jumlah responden sebanyak 70 individu. Data kuesioner responden menunjukkan usia 15-17 tahun sebanyak 34 santriwati (49%), responden dengan tingkat pendidikan MTS sebanyak 38 santriwati (54%), responden dengan riwayat kelas 7-9 sebanyak 42 santriwati (60%), responden memiliki pengetahuan cukup sejumlah 48 santriwati (69%), responden memiliki pengetahuan baik sejumlah 38 santriwati (54%). Hasil uji bivariat perilaku menggunakan chi square diperoleh nilai 0,035 untuk P (Asymptotic significance). Dengan melihat nilai asymp. Sig Pearson Chi Square 0,05 atau lebih besar, dapat ditunjukkan adanya keterkaitan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku pencegahan kudis yang signifikan.
TINGKAT STRES DAN KADAR GULA DARAH PADA DIEBETESI Rizka Himawan; Catur Ririn Indarsih; Sukesih Sukesih; Muhamad Jauhar; Fitriana Kartikasari; Edi Wibowo Suwandi
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 8, No 2 (2023): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v8i2.2214

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit tidak menular yang menjadi ancaman kesehatan masyarakat global. Angka morbiditas dan mortalitas akibat penyakit DM meningkat setiap tahun. Salah satu penyebabnya adalah stress. Hal ini terjadi karena adanya gangguan pengontrolan glukosa yang disebabkan oleh produksi kortisol berlebih sehingga menyebabkan glukosa sulit memasuki sel dan mengakibatkan kadar gula darah meningkat. Penyakit DM jika tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan berbagai macam komplikasi penyakit, disabilitas, bahkan kematian. Tujaun penelitian yaitu menganalisis hubungan tingkat stress dan kadar gula darah pada diabetesi. Desain penelitian menggunakan analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Variabel independent tingkat stress dan variabel dependen kadar gula darah. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Pati I Kabupaten Pati pada tahun 2023. Sampel penelitian sebanyak 60 diabetesi. Teknik sampling menggunakan purposive sampling dengan kriteria terdiagnosis DM oleh dokter atau tenaga kesehatan, tidak memiliki gangguan mental dan kepribadian, kooperatif, dan kesadaran penuh. Instrument penelitian menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale (PSS-10) dan glucometer. Analisis data menggunakan chi square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan tingkat stress dan kadar gula darah dengan nilai p=0,001 (p0,05) dan memiliki korelasi cukup kuat dengan nilai koefisioen korelasi sebesar 0,3. Hasil penelitian menjadi data dasar dalam mengembangkan intervensi keperawatan melalui manajemen stress dan kadar gula darah bagi diabetesi. Intervensi ini dapat diintegrasikan dalam program posbindu PTM atau posyandu lansia di masyarakat.  

Page 1 of 1 | Total Record : 6