cover
Contact Name
Putu Yoga Sukma Pratama
Contact Email
yoga_pratama@unud.ac.id
Phone
+6281237581597
Journal Mail Official
jpu@unud.ac.id
Editorial Address
https://ejournal4.unud.ac.id/index.php/jpu/en/about/editorialHistory
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Psikologi Udayana
Published by Universitas Udayana
Core Subject : Social,
Jurnal Psikologi Udayana aims to facilitate the process of interaction, discussion, and further discussion of the development of psychology in Indonesian society, with a particular interest in Cultural and Health Psychology. Jurnal Psikologi Udayana covers articles related to: 1. Clinical Psychology 2. Industrial/Organizational Psychology 3. Educational Psychology 4. Developmental Psychology 5. Social Psychology Jurnal Psikologi Udayana accepts various research methods, both quantitative and qualitative methods. This journal also covers discussions related to the development of problems found in society.
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2017)" : 20 Documents clear
PERBEDAAN KUALITAS KOMUNIKASI ANTARA INDIVIDU DEWASA AWAL YANG BERPACARAN JARAK JAUH DAN JARAK DEKAT DI DENPASAR Ni Made Ayu Yuli Pratiwi; Made Diah Lestari
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 4 No. 1 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i01.p11

Abstract

Masa dewasa awal merupakan masa ketika individu berada dalam tahap hubungan yang hangat dengan lawan jenis atau yang dikenal dengan berpacaran. Salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan dalam hubungan berpacaran adalah komunikasi. Komunikasi yang baik dan berkualitas dapat membantu meningkatkan hubungan, sedangkan komunikasi yang buruk justru akan mengganggu hubungan tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan kualitas komunikasi antara dewasa awal yang berpacaran jarak jauh dan jarak dekat di Denpasar. Subjek dalam penelitian ini adalah 120 dewasa awal di Denpasar (p=60, l=60). Metode pengambilan data menggunakan skala Kualitas Komunikasi dengan koefisien Cronbach's Alpha (?=0.887). Analisis statistik yang digunakan adalah Independent Sample T-test. Diperoleh koefisien T-test untuk kualitas komunikasi adalah 7.021 dengan probabilitas 0.00 (p<0.05). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kualitas komunikasi antara dewasa awal yang berpacaran jarak jauh dan jarak dekat di Denpasar. Kata Kunci: Dewasa Awal, Berpacaran Jarak Jauh, Berpacaran Jarak Dekat, Kualitas Komunikasi.
PERAN POLA ASUH AUTORITATIF DAN KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP PROBLEM FOCUSED COPING PADA REMAJA AKHIR DI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER FK UNUD Made Ayu Praditya Larashati; I Made Rustika
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 4 No. 1 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i01.p12

Abstract

Problem focused coping adalah usaha yang digunakan individu untuk mengurangi stres yang dihadapi dalam mengatasi masalah secara langsung dengan mengelola masalah tersebut. Taraf problem focused coping dipengaruhi oleh pengalaman-pengalaman usia dini seperti pola pengasuhan orang tua. Di samping itu kemampuan berpikir jernih dan bersikap tenang membantu individu untuk mengendalikan diri dalam menghadapi masalah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran pola asuh autoritatif dan kecerdasan emosional terhadap problem focused coping pada remaja akhir. Subjek penelitian ini adalah 156 remaja akhir di Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Instrumen penelitian ini adalah skala problem focused coping, skala kecerdasan emosional, dan skala pola asuh autoritatif. Hasil yang diperoleh dari analisis regresi ganda menunjukkan nilai R=0,510 (p<0,05) dan nilai koefisien determinasi sebesar 0,260, dengan demikian dapat disebutkan bahwa pola asuh autoritatif dan kecerdasan emosional secara bersama-sama berperan sebesar 26% terhadap problem focused coping pada remaja akhir. Koefisien beta terstandarisasi kecerdasan emosional sebesar 0,484 dan signifikansi 0,000 (p<0,05) menunjukkan kecerdasan emosional berperan terhadap problem focused coping. Koefisien beta terstandarisasi pola asuh autoritatif sebesar 0,084 dan signifikansi 0,240 (p>0,05) menunjukkan pola asuh autoritatif tidak berperan terhadap problem focused coping. Kata Kunci: problem focused coping, kecerdasan emosional, pola asuh autoritatif, remaja akhir
PERAN POLA ASUH AUTORITATIF, EFIKASI DIRI, DAN PERILAKU PROSOSIAL TERHADAP KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA REMAJA AKHIR DI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER GIGI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA Putu Novia Arya Putri; I Made Rustika
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 4 No. 1 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i01.p13

Abstract

Kesejahteraan psikologis merupakan aspek penting yang menentukan kualitas hidup individu. Taraf kesejahteraan psikologis dapat ditentukan oleh faktor internal dan eksternal. Dua dari faktor internal adalah efikasi diri dan perilaku prososial, sedangkan salah satu faktor eksternal adalah pola asuh autoritatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran pola asuh autoritatif, efikasi diri, dan perilaku prososial terhadap kesejahteraan psikologis pada remaja akhir. Subjek pada penelitian ini adalah 129 remaja akhir di Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Instrumen pada penelitian ini adalah skala kesejahteraan psikologis, skala pola asuh autoritatif, skala efikasi diri, dan skala perilaku prososial. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan bahwa pola asuh autoritatif, efikasi diri, dan perilaku prososial secara bersama-sama berperan terhadap kesejahteraan psikologis. Sumbangan efektif pola asuh autoritatif, efikasi diri, dan perilaku prososial terhadap kesejahteraan psikologis sebesar 66,6%. Koefisien beta terstandarisasi efikasi diri sebesar 0,669 (p<0,05), menunjukkan bahwa efikasi diri berperan secara signifikan terhadap kesejahteraan psikologis. Koefisien beta terstandarisasi perilaku prososial sebesar 0,178 (p<0,05), menunjukkan bahwa perilaku prososial berperan secara signifikan terhadap kesejahteraan psikologis. Koefisien beta terstandarisasi pola asuh autoritatif sebesar 0,104 (p>0,05), menunjukkan bahwa pola asuh autoritatif tidak berperan secara signifikan terhadap kesejahteraan psikologis. Kata Kunci: kesejahteraan psikologis, pola asuh autoritatif, efikasi diri, perilaku prososial
COPING PEREMPUAN BALI SINGLE-PARENT SELAMA MENEMPUH STUDI PROGRAM DOKTOR YANG MENGALAMI GRIEVING DI TENGAH PENYELESAIAN STUDI Aussie Safitri Nugraha; David Hizkia Tobing
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 4 No. 1 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i01.p14

Abstract

Pendidikan tinggi telah menjadi suatu kebutuhan bagi individu untuk mencapai kesuksesan. Program doktor merupakan salah satu program pascasarjana sekaligus jenjang tertinggi di universitas. Perempuan dilaporkan memiliki tingkat stres yang lebih tinggi selama menempuh studi program doktor daripada laki-laki. Perempuan kerap menghadapi permasalahan akademik, permasalahan psikososial, dan permasalahan yang berkaitan dengan pekerjaan dan/atau rumah tangga. Menempuh studi program doktor bagi perempuan Bali tentu memiliki kompleksitas tersendiri, mengingat perempuan Bali tidak dapat lepas dari kewajiban adat. Salah satu pengalaman hidup yang dapat menghambat studi mahasiswi program doktor adalah kematian orang yang dicintai, termasuk kematian pasangan. Kematian pasangan menduduki peringkat pertama sebagai peristiwa yang paling menyebabkan kondisi stres pada individu yang dapat mengakibatkan perempuan Bali berubah status menjadi single-parent dan mengalami grieving. Untuk menghadapi permasalahan-permasalahan tersebut perempuan Bali tentu melakukan coping sehingga berhasil menyelesaikan studi dan meraih gelar doktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui coping perempuan Bali single-parent selama menempuh studi program doktor yang mengalami grieving di tengah penyelesaian studi.Penelitian ini merupakan sebuah penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan studi kasus dengan desain kasus tunggal. Penggalian data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara dan observasi. Responden penelitian ini adalah seorang perempuan Bali yang telah berhasil meraih gelar doktor dan menghadapi kematian suami di tengah penyelesaian studi. Penelitian ini menggunakan tiga orang significant others (SO). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa responden menghadapi permasalahan akademik, permasalahan personal, dan permasalahan sosial selama menempuh studi program doktor serta melakukan berbagai bentuk coping yang bergantung pada permasalahan yang dihadapi. Coping yang digunakan responden untuk mengatasi permasalahan-permasalahan selama menempuh studi program doktor diantaranya adalah seeking social support, planful problem solving, escape-avoidance, accepting responsibility, dan positive reappraisal. Kata kunci: coping, perempuan Bali, program doktor, single-parent, grieving.
HUBUNGAN KONFLIK KERJA KELUARGA TERHADAP MOTIVASI KERJA DENGAN DUKUNGAN SOSIAL SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI PADA PERAWAT WANITA BALI DI RUMAH SAKIT DI BALI I Ketut Yoga Adityawira; Supriyadi Supriyadi
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 4 No. 1 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i01.p15

Abstract

Wanita Bali saat ini dihadapkan dengan berbagai macam pemenuhan peran yang kompleks. Disamping harus bekerja dan mengurus keluarga, wanita Bali juga berperan dalam mengikuti kegiatan sosial kemasyarakatan yang ada di Bali. Sehingga hal ini memunculkan konflik peran tersendiri bagi wanita Bali, salah satu konflik tersebut yaitu konflik kerja keluarga. Dampak dari konflik kerja keluarga yang dapat terjadi pada wanita Bali yaitu menurunkan motivasi kerja wanita Bali. Ketika wanita Bali mengalami konflik, maka individu tersebut akan mencari sumber-sumber positif yang ada disekitarnya untuk mengatasi dampak konflik yang dihadapinya. Salah satu sumber positif adalah dukungan sosial. Tujuan dari penelitian yaitu untuk melihat hubungan konflik kerja keluarga terhadap motivasi kerja dengan dukungan sosial sebagai variabel pemoderasi pada perawat wanita Bali di rumah sakit di Bali. Data dianalisis menggunakan model Moderated Regression Analysis (MRA) dengan teknik uji residual melalui SPSS 17.0 for windows. Jumlah subjek pada penelitian ini 112 dengan kriteria wanita Bali yang bekerja sebagai perawat minimal satu tahun pada rumah sakit di Bali, telah menikah dan memiliki anak, serta berpendidikan minimal Sekolah Pendidikan Perawat (SPK) atau sederajat. Sampling menggunakan teknik sampling two stage cluster sampling. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan konflik kerja keluarga dengan dukungan sosial sebagai variabel pemoderasi dengan informasi nilai koefisisen variabel motivasi kerja parameter beta standardized negatif yaitu -0,143, akan tetapi nilai probabilitasnya tidak signifikan p = 0,134 (p>0,05). Dari hasil analisis diketahui bahwa dukungan sosial bukanlah variabel moderator, tetapi sebagai variabel prediktor yang mandiri. Kata Kunci: Dukungan Sosial, Konflik Kerja Keluarga, Motivasi Kerja, Perawat wanita Bali
KEPUASAN PERKAWINAN PASANGAN PADA GELAHANG Anak Agung Sri Sanjiwani; Tience Debora Valentina
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 4 No. 1 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i01.p16

Abstract

Perkawinan pada gelahang merupakan suatu fenomena yang relatif baru bagi orang Bali yang beragama Hindu. Perkawinan pada gelahang dikatakan berbeda dengan dua bentuk perkawinan lainnya yaitu perkawinan biasa dan nyentana. Perbedaan tersebut adalah status pasangan yang setara yaitu sebagai purusa dan pasangan yang memilih perkawinan pada gelahang akan memiliki kewajiban dan tanggung jawab ganda yang tidak dialami oleh pasangan pada perkawinan biasa atau nyentana. Situasi tersebut kemudian menjadi tantangan tersendiri bagi pasangan perkawinan pada gelahang. Mayoritas pasangan menginginkan hubungan perkawinan yang setara dan pasangan harus selalu menyesuaikan pemahaman pribadi terkait apa yang diharapkan terhadap pasangan pada perannya masing-masing untuk mendapatkan kepuasan perkawinan. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menggali kepuasan perkawinan pasangan pada gelahang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengambilan data menggunakan teknik wawancara dan observasi dengan melibatkan tiga pasangan yang menjalani perkawinan pada gelahang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandangan terkait beratnya pelaksanaan perkawinan pada gelahang tidak memengaruhi pasangan dalam mengevaluasi kepuasan perkawinan. Hal ini dapat terjadi karena perkawinan pada gelahang merupakan satu-satunya solusi bagi kedua belah pihak pasangan. Pasangan perkawinan pada gelahang menunjukkan kepuasan menyangkut 1) perilaku pasangan yang sesuai dengan harapan; 2) keberadaan anak yang sangat berharga; 3) hubungan yang terjalin baik dengan orangtua serta mertua; dan 4) dukungan orang sekitar terkait pelaksanaan perkawinan pada gelahang. Perasaan kurang puas juga dirasakan pasangan perkawinan terkait kondisi ekonomi dan sifat pasangan. Penggunaan kalimat yang sederhana dengan bahasa sehari-hari menjadi saran untuk peneliti selanjutnya agar dapat memudahkan pengambilan data pada responden penelitian. Kata Kunci: Kepuasan perkawinan, perkawinan pada gelahang, kewajiban ganda
PENGARUH STIGMA TERHADAP SELF ESTEEM PADA REMAJA PEREMPUAN YANG MENGIKUTI EKTRAKURIKULER TARI BALI DI SMAN 2 DENPASAR Ni Wayan Yuli Anggreni; Yohanes Kartika Herdiyanto
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 4 No. 1 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i01.p17

Abstract

Pendidikan di sekolah membuat remaja dapat mengembangkan keterampilan sesuai dengan minat dan kemampuannya. Pendidikan tersebut hanya mengutamakan aspek fisik dan kognitif sehingga perlu disadari bahwa terdapat aspek psikososial yang hendaknya ditumbuhkan dalam proses pembelajaran yaitu self esteem. Self esteem adalah evaluasi yang dilakukan individu mengenai seberapa besar kepercayaan individu terhadap kemampuan, keberartian, kesuksesan dan keberhargaan, serta memainkan peran penting dalam memprediksi penyesuaian terhadap masa depan. Perkembangan self esteem pada remaja tidak terlepas dari lingkungan sosialnya, mulai dari orang tua, teman sebaya dan masyarakat sekitar serta guru di sekolah yang seringkali memberikan label pada remaja tersebut (Herlina, 2007). Pemberian label akan memunculkan stereotip, separation dan diskriminasi sehingga menjadi sebuah stigma. Crocker (2002) menyatakan stigma memiliki peranan terhadap self esteem. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen yang menggunakan desain kuasi eksperimen nonequivalent control group design. Peneliti menyebarkan skala self esteem pre-test dan skala self esteem post-test pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang terdiri dari 44 item, teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh. Responden dalam penelitian ini adalah remaja perempuan yang mengikuti ektrakurikuler tari Bali di SMAN 2 Denpasar, sebanyak 35 orang. Seluruh subjek dibagi menjadi tiga kelompok yang terdiri dari kelompok eksperimen 1, eksperimen 2 dan kelompok kontrol. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan one way anova. Hasil dari penelitian ini menunjukan probabilitas 0,003 (p)<0,05. Hal ini berarti ada pengaruh stigma terhadap self esteem remaja perempuan yang mengikuti ektrakurikuler tari Bali di SMAN 2 Denpasar. Stigma positif maupun stigma negatif berpengaruh negatif terhadap self esteem artinya baik stigma positif maupun stigma negatif membuat self esteem menurun pada remaja perempuan yang mengikuti ektrakurikuler tari Bali di SMAN 2 Denpasar. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa stigma memberikan pengaruh terhadap menurunnya self esteem remaja perempuan yang mengikuti ektrakurikuler tari Bali di SMAN 2 Denpasar. Kata Kunci : Stigma, Self Esteem, Eksperimen, Remaja Perempuan
HUBUNGAN KONSEP DIRI DENGAN KONFORMITAS PADA REMAJA LAKI-LAKI YANG MENGKONSUMSI MINUMAN KERAS (ARAK) DI GIANYAR, BALI Putu Vebby Diah Ardyanti; David Hizkia Tobing
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 4 No. 1 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i01.p18

Abstract

Tradisi minum minuman keras (arak) ditengah kehidupan masyarakat Bali sudah menyatu cukup lama, bahkan minuman keras seperti arak dan berem, termasuk tuak merupakan hal yang wajib ada dalam setiap ritual agama Hindu, sebagai aba-abaan dan tetabuhan untuk Bhuta Kala. Seiring berkembangnya zaman tradisi minum minuman keras menjadi suatu fenomena ditengah kehidupan masyarakat Bali yang merujuk pada remaja-remaja Bali mengkonsumsi minuman keras yang dianggap sebuah kewajaran yang diterima oleh masyarakat Bali. Masa remaja merupakan masa krisis yang ditunjukkan oleh adanya kepekaan dan labilitas tinggi, penuh gejolak dan ketidakseimbangan emosi, sehingga kondisi tersebut mendorong remaja untuk lebih melakukan konformitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dengan konformitas pada remaja laki-laki yang mengkonsumsi minuman keras (arak) di Gianyar, Bali. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah snowball sampling, dengan subjek berjumlah 60 remaja laki-laki usia 13-17 tahun mengkonsumsi minuman keras (arak) sampai sekarang, berdomisili di Gianyar. Skala konsep diri disusun berdasarkan aspek konsep diri yang dikemukakan oleh Berzonsky (dalam Susilowati, 2011) dan skala konformitas disusun berdasarkan aspek dari teori Myers (dalam Hotpascaman, 2010). Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis melalui analisis korelasi Spearman yang dikemukakan oleh Karl Pearson untuk melihat hubungan antara variabel konsep diri dengan konformitas. Analisis korelasi yang dilakukan pada variable konsep diri dan konformitas menghasilkan nilai signifikansi (p) sebesar 0,465 (p < 0,05) yang mengindikasikan H0 diterima, yaitu tidak adanya hubungan antara konsep diri dengan konformitas pada remaja laki-laki yang mengkonsumsi minuman keras (arak) di Gianyar, Bali. Kata kunci : Konsep Diri, Konformitas, Remaja Laki-laki, Minuman Keras (Arak)
SOSIALISASI MORAL PADA ANAK-ANAK MELALUI MAPLALIAN Ida Bagus Gede Bhaskara Manuaba; Yohanes Kartika Herdiyanto
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 4 No. 1 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i01.p19

Abstract

Keberadaan moral mencakup seluruh aspek kehidupan manusia, salah satunya pendidikan. Keberadaan moral sebagai landasan pendidikan sangat penting, karena sering terjadi masalah-masalah penyimpangan moral dalam dunia pendidikan. Ini disebabkan oleh tututan mengejar prestasi akademik yang tinggi, menyebabkan anak-anak hanya sibuk untuk belajar, padahal kegiatan yang identik bagi mereka adalah bermain. Di Bali, kegiatan bermain itu disebut maplalian. Salah satu organisasi yang konsisten melestarikan plalian adalah sanggar Kukuruyuk. Anak-anak yang mengikuti kegiatan maplalian di sanggar Kukuruyuyk, belajar nilai-nilai moral yang bersumber dari dongeng, plalian, dan gending rare. Nilai moral yang anak-anak dapatkan dari sumber-sumber tersebut kemudian disosialisasikan kepada sesama anggota sanggar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain penelitian etnografi. Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan pengumpulan data melalui foto dan video. Responden yang dilibatkan pada penelitian ini adalah empat orang anak anggota sanggar Kukuruyuk, yang telah menjadi anggota lebih dari satu tahun. Penelitian ini juga melakukan observasi pada kegiatan anak-anak saat maplalian. Untuk memperkuat data penelitian maka dilakukan wawancara kepada sigificant others responden, yaitu pengasuh sanggar, orangtua responden, dan guru wali kelas responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa banyak nilai moral yang dipelajari anak-anak sanggar Kukuruyuk yang bersumber dari dongeng, tokoh, plalian, aturan, dan hukuman. Agen sosialisasi yang berpengaruh untuk mensosialisasikan moral pada anak-anak sanggar Kukuruyuk, adalah agen sosialisasi kedudukan setara yaitu sesama anggota sanggar, dan agen sosialisasi kedudukan lebih tinggi yaitu pengasuh sanggar, wali kelas, dan orangtua. Sosialisasi moral yang terjadi pada kedua agen sosialisasi ini berhasil menanamkan nilai moral pada anak-anak sanggar Kukuruyuk. Kata Kunci: sosialisasi, nilai moral, plalian,
HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS KOMUNIKASI DENGAN KOMITMEN PADA PASANGAN YANG MENJALANI HUBUNGAN BERPACARAN Jessica Ayu Liana; Yohanes Kartika Herdiyanto
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 4 No. 1 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i01.p20

Abstract

Pada masa dewasa awal, individu akan dihadapi dengan tugas perkembangan. Salah satunya yakni pencarian pasangan hidup dan pembentukan keluarga baru. Tugas perkembangan inilah yang mengharuskan individu untuk belajar membangun sebuah komitmen pada suatu hubungan yang sedang dijalaninya. Komunikasi menjadi salah satu cara dalam pembangunan rasa komitmen. Komunikasi tersebut terkait dengan tingkat kedalaman dan keluasan pesan yang terjadi saat proses komunikasi. Namun komunikasi itu sendiri tidak selamanya dapat berjalan secara lancar dan baik. Hal ini dapat memberikan dampak yang baik maupun dampak yang buruk ke dalam suatu hubungan berpacaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara intensitas komunikasi dengan komitmen pada pasangan yang menjalani hubungan berpacaran. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode korelasi, teknik sampling yang digunakan yakni cluster sampling, populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Udayana dengan responden sebanyak 80 orang, yang terdiri dari beberapa mahasiswa fakultas kedokteran, hukum, teknik, fisip, ekonomi dan bisnis, serta pariwisata. Karakteristik sampel pada penelitian ini adalah berjenis kelamin laki-laki maupun perempuan, sedang menjalani hubungan berpacaran, dan berusia 18 sampai dengan 30 tahun. Analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi sederhana. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dengan arah hubungan positif antara intensitas komunikasi dengan komitmen pada pasangan yang menjalani hubungan berpacaran, hal tersebut berarti semakin tinggi intensitas komunikasi maka semakin tinggi pula komitmen terhadap pasangan, begitu juga sebaliknya semakin rendah intensitas komunikasi maka semakin rendah pula komitmen terhadap pasangan. Kata kunci: Intensitas komunikasi, komitmen, pasangan, dan pacaran.

Page 2 of 2 | Total Record : 20