cover
Contact Name
Sonny Sudiar
Contact Email
rgjhi@unmul.ac.id
Phone
+6281347747583
Journal Mail Official
rgjhi@unmul.ac.id
Editorial Address
Jl. Muara Muntai, Kampus Gunung Kelua, Samarinda 75119, Kalimantan Timur, Indonesia.
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Regionalism Global Journal: Jurnal Hubungan Internasional
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : -     EISSN : 3123254X     DOI : 10.30872/RGJ.v27i1
Core Subject : Social,
Regionalism Global Journal: The Journal of International Relations Studies is an open-access, peer-reviewed journal. Our aim is to disseminate current and original articles from researchers on interactions, dynamics, regional organisation and the development of regionalism in a global context, social development, citizenship and public management, public policy innovation, international politics & security, governance & democracy, radicalism and terrorism
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2024): Desember" : 5 Documents clear
UPAYA PENINGKATAN EKSPOR KOMODITAS LIDI SAWIT KALIMANTAN TIMUR KE INDIA TAHUN 2021-2024 Dimas Bayu Prayogi; Enny Fathurachmi
Regionalism Global Journal: Jurnal Hubungan Internasional Vol. 1 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Laboratorium Dinamika Sosial Global Hubungan Internasional FISIP UNMUL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/RGJ.v27i1/3644

Abstract

Indonesia sebagai negara penghasil kelapa sawit terbesar di dunia, memiliki wilayah perkebunan yang luas dan menghasilkan limbah dalam jumlah signifikan. Beberapa daerah, terutama Sumatra Utara dan Kalimantan Timur, dua provinsi yang mencoba menggali potensi ini, berupaya menjadikan lidi sawit sebagai komoditas unggulan non migas untuk pasar ekspor. Meskipun Sumatra Utara menunjukkan perkembangan positif dalam upaya pemasaran lidi sawit, Kalimantan Timur masih menghadapi tantangan untuk memaksimalkan potensi ekspor dari komoditas ini. Penelitian ini difokuskan untuk menganalisis upaya peningkatan ekspor komoditas lidi sawit Kalimantan Timur ke India. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pengumpulan data primer dan sekunder, termasuk analisis wawancara untuk memastikan keabsahan data. Analisis didasarkan pada Konsep Strategi Ekonomi oleh Bruce R.Scott. Penelitian ini menyimpulkan bahwa, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur telah melakukan upaya untuk meningkatkan ekspor komoditas lidi sawit. Hal ini dapat dilihat dari pemberian mesin serut lidi sawit di Desa Saliki, Muara badak dan melalui pemerintah kabupaten berau dan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalimantan Timur adalah melakukan pemberian bantuan berupa mesin serut lidi sawit kepada empat koperasi di Kabupaten Berau. Pemerintah Provinsi kalimantan timur juga melakukan kampanye positif sawit dengan sasaran tenaga pendidik, peserta didik, dan generasi muda
DIPLOMASI DIGITAL KOREA SELATAN MELALUI SALURAN YOUTUBE “KOREAZ” Radiyah Mutmainnah; Sonny Sudiar
Regionalism Global Journal: Jurnal Hubungan Internasional Vol. 1 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Laboratorium Dinamika Sosial Global Hubungan Internasional FISIP UNMUL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/RGJ.v27i1/3645

Abstract

Penelitian bertujuan menganalisis strategi diplomasi digital Korea Selatan melalui kanal YouTube “KOREAZ” yang dikelola oleh Kementerian Luar Negeri Korea Selatan (MOFA). Penelitian ini menyoroti pemanfaatan media digital sebagai alat diplomasi publik untuk memperkuat citra nasional dan menjangkau audiens global secara lebih efektif. Fokus utama tertuju pada seri “KOREAZ LAB” yang dianalisis menggunakan teori diplomasi digital seperti konsep upgrade, augmenting, dan prinsip visual simplicity dari Bjola dan Manor (2024). Untuk mengevaluasi efektivitas kanal ini, studi menggunakan tiga indikator manfaat diplomasi digital menurut Manor (2016): Praktek Diplomasi Publik Baru, Diplomasi Selfie, dan Mengatasi Keterbatasan Diplomasi Tradisional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kanal KOREAZ berhasil menjadi media yang efektif dalam menyampaikan pesan diplomatik Korea Selatan melalui pendekatan visual yang sederhana dan interaktif. Diplomasi digital ini tidak hanya menggantikan metode komunikasi tradisional, tetapi juga membangun komunikasi dua arah dan memperluas jangkauan audiens internasional, sehingga meningkatkan visibilitas dan citra Korea Selatan di mata dunia
UPAYA ASEAN DALAM MENGATASI MASALAH PEROMPAKAN DI SELAT MALAKA Shella Maulida Saputri; Frisca Alexandra
Regionalism Global Journal: Jurnal Hubungan Internasional Vol. 1 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Laboratorium Dinamika Sosial Global Hubungan Internasional FISIP UNMUL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/RGJ.v27i1/3646

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi upaya ASEAN dalam mengatasi permasalahan perompakan di Selat Malaka antara 2015 hingga 2020. Menggunakan pendekatan studi deskriptif, penelitian ini mengkaji kolaborasi antarnegara ASEAN dalam menghadapi ancaman perompakan melalui konsep regionalisme dan Transnational Organized Crime (TOC), yang memandang perompakan sebagai ancaman keamanan non-tradisional. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, dan dianalisis menggunakan metode analisis kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ASEAN telah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi perompakan di Selat Malaka, mengingat dampak kerugian bagi pengguna jalur pelayaran. Beberapa langkah yang diambil antara lain peningkatan patroli keamanan, kerjasama antarnegara, serta pembentukan mekanisme koordinasi untuk memerangi perompakan lintas batas. Meskipun perompakan berhasil dikurangi, ancaman tersebut belum dapat dihilangkan sepenuhnya, dan ASEAN tetap perlu waspada terhadap potensi perompakan di perairan tersebut. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya kerjasama regional dalam mengatasi masalah keamanan non-tradisional yang memerlukan koordinasi lintas negara
RESPON ECONOMIC COMMUNITY WEST AFRICAN STATES (ECOWAS) TERHADAP KUDETA MILITER DI GUINEA Tiara Fitriananda Prayoga; Frentika Wahyu Retnowatik
Regionalism Global Journal: Jurnal Hubungan Internasional Vol. 1 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Laboratorium Dinamika Sosial Global Hubungan Internasional FISIP UNMUL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/RGJ.v27i1/3647

Abstract

Penelitian ini menjelaskan tanggapan ECOWAS terhadap kudeta militer yang terjadi di Guinea pada tahun 2021. Dengan menggunakan teori organisasi internasional, ECOWAS, sebagai organisasi internasional, memiliki wewenang untuk menanggapi kudeta di Guinea. Organisasi internasional dapat memainkan peran penting dalam mengatasi berbagai jenis konflik, baik internal maupun internasional. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif, memanfaatkan sumber data primer melalui studi literatur dan teknik analisis data kualitatif. Tanggapan ECOWAS termasuk menangguhkan keanggotaan Guinea, menjatuhkan sanksi pada junta militer, dan mengirim utusan untuk mengatasi krisis Guinea. Temuan tersebut menunjukkan bahwa, meskipun tanggapan dan sanksi ECOWAS terhadap kudeta di Guinea pada tahun 2021 tidak sepenuhnya menyelesaikan konflik, mereka membantu meredakan ketegangan dan memberikan tekanan pada junta militer
HAMBATAN UNI AFRIKA DALAM MENGATASI SENGKETA GRAND ETHIOPIAN RENAISSANCE DAM (GERD) DI ETHIOPIA Tina Yuliani; Aisyah Aisyah
Regionalism Global Journal: Jurnal Hubungan Internasional Vol. 1 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Laboratorium Dinamika Sosial Global Hubungan Internasional FISIP UNMUL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/RGJ.v27i1/3648

Abstract

Pada tahun 1956–1964, Ethiopia merencanakan pembangunan Grand Ethiopian Renaissance Dam (GERD) untuk mendorong pembangunan ekonomi dan menyediakan pembangkit listrik tenaga air. Proyek ini ditujukan untuk mengatasi krisis energi domestik, mengingat lebih dari 65 juta warga Ethiopia tidak memiliki akses listrik. Namun, rencana ini ditentang oleh Mesir dan Sudan. Mesir, sebagai negara hilir yang sangat bergantung pada Sungai Nil, menganggap GERD sebagai ancaman terhadap pasokan airnya. Sudan juga menolak proyek tersebut karena kekhawatiran akan berkurangnya pasokan air dan potensi risiko keamanan. Ketegangan meningkat saat Mesir membawa isu ini ke PBB, sementara Ethiopia menegaskan tidak memiliki kewajiban hukum untuk meminta persetujuan Mesir dalam pengisian bendungan. Sengketa ini kemudian coba diselesaikan melalui Nile Basin Initiative (NBI) pada tahun 1999, namun gagal, menyebabkan Mesir dan Sudan menangguhkan keanggotaannya. Pada tahun 2020, Uni Afrika (AU) turun tangan sebagai mediator, namun hingga kini belum ada kesepakatan yang dicapai. Kegagalan ini mencerminkan adanya hambatan struktural dalam penyelesaian konflik. Penelitian ini menggunakan pendekatan rezim internasional untuk menganalisis mengapa AU belum mampu menyelesaikan sengketa GERD, dengan fokus pada kelembagaan, kepentingan negara, serta kurangnya mekanisme penegakan yang efektif dalam kerangka kerja sama regional

Page 1 of 1 | Total Record : 5