Regionalism Global Journal: Jurnal Hubungan Internasional
Regionalism Global Journal: The Journal of International Relations Studies is an open-access, peer-reviewed journal. Our aim is to disseminate current and original articles from researchers on interactions, dynamics, regional organisation and the development of regionalism in a global context, social development, citizenship and public management, public policy innovation, international politics & security, governance & democracy, radicalism and terrorism
Articles
12 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 2 No. 2 (2025): Desember"
:
12 Documents
clear
PERAN UNICEF DALAM MENANGANI STUNTING DI NTT TAHUN 2019–2022
Nurindah Yofahddina Hastuti;
Frentika Wahyu Retnowatik
Regionalism Global Journal: Jurnal Hubungan Internasional Vol. 2 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Laboratorium Dinamika Sosial Global Hubungan Internasional FISIP UNMUL
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/RGJ.v27i1/3809
Permasalahan stunting di NTT, berdasarkan data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2019, prevalensi stunting di NTT mencapai 43,8%, yang menjadikan NTT dengan angka stunting tertinggi di Indonesia. Berbagai faktor menjadi penyebabnya yaitu, terbatasnya akses terhadap layanan kesehatan dasar, sanitasi yang tidak memadai, ketahanan pangan rumah tangga yang rendah, serta masih kurangnya edukasi mengenai pola asuh dan gizi anak. Meskipun pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya, keterbatasan sumber daya dan lemahnya implementasi kebijakan menjadi hambatan utama. Pemerintah daerah terus meningkatkan komitmen dan integrasi program lintas sektor, serta memperluas kolaborasi dengan mitra pembangunan untuk menjangkau wilayah terpencil yang masih rentan terhadap stunting. Dengan menggunakan teori peran organisasi internasional dan konsep dasar stunting. Ditemukan bahwa peran UNICEF adalah memberikan dukungan melalui program edukasi, pelatihan kader posyandu, telekonseling menyusui, serta kerja sama dengan institusi lokal. Peran tersebut berhasil menurunkan angka stunting melalui pendekatan multisektor dan pemberdayaan masyarakat lokal.
HAMBATAN INDONESIA DALAM PEMANFAATAN ORBIT GEOSTASIONER
Sandrina Elhandari;
Tendy Tendy
Regionalism Global Journal: Jurnal Hubungan Internasional Vol. 2 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Laboratorium Dinamika Sosial Global Hubungan Internasional FISIP UNMUL
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/RGJ.v27i1/3893
Orbit geostasioner (GSO) memainkan peran strategis bagi Indonesia yang terletak di garis khatulistiwa, karena memungkinkan satelit tetap berada pada posisi tetap relatif terhadap Bumi. Namun, Indonesia menghadapi beberapa kendala yang berpotensi menghambat pembangunan infrastruktur komunikasi hingga pemerataan akses digital di seluruh Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan menggunakan data sekunder sebagai data utama serta teknik analisis kepustakaan sebagai teknik validasi data. Peneliti menggunakan teori Richard Snyder, yang menganalisis tiga faktor yaitu faktor internal, faktor eksternal, dan pengambilan keputusan. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat delapan kendala yang dihadapi Indonesia yang mengharuskan Indonesia memberi perhatian khusus pada keseluruhan bidang antariksa dan meningkatkan tanggung jawab terhadap pemanfaatan satelit terkhusus di orbit GSO.
BANTUAN AMERIKA SERIKAT DALAM PENANGANAN COVID-19 DI GHANA TAHUN 2021-2022
Mardia;
Yuniarti Yuniarti
Regionalism Global Journal: Jurnal Hubungan Internasional Vol. 2 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Laboratorium Dinamika Sosial Global Hubungan Internasional FISIP UNMUL
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/RGJ.v27i1/3897
Pandemi Covid-19 yang melanda dunia terutama di kawasan Afrika dengan angka kematian yang signifikan, telah mendorong negara-negara produsen vaksin, termasuk AS, untuk meningkatkan donasi vaksin guna membantu mengatasi krisis kesehatan. Kemiskinan di Afrika menjadi dasar bagi AS untuk memberikan donasi vaksin Covid-19. terlihat bahwa Ghana dengan tingkat kemiskinan (11, 3 %) mendapatkan donasi vaksin lebih besar 12 juta sedangkan Mali dengan tingkat kemiskinan (1,1%) hanya mendapatkan 151 ribu dosis vaksin. Ghana juga menerima bantuan lain dari AS berupa dana penanganan Covid-19 melalui skema dana pembangunan dan bantuan alat-alat kesehatan selama tahun 2021-2023. Penelitian ini melihat alasan AS memberikan bantuan Penanganan Covid 19 lebih banyak di Ghana dibandingkan dengan negara-negara di Afrika menggunakan teori National Interest oleh Nuechterlein. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa dari perspektif National Interest terdapat alasan dari pemberian bantuan Amerika Serikat ke Ghana berupa vaksin covid-19 dan dana didasari kepentingan ekonomi, perdagangan & investasi yaitu Amerika Serikat berupaya mempertahankan volume perdagangan dan nilai investasinya di Ghana. Namun upaya Amerika Serikat untuk mempertahankan volume perdagangannya tersebut tidak berhasil. Ekspor dan Investasi AS ke Ghana tetap mengalami penurunan jika dibandingkan dengan periode sebelum pandemi Covid-19.Bahkan setelah bantuan penanganan diberikan pada tahun 2022-2024.
PERAN GERAKAN SOSIAL ENDSARS DALAM PEMBUBARAN SARS DI NIGERIA TAHUN 2017-2020
Dwi Angelian Agustina;
Siti Zainurrahmi Br Bangun
Regionalism Global Journal: Jurnal Hubungan Internasional Vol. 2 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Laboratorium Dinamika Sosial Global Hubungan Internasional FISIP UNMUL
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/RGJ.v27i1/3913
Penelitian ini membahas peran gerakan sosial #EndSARS dalam mendorong pembubaran Special Anti-Robbery Squad (SARS) di Nigeria pada periode 2017–2020. Gerakan ini muncul sebagai respons terhadap maraknya pelanggaran hak asasi manusia oleh aparat kepolisian terhadap warga sipil, khususnya kaum muda. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan bagaimana aktivisme digital dimanfaatkan sebagai sarana mobilisasi, advokasi, dan tekanan politik terhadap negara untuk mendorong reformasi institusional. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, menggunakan sumber sekunder seperti laporan organisasi HAM internasional, artikel jurnal, dan media daring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivisme digital berperan penting dalam membangun kesadaran publik, mengorganisasi aksi, serta menciptakan solidaritas lintas kelas dan negara. Melalui media sosial, tagar #EndSARS berhasil mengangkat isu lokal menjadi agenda global dan menekan pemerintah Nigeria untuk membubarkan SARS pada Oktober 2020.
PERAN SAVE THE CHILDREN DALAM MENANGANI GIZI BURUK ANAK-ANAK KORBAN KONFLIK DI YAMAN TAHUN 2015-2022
Vina Nurul Barroroh;
Chairul Aftah
Regionalism Global Journal: Jurnal Hubungan Internasional Vol. 2 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Laboratorium Dinamika Sosial Global Hubungan Internasional FISIP UNMUL
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/RGJ.v27i1/3992
Penelitian ini mengkaji peran Save the Children dalam menangani gizi buruk anak-anak korban konflik di Yaman periode 2015–2022. Konflik bersenjata yang terjadi sejak 2015 memperburuk situasi gizi di negara ini. Dengan metode deskriptif dan analisis kualitatif, penelitian menggunakan teori peran organisasi menurut David Lewis dan definisi gizi buruk dari WHO. Hasil menunjukkan Save the Children memberikan perannya terhadap anak-anak di Yaman sebagai implementer dengan menyediakan bantuan tunai, voucher pangan, distribusi makanan, dan makanan terapeutik siap pakai (RUTF) untuk anak-anak malnutrisi akut. Selain itu, organisasi ini bertindak sebagai catalyst lewat kampanye internasional, advokasi kebijakan, dan penggalangan dana, serta sebagai partner dengan menjalin kerja sama bersama WHO, USAID, dan pemerintah lokal untuk memperluas jangkauan bantuan. Meski menghadapi hambatan seperti akses terbatas, dana kurang, dan risiko keamanan, peran Save the Children cukup signifikan dalam menyelamatkan anak-anak dari gizi buruk.
PERAN ASEAN CENTRE FOR PUBLIC HEALTH EMERGENCIES AND EMERGING DISEASES (ACPHEED) DALAM MENANGGULANGI HIV/AIDS DI THAILAND
Muhammad Rifqy Raditya;
Yayuk Anggraini
Regionalism Global Journal: Jurnal Hubungan Internasional Vol. 2 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Laboratorium Dinamika Sosial Global Hubungan Internasional FISIP UNMUL
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/RGJ.v27i1/3947
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran penting ASEAN Centre for Public Health Emergencies and Emerging Diseases (ACPHEED) dalam menanggulangi HIV/AIDS di Thailand, dengan menggunakan metode penelitian kualitatif studi kasus dan mengandalkan sumber data sekunder untuk pengumpulan data. Kemudian, skripsi ini menggunakan konsep organisasi internasional. Penelitian mengungkapkan bahwa ACPHEED memiliki peran sebagai instrumen untuk Thailand yaitu dalam meringankan beban anggaran untuk HIV/AIDS, memudahkan Thailand dalam mencapai target strategi 95-95-95, meningkatkan kapasitas kesehatan Thailand, dan menjadi instrumen untuk pengembangan kebijakan. ACPHEED juga berperan sebagai arena/forum dengan memberikan ruang untuk Australia dan Thailand berinteraksi sehingga Thailand mendapatkan bantuan dana di bidang kesehatan, dan ACPHEED belum memenuhi perannya sebagai aktor yang independen. Walaupun ada banyak peran dari ACPHEED, namun terdapat hambatan yang dihadapi yaitu stigma dan diskriminasi pada orang dengan HIV/AIDS (ODHA), kebijakan yang melegalkan pernikahan sesama jenis di Thailand, dan kurang patuhnya ODHA dalam menggunakan obat ARV.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN ENERGI BARU TERBARUKAN DALAM PEMBANGUNAN IKN SEBAGAI KOMITMEN SDGS
Jumiati Nanda;
Uni Wahyuni Sagena
Regionalism Global Journal: Jurnal Hubungan Internasional Vol. 2 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Laboratorium Dinamika Sosial Global Hubungan Internasional FISIP UNMUL
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/RGJ.v27i1/4017
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi kebijakan energi terbarukan di Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai bentuk komitmen Indonesia terhadap Sustainable Development Goals (SDGs. Pembangunan IKN yang dirancang sebagai kota hijau dan cerdas menjadi proyek strategis nasional yang diharapkan mampu mempercepat transisi energi dari fosil menuju energi baru terbarukan (EBT). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Menggunakan konsep transisi energi dan sustainable development goals. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan EBT di IKN telah dijalankan melalui pembangunan infrastruktur energi surya, penguatan regulasi, dan integrasi konsep SDGs dalam perencanaan pembangunan. Serta tantangan masih dihadapi seperti ketergantungan pada energi fosil, keterbatasan teknologi dan investasi hijau. Temuan ini menunjukkan bahwa pengembangan EBT di IKN berperan penting sebagai role model bagi transisi energi nasional dan upaya pencapaian SDGs.
STRATEGI FILIPINA DALAM MENGHADAPI AGRESIVITAS TIONGKOK DI KEPULAUAN SPRATLY
Andha Umar Auf Rabbani;
Rendy Wirawan
Regionalism Global Journal: Jurnal Hubungan Internasional Vol. 2 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Laboratorium Dinamika Sosial Global Hubungan Internasional FISIP UNMUL
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/RGJ.v27i1/4075
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana startegi Filipina dalam menghadapi agresivitas Tiongkok di Kepulauan Spratly. Penulis menggunakan konsep bandwagoning untuk menjawab strategi Filipina. Bandwagoning merupakan sikap negara beraliansi dengan negara pengancam bagi negara pelaku bandwagoning. Jenis penelitiannya adalah deskriptif kualitatif, menggunakan data penelitian sekunder dan teknik analisis data dengan studi Pustaka. Terdapat 4 faktor dalam bandwagoning yaitu aggregate power, geographic proximity, offensive power dan aggressive intention. Berdasarkan hasil penelitian bahwa Faktor geographic proximity dan aggressive intention menunjukkan Tiongkok merupakan ancaman nyata bagi Filipina. Melalui faktor aggregate power dan offensive power menampilkan bahwa Tiongkok memiliki sumber daya yang besar sehingga Filipina memiliki peluang melakukan Kerjasama dengan Tiongkok agar mempertahankan Kepulauan Spratly, proses Kerjasama inilah yang disebut strategi bandwagoning. Kerjasama yang dilakukan Filipina melalui Kerjasama ekonomi dan keamanan.
DAMPAK SINO-MYANMAR PIPELINE TERHADAP PEMBANGUNAN EKONOMI MYANMAR: ANALISIS TERHADAP HUMAN DEVELOPMENT INDEX (HDI) 2014-2022
Olivia Putri Harludi;
Sonny Sudiar
Regionalism Global Journal: Jurnal Hubungan Internasional Vol. 2 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Laboratorium Dinamika Sosial Global Hubungan Internasional FISIP UNMUL
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/RGJ.v27i1/4344
The Sino-Myanmar Pipeline is a key infrastructure project within the China-Myanmar Economic Corridor (CMEC) and is expected to contribute to human development in Myanmar. This study examines the project’s contribution to the Human Development Index (HDI) and evaluates its impact based on Todaro and Smith’s three dimensions of human development: sustenance, self-esteem, and freedom. Using a mixed-method sequential explanatory approach, the research begins with quantitative analysis of macroeconomic indicators and HDI data, followed by qualitative analysis using reports, government documents, and relevant literature. The findings show that the project’s direct contribution to HDI is minimal, approximately 0.00011 points, indicating that its economic benefits have not significantly improved people’s well-being. In terms of sustenance, income gains remain limited; in self-esteem, employment opportunities and CSR programs have not yielded meaningful capacity building; and in freedom, social and political constraints persist. Overall, the project functions as a double-edged sword, offering development opportunities while simultaneously presenting risks that must be carefully managed.
PERAN PT KALTIM PRIMA COAL DALAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN LINGKUNGAN DI KUTAI TIMUR
Sabina Febri Nadia Putri sabina;
Aisyah aisyah
Regionalism Global Journal: Jurnal Hubungan Internasional Vol. 2 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Laboratorium Dinamika Sosial Global Hubungan Internasional FISIP UNMUL
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/RGJ.v27i1/4396
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran PT Kaltim Prima Coal (KPC) dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan pada bidang lingkungan di Kabupaten Kutai Timur selama periode 2021–2023. Fokus penelitian diarahkan pada implementasi program lingkungan yang dilaksanakan oleh KPC sebagai bentuk kontribusi perusahaan pertambangan terhadap agenda pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh dari sumber primer dan sekunder. Data primer dikumpulkan melalui wawancara dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan, sedangkan data sekunder berasal dari sustainability report, dokumen resmi perusahaan, jurnal ilmiah, serta publikasi lembaga lingkungan. Analisis penelitian didasarkan pada konsep pembangunan berkelanjutan dengan tiga pendekatan utama, yaitu efisiensi, konsistensi, dan kecukupan (Fischer et al., 2023). Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Kaltim Prima Coal berperan aktif dalam bidang lingkungan melalui program reklamasi lahan, pengelolaan limbah, pengendalian kualitas air dan udara, serta konservasi keanekaragaman hayati. Selain itu, KPC mengembangkan berbagai inovasi lingkungan, seperti pemanfaatan air void tambang, penggunaan abu batubara untuk menutup tanah pembentuk asam, serta penerapan sistem pengelolaan limbah terintegrasi.