cover
Contact Name
Yuniske Penyami
Contact Email
yuniske.polkesmar@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
yuniske.polkesmar@gmail.com
Editorial Address
Jalan Perintis Kemerdekaan No.5 Dukuh, Pekalongan Utara, Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah, 51145
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 30640792     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat merupakan terbitan artikel hasil kegiatan pengabdian masyarakat Prodi Keperawatan Pekalongan Program Diploma III Poltekkes Kemenkes Semarang. Terbitan kami tidak pernah vakum, terbitan sesuai dengan periode yaitu setiap 6 bulan sekali sejak pertama kali terbit di November 2021, hanya saja baru sekarang mengurus pengajuan E-ISSN.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2025): MEI 2025" : 5 Documents clear
PENDAMPINGAN IBU KLIEN DALAM PELAKSANAAN TERAPI BERMAIN PADA ANAK YANG MENGALAMI HOSPITALISASI DI RSUD BENDAN KOTA PEKALONGAN Mardi Hartono; Hartati Hartati; Supriyo Supriyo; Moh Projo Angkasa
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): MEI 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v4i2.12996

Abstract

Latar Belakang : Anak merupakan individu yang unik dan bukan miniature orang dewasa.Individu yang mempunyai pola pertumbuhan dan perkembangan menuju proses kematangan (Supartini,2004). Sebagian besar stres yang terjadi pada anak usia pertengahan sampai anak periode pra sekolah adalah kecemasan karena perpisahan. Karena hubungan anak dengan ibu adalah sangat dekat. Akibatnya perpisahan dengan ibu akan menimbulkan rasa kehilangan pada anak akan orang terdekat bagi dirinya dan akan lingkungan yang dikenal olehnya. Sehingga pada dirinya akan menimbulkan perasaan tidak aman dan rasa cemas (Nursalam, 2005).Kecemasan anak meningkat karena anak berada di lingkungan yang baru, dikelilingi oleh orang-orang asing yang tidak dikenalnya dan peralatan yang menakutkan (Gunawan, 2003). Orang tua anak mempunyai peran penting dalam menurunkan kecemasan anak yang mengalami kecemasan Sehingga anak akan berperilaku lebih kooperatif. Media paling efektif yang dapat dilakukan adalah melalui terapi bermain (Supartini, 2004, hlm.186). Tujuan pengabdian Masyarakat yang dilakukan  di RSUD Bendan Kota Pekalongan  meningkatkan pengetahuan dan  pendampingan pada Ibu yang mempunyai Balita dalam menilai derajat kecemasan pada anak dan belum mengetahui cara mengatasi kecemasan dengan terapi bermain.Metode : Pendidikan kesehatan tentang cara menilai kecemasan  pada anak dan pendampingan     mengatasi cemas dengan terapi bermain. Hasil Kegiatan : adanya peningkatan pengetahuan sasaran   dalam menilai tingkat kecemasan anak dan peningkatan kemampuan mengatasi kecemasan pada anak dengan terapi bermain. Adanya penurunan kecemasan pada anak setelah diberikan pendampingan terapi bermain.Simpulan : Pendampingan Terapi bermain dapat meningkatkan pengetahuan menilai Tingkat kecemasan  dan  menurunkan kecemasan  pada anak yang di rawat di RS Bendan Kota Pekalongan.Keyword : Kecemasan, Terapi bermain, Pendampingan.
LITERASI PSIKOEDUKASI KESEHATAN MENTAL DI MAN 1 KOTA PEKALONGAN Indar Widowati; Zaenal Amirudin; Norma Nofianto; Yuniske Penyami
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): MEI 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v4i2.13039

Abstract

Permasalahan kesehatan mental di kalangan remaja, khususnya siswa sekolah menengah, semakin mengkhawatirkan di tengah tekanan akademik, sosial, dan perkembangan teknologi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan mental melalui psikoedukasi di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Pekalongan. Peserta sebanyak 30, terdiri atas perwaklan kelas X dan XI, guru BK dan Guru wali. Metode yang digunakan adalah ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan simulasi berbasis masalah. Hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan rata-rata skor dari 55% menjadi 85%, artinya peningkatan signifikansi pemahaman siswa terhadap konsep kesehatan mental, identifikasi stres, serta strategi coping yang sehat. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun budaya sadar kesehatan mental di lingkungan sekolah.
PELATIHAN PERTOLONGAN PERTAMA TRAUMA BERBASIS KOMUNITAS: PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PADANGSARI MENUJU DESA SIAGA Eko S Purnomo; Umi Margi Rahayu; Ana Permata; Tri Anonim; Sri Utami Dwiningsih
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): MEI 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v4i2.13041

Abstract

Latar Belakang : Trauma dan cidera-rudapaksa merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi di masyarakat dan memerlukan penanganan cepat untuk mencegah kecacatan dan kematian. Wilayah kerja Puskesmas Padangsari memiliki potensi risiko tinggi karena aktivitas masyarakat yang beragam dan lingkungan yang rawan kecelakaan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dalam mengenali dan menangani kejadian trauma dan cidera-rudapaksa. Metode : Metode yang digunakan mencakup ceramah, diskusi, demonstrasi, dan simulasi. Sebanyak 40 peserta mengikuti pelatihan, yang didominasi oleh perempuan (97,5%).Hasil : Hasil pretest menunjukkan 40% peserta memiliki pengetahuan kurang, yang menurun menjadi 12,5% setelah pelatihan. Sebaliknya, tingkat pengetahuan baik meningkat dari 25% menjadi 47,5%. Uji statistik menunjukkan nilai p=0,002 yang berarti terdapat peningkatan signifikan pengetahuan peserta setelah pelatihan.Simpulan : Kegiatan ini terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam penanganan trauma dan cidera-rudapaksa, serta mendukung upaya pembentukan masyarakat siaga bencana dan pertolongan pertama di lingkungan.Keyword : pemberdayaan masyarakat, trauma, cidera, rudapaksa, pelatihan kesehatan
Edukasi Stimulasi Perkembangan Psikososial Untuk Meningkatkan Pengetahuan Jiwa Pada Remaja Ruti Wiyati; Asrin Asrin; Ulfah Agus Sukrillah; Esti Dwi Widayanti
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): MEI 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v4i2.13059

Abstract

Masa remaja dan dewasa muda merupakan masa dalam rentang kehidupan yang dipenuhi dengan berbagai perubahan dan dinamika. Dalam masa perkembangan peserta didik pada jenjang sekolah menengah  pertama (SLTP) sebagaimana kita ketahui merupakan masa yang labil dan membutuhkan pendampingan guna mengarahkan pada hal-hal yang bersifat positif.  Pada saat remaja terjadi perkebangan hormonal, fisik, psikologis maupun sosial yang berlangsung secara sekuensual. Perubahan fisik juga diikuti oleh perubahan emosional dan psikis. Secara psikososial pertumbuhan pada masa remaja dibagi 3 tahap yaitu early, middle dan late adolencent. Segala sesuatu yang menganggu proses maturasi fisik dan hormonal pada masa remaja ini dapat mempengaruhi perkebangan psikis dan emosi sehinggadiperlukan pemahaman yang baik tentang stimulasi tumbuh kembang pada remaja.Metode dalam pengabdian massyarakat ini dengan mmenggunakan edukasi  tentang perkembangan psikososial Kesehatan remaja . Untuk pengetahuan dilakukan pre dan post tes,Peserta adalah siswa kelas VIII SMPN 1 Sokaraja. Sebanyak 71 siawaHasil Dari pengabdian Masyarakat ini terdapat peningkatan pengetahuan kesehatan jiwa psikososial pada remaja sebelum pre test rata rata 57 dan sesudah pre tes rata rata 86.Kesimpulan : Edukasi  Stimulasi tumbuh kembang efektif utuk meningkatkan pengetahuan pada kesehatan jiwa remaja.Kata Kunci :  Psikologis, Psikososial,edukasi
Skrining Kecemasan Pada Mahasiswa Baru Prodi Keperawatan Pekalongan Program Diploma III Sebagai Upaya Deteksi Dini Masalah Kesehatan Mental Lis Triasari; Maslahatul Inayah; Sudirman Sudirman; Sumarni Sumarni; Afiyah Sri Harnany
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): MEI 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v4i2.13062

Abstract

Latar Belakang : Mahasiswa baru melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi, akan memasuki masa transisi perubahan status dan proses pembelajaran dari siswa menuju mahasiswa. Mahasiswa akan merasa lebih dewasa, lebih bereksplorasi terhadap gaya hidup dan dengan adanya tugas-tugas akademik, mereka merasa lebih tertantang secara intelektual namun mahasiswa juga dapat mengalami kesulitan, karena adanya culture shock terhadap masalah sosial dam psikologis dalam status baru tersebut. Penilaian dini bertujuan untuk mendeteksi secara cepat dan akurat kondisi kesehatan mental mahasiswa, sehingga intervensi yang tepat dapat diberikan sebelum masalah berkembang lebih lanjut. Penilaian dini merupakan langkah awal yang esensial dalam memahami kondisi mental mahasiswa.Metode : Metode kegiatan ini dilakukan dengan Skrining menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scales (DASS 42) untuk menilai tingkat kecemasan pada mahasiswa baru Prodi Keperawatan Pekalongan Program Diploma III Kemenkes Poltekkes Semarang, mengelompokkan dan menganalisa hasil dari skrining tersebut serta menyimpulkan hasil analisa terhadap tingkat kecemasan pada mahasiswa baru Prodi Keperawatan Pekalongan Program Diploma III Kemenkes Poltekkes Semarang. Hasil :Berdasarkan hasil skrining terdapat 15 mahasiswa dengan tingkat kecemasan normal (12%), 25 mahasiswa dengan tingkat kecemasan ringan (21%), 61 mahasiswa dengan tingkat kecemasan sedang (50%), 12 mahasiswa dengan tingkat kecemasan parah (10%), dan 8 mahasiswa dengan tingkat kecemasan sangat parah (7%).Simpulan : Dengan adanya kegiatan screening yang terstruktur dan berkelanjutan, diharapkan mahasiswa dapat menghadapi tantangan akademis dan kehidupan sehari-hari dengan lebih baik, sehingga mampu berkontribusi secara optimal di kampus dan di masa depan. Program ini juga berperan penting dalam menciptakan lingkungan kampus yang sehat mental, di mana setiap mahasiswa memiliki kesempatan untuk berkembang secara holistik, baik secara akademis, sosial, maupun emosional.Keyword : Screening, Kecemasan, Mahasiswa Baru

Page 1 of 1 | Total Record : 5