cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
SIGMA EPSILON - Majalah Ilmiah Teknologi Keselamatan Nuklir
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
SIGMA EPSILON adalah majalah ilmiah yang menyajikan makalah hasil kegiatan riset dan kegiatan teknis penunjang riset lainnya yang dilaksanakan di Pusat Reaktor dan Keselamatan Nuklir (PTRKN) Badan Tenaga Nuklir Nasional.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 2 (2008): Mei 2008" : 5 Documents clear
RANCANG BANGUN SISTEM KELISTRIKAN MOTOR POMPA INJEKSI INHIBITOR M. Taufiq; Teguh Sulistyo; Kiswanto Kiswanto; Santosa Pujiarta
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 12, No 2 (2008): Mei 2008
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/sigma.2008.12.2.112

Abstract

RANCANG BANG UN SISTEM KELISTRIKAN MOTOR POMPA INJEKSI INHIBITOR. Dalam rangka pengendalian kualitas air yang berkaitan dengan pertumbuhan kerak, korosi dan mikro organisme yang terjadi padajalur pipa PAOI BROI dan PA02 BR02 sistem pendingin sekunder RSG-GAS, telah dilakukan rancang bangun sistem kelistrikan motor pompa injeksi inhibitor PAQ 01102/03 meliputi rangkaian sistemkontrol motor pompa injeksi inhibitor PAQ02 APO I, rangkaian sistem kontrol motor pompa injeksi NaOCI PAQOI APOI, rangkaian sistem kontrol pompa injeksi inhibitor PAQ02 AP02 dan rangkaian sistem kontrolpompa pengaduk RW02. Rangkaian sistem kontrol motor pompa PAQ 02 APOI yang terpasang pada tangki inhibitor akan beroperasi pada saat kontrol konduktivitas CQOI menunjukkan kondisi blow down dan motorpompa PAQ02 AP02 tidak beroperasi pada saat kontrol level CL02 menunjukkan batas terendah. Denganrancang bangun sistem kelistrikan  motor pompa injeksi inhibitor PAQ 01/02/03 ini diharapkan motor pompainjeksi NaOCI PAQOI APOI beroperasi secara kontinyu dan sistem kontrol pompa injeksi inhibitor PAQ02 AP02 beroperasi secara otomatis.
KAJIAN PENGARUH KONTAMINASI TERHADAP RUGI-RUGI DIELEKTRIK DAN BREAKDOWN MINYAK TRANSFORMATOR Teguh Sulistyo
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 12, No 2 (2008): Mei 2008
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/sigma.2008.12.2.113

Abstract

KAJIAN PENGARUH KONT AMINASI TERHADAP RUGI-RUGIDIELEKTRIK DANBREAKDOWN MINYAK TRANSFORMATOR. Minyak transformator merupakan media isolasi dan pendingin pada transformator. Oleh karena itu  kemurnian dari minyak transformator harus selalu diperhatikan.Ketidakmumian dapat muncul dalam minyak transformator baru akibat proses pembuatan atau selama proses penyimpanan maupun selama pemakaian akibat pengaruh lingkungan, seperti uap air, gas, partikel padat dan lain-lain. Disamping itu temperatur minyak transformator harus selalu dijaga karena dapat menyebabkan terjadinya pemuaian sehingga memungkinkan terjadinya kontaminasi akibat pertambahan volume. Semua faktor tersebut merupakan penyebab timbulnya rugi-rugi dielektrik minyak transformator yang dapat menyebabkan kekuatan dielektrik minyak transformator menjadi berkurang sehingga akan mempercepat proses breakdown minyak transformator. Dari hasil pengukuran temperatur transformator menggunakan infrared thermograph typeThermo Tracer TH9100PM Vl/PW VI menunjukkan temperatur pada bagian konservator transformator BHT03 tipe minyak mencapai temperatur 89°C dan karena kondisi temperatur serta sirkulasi udara di ruangtransformator BHT03 yang senantiasa berubah maka pemuaian minyak transformator menjadi tidak konstan sehingga cenderung merusak komposisi minyak transformator tersebut, sedangkan pada pengukuran tahanan isolasi antar phasa-phasa diperoleh hasil 200.000 MQ dan phasa-netral sebesar 2.000 MQ, serta dari treatment minyak transformator BHT03 terhadap breakdown menunjukkan peningkatan rata-rata sebesar 87,33 kV /2,5 mm. Nilai ini lebih besar dari standar PLN yaitu ~ 30 kV/2,5 mm, sehingga minyak transformator BHT03 layakdigunakan setelah dilakukan treatment.
PEMBUATAN PELINDUNG MOTOR CRANETIPE SWL 10 TON Sagino Sagino; Dedy Haryanto; Paidjo Paidjo
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 12, No 2 (2008): Mei 2008
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/sigma.2008.12.2.114

Abstract

PEMBUATAN PELINDUNG MOTOR CRANE TIPE SWL 10 TON. Telah dilakukan pembuatan pelindung motor crane tipe SWL 10 ton, yang berfungsi untuk melindungi motor crane dari percikan air akibat adanya kebocoran pada atap ruang bengkel. Desain pelindung dibuat seringan mungkin sehingga tidak menjadi beban yang berarti bagi crane dan bersifat knockdown yang mudah dibongkar pasang sehingga tidak menjadi penghalang ketika dilakukan pekerjaan perawatan motor. Rangka pelindung terbuat dari besi hollow berukuran 20 x 20 mm dengan tinggi 1,64 m, luas area yang terlindungi 1,84 x 2,5 m2 sesuai dengan besar motor crane, sedangkan rangka atap dari besi plat tebal 2 mm dan atap dari bahan fiberglass setebal 2 mm. Dengan adanya pelindung ini motor crane diharapkan dapat terhindar dari kerusakan akibat percikan air dari atap ruang bengkel.
KAJIAN FLUKS NEUTRON TERAS REAKTOR DAYA GENERASI LANJUT Maman Mulyaman
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 12, No 2 (2008): Mei 2008
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/sigma.2008.12.2.110

Abstract

KAJIAN FLUKS NEUTRON TERAS REAKTOR DAYA GENERASI LANJUT. Pada saat ini sedang dikembangkan sistem energi nuklir generasi keempat (SEN Gen IV) atau generasi lanjut oleh Generation IV International Forum (OIF). Sistem energi nuklir tersebut adalah : (1) Gas-Cooled Fast Reactor (GFR), (2) Lead-Cooled Fast Reactor (LFR), (3) Molten Salt Reactor (MSR), (4) Sodium-Cooled Fast Reactor (SFR), Super Critical Water Reactor (SCWR), dan (6) Very High Temperature Reactor (VHTR). Dalam perkembangannya reaktor generasi lanjut diharapkan akan bisa menggantikan PLTN yang sedang beroperasi sekarang ini. Agar suatu reaktor bisa beroperasi sesuai dengan yang diharapkan, maka kajian teras reaktor merupakan suatu hal yang sangat penting untuk beroperasinya suatu reaktor. Sebagai langkah awal untuk memahami reaktor generasi lanjut, maka pada penelitian ini telah dilakukan kajian fiuks neutron teras reaktor daya generasi lanjut dari reaktor jenis GFR dengan daya 600 MWth berbahan bakar UPuC/SiC dengan komposisi (UPuC=70% dan SiC=30%) dengan kandungan Pu =20%. Hasil perhitungan dengan mengunakan program komputer MCNP IVB diperoleh fiuks neutron 1,851 x 1015 n/cm 2 Idt.
ANALISIS KECELAKAAN STEAM GENERA TOR TUBE RUPTURE (SGTR) DAN PENGISOLASIANNYA PADA PWR Andi Sofrany Ekariansyah
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 12, No 2 (2008): Mei 2008
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/sigma.2008.12.2.111

Abstract

ANALISIS KECELAKAAN STEAM GENERATOR TUBE RUPTURE (SGTR) DANPENGISOLASIANNYA PADA PWR. Telah dilakukan analisis kecelakaan SGTR serta pengisolasiannya pada PWR dengan menggunakan program perhitungan RELAP/SCDAP. Dalam analisis ini, digunakan PWR standaryang mengacu pada PLTN Tsuruga Unit 2 sebagai model. Analisis dilakukan pada hasil simulasi SGTR berdasarkan data input RELAP yang dibuat NUPEC, dimana respon sistem kendali reaktor sepenuhnyabergantung pada setting otomatis. Kendali manual hanya dilakukan untuk meneapai pengisolasian kebocoran.Dari hasil simulasi terlihat adanya respon sistem kendali reaktor terhadap kebocoran melalui SGTR sesuai skenario yang diharapkan seperti trip reaktor, aktuasi sistem kendali air umpan, sistem kendali bypass turbin,sistem kendali pembebas uap, dan aktuasi injeksi keselamatan. Dengan asumsi terjadi kegagalan pengisolasian kebocoran pada tahap awal, air umpan di sisi sekunder memenuhi kubah uap di pembangkit uap yang bocor maupun yang utuh sehingga memicu terbukanya katup pembebas uap (MSR V) dan terlepasnya produk fisi secara berlebihan ke lingkungan. Namun pengisolasian kebocoran melalui aktuasi katup pembebas pressurizer (PORV) yang diikuti dengan penghentian injeksi keselamatan secara manual berhasil dilakukan. Skenario yang diperoleh memperlihatkan perlunya modifikasi pada beberapa sistem kendali reaktor di atas agar dapat dijalankan seeara manual sehingga sekuensi kecelakaan yang diperoleh dapat lebih mirip dengan yang ada dalamreferensi.

Page 1 of 1 | Total Record : 5