cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
SIGMA EPSILON - Majalah Ilmiah Teknologi Keselamatan Nuklir
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
SIGMA EPSILON adalah majalah ilmiah yang menyajikan makalah hasil kegiatan riset dan kegiatan teknis penunjang riset lainnya yang dilaksanakan di Pusat Reaktor dan Keselamatan Nuklir (PTRKN) Badan Tenaga Nuklir Nasional.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 3 (2008): Agustus 2008" : 5 Documents clear
ANALISIS KETEBALAN PIPA SISTEM PENDINGIN SEKUNDER RSG–GAS Roziq Himawan; Sriyono Sriyono; Syafrul Syafrul; Hendra Prasetya
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 12, No 3 (2008): Agustus 2008
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/sigma.2008.12.3.2936

Abstract

Telah dilakukan analisis ketebalan pipa pada sistem pendingin sekunder Reaktor Serba Guna. Siwabessy (RSG GAS) dalam rangka pelaksanaan program manajemen penuaan. Analisis dilakukan melalui inspeksi visual, pengukuran ketebalan dengan metode ultrasonik dan analisis unsur kimia. Lokasi analisis ditetapkan berdasarkan kondisi aliran fluida di dalam pipa dan susunan perpipaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pipa pada sistem pendingin sekunder telah mengalami penipisan yang disebabkan oleh proses korosi, yaitu korosi homogen dan korosi sumuran. Untuk memperlambat laju penipisan agar tercapai umur desain maka perlu dilakukan peningkatan kualitas air untuk memperlambat terjadinya proses korosi pada pipa.
ANALISIS KENYAMANAN KERJA BERDASARKAN PENGUKURAN TEMPERATUR UDARA DI RUANG KENDALI UTAMA UNTAI UJI TERMOHIDROLIKA REAKTOR Darlis Darlis; Suharyo Widagdo; Kiswanta Kiswanta
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 12, No 3 (2008): Agustus 2008
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/sigma.2008.12.3.2932

Abstract

Munculnya kesadaran bahwa manusia memainkan peran penting pada keselamatan dan keandalan operasi instalasi, ruang kerja yang nyaman telah dipersyaratkan untuk dapat mengoptimalkan unjuk kerja dan produktivitas operator. Telah dilakukan pengukuran temperatur udara di dalam ruang kendali utama untai uji termohidrolika reaktor-Bidang Operasi Fasilitas (RKU UUTR-BOFa), dengan cara melakukan setting temperatur pada kondisi tertentu, kemudian dilakukan tanya jawab terhadap 5 (lima) orang responden. Pengukuran ini untuk mengetahui apakah suhu nyaman bagi operator sesuai dengan standar yang ditetapkan American Society of Heat in Room And Environment (ASHRAE 55-1992) serta sebagai bahan masukan bagi pelaku industri lain. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa standar ASHRAE 55-1992 tidak dapat diterapkan pada RKU-UUTR-BOFa, karena masih terlalu dingin untuk operator.
KARAKTERISASI MIKROBA DALAM AIR PENDINGIN SEKUNDER RSG-GAS Itjeu Karliana; Geni Rina Sunaryo; Diah Erlina
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 12, No 3 (2008): Agustus 2008
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/sigma.2008.12.3.2933

Abstract

Telah diperoleh hasil identifikasi karakteristik bakteri yang terkandung dalam air sistem pendingin sekunder RSG-GAS berdasarkan sifat-sifat morfologi sel, sifat-sifat fisiologi sel dan respon terhadap reaksi karbohidrat serta dihitung jumlah koloni bakteri dengan metode total plate count. Sampling air dilakukan pada beberapa tempat antara lain di kolam pendingin sekunder (1), setelah lewat kran (2), seteleh sistem penukar panas (3), dan air masuk ke kolam pendingin setelah lewat kran (4). Sampel dianalisis secara mikrobiologi menurut prosedur Bergey’s Manual. Berdasarkan hasil isolasi, telah teridentifikasi adanya spesies bakteri pereduksi sulfat dari species desulfococcus multivoran. Masing-masing, lokasi (1) mengandung 7,4 x 104 cfu/ml, lokasi (2) 6,9 x 104 cfu/ml, lokasi (3) 2,8 x 104 cfu/ml, dan lokasi (4) 1,9 x 104 cfu/ml. Hasil analisis dari keempat lokasi diperoleh bahwa kandungan bakteri masih dibawah spesifikasi air pendingin sekunder yaitu <106 cfu/ml. Ukuran mikro partikel bakteri 0,5 μ masih mampu lolos dari sistem filtrasi air pendingin kecuali memakai filter bakteri semi permeable berukuran 0,22 μ. Keberadaan bakteri pereduksi sulfat yang terakumulasi membentuk lapisan dapat menimbulkan biokorosi dan pada suatu saat dapat menurunkan kemampuan sistem pertukaran panas.
TEKNOLOGI PROSES PRODUKSI HIDROGEN BERBASIS ENERGI NUKLIR Sriyono Sriyono
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 12, No 3 (2008): Agustus 2008
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/sigma.2008.12.3.2934

Abstract

Sejak beberapa dekade terakhir, penelitian dan pengembangan proses produksi hidrogen telah banyak dilakukan. Kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan energi baru menggantikan energi fosil yang sudah ada pada saat ini. Energi fosil jumlahnya terbatas serta mencemari lingkungan sehingga harus digantikan oleh energi terbarukan yang lebih bersih. Energi baru ini harus dapat diproduksi secara massal (skala besar) dengan aman, ramah lingkungan, secara ekonomi layak untuk diproduksi, dan mampu didaur ulang. Salah satu energi alternatif itu adalah hidrogen. Penggunaan hidrogen akan mengurangi emisi CO2 ke atmosfir. Tetapi produksinya masih harus ditopang dengan sumber energi lain. Metode produksi hidrogen ada 2 macam yaitu konvensional dan modern, metode modern menggunakan energi nuklir sebagai pemasok panas yang dibutuhkan untuk prosesnya. Metode produksi hidrogen konvensional juga tidak diharapkan karena masih menghasilkan emisi gas CO2, oleh sebab itu dikembangkan penggunaan energi nuklir. Energi nuklir memberikan solusi yang lebih sehat dengan tidak mencemari lingkungan. Di makalah ini akan dibahas 3 macam teknologi produksi hidrogen yang memanfaatkan energi nuklir sebagai pemasok panasnya yaitu: metode elektolisis air, metode pemecahan air secara termokimia dengan katalis iodin-sulfur, dan steam reforming gas metana. Dasar-dasar teknologi, keunggulan dan kekurangan, status terkini dan estimasi biaya dari proses produksi tersebut akan dipaparkan dalam makalah ini.
PERANCANGAN ALAT CONSTANT EXTENSION RATE Alim Mardhi; Roziq Himawan; Sri Nitiswati
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 12, No 3 (2008): Agustus 2008
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/sigma.2008.12.3.2935

Abstract

Stress Corrosion Cracking (SCC) adalah jenis korosi yang signifikan berpengaruh terhadap menurunnya integritas komponen struktur reaktor. Penelitian mengenai SCC telah banyak dilakukan oleh para peneliti. Salah satu metode yang digunakan adalah dengan melakukan pengujian material di dalam autoclave temperatur tinggi dengan lingkungan korosif dan tekanan diatas tekanan atmosfer. Di dalam autoclave tersebut dilengkapi dengan suatu alat tambahan yang dinamakan constant extension rate (CER). Fungsi CER ini adalah untuk memberikan tegangan pada spesimen dengan cara ditarik dan ditahan konstan pada tegangan tertentu. Autoclave yang dimiliki oleh PTRKN belum dilengkapi dengan CER, sehingga untuk kegiatan penelitian SCC perlu ditambahkan CER. Makalah ini memuat rancangan alat CER agar dapat dipabrikasi dapat digunakan bersama autoclave untuk kegiatan penelitian SCC. Dasar perhitungan perancangan menggunakan teori mekanika bahan dan ilmu perancangan elemen mesin. Dari hasil perancangan telah dilakukan review dan dapat disimpulkan bahwa rancangan dapat diterima dan selanjutnya dapat diteruskan dengan proses fabrikasi CER sehingga bersama-sama dengan autoclave dapat digunakan untuk penelitian SCC.

Page 1 of 1 | Total Record : 5