cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
SIGMA EPSILON - Majalah Ilmiah Teknologi Keselamatan Nuklir
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
SIGMA EPSILON adalah majalah ilmiah yang menyajikan makalah hasil kegiatan riset dan kegiatan teknis penunjang riset lainnya yang dilaksanakan di Pusat Reaktor dan Keselamatan Nuklir (PTRKN) Badan Tenaga Nuklir Nasional.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 4 (2009): November 2009" : 5 Documents clear
RANCANGAN PENGUJIAN SISTEM PEMURNIAN GAS PENDINGIN PRIMER HTGR Piping Supriatna
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 13, No 4 (2009): November 2009
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/sigma.2009.13.4.2965

Abstract

Pemanfaatan PLTN saat ini tidak hanya terbatas pada fungsinya sebagai pembangkit tenaga listrik, tapi jugaberkembang untuk aplikasi lainnya seperti produksi hidrogen, desalinasi, dll., yang diistilahkan sebagai reaktorkogenerasi. Reaktor ini umumnya dari jenis High Temperature Gascooled Reactor (HTGR), denganmenggunakan heat exchanger khusus untuk pendingin berupa gas helium, yang mampu menghasilkan outputpanas jauh lebih tinggi dibandingkan dengan PLTN konvensional. Untuk menjaga tingkat efisiensi pertukaranpanas, perlu dijaga kemurnian gas helium sebagai pendingin primer dari pengotornya (impurity). Dalam makalahdibahas rancangan sistem pemurnian gas pendingin primer reaktor kogenerasi, namun dalam implementasinya dilapangan sistem pemurnian ini memerlukan pengujian dalam rangka quality control, agar dalampengoperasiannya tidak menimbulkan masalah. Karakteristik sistem pemurnian gas helium ditentukan denganmenggunakan simulator fisik untai uji reaktor, untuk memperoleh hubungan antara efisiensi sistem pendinginprimer reaktor terhadap tingkat kemurnian gas pendinginnya. Dengan diketahuinya laju proses pemurnian gaspendingin melalui pengujian secara langsung, maka dapat diketahui unjuk kerja / efisiensi heat transfer dari loopprimer. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep rancangan pengujian sistem pemurnian gas pendingin primerini memungkinkan untuk diimplementasikan pada reaktor kogenerasi HTGR di lapangan.
PERTIMBANGAN ERGONOMI PADA PERANCANGAN STASIUN KERJA Darlis Darlis; Suharyo Widagdo; Sigit Santoso; Bang Rozali
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 13, No 4 (2009): November 2009
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/sigma.2009.13.4.2966

Abstract

Faktor manusiamemegang peranan penting pada dunia industri terutama dalam hal keselamatan instalasi. Kesalahan manusiadapat disebabkan karena rancangan stasiun kerja yang tidak baik. Salah satu aspek penting dalam perancanganstasiun kerja adalah aspek ergonomi. Pertimbangan ergonomi memasukkan aspek kemudahan dan kenyamananpengguna dalam mengoperasikan suatu alat. Makalah ini membahas kajian ergonomi pada perancangan stasiunkerja agar operator merasa mudah dan nyaman dalam melakukan tugasnya. Manusia sebagai pelaku harusmenjadi patokan dalam merancang stasiun kerja sehingga alat yang dibuat menyesuaikan dengan dataantropometri dan perilaku manusia. Untuk itu perlu diketahui data ukuran antropometri dan perilaku manusiadalam bekerja. Dengan memasukkan pertimbangan ergonomi dalam perancangan stasiun kerja maka kesalahanmanusia dalam pengoperasian alat diharapkan secara sistematis menjadi berkurang.
ANALISIS DAN PERHITUNGAN PELEPASAN DEBU KARBON PADA SISTEM PENDINGIN RGTT 200 MW Sriyono Sriyono
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 13, No 4 (2009): November 2009
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/sigma.2009.13.4.2967

Abstract

Reaktor Berpendingin Gas Temperatur Tinggi (RGTT) merupakan reaktor generasi lanjutyang menggunakan helium sebagai pendinginnya. Selain menghasilkan listrik, RGTT dapat dikogenerasi untukdigunakan pada instalasi produksi hidrogen, coal gasification, coal liquifaction dan desalinasi. Reaktor RGTT200 MW menggunakan bahan bakar kernel yang dilapis dengan tiga lapisan pyrocarbon (TRISO) selanjutnyaTRISO dibentuk menjadi bola. Salah satu permasalahan yang terjadi pada sistem pendingin RGTT adalahadanya debu karbon yang berasal dari lepasan coating bahan bakar dan terbawa dalam aliran helium. Debu yangterbawa aliran pendingin akan memicu terjadinya korosi erosi. Pengikisan debu ini harus diantisipasi untukmenjamin keselamatan pengoperasian RGTT. Pada makalah ini akan ditampilkan perhitungan laju pelepasandebu karbon pada RGTT 200 MW. Perhitungan didasarkan pada jumlah konsumsi bahan bakar satu tahunoperasi, laju alir pendinginan teras, laju alir helium masuk ke Helium Inventory System dan kemampuanpengambilan debu karbon pada filter HEPA yang digunakan pada Helium Purification System. Pada perhitunganyang telah dibuat untuk daya RGTT 200 MW, parameter input yang diasumsikan adalah konsumsi bahan bakar300.000 pebble/tahun, laju alir helium pada aliran primer adalah 110 kg/s, laju alir ke Helium Inventory Systemadalah 0,45 %, dan laju pelepasan setiap pebble 0,03 gram/tahun. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa denganasumsi kapabilitas filter HEPA pada HIS minimal 75% maka laju penumpukan debu karbon pada sistempendingin RGTT adalah 8969,63 gram per tahun. Apabila RGTT didisain untuk masa operasi 60 tahun makaakan terdapat 538.178 gram debu karbon pada masa akhir operasionalnya.
STUDI SIKLUS PENDINGIN SEKUNDER REAKTOR GARAM CAIR PADA TEMPERATUR TINGGI Sri Sudadiyo
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 13, No 4 (2009): November 2009
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/sigma.2009.13.4.2962

Abstract

Dari sudut pandang sistem energi dan lingkungan, konsep Reaktor Garam Cair (Molten Salt Reactor /MSR) sebagai salah satu jenis reaktor nuklir generasi IV yang mempunyai kemampuan baik untuk alatpembangkit listrik. Dalam MSR, panas dari bahan bakar diserap helium melalui alat penukar kalor. Heliumdigunakan sebagai fluida kerja dalam siklus pendingin sekunder atau siklus tertutup turbin dari instalasi PLTNtipe MSR. Helium dengan temperatur 973 K diekspansikan melalui turbin agar menghasilkan kerja yangbermanfaat untuk memutar kompresor dan generator listrik. Dari hasil perhitungan diperoleh efisiensi termal44,5 %, rasio tekanan optimum 2,4 %, dan rasio temperatur 16,5 %, sehingga sistem turbin helium ini layakdiaplikasikan dalam instalasi MSR.
STUDI PENGOLAHAN LIMBAH RADIOAKTIF CAIR DENGAN TEKNOLOGI MEMBRAN Tri Harjanto
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 13, No 4 (2009): November 2009
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/sigma.2009.13.4.2963

Abstract

Pemanfaatan teknologi nuklir menghasilkan limbah radioaktif yang harus dikelola supaya tidak mencemarilingkungan dan masyarakat, diantaranya dengan teknologi membran, khususnya untuk pengolahan limbahradioaktif cair. Studi ini akan membahas teknologi membran untuk mereduksi limbah radioaktif cair supayavolumenya menjadi kecil sehingga memudahkan pengelolaan selanjutnya. Proses pengolahan limbah denganmembran bekerja dengan cara pemisahan patikel pengotor termasuk partikel radioaktif berdasarkan besarnyadiameter partikel, atom-atom maupun ion-ion radioaktif yang terlarut bersama air. Pemisahan air dengan partikelradioaktif ini berdasarkan diameter parikel yang terlarut. Partikel yang terlarut dapat berukuran mikrometer,ultrameter maupun nanometer, untuk pemisahan partikel mikro dengan membran mikrofiltrasi, untukmemisahkan partikel ultra dengan membran ultrafiltrasi sedang yang berukuran nano dengan membrannanofiltrasi dan ion-ion dapat dipisahkan dengan membran sistem Reverse Osmosis (RO).

Page 1 of 1 | Total Record : 5