cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
SIGMA EPSILON - Majalah Ilmiah Teknologi Keselamatan Nuklir
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
SIGMA EPSILON adalah majalah ilmiah yang menyajikan makalah hasil kegiatan riset dan kegiatan teknis penunjang riset lainnya yang dilaksanakan di Pusat Reaktor dan Keselamatan Nuklir (PTRKN) Badan Tenaga Nuklir Nasional.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 3 (2010): Agustus 2010" : 5 Documents clear
ANALISIS EKSENTRISITAS BANTALAN UNTUK POROS DALAM SISTEM TURBIN GAS Sri Sudadiyo
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 14, No 3 (2010): Agustus 2010
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1348.675 KB) | DOI: 10.17146/sigma.2010.14.3.2980

Abstract

Konsep Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) tipe Reaktor Garam Cair (Molten Salt Reactor / MSR) dinilaibaik dalam keselamatan untuk alat pembangkit listrik karena mempunyai dua siklus pendinginan yaitu pendinginprimer dan pendingin sekunder. Sistem pendingin sekunder dari MSR ini menggunakan siklus tertutup turbinhelium dimana temperatur masuk masuk turbin 973K dan tekanan 0,5 MPa. Sebagian besar kerja yangdihasilkan turbin dimanfaatkan untuk memutar kompresor yang terletak pada poros yang sama dengan turbin.Poros tersebut didukung oleh bantalan sehingga eksentrisitas dari bantalan harus diketahui agar tidak terjadigesekan antara poros dan bantalan. Dari hasil perhitungan diperoleh angka dari faktor eksentrisitas sebesar 0,61sehingga siklus tertutup turbin helium ini layak diaplikasikan dalam instalasi MSR.
STUDI PEMILIHAN MATERIAL UNTUK REAKTOR GAS TEMPERATUR TINGGI Abdul Hafidz
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 14, No 3 (2010): Agustus 2010
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.042 KB) | DOI: 10.17146/sigma.2010.14.3.2981

Abstract

ReaktorGas Temperatur Tinggi (RGTT) adalah jenis reaktor generasi keempat. Reaktor ini beroperasi pada temperaturyang tinggi, hingga ± 900 0C. Sifat logam pada temperatur tinggi akan mengalami penurunan kemampuanterhadap korosi, ketangguhan, sifat aus, kekerasan, kekuatan dan mampu bentuk. Dilain pihak sifat rapuh dantidak tahan terhadap mulur meningkat. Penggunaan baja paduan (alloy steel) dan komposit sebagai materialtemperatur tinggi menjadi solusi. Berdasarkan hasil studi yang dilakukan diperoleh bahwa kandidat materialRGTT adalah low steel alloy, titanium alloy dan stainless steel. Potensi kandidat material tersebut untuk kondisitemperatur hingga 6000C. Analisis ini dilakukan dengan mengacu pada diagram batas elastisitas 50 MPaterhadap ketangguhan material terhadap potensi cacat bawaan karena ketidaksempurnaan material. Padakenyataannya temperatur operasi RGTT mencapai 9000C. Oleh karena itu, dengan menggunakan diagramkekuatan material terhadap kondisi temperatur tinggi dan menggabungkan hasil yang diperoleh pada diagramsebelumnya maka diperoleh bahwa kandidat material yang aman untuk RGTT adalah Stainless Steel.
IDENTIFIKASI KERUSAKAN TERMINAL LISTRIK PADA KATUP MESIN TEKUK TIPE MPV1620 Paidjo Paidjo; Riswan Djambiar; Sagino Sagino
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 14, No 3 (2010): Agustus 2010
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.181 KB) | DOI: 10.17146/sigma.2010.14.3.2982

Abstract

Kelancaran operasi mesin tekuk pelat tergantung dari unjuk kerja masing-masing komponen.Apabila salah satu komponen ada kerusakan / bermasalah berarti mesin tekuk pelat tidak bisa beroperasi dengansempurna, karena masing-masing komponen selalu berkaitan saling menunjang. Pada waktu dilakukan uji cobakinerja mesin tekuk untuk membentuk berbagai macam sudut tekuk dengan menggunakan beberapa materialberupa pelat seperti aluminium, carbon steel, stainless steel dan seng serta berbagai macam ketebalan terjadikerusakan pada komponen terminal listrik, mesin tidak bisa dioperasikan. Masalah tersebut perlu dicaripenyebabnya agar mesin bisa berfungsi kembali. Identifikasi masalah dilakukan dengan pemeriksaan masingmasingkomponen terkait dengan kerusakan. Dari hasil identifikasi diperoleh bahwa power supply pada katupkontrol tidak ada, tembaga sebagai penghantar listrik pada terminal listrik tidak terhubung dengan katup kontrolkarena adanya korosi.
PENGEMBANGAN LIMIT SWITCH MANUAL DAN OTOMATIS PADA MESIN FRIS Riswan Djambiar
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 14, No 3 (2010): Agustus 2010
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1033.223 KB) | DOI: 10.17146/sigma.2010.14.3.2983

Abstract

Rangkaian tambahan yang dicangkokan pada mesin fris berfungsi untuk mengubah sistem limit switch apabilamesin tersebut hendak digunakan pada posisi manual atau otomatis. Fungsi utamanya adalah untuk mengontrolapabila terjadi kesalahan dalam menjalankan mesin, atau salah dalam mengoperasikan yang mengakibatkanmesin hilang kontrol kerja dan keluar dari batas benda kerja, maka limit switch ini sebagai penyelamatnya. Limitswitch dapat berfungsi dalam keadaan manual dan otomatis, pengoperasianya tergantung pada saat dihidupkanpertama kali sesuai dengan perintah operator.
ANALISIS EKSENTRISITAS BANTALAN UNTUK POROS DALAM SISTEM TURBIN GAS Sri Sudadiyo
SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir Vol 14, No 3 (2010): Agustus 2010
Publisher : Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1348.675 KB) | DOI: 10.17146/sigma.2010.14.3.2979

Abstract

Konsep Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) tipe Reaktor Garam Cair (Molten Salt Reactor / MSR) dinilaibaik dalam keselamatan untuk alat pembangkit listrik karena mempunyai dua siklus pendinginan yaitu pendinginprimer dan pendingin sekunder. Sistem pendingin sekunder dari MSR ini menggunakan siklus tertutup turbinhelium dimana temperatur masuk masuk turbin 973K dan tekanan 0,5 MPa. Sebagian besar kerja yangdihasilkan turbin dimanfaatkan untuk memutar kompresor yang terletak pada poros yang sama dengan turbin.Poros tersebut didukung oleh bantalan sehingga eksentrisitas dari bantalan harus diketahui agar tidak terjadigesekan antara poros dan bantalan. Dari hasil perhitungan diperoleh angka dari faktor eksentrisitas sebesar 0,61sehingga siklus tertutup turbin helium ini layak diaplikasikan dalam instalasi MSR.

Page 1 of 1 | Total Record : 5