cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
ganendra@batan.go.id
Editorial Address
Jl. Babarsari Kotak Pos 6101 ykbb, Yogyakarta 55281
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Ganendra: Majalah IPTEK Nuklir
ISSN : 14106957     EISSN : 25035029     DOI : https://doi.org/10.17146/gnd
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Iptek Nuklir Ganendra merupakan jurnal ilmiah hasil litbang dalam bidang iptek nuklir, diterbitkan oleh Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan (PTAPB) - BATAN Yogyakarta. Frekuensi terbit dua kali setahun setiap bulan Januari dan Juli.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Volume 19 Nomor 1 Januari 2016" : 5 Documents clear
PENCANGKOKAN SECARA RADIASI ASAM AKRILAT PADA SELULOSA DENGAN KEBERADAAN METIL METAKRILAT Meri Suhartini
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 19 Nomor 1 Januari 2016
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.15 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2016.19.1.2760

Abstract

ABSTRAK PENCANGKOKAN SECARA RADIASI ASAM AKRILAT PADA SELULOSA DENGAN KEBERADAAN METIL METAKRILAT. Dalam studi ini Selulosa pada jerami padi diisolasi secara kimia melalui tahap delipifikasi, demineralisasi, pulping dan delignifikasi. Modifikasi selulosa dilakukan menggunakan metode kopolimerisasi cangkok secara simultan dengan inisiator sinar gamma pada dosis 10 kGy; 20 kGy; 30 kGy; 40 kGy.  Sebagai monomer digunakan asam akrilat (AA) dan metil metakrilat (MMA) dengan 2 macam variasi perbandingan konsentrasi. Studi ini bertujuan untuk mendapatkan selulosa yang mempunyai sifat fisik kimia tertentu yang dapat dipergunakan sebagai adsorben ion logam pada limbah cair bersuhu tinggi. Pada paper ini konsentrasi pembahasan lebih pada modifikasi selulosa menggunakan metode pencangkokan secara iradiasi. Dilakukan analisis derajat pencangkokan, rasio pengembangan, temperatur degradasi menggunakan differential scanning calorimetry (DSC) dan gugus fungsi menggunakan FTIR. Hasil studi menunjukan  bahwa dosis iradiasi optimal dicapai pada 30 kGy, dengan  persen pencangkokan sebesar 87,99 %. Keberhasilan kopolimerisasi ditunjukkan dengan munculnya puncak baru dari gugus fungsi C=O pada bilangan gelombang 1705 cm-1, C=C pada 1576 cm-1. Temperatur degradasi selulosa setelah pencangkokan dicapai pada 550 °C dan rasio pengembangan dalam air sebesar 117,04%. Keberadaan metil metakrilat menurunkan rasio pengembangan kopolimer selulosa-AA dalam air sebesar  335,42% dibandingkan kopolimer selulosa-AA tanpa MMA.
DESORPSI ION Fe2+, Cr3+, DAN Zn2+ DALAM KONSENTRAT ZIRKON DENGAN HNO3, HCL, HNO3+HCL DAN H2O Muzakky, Supriyanto C
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 19 Nomor 1 Januari 2016
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.719 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2016.19.1.2761

Abstract

ABSTRAK DESORPSI ION Fe2+, Cr3+, DAN Zn2+ DALAM KONSENTRAT ZIRKON DENGAN HNO3, HCL, HNO3+HCL DAN H2O.  Telah dilakukan studi tentang desorpsi ion Fe2+, Cr3+, dan Zn2+ dalam konsentrat zirkon dengan HNO3, HCl, HNO3+HCl dan H2O.  Tujuan dari penelitian ini (1) mendapatkan data % desorpsi, profil desorpsi dan konstanta desorpsi Fe2+, Cr3+ dan Zn2+ kedalam HNO3, HCl, HNO3+HCl dan H2O. Selanjutnya ke (2) penelitian ini akan memprediksi kecepatan konstanta desorpsi (kdes).  Penelitian  desorpsi dan konstanta kecepatan desorpsi dilakukan dengan teflon bom digester dengan variasi waktu kontak.  Hasil % desorpsi, laju desorpsi dan konstanta desorpsi ternyata pelarut HCl terbaik untuk ion Zn2+ dengan harga kdes 6,61×10-3 menit-1, dengan urutan  harga kdes berturut-turut ion Zn2+ > Fe2+> Cr3+. Pada penggunaan pelarut HNO3 diperoleh harga kdes terbaik pada ion Fe2+dengan harga  kdes 6,1×10-3 menit-1, dengan urutan  Fe2+> Cr3+ > Zn2+.  Pada penggunaan campuran HNO3+HCl diperoleh harga kdes yang mirip dengan penggunaan pelarut  HNO3 dengan perolehan kdes untuk ion Cr3+ 3,8 ×10-3 menit-1.  Sementara untuk pelarut H2O tampaknya hanya Fe2+ yang mempunyai harga kdes paling tinggi sebesar 1,04×10-3 menit-1.
PENGARUH DOSIS ION NITROGEN PADA KETAHANAN KOROSI, STRUKTUR MIKRO DAN STRUKTUR FASE BIOMATERIAL STAINLESS STEEL AUSTENITIK 316L Lely Susita R.M., Bambang Siswanto, Ihwanul Aziz, Anjar Anggraini H
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 19 Nomor 1 Januari 2016
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.304 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2016.19.1.2777

Abstract

ABSTRAK PENGARUH DOSIS ION NITROGEN PADA KETAHANAN KOROSI, STRUKTUR MIKRO DAN STRUKTUR FASE BIOMATERIAL STAINLESS STEEL AUSTENITIK 316L. Keberhasilan pemanfaatan biomaterial untuk piranti cangkok ortopedik ditentukan oleh sifat-sifat mekanik, stabilitas kimia dan biokompatibilitas dalam jaringan dan cairan tubuh. Ketahanan korosi adalah salah satu sifat utama biomaterial untuk menentukan keberhasilan cangkok ortopedik dalam jaringan tubuh. Terlepasnya partikel-partikel dari piranti cangkok ortopedik berbahan metal ke sekitar sel atau jaringan dapat mengakibatkan peradangan, reaksi alergi, toksisitas dan karsinogen. Oleh karena itu dalam penelitian ini dilakukan perbaikan sifat-sifat permukaan biomaterial stainless steel austenitik 316L dengan teknik implantasi ion nitrogen dan nitridasi ion. Implantasi ion nitrogen dilakukan pada energi ion 60 keV dengan variasi dosis ion 2 ´ 1016 ion/cm2, 5 ´ 1016 ion/cm2, 1 ´ 1017 ion/cm2 dan 2 ´ 1017 ion/cm2. Ketahanan korosi cuplikan stainless steel austenitik 316L dalam larutan Hanks dilakukan dengan menggunakan potensiostat PGS-201T, dan ketahanan korosi optimum cuplikan diperoleh pada dosis ion 5 ´ 1016 ion/cm2 dan terjadi peningkatan ketahanan korosi dengan faktor 2,1 jika dibandingkan dengan cuplikan tanpa implantasi ion nitrogen. Peningkatan ketahanan korosi cuplikan tersebut karena terbentuknya nitrida besi x-Fe2N dan e-Fe3N pada permukaan cuplikan. Selanjutnya cuplikan stainless steel austentik 316L dengan ketahanan korosi optimum tersebut dinitridasi ion pada suhu nitrodasi 350 ºC dan waktu nitridasi 4 jam. Berdasarkan uji korosi cuplikan yang dihasilkan dengan nitridasi ion diperoleh peningkatan  ketahanan korosi dengan faktor 2,96 jika dibandingkan dengan cuplikan sebelum implantasi ion. Peningkatan ketahanan korosi cuplikan tersebut diakibatkan karena terbentuknya  nitrida besi x-Fe2N dan g¢-Fe4N yang memiliki sifat ketahanan korosi yang baik.
EKSTRAKSI Zr DAN Hf MENGGUNAKAN CAMPURAN EKTRAKTAN TBP DAN CYANEX 921 Susana Tuning S, Tri Handini, Dwi Biyantoro, Samin
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 19 Nomor 1 Januari 2016
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.472 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2016.19.1.2762

Abstract

ABSTRAK EKSTRAKSI Zr DAN Hf MENGGUNAKAN CAMPURAN EKTRAKTAN TBP DAN CYANEX 921. Telah dilakukan ekstraksi larutan Zr yang mengandung Hf menggunakan campuran extraktan TBP dan Cyanex 921. Sebagai fasa air digunakan larutan campuran ZrO(NO3)2 dan HfO(NO3)2 yang mengandung Zr 26 gr/L dan Hf 0,5 gr/L dan penggaram NaNO3 3,5 M, sedangkan ekstraktan atau fasa organik adalah campuran 30% TBP dan Cyanex 921 dengan variasi konsentrasi yang diencerkan dengan kerosen. Parameter yang diteliti yaitu konsentrasi ekstraktan, kecepatan pengadukan, waktu pengadukan, dan perbandingan fasa air dan fasa organik.  Untuk analisis Zr dan Hf digunakan metode X-Ray Fluorescence (XRF).  Dari hasil optimasi proses ekstraksi Zr dan Hf dari larutan Zr-Hf dengan menggunakan campuran ekstraktan TBP dan Cyanex 921 diperoleh kesimpulan sebagai berikut: konsentrasi ekstraktan Cyanex 921 adalah 12,5%, waktu pengadukan selama 25 menit dengan kecepatan pengadukan 500 rpm, dan perbandingan fasa air dan fasa organik  1 : 1,5.  Pada kondisi ini diperoleh faktor pisah (FP) Zr-Hf = 6,447, efisiensi ekstraksi Zr = 93,57% dan untuk Hf = 69,31% serta Kd Zr = 14,556 dan Kd Hf  = 2,258.
SINTESIS DAN SERTIFIKASI BAHAN ACUAN BERSERTIFIKAT (CRM) ZIRKONIA HASIL OLAH PASIR ZIRKON Samin, Supriyanto C, Sajima
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 19 Nomor 1 Januari 2016
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.575 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2016.19.1.2778

Abstract

ABSTRAK SINTESIS DAN SERTIFIKASI BAHAN ACUAN BERSERTIFIKAT (CRM) ZIRKONIA HASIL OLAH PASIR ZIRKON. Sintesis dan sertifikasi bahan acuan bersertifikat (CRM) zirkonia hasil olah pasir zirkon perlu dilakukan untuk mendukung kegiatan pilot plant pembuatan zirkonia di PSTA-BATAN. Sintesis dan sertifikasi CRM zirkonia dilakukan menggunakan  bahan baku zirkonium oksid klorida hasil olah pasir zirkon Kalimantan. Zirkonium oksid klorida  dilarutkan dengan aquadest (1:10), ditambah ammonia pada pH 10, maka terbentuk endapan zirkonium hidroksida. Zirkonium hidroksida  dipanaskan pada suhu 110 oC dan dilakukan kalsinasi  pada suhu 900 oC, sehingga diperoleh zirkonia. Zirkonia dikeringkan pada suhu 110 oC, digerus dan diayak sampai diperoleh ukuran butir lolos 200 mesh. Serbuk zirkonia dihomogenkan, kemudian dilakukan uji homogenasi, uji stabilisasi, uji karakterisasi dan uji kadar air. Pada evaluasi data diperoleh kandidat CRM zirkonia sudah homogen, stabil,.mengandung mineral baddeleyite yang monoklin dan kadar air lebih kecil 1 %. Disimpulkan serbuk zirkonia sudah memenuhi syarat fisik sebagai CRM. Sertifikat hasil uji parameter dalam CRM zirkonia dari 7 laboratorium terakreditasi dengan metode statistik diperoleh 9 oksida, adalah ZrO2 : (95,422± 0,027) % ; HfO2 : (1,443 ± 0,004)  % ; SiO2 : (0,535 ±  0,002) % ; Al2O3 : (0,362 ±  0,012) %; Fe2O3 : (0,028 ±  0,003) % ; TiO2 : (0,026 ±  0,001) %;  Na2O : (0,262 ±  0,026) %;  Nd2O3 :  (0,0367±  0,007) %; CeO2 : (0,131 ±  0,013) %. Sertifikasi ini tertelusur ke BCS-CRM No. 358 zirconia buatan BAS-Perancis.

Page 1 of 1 | Total Record : 5