cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
ganendra@batan.go.id
Editorial Address
Jl. Babarsari Kotak Pos 6101 ykbb, Yogyakarta 55281
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Ganendra: Majalah IPTEK Nuklir
ISSN : 14106957     EISSN : 25035029     DOI : https://doi.org/10.17146/gnd
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Iptek Nuklir Ganendra merupakan jurnal ilmiah hasil litbang dalam bidang iptek nuklir, diterbitkan oleh Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan (PTAPB) - BATAN Yogyakarta. Frekuensi terbit dua kali setahun setiap bulan Januari dan Juli.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Volume 22 Nomor 2 Juli 2019" : 5 Documents clear
INVESTIGATION OF MULTIPHASE CONDITION IN PIPELINE USING GAMMA COMPUTED TOMOGRAPHY Bayu Azmi; Megy Stefanus
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 22 Nomor 2 Juli 2019
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (966.291 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2019.22.2.5342

Abstract

INVESTIGATION OF MULTIPHASE CONDITION IN PIPELINE USING GAMMA COMPUTED TOMOGRAPHY. Deposition of sand particles in pipeline is a problem that often occurs in the production and distribution of oil and gas. It could cause increased preasure, equipment failure, pipeline erosion, and production decline. It is very necessary to investigate inside condition of the pipeline without interrupting the operation. Gamma computed tomography (CT) is a technique that can image the internal structure of an object without interrupting or damaging the object (non-destructive testing). This paper presents a preliminary experimental study of multiphase (solid, liquid, and gaseous) condition inside a horizontal pipe using gamma CT technique. A collimated Cs-137 source with 3.7 GBq activity emited gamma photons to penetrate a 14 inches diameter horizontal pipe containing sand, water, and gasoline. The photons that penetrated object were detected using a scintillation detector at the other side of object. The scanner system performed translation and rotation scans to get 64 projection data which will then be reconstructed into an image. The reconstructed images were able to show the pipe wall and the condition of the inside of pipe which was filled with sand, water, and gasoline. The pixel value is linear to material density with R2= 0.9543. The result indicated the potential of gamma CT as the suitable technique to be used to investigate the multiphase conditions in pipeline.
PENGARUH IRADIASI GAMMA TERHADAP BEBERAPA SIFAT FISIKO-KIMIA BAHAN PANGAN OLAHAN JAMUR idrus kadir
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 22 Nomor 2 Juli 2019
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.393 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2019.22.2.3278

Abstract

PENGARUH IRADIASI GAMMA TERHADAP BEBERAPA SIFAT FISIKO-KIMIA BAHAN PANGAN OLAHAN JAMUR. Telah dilakukan penelitian pengaruh iradiasi gamma tehadap sifat fisiko-kimia dan mikrobiologi  pepes jamur tiram.  Pepes  jamur tiram (Pleurotus ostreatus) merupakan salah satu jenis bahan pangan olahan  siap saji dari jamur pangan (edible mushroom).  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh iradiasi gamma dosis sedang terhadap kualitas pepes jamur tiram selama penyimpanan.  Bahan pepes jamur yang telah disiapkan dalam kemasan daun pisang, dimasak lalu didinginkan dan selanjutnya dikemas vakum (tanpa oksigen) dengan plastik polietilen HDPE laminasi.  Pepes jamur tiram yang telah dikemas dalam plastik tersebut  dimasukkan ke dalam kotak Styrofoam yang berisi CO2 padat (-79oC) selanjutnya diiradiasi pada dosis 5 dan 7,5 kGy, dan tanpa iradiasi sebagai kontrol.  Setelah diiradiasi sampel disimpan pada penyimpanan dingin (kulkas). Pengujian sampel dilakukan segera setelah iradiasi atau 0 minggu, 2, 4, 6, dan 8 minggu, dengan parameter pengujian meliputi pengujian sifat fisiko-kimia, mikrobiologi dan pengujian subyektif sifat organoleptik.  Pengujian sifat fisiko-kimia meliputi kadar air, pH, aktivitas air (Aw), kadar lemak, kadar protein, bilangan asam, Thiobarbituric (TBA), dan aktivitas antioksidan, sedangkan pengujian mikrobologi meliputi total bakteri aerob dan total kapang & khamir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iradiasi dosis sedang tidak mempengaruhi kadar air, pH, aktrivtas air (Aw), kadar lemak dan kadar protein pepes jamur, sedangkan bilangan asam,  TBA, dan aktivitas antioksidan mengalami perubahan terutama karena penyimpanan. Secara umum kualitas organoleptik pepes jamur kontrol (tanpa iradiasi) hanya bertahan sampai 2 minggu, sedangkan pepes jamur yang diiradiasi 5-7,5 kGy dapat bertahan sampai 8 minggu penyimpanan. 
ANALISIS DOSIS RADIASI ALAM DARI PAPARAN RADON DAN RADIASI GAMMA DI RUMAH PENDUDUK DI KALIMANTAN BARAT Wahyudi Wahyudi; Kusdiana Kusdiana; Muji Wiyono; Dadong Iskandar
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 22 Nomor 2 Juli 2019
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.13 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2019.22.2.5094

Abstract

ANALISIS DOSIS RADIASI ALAM DARI PAPARAN RADON DAN RADIASI GAMMA DI RUMAH PENDUDUK DI KALIMANTAN BARAT. Telah dilakukan analisis dosis radiasi alam yang berasal dari radiasi radon dan radiasi gamma di rumah penduduk di wilayah Kalimantan Barat. Dosis radon diukur menggunakan metode pasif dengan detektor jejak nuklir CR-39 yang dipasang di rumah penduduk selama 3-4 bulan, sedangkan dosis radiasi gamma diukur menggunakan surveimeter model Ludlum-19 . Setelah selesai detektor di ambil kemudian dilakukan proses di laboratorium untuk dilakukan penentuan konsentrasi radon di dalam rumah penduduk. Hasil analisis dari CR-39 diperoleh hasil konsentrasi radon di dalam rumah penduduk dalam rentang 3,13 – 69,57 Bq/m3 dengan nilai rerata sebesar 21,65 ± 1,53 Bq/m3. Konsentrasi ini masih di bawah tingkat referensi radon yang ditetapkan oleh unscear sebesar 300 Bq/m3. Sedangkan dari pengukukuran konsentrasi Ra-226 dalam bahan bangunan diperoleh hasil dalam rentang 4,75-15,75 Bq/kg. Hasil analisis dosis yang berasal dari radon di rumah penduduk diperoleh nilai dalam rumah dalam rentang nilai 0,08 – 1,11 mSv/tahun dengan rerata sebesar 0,38 ± 0,03 mSv/tahun. Sedangkan dosis gamma yang diukur langsung menggunakan surveimeter diperoleh nilai 0,15 – 0,23 mSv/tahun. Sehingga dosis radiasi alam yang diterima penduduk di Kalimantan Barat sebesar 0,55 – 1,32 mSv/tahun dengannilai rerata sebesar 0,69 ± 0,20 mSv/tahun. Dapat disimpulkan bahwa dosis radiasi yang berasal dari paparan radon di dalam rumah di Kalimantan Barat masih di bawah dosis rata-rata di dunia sebesar 2.4 mSv/tahun. Data ini berguna dalam pengambilan kebijakan tentang kesehatan yang berhubungan dengan radiasi di Indonesia.
UJI KINERJA TAHAP AWAL SISTEM PROMPT GAMMA NEUTRON ACTIVATION ANALYSIS (PGNAA) MENGGUNAKAN SUMBER NEUTRON PuBe UNTUK UJI KUALITAS SEMEN Fahma Roswita; Syarip Syarip; Anung Muharini
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 22 Nomor 2 Juli 2019
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.121 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2019.22.2.3910

Abstract

UJI KINERJA TAHAP AWAL SISTEM PROMPT GAMMA NEUTRON ACTIVATION ANALYSIS (PGNAA) MENGGUNAKAN SUMBER NEUTRON PuBe UNTUK UJI KUALITAS SEMEN. Perancangan dan uji kinerja sistem Prompt Gamma Neutron Activation Analysis (PGNAA) dengan sumber neutron isotopik PuBe untuk pengujian bulk sample belum pernah dilakukan pada fasilitas iradiasi reaktor riset Kartini. Konsep dasar analisis aktivasi neutron (AAN) adalah reaksi tangkapan neutron termal yang berasal dari interaksi antara neutron dengan inti/materi. Untuk mencapai keadaan yang stabil, inti selanjutnya akan memancarkan sinar gamma dengan energi yang spesifik. Sinar gamma pada teknik PGNAA diukur selama neutron mengiradiasi sampel. Sebelum digunakan untuk uji kinerja teknik PGNAA, dilakukan analisis nilai fluks neutron sumber neutron isotopik PuBe yang berada dalam fasilitas iradiasi bulk shielding pool. Nilai fluks neutron termal terukur dari sumber neutron PuBe pada jarak 5 cm, 10 cm, 15 cm, dan 20 cm di dalam media air berturut-turut adalah 1,3676 x 104 n cm-2 s-1; 6,832 x 103 n cm-2 s-1; 1,922x 103 n cm-2 s-1; dan 1,4678 x 103 n cm-2 s-1. Hasil pengukuran tersebut digunakan sebagai pertimbangan dalam pengukuran dosis pada sistem PGNAA yang dirancang. Sistem PGNAA dengan sumber neutron isotopik PuBe pada fasilitas Reaktor Kartini dapat mengaktivasi sampel semen dengan cukup baik. Sampel yang diaktivasi dideteksi dengan detektor NaI(Tl). Hasil uji coba menggunakan sampel semen yang diaktivasi terdeteksi 4 puncak energi. Terdapat 2 puncak yang diindikasi sebagai unsur mayor pada sampel semen yaitu unsur 59Fe dan 28Al. Pada puncak energi ketiga diindikasi terdapat 2 unsur minor sampel semen yaitu  63Zn dan 25Na. Puncak energi keempat diindikasi sebagai unsur minor pada sampel semen yaitu unsur 56Mn.
STUDI AWAL ESTIMASI DOSIS INTERNAL 99mTc-MDP HASIL PRODUKSI PSTNT-BATAN PADA MANUSIA UNTUK DETEKSI METASTASIS DAN INFLAMASI TULANG BERBASIS UJI BIODISTRIBUSI HEWAN MODEL MENCIT Isnaini Nur Islami; Nur Rahmah Hidayati; Teguh Hafiz Ambar Wibawa; Iswahyudi Iswahyudi; Isti Daruwati; Moch Nurul Subkhi
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 22 Nomor 2 Juli 2019
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/gnd.2019.22.2.5302

Abstract

STUDI AWAL ESTIMASI DOSIS INTERNAL 99mTc-MDP HASIL PRODUKSI PSTNT-BATAN PADA MANUSIA UNTUK DETEKSI METASTASIS DAN INFLAMASI TULANG BERBASIS UJI BIODISTRIBUSI HEWAN MODEL MENCIT. Kanker adalah sel abnormal yang dapat menyebar sampai ke tulang. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan bone-scan menggunakan radiofarmaka. PSTNT-BATAN Bandung melakukan penelitian radiofarmaka penyidik tulang yaitu MDP yang dapat ditandai dengan radionuklida teknesium-99m. Penelitian ini bertujuan memperoleh estimasi dosis internal radiofarmaka 99mTc-MDP sebagai penyidik metastasis dan inflamasi tulang untuk manusia berdasarkan biodistribusi radiofarmaka 99mTc-MDP produksi PSTNT-BATAN. Metode penelitian ini, uji biodistribusi dari penandaan MDP dengan teknesium-99m dengan interval waktu 2,4,6, dan 24 jam setelah penyuntikan melalui intravena ekor pada 12 hewan model mencit normal dengan dosis injeksi 5,44 MBq tiap mencit dengan kemurnian 98,49%±25,37.Hasil uji biodistribusi didapatkan persentase dosis injeksi pergram organ hewan yang dikonversi menjadi persentase dosis injeksi pergram organ manusia yang diinput pada software OLINDA/EXM untuk mendapatkan residence time dan estimasi dosis internal. Hasil estimasi dosis menggunakan OLINDA/EXM diperoleh nilai total estimasi dosis efektif 99mTc-MDP (mSv/MBq) untuk laki-laki dewasa 1,87E-03 sedangkan untuk wanita dewasa bernilai 2,24E-03. Hasil estimasi dosis radiofarmaka 99mTc-MDP produksi PSTNT-BATAN ini dapat digunakan sebagai panduan dosis organ pada saat akan diinjeksikan pada manusia.

Page 1 of 1 | Total Record : 5