cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
ganendra@batan.go.id
Editorial Address
Jl. Babarsari Kotak Pos 6101 ykbb, Yogyakarta 55281
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Ganendra: Majalah IPTEK Nuklir
ISSN : 14106957     EISSN : 25035029     DOI : https://doi.org/10.17146/gnd
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Iptek Nuklir Ganendra merupakan jurnal ilmiah hasil litbang dalam bidang iptek nuklir, diterbitkan oleh Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan (PTAPB) - BATAN Yogyakarta. Frekuensi terbit dua kali setahun setiap bulan Januari dan Juli.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Volume 23 Nomor 1 Januari 2020" : 5 Documents clear
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA SENYAWA KUERSETIN BERTANDA RADIOAKTIF IODIUM-131 Maula Eka Sriyani; B. Eva Maria Widyasari; C. Hesti Febriyanti; D. Rizky Juwita Sugiharti; E. Iim Halimah; F. Isti Daruwati; G. Aang Hanafiah W
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 23 Nomor 1 Januari 2020
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (788.072 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2020.23.1.5515

Abstract

KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA SENYAWA KUERSETIN BERTANDA RADIOAKTIF IODIUM-131. Penggunaan bahan-bahan herbal (obat tradisional) untuk pengobatan penyakit-penyakit kronis semakin banyak dikonsumsi. Fenomena ini mendorong perkembangan penelitian dan penemuan obat baru berbasis bahan alam melalui proses isolasi maupun sintesis. Salah satu tahapan pengembangan obat dalam penentuan efikasi adalah pemanfaatan teknologi nuklir pada tahap uji preklinis baik secara in-vitro maupun in-vivo. Pada tahap awal penelitian, telah dilakukan pemilihan bahan aktif berkhasiat antikanker dan penelaahan kemungkinan senyawa tersebut untuk ditandai menggunakan radioisotop pemancar beta (β-). Penelaahan meliputi struktur kimia bahan aktif tersebut (kemungkinan ikatan yang mungkin terjadi antara senyawa aktif dengan radioisotop pemancar beta), serta teknik penandaan yang akan dilakukan. Metode penandaan Kuersetin dengan radioisotop iodium-131 menggunakan oksidator Kloramin-T mengacu pada penelitian yang telah dilakukan oleh Barolli, dkk dengan sedikit modifikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan sifat fisikokimia senyawa bertanda 131I-kuersetin meliputi kemurnian radiokimia, muatan listrik senyawa 131I-Kuersetin, lipofilisitas (log P), ikatan dengan protein plasma dan stabilitas sediaan. Hasil yang didapat adalah senyawa 131I-Kuersetin dengan kemurnian radiokimia sebesar 98,41 ± 1,05 %, memiliki muatan listrik negatif dan nilai koefisien partisi (log P) sebesar -2,22 di dalam Larutan NaCl dan -2,71 di dalam larutan dapar fosfat. Persentase ikatan dengan protein plasma sebesar 34,64±4,37 % pada larutan NaCl dan 32,94±1,46 % pada larutan dapar fosfat. Hasil pengujian variasi volume sediaan 131I-kuersetin, volume diatas 1 mL akan menurunkan kemurnian radiokimianya menjadi < 90 %. Sedangkan dari pengujian stabilitas sediaan 131I-kuersetin tetap stabil hingga jam ke-72, pada suhu kamar dengan hasil kemurnian radiokimia yang tinggi ≥ 95%.
PENGARUH IRADIASI TERHADAP KUALITAS FUNGSIONAL ANEKA SAYUR KERING SKALA SEMI-PILOT Idrus Kadir; Darmawan Darwis
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 23 Nomor 1 Januari 2020
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.689 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2020.23.1.3211

Abstract

PENGARUH IRADIASI TERHADAP KUALITAS FUNGSIONAL ANEKA SAYUR KERING SKALA SEMI-PILOT.  Teknologi iradiasi merupakan salah satu teknologi pilihan unggul dalam penanganan pascapanen aneka sayur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh iradiasi dosis sedang terhadap kualitas nilai fungsional bahan pangan berbasis aneka-sayur kering pada skala semi-pilot.  Selain itu juga dilakukan pengujian tingkat kesukaan (hedonik) dan kandungan logam berat terhadap aneka sayur iradiasi.  Hasilnya pengujian menunjukkan bahwa iradiasi dapat mempertahankan aktivitas antioksidan aneka sayur, kecuali terhadap jamur kuping yang mengalami penurunan yang cukup signifikan.  Begitu juga dengan kandungan mikronutrisi mineral, hasil pengujian menunjukkan bahwa iradiasi dosis sedang dapat mempertahankan kualitas mikronutrisi mineral aneka sayur, bahkan cenderung meningkat.   Kandungan logam berat pada aneka sayur umumnya tidak terdeteksi.  Dari pengujian kesukaan (hedonik), aneka sayur yang diiradiasi tetap disukai konsumen. 
PENERAPAN TEKNIK ANALISIS NUKLIR DALAM MENGKAJI KUALITAS UDARA DI SEKITAR PLTU CILACAP Sri Murniasih; Devi Swasti Prabasiwi; Dewi Puspa Ariany; Sukirno Sukirno
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 23 Nomor 1 Januari 2020
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.396 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2020.23.1.5818

Abstract

PENERAPAN TEKNIK ANALISIS NUKLIR DALAM MENGKAJI KUALITAS UDARA DI SEKITAR PLTU CILACAP. Kandungan zat berbahaya dalam partikulat udara dapat menimbulkan permasalahan kesehatan bagi masyarakat. Tujuan utama dari penelitian ini adalah mengkaji kualitas udara di daerah sekitar PLTU Adipala Cilacap melalui penilaian konsentrasi zat partikel tersuspensi, kandungan logam berat berbahaya dan metaloid lainnya menggunakan metode AAN, serta mengidentifikasi radionuklida menggunakan metoda spektrometri gamma, yang terkandung dalam PM2.5 dan PM10. Pengambilan sampel dilakukan pada Juli 2018 di tiga lokasi sampling, selama 24 jam secara simultan. Karakteristik konsentrasi rata-rata keseluruhan PM2.5 dan PM10 masing-masing adalah 16,76 μg/m3 dan 37,61 μg/m3. Sekitar 45 % partikel berasal dari fraksi halus (PM2.5) dan 55 % berasal dari fraksi kasar (PM10).  Nilai radioaktivitas dalam PM2.5 dan PM10 yang yang terendah adalah radionuklida Pb-210 berkisar 0,134 µBq/m3 dan tertinggi adalah K-40 mempunyai nilai 6,407 µBq/m3. Berdasarkan Perka BAPETEN Nomor 7 Tahun 2017 dijelaskan bahwa baku tingkat radioaktivitas di lingkungan udara dinyatakan di bawah baku mutu yang diijinkan. Kandungan logam berat (As, Cd, Cr, Cu, Sb dan Zn) dalam sampel PM10 dengan konsentrasi tertinggi adalah seng (0,394 ng/m3) dan terendah adalah kadmium (0,0008 ng/m3). Kandungan logam berat pada sampel PM2.5 teridentifikasi bahwa konsentrasi terkecil adalah Cd (0,0006 ng/m3) dan yang tertinggi adalah Zn (0,223 ng/m3) dengan rerata 0,114 ng/m3. Standar ambang batas rata-rata PM2.5 dan PM10 yang ditetapkan WHO berturut-turut adalah 25 μg/m3 dan 50 μg/m3, hal ini menujukkan logam berat di udara disekitar PLTU Adipala Cilacap dengan jarak sekitar 2 km sampai 3 km masih dalam batas terkendali.
APLIKASI TEKNOLOGI MESIN BERKAS ELEKTRON PADA PROSES PEWARNAAN BATIK KATUN DENGAN PEWARNA ALAMI MENGGUNAKAN METODE CURING Wiwien Andriyanti; Darsono Darsono; Elin Nuraini; Lilin Indrayani; Mutiara Triwiswara
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 23 Nomor 1 Januari 2020
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.856 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2020.23.1.5860

Abstract

APLIKASI TEKNOLOGI MESIN BERKAS ELEKTRON PADA PROSES PEWARNAAN BATIK KATUN DENGAN PEWARNA ALAMI MENGGUNAKAN METODE CURING. Batik merupakan salah satu kekayaan budaya Indonesia yang sudah ada sejak dulu. Dalam proses pewarnaan batik dikenal zat warna sintetis (ZWS) dan zat warna alamI (ZWA). Keunggulan dari proses pewarnaan menggunakan ZWA dibanding dengan ZWS adalah sifatnya yang ramah lingkungan. Namun, pada proses pewarnaan batik menggunakan pewarna ZWA masih menimbulkan permasalahan lingkungan karena penggunaan zat kimia yang mengandung garam logam berat dalam proses fiksasi. Untuk mengatasi permasalahan lingkungan tersebut maka pada penelitian ini dilakukan proses fiksasi menggunakan iradiasi berkas elektron. Hasil penelitian menunjukkan proses fiksasi menggunakan iradiasi berkas elektron dapat digunakan sebagai alternatif dalam rangkaian proses pewarnaan batik. Hasil uji berstandar SNI dari ketahanan luntur warna terhadap sinar, pencucian dan gosokan menunjukkan nilai yang baik untuk greyscale dan staining scale (4 dan 4-5) pada kain batik katun dengan campuran pewarna tingi dan Polietilen Glikol (PEG) dengan waktu iradiasi 60 detik.
FTIR UNTUK CONTROL REAKSI STOIKIOMETRI PELEBURAN ZIRKON DENGAN NaOH muzakky akhmad; Sudaryadi Sudaryadi
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 23 Nomor 1 Januari 2020
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.639 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2020.23.1.5562

Abstract

FTIR UNTUK CONTROL REAKSI STOIKIOMETRI PELEBURAN ZIRKON DENGAN NaOH. Zirkon merupakan sumber utama logam zirkonium berderajat industri yang banyak ditemukan di Provinsi Bangka Belitung atau Provinsi Kalimantan barat.  Peleburan zirkon dengan NaOH merupakan proses paling efektif dan murah untuk mengekstraksi zirkonium dari bijih silikat.  Untuk memperoleh pemulihan zirkonium yang tinggi dan ramah lingkungan, maka dibutuhkan kontrol reaksi stokiometri dengan rasio mole (ZrSiO4/NaOH) yang tepat.  Maka tujuan dari penelitian ini melakukan kontrol reaksi stokiometri peleburan zirkon dengan NaOH menggunakan alat Spektrofotometer Fourier Transform Infra Red ( FTIR).  FTIR dipilih karena citranya dapat mengidentifikasi beberapa ikatan silanol (≡Si-OH), siloksan (≡Si-O-Si≡) serta grup air (OH) yang kemungkinan dapat mengikat zirkonium. Pada penelitian ini dilakukan pengamatan citra FTIR terhadap reaksi stokiomeri peleburan zirkon dengan NaOH pada beberapa rasio mole (ZrSiO4/NaOH) sebagai fungsi temperatur. Hasil percobaan penunjukan bahwa, pada reaksi stoikiometri dengan mole ZrSiO4(1)/NaOH(2) dicirikan di puncak 601,79 1/cm merupakan milik senyawaan Na2ZrSiO5 yang muncul di temperature 600 ˚C dan 700 ˚C.  Dengan kenaikan temperatur pada 800 ˚C dan 900 ˚C senyawaan Na2ZrSiO5 akan berubah menjadi Na2ZrO3, tetapi phenomena ini tidak terjadi di reaksi stoikiometri mole ZrSiO4(1)/NaOH(4).  Walaupun keberadaan Na2ZrSiO5  dalam jumlah kelumit, ternyata masih terdeteksi di puncak 1195 1/cm, pada pelindian dengan reaksi stoikiometri mole ZrSiO4(1)/NaOH(6) dan ZrSiO4(1)/NaOH(8) dengan temperature 600 ˚C dan 700 ˚C 

Page 1 of 1 | Total Record : 5