cover
Contact Name
LPPM UWGM Samarinda
Contact Email
fisipublik@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
fisipublik@uwgm.ac.id
Editorial Address
Jl. Wahid Hasyim 2 No.28, Sempaja Sel., Kec. Samarinda Utara, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75243
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
FisiPublik: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik
ISSN : 25282689     EISSN : 25409751     DOI : https://doi.org/10.24903/fpb.v10i2.3571
Core Subject : Social,
FisiPublik: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik is a periodical scientific journal published by the Faculty of Social and Political Sciences, Widya Gama Mahakam University, Samarinda, with pISSN 2528-2689 and eISSN 2540-9751 published twice a year in May and November. This Journal Jurnal FISIPublik publishes scientific work resulting from research, development, thought studies, or administrative theory studies relating to socio-political and administrative issues both concerning organizations and the public.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2018): November" : 6 Documents clear
Perilaku Pemilih Milenial dalam Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan Tahun 2018 di Kota Makassar Sagita, Dewi; Junaedi, Junaedi; Akbar, Muhammad Randhy; Handam, Handam
FisiPublik: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik Vol. 3 No. 2 (2018): November
Publisher : Social and Political Sciences Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/fpb.v3i2.729

Abstract

Artikel ini membahas tentang perilaku pemilih milenial dalam pemilihan gubernur Sulawesi selatan tahun 2018 di kota Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif dengan jumlah informan sebanyak 7 orang. Teknik pengumpulan data yaitu dengan melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis berdasarkan indikator yang diambil dari teori Gaffar tentang perilaku pemilih yaitu: Pendekatan sosiologi, pendekatan psikologi dan pendekatan pilihan rasional. Berdasarkan analisis tersebut menunjukkan bahwa perilaku pemilih milenial dalam pemilihan gubernur Sulawesi selatan tahun 2018 di kota Makassar, pada proses pemilihan umum gubernur Sulawesi selatan khususnya di kota Makassar perilaku pemilih milenial dalam menentuukan pilihannya lebih dominan pada pilihan rasional dengan pertimbangan kinerja dan program kerja yang ditawarkan, walapuntidak dapat dipungkiri bahwa pendekatan sosiologi dan pendekatan psikologi tidak dapat dihilangkan dalam proses pemilihan umum, yang disebabkan oleh ketidakpahaman serta sikap acuh pemilih milenial terhadap politik dan pemilu.   
Kaderisasi Perempuan dalam Partai Politik untuk meningkatkan Partisipasi Perempuan di Kabupaten Ponorogo Sobari, Imam; Nasution, Robby Darwis; Khoirrurosyidin, Khoirrurosyidin
FisiPublik: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik Vol. 3 No. 2 (2018): November
Publisher : Social and Political Sciences Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/fpb.v3i2.730

Abstract

Meski sudah ada payung hukum yang jelas mengenai keikutsertaan kaum perempuan dalam kancah politik tetapi masih sedikit sekali kaum perempuan yang berkecimpung dalam politik. Maka dari itu peneliti tertarik untuk meneliti tentang analisis pola kaderisasi perempuan partai GOLKAR dan PKB kabupaten ponorogo. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mngetahui bagaimana pola kederisasi perempuan pada partai GOLKAR dan PKB. Jenis peneilitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Metode yang diginakan dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara tersetruktur dan dokumentasi kemudian dianalisi dan dipaparkan dalam bentuk laporan.  Hasil dari penelitian ini adalah partai GOLKAR maupun PKB mengagendakan program kaderisasi setiap lima tahun sekali, kaderisasi ini bersifat umum dan tidak ada kaderisasi yang kusus untuk perempuan. Belom ada AD/ART yang menyebutkan khusus tentang kaderisasi terhadap kaum perempuan. Rekrutmen partai bersifat terbuka artinya tidak kusus untuk kader partai tetapi terbuka untuk umum.  Untuk bisa lebih meningkatkan keterwakilan perempuan seharusnya partai memasukkan aturan kusus untuk meningkatkan keterwakailan perempuan dalam AD/ART partai, kaum perempuan harus  bisa menunjukkan kemampuannya kepada masyarakat sehingga bisa mendapatkan kepercayaan dari masyarakat, sebaiknya sistem rekrutmen bersifat tertutup sehingga memberikan kesempatan lebih kepada para kader.
Tingkat Keberhasilan Mothercare dalam pendampingan KRTP pada Program Feminisasi Kemiskinan tahun 2017 di Kabupaten Madiun Cendriono, Nanang
FisiPublik: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik Vol. 3 No. 2 (2018): November
Publisher : Social and Political Sciences Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/fpb.v3i2.731

Abstract

Permasalahan kemiskinan secara keseluruhan menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur, namun secara khusus saat ini mencermati adanya peningkatan populasi perempuan yang hidup di bawah garis kemiskinan serta semakin tumbuh dan akutnya kondisi kemiskinan yang terjadi pada rumah tangga dengan kepala rumah tangga perempuan. Fenomena yang sering dikenal sebagai feminisasi kemiskinan atau kemiskinan yang semakin berwajah perempuan tersebut memerlukan upaya khusus dalam rangka penanganannya. Dalam rangka menangani permasalahan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur merancang program untuk menangani kemiskinan perempuan, terutama bagi rumah tangga yang Kepala Rumah Tangga Perempuan (KRTP) melalui Program Penanggulangan Feminisasi Kemiskinan.Program tidak hanya sebagai upaya jangka pendek untuk memberikan bantuan kepada KRTP tetapi terlebih daripada itu adalah sebagai program yang berkelanjutan dalam rangka untuk mengantisipasi adanya perangkap kemiskinan (poverty trap) pada KRTP. Kondisi permasalahan dan kemiskinan yang dihadapi rumah tangga dengan KRTP secara umum lebih kronis di banding dengan kepala rumah tangga laki-laki. KRTP tidak hanya mengalami permasalahan di sektor ekonomi, tetapi juga problematika psikologis, sosial, dan budaya. Kebutuhan untuk mendapatkan jalan keluar dari perangkap kemiskinan tidak cukup melalui fasilitasi akses ekonomi tetapi memerlukan dukungan interaksi secara intensif dari “figur” yang secara keseharian sudah dikenal, dinilai mampu memberikan perlindungan, berkelanjutan, serta memiliki legitimasi sosial. Figur tersebut yang selanjutnya menjadi “ mother care “ atau layaknya sebagai ibu/orang tua yang memiliki kepedulian yang tinggi, menjadi simpul interaksi dan berbagi antar KRTP sehingga akan memupuk harapan serta semangat untuk berjuang bersama-sama dalam upaya keluar dari kemiskinan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Berdasarkan kebutuhan tersebut kader dari Tim Penggerak PKK adalah figur yang tepat sebagai “mother care” bagi KRTP. Gerakan PKK merupakan gerakan nasional dalam pembangunan masyarakat yang tumbuh dari bawah, yang pengelolaannya dari, oleh dan untuk masyarakat. Jejaring PKK dapat menjangkau kepada keluarga-keluarga secara langsung, karena telah terbentuk kelompok-kelompok PKK, RW, RT dan Kelompok Dasa Wisma. Sehingga melalui optimalisasi TP PKK dalam Jalin Matra PFK diharapkan dapat benar-benar secara riil memecahkan permasalahan problematika kemiskinan yang berwajah perempuan di tingkat keluarga.
Pembangunan Masyarakat Perbatasan di Desa Liang Turan Kecamatan Krayan Barat Kabupaten Nunukan Veronika, Eva; Kasim, Kasim; Habibi, Habibi
FisiPublik: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik Vol. 3 No. 2 (2018): November
Publisher : Social and Political Sciences Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/fpb.v3i2.732

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti sejauh mana pembangunan infrastruktur di Desa Liang Turan Kecamatan Krayan Barat Kabupaten Nunukan. Jenis penelitian yang dilakukan adalah deskriftif kualitatif, dengan teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles & Huberman (2011). Hasil penelitian menunjukan bahwa pembangunan infrastruktur di desa Liang Turan kurang baik, hal ini dikarenakan wilayahnya yang terisolasi. Akses jembatan yang menghubungkan antar kecamatan belum semuanya dapat dilalui oleh kendaraan roda 4. Akses jalanpun masih berupa jalan tanah yang apa bila terjadi hujan maka dipastikan kendaraan tidak akan bisa melewati akses jalan tersebut. Barang-barang kebutuhan untuk membangun prasarana kantor desa, gedung sekolah dan rumah ibadah sulit didatangkan, karena satu-satunya akses transportasi yang bisa digunakan adalah melalui transportasi udara dan itupun sangat terbatas. Sedangkan untuk mendatangkan bahan pembangunan dari Malaysia, juga membutuhkan waktu yang lama karena kondisi prasarana Jalan yang tidak baik yang mempengaruhi pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur di Desa Liang Turan Kecamatan Krayan Barat Kabupaten Nunukan.
Analisis Promosi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Di Kabupaten Pekalongan Tahun 2017 Mahanani, Dewi; Atmojo, Muhammad Eko
FisiPublik: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik Vol. 3 No. 2 (2018): November
Publisher : Social and Political Sciences Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/fpb.v3i2.733

Abstract

Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu hal yang cukup penting karena SDM yang nantinya akan melaksanakan dan menyelesaikan beberapa hal terkait dengan pemerintahan. Dalam pelaksanaan itu sendiri tentu perlu adanya SDM yang profesional dan berkompeten agar dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik dan berintegritas. Undang-Undang No 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara menjelaskan manajemen Aparatur Sipil Negara untuk mendapatkan pegawai yang profesional, dalam hal memenuhi apa yang sudah diatur di dalam peraturan tersebut maka Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam hal pengisian kekosongan Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPT) dilakukan dengan promosi terbuka. Metode yang dilakukan Pemerintah dalam hal ini yaitu melalui seleksi administrasi, assesment center, seleksi bidang yang terdiri dari uji gagasan tertulis dan wawancara. Dengan adanya penjelasan mengenai sistem merit dan juga adanya promosi terbuka yang dilaksanakan, Pemerintah berharap adanya kesesuaian penempatan jabatan berdasarkan keahlian yang dimiliki dari ASN itu sendiri sesuai dengan kompetensi yang dilakukan.
Evaluasi Pemilihan Kepala Desa antar Waktu di desa Winong Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo Rahayu, Sri; Dewi, Dian Suluh Kusuma
FisiPublik: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik Vol. 3 No. 2 (2018): November
Publisher : Social and Political Sciences Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/fpb.v3i2.734

Abstract

Pemilihan Kepala Desa atau Pilkades adalah sebuah kata yang tidak asing lagi dan  diperbincangkan oleh sebagian besar masyarakat khususnya masyarakat perdesaan dimasa Demokrasi saat ini, terutama bagi pihak-pihak yang berkecimpung dalam dunia politik ataupun praktisi politik. Pemilihan Kepala Desa erat kaitannya dengan kehidupan Pemerintah Desa yang nantinya berperan sebagai penggerak bagi kesejahteraan masyarakatnya. Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu adalah Pemilihan Kepala Desa yang dilakukan melalui musyawarah Desa. Musyawarah Desa adalah musyawarah antara Badan Permusyawaratan Desa, Pemerintah Desa dan unsur masyarakat yang diselenggarakan oleh Badan Permusyawaratan Desa khusus untuk pelaksanaan  Pemilihan Kepala Desa. Dengan kegunaannya yang sangat penting maka telah dilakukan penelitian yang berjudul “ Evaluasi Pelaksanaan Peraturan Bupati Nomor 27 Tahun 2016 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Ponorogo  Nomor 11 Tahun 2015 tentang Kepala Desa di Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo” yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan hingga hasil akhir dari kebijakan pemerintah yang baru dibuat dan untuk perbandingan atau untuk mengetahui kekurangan dari kebijakan tersebut. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif  yaitu penelitian yang dimaksudkan untuk memberikan data seteliti mungkin secara aktual dan akurat mengenai keadaan atau fenomena yang diteliti. Deskriptif lebih banyak mengunakan kata-kata, bukan angka-angka. Dalam penelitian ini langkah-langkah pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan informan dilapangan dan dokumentasi. Analisis data dilakukan analisa kualitatif dengan melihat situasi yang dialami. Pemilihan Kepala Desa Wonoketro yang dilaksanakan pada tanggal 22 November 2016, yang terpilih dari 3 kandidat yaitu Imam Nurdin, Muhammad Takim dan Gunawan Mardiraharjo, calon Kepala Desa yang terpilih adalah Bapak Imam Nurdin yang latar belakangnya adalah masyarakat biasa. Dari pemilih sebanyak 60 orang selisih perbandingannya sangatlah banyak, dari kandidat yang nomor urut 2 dan 3 dengan jumlah pemilih 5 orang masing-masing, nomor urut 1 dengan jumlah pemilih 50 orang. Dan Pemilihan Kepala Desa Winong yang terpilih dari 2 calon yaitu Bapak Hanif Saifulloh, SE dan Bapak Didik Prasetyo, SH  calon yang terpilih adalah Bapak Hanif Saifulloh, SE selaku PJ di Desa tersebut, dari 2 calon Kepala Desa tersebut hasil rekapitulasi selisihnya sangatlah sedikit yaitu hanya 3 suara dari 61 pemilih yang hadir, nomor urut 1 dengan pemilih bejumlah 29 suara dan nomor urut 2 dengan 32 suara.

Page 1 of 1 | Total Record : 6