cover
Contact Name
LPPM UWGM Samarinda
Contact Email
fisipublik@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
fisipublik@uwgm.ac.id
Editorial Address
Jl. Wahid Hasyim 2 No.28, Sempaja Sel., Kec. Samarinda Utara, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75243
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
FisiPublik: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik
ISSN : 25282689     EISSN : 25409751     DOI : https://doi.org/10.24903/fpb.v10i2.3571
Core Subject : Social,
FisiPublik: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik is a periodical scientific journal published by the Faculty of Social and Political Sciences, Widya Gama Mahakam University, Samarinda, with pISSN 2528-2689 and eISSN 2540-9751 published twice a year in May and November. This Journal Jurnal FISIPublik publishes scientific work resulting from research, development, thought studies, or administrative theory studies relating to socio-political and administrative issues both concerning organizations and the public.
Articles 149 Documents
ANALISIS MINAT REMAJA DALAM BERORGANISASI DI KELURAHAN LEMPAKE KOTA SAMARINDA ZULKIFLI, SAID; HUSNI, MOHAMAD; AKMILA, DINA
FisiPublik: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik Vol. 3 No. 1 (2018): May
Publisher : Social and Political Sciences Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/fpb.v3i1.397

Abstract

ABSTRAK Masa remaja merupakan masa transisi dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa, kisaran umur dari 10 hingga 24 tahun. Di masa inilah seseorang mencari jati diri untuk membentuk karakter kepribadian, seperti pengalaman baru maupun teman baru. Tujuan penelitian untuk mengetahui minat serta faktor pendukung dan faktor penghambat remaja di Kelurahan Lempake, dan difokuskan pada tiga faktor yaitu faktor dorongan dari dalam diri, faktor motivasi sosial, dan faktor emosional. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kualitatif, dimana teknik analisisnya menggunakan analisis data model interaktif. Hasil analisis data diketahui bahwa minat remaja didasari dari faktor dorongan dari dalam diri, faktor motivasi sosial, dan faktor emosional. Akan tetapi dari tiga faktor tersebut yang sangat berperan ialah faktor motivasi sosial. Faktor pendukung remaja dalam berorganisasi selain yaitu lingkungan tempat tinggal, keluarga, dan teman, sedangkan untuk faktor yang menghambat minat tidak ada akan tetapi terkadang faktor yang menghambat remaja untuk mengikuti kegiatan organisasi yaitu waktu kuliah yang berbenturan dengan kegiatan organisasi. Kata kunci : Minat, Remaja, Organisasi ABSTRACT Adolescence is a transition period from childhood to adulthood, age range from 10 to 24 years. It is at this time that someone searches for identity to shape personality traits, such as new experiences and new friends. The purpose of the study was to determine the interests and supporting factors and inhibiting factors of adolescents in Kelurahan Lempake, and focused on three factors, namely internal motivation, social motivational factors, and emotional factors. This type of research is qualitative research, where the analysis technique uses interactive model data analysis. The results of the data analysis revealed that adolescent interest was based on internal motivation, social motivation, and emotional factors. However, of the three factors that are very important is the social motivation factor. Supporting factors of adolescents in organizing other than the environment where they live, family, and friends, while for factors that inhibit interest there are no but sometimes factors that hinder adolescents from participating in organizational activities, namely college time that collide with organizational activities. Keywords: Interest, Adolescence, Organization
PENGARUH PENGAWASAN TERHADAP DISIPLIN KERJA PEGAWAI PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) TIRTA KENCANA UNIT PELAKSANA WILAYAH III KOTA SAMARINDA ZULKIFLI, SAID; KUSMAYADI, KUSMAYADI; LESTARI, IRMA
FisiPublik: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik Vol. 3 No. 1 (2018): May
Publisher : Social and Political Sciences Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/fpb.v3i1.398

Abstract

ABSTRAK Pengaruh Pengawasan Terhadap Disiplin Kerja Pegawai Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kencana Unit Pelaksana Wilayah III Kota Samarinda menunjukan bahwa disiplin kerja yang dilakukan oleh pegawai di kantor tersebut belum berjalan secara optimal, yaitu kurang sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh pengawasan terhadap disiplin kerja pegawai PDAM Tirta Kencana Unit Pelaksana Wilayah III Kota Samarinda. Fokus Penelitian ini terletak pada indikator-indikator yang terdapat pada variabel pengawasan yaitu menekan biaya pengawasan, objektivitas pengawasan, dan tindakan perbaikan sedangkan variabel disiplin kerja yaitu ketaatan terhadap peratuaran kerja, pencapaian sasaran kerja dan pelayanan. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dapat dijelaskan bahwa pengawasan berpengaruh terhadap disiplin kerja pegawai PDAM terutama jika dilihat dari bagaimana peran pimpinan dapat sangat membantu dalam memecahkan masalah pekerjaan dan selalu mengevaluasi kembali pekerjaan yang telah dilakukan. Kata Kunci : Pengaruh Pengawasan Terhadap Disiplin Kerja
Perilaku Pemilih Milenial dalam Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan Tahun 2018 di Kota Makassar Sagita, Dewi; Junaedi, Junaedi; Akbar, Muhammad Randhy; Handam, Handam
FisiPublik: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik Vol. 3 No. 2 (2018): November
Publisher : Social and Political Sciences Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/fpb.v3i2.729

Abstract

Artikel ini membahas tentang perilaku pemilih milenial dalam pemilihan gubernur Sulawesi selatan tahun 2018 di kota Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif dengan jumlah informan sebanyak 7 orang. Teknik pengumpulan data yaitu dengan melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis berdasarkan indikator yang diambil dari teori Gaffar tentang perilaku pemilih yaitu: Pendekatan sosiologi, pendekatan psikologi dan pendekatan pilihan rasional. Berdasarkan analisis tersebut menunjukkan bahwa perilaku pemilih milenial dalam pemilihan gubernur Sulawesi selatan tahun 2018 di kota Makassar, pada proses pemilihan umum gubernur Sulawesi selatan khususnya di kota Makassar perilaku pemilih milenial dalam menentuukan pilihannya lebih dominan pada pilihan rasional dengan pertimbangan kinerja dan program kerja yang ditawarkan, walapuntidak dapat dipungkiri bahwa pendekatan sosiologi dan pendekatan psikologi tidak dapat dihilangkan dalam proses pemilihan umum, yang disebabkan oleh ketidakpahaman serta sikap acuh pemilih milenial terhadap politik dan pemilu.   
Kaderisasi Perempuan dalam Partai Politik untuk meningkatkan Partisipasi Perempuan di Kabupaten Ponorogo Sobari, Imam; Nasution, Robby Darwis; Khoirrurosyidin, Khoirrurosyidin
FisiPublik: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik Vol. 3 No. 2 (2018): November
Publisher : Social and Political Sciences Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/fpb.v3i2.730

Abstract

Meski sudah ada payung hukum yang jelas mengenai keikutsertaan kaum perempuan dalam kancah politik tetapi masih sedikit sekali kaum perempuan yang berkecimpung dalam politik. Maka dari itu peneliti tertarik untuk meneliti tentang analisis pola kaderisasi perempuan partai GOLKAR dan PKB kabupaten ponorogo. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mngetahui bagaimana pola kederisasi perempuan pada partai GOLKAR dan PKB. Jenis peneilitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Metode yang diginakan dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara tersetruktur dan dokumentasi kemudian dianalisi dan dipaparkan dalam bentuk laporan.  Hasil dari penelitian ini adalah partai GOLKAR maupun PKB mengagendakan program kaderisasi setiap lima tahun sekali, kaderisasi ini bersifat umum dan tidak ada kaderisasi yang kusus untuk perempuan. Belom ada AD/ART yang menyebutkan khusus tentang kaderisasi terhadap kaum perempuan. Rekrutmen partai bersifat terbuka artinya tidak kusus untuk kader partai tetapi terbuka untuk umum.  Untuk bisa lebih meningkatkan keterwakilan perempuan seharusnya partai memasukkan aturan kusus untuk meningkatkan keterwakailan perempuan dalam AD/ART partai, kaum perempuan harus  bisa menunjukkan kemampuannya kepada masyarakat sehingga bisa mendapatkan kepercayaan dari masyarakat, sebaiknya sistem rekrutmen bersifat tertutup sehingga memberikan kesempatan lebih kepada para kader.
Tingkat Keberhasilan Mothercare dalam pendampingan KRTP pada Program Feminisasi Kemiskinan tahun 2017 di Kabupaten Madiun Cendriono, Nanang
FisiPublik: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik Vol. 3 No. 2 (2018): November
Publisher : Social and Political Sciences Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/fpb.v3i2.731

Abstract

Permasalahan kemiskinan secara keseluruhan menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur, namun secara khusus saat ini mencermati adanya peningkatan populasi perempuan yang hidup di bawah garis kemiskinan serta semakin tumbuh dan akutnya kondisi kemiskinan yang terjadi pada rumah tangga dengan kepala rumah tangga perempuan. Fenomena yang sering dikenal sebagai feminisasi kemiskinan atau kemiskinan yang semakin berwajah perempuan tersebut memerlukan upaya khusus dalam rangka penanganannya. Dalam rangka menangani permasalahan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur merancang program untuk menangani kemiskinan perempuan, terutama bagi rumah tangga yang Kepala Rumah Tangga Perempuan (KRTP) melalui Program Penanggulangan Feminisasi Kemiskinan.Program tidak hanya sebagai upaya jangka pendek untuk memberikan bantuan kepada KRTP tetapi terlebih daripada itu adalah sebagai program yang berkelanjutan dalam rangka untuk mengantisipasi adanya perangkap kemiskinan (poverty trap) pada KRTP. Kondisi permasalahan dan kemiskinan yang dihadapi rumah tangga dengan KRTP secara umum lebih kronis di banding dengan kepala rumah tangga laki-laki. KRTP tidak hanya mengalami permasalahan di sektor ekonomi, tetapi juga problematika psikologis, sosial, dan budaya. Kebutuhan untuk mendapatkan jalan keluar dari perangkap kemiskinan tidak cukup melalui fasilitasi akses ekonomi tetapi memerlukan dukungan interaksi secara intensif dari “figur” yang secara keseharian sudah dikenal, dinilai mampu memberikan perlindungan, berkelanjutan, serta memiliki legitimasi sosial. Figur tersebut yang selanjutnya menjadi “ mother care “ atau layaknya sebagai ibu/orang tua yang memiliki kepedulian yang tinggi, menjadi simpul interaksi dan berbagi antar KRTP sehingga akan memupuk harapan serta semangat untuk berjuang bersama-sama dalam upaya keluar dari kemiskinan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Berdasarkan kebutuhan tersebut kader dari Tim Penggerak PKK adalah figur yang tepat sebagai “mother care” bagi KRTP. Gerakan PKK merupakan gerakan nasional dalam pembangunan masyarakat yang tumbuh dari bawah, yang pengelolaannya dari, oleh dan untuk masyarakat. Jejaring PKK dapat menjangkau kepada keluarga-keluarga secara langsung, karena telah terbentuk kelompok-kelompok PKK, RW, RT dan Kelompok Dasa Wisma. Sehingga melalui optimalisasi TP PKK dalam Jalin Matra PFK diharapkan dapat benar-benar secara riil memecahkan permasalahan problematika kemiskinan yang berwajah perempuan di tingkat keluarga.
Pembangunan Masyarakat Perbatasan di Desa Liang Turan Kecamatan Krayan Barat Kabupaten Nunukan Veronika, Eva; Kasim, Kasim; Habibi, Habibi
FisiPublik: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik Vol. 3 No. 2 (2018): November
Publisher : Social and Political Sciences Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/fpb.v3i2.732

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti sejauh mana pembangunan infrastruktur di Desa Liang Turan Kecamatan Krayan Barat Kabupaten Nunukan. Jenis penelitian yang dilakukan adalah deskriftif kualitatif, dengan teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles & Huberman (2011). Hasil penelitian menunjukan bahwa pembangunan infrastruktur di desa Liang Turan kurang baik, hal ini dikarenakan wilayahnya yang terisolasi. Akses jembatan yang menghubungkan antar kecamatan belum semuanya dapat dilalui oleh kendaraan roda 4. Akses jalanpun masih berupa jalan tanah yang apa bila terjadi hujan maka dipastikan kendaraan tidak akan bisa melewati akses jalan tersebut. Barang-barang kebutuhan untuk membangun prasarana kantor desa, gedung sekolah dan rumah ibadah sulit didatangkan, karena satu-satunya akses transportasi yang bisa digunakan adalah melalui transportasi udara dan itupun sangat terbatas. Sedangkan untuk mendatangkan bahan pembangunan dari Malaysia, juga membutuhkan waktu yang lama karena kondisi prasarana Jalan yang tidak baik yang mempengaruhi pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur di Desa Liang Turan Kecamatan Krayan Barat Kabupaten Nunukan.
Analisis Promosi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Di Kabupaten Pekalongan Tahun 2017 Mahanani, Dewi; Atmojo, Muhammad Eko
FisiPublik: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik Vol. 3 No. 2 (2018): November
Publisher : Social and Political Sciences Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/fpb.v3i2.733

Abstract

Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu hal yang cukup penting karena SDM yang nantinya akan melaksanakan dan menyelesaikan beberapa hal terkait dengan pemerintahan. Dalam pelaksanaan itu sendiri tentu perlu adanya SDM yang profesional dan berkompeten agar dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik dan berintegritas. Undang-Undang No 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara menjelaskan manajemen Aparatur Sipil Negara untuk mendapatkan pegawai yang profesional, dalam hal memenuhi apa yang sudah diatur di dalam peraturan tersebut maka Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam hal pengisian kekosongan Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPT) dilakukan dengan promosi terbuka. Metode yang dilakukan Pemerintah dalam hal ini yaitu melalui seleksi administrasi, assesment center, seleksi bidang yang terdiri dari uji gagasan tertulis dan wawancara. Dengan adanya penjelasan mengenai sistem merit dan juga adanya promosi terbuka yang dilaksanakan, Pemerintah berharap adanya kesesuaian penempatan jabatan berdasarkan keahlian yang dimiliki dari ASN itu sendiri sesuai dengan kompetensi yang dilakukan.
Evaluasi Pemilihan Kepala Desa antar Waktu di desa Winong Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo Rahayu, Sri; Dewi, Dian Suluh Kusuma
FisiPublik: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik Vol. 3 No. 2 (2018): November
Publisher : Social and Political Sciences Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/fpb.v3i2.734

Abstract

Pemilihan Kepala Desa atau Pilkades adalah sebuah kata yang tidak asing lagi dan  diperbincangkan oleh sebagian besar masyarakat khususnya masyarakat perdesaan dimasa Demokrasi saat ini, terutama bagi pihak-pihak yang berkecimpung dalam dunia politik ataupun praktisi politik. Pemilihan Kepala Desa erat kaitannya dengan kehidupan Pemerintah Desa yang nantinya berperan sebagai penggerak bagi kesejahteraan masyarakatnya. Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu adalah Pemilihan Kepala Desa yang dilakukan melalui musyawarah Desa. Musyawarah Desa adalah musyawarah antara Badan Permusyawaratan Desa, Pemerintah Desa dan unsur masyarakat yang diselenggarakan oleh Badan Permusyawaratan Desa khusus untuk pelaksanaan  Pemilihan Kepala Desa. Dengan kegunaannya yang sangat penting maka telah dilakukan penelitian yang berjudul “ Evaluasi Pelaksanaan Peraturan Bupati Nomor 27 Tahun 2016 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Ponorogo  Nomor 11 Tahun 2015 tentang Kepala Desa di Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo” yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan hingga hasil akhir dari kebijakan pemerintah yang baru dibuat dan untuk perbandingan atau untuk mengetahui kekurangan dari kebijakan tersebut. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif  yaitu penelitian yang dimaksudkan untuk memberikan data seteliti mungkin secara aktual dan akurat mengenai keadaan atau fenomena yang diteliti. Deskriptif lebih banyak mengunakan kata-kata, bukan angka-angka. Dalam penelitian ini langkah-langkah pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan informan dilapangan dan dokumentasi. Analisis data dilakukan analisa kualitatif dengan melihat situasi yang dialami. Pemilihan Kepala Desa Wonoketro yang dilaksanakan pada tanggal 22 November 2016, yang terpilih dari 3 kandidat yaitu Imam Nurdin, Muhammad Takim dan Gunawan Mardiraharjo, calon Kepala Desa yang terpilih adalah Bapak Imam Nurdin yang latar belakangnya adalah masyarakat biasa. Dari pemilih sebanyak 60 orang selisih perbandingannya sangatlah banyak, dari kandidat yang nomor urut 2 dan 3 dengan jumlah pemilih 5 orang masing-masing, nomor urut 1 dengan jumlah pemilih 50 orang. Dan Pemilihan Kepala Desa Winong yang terpilih dari 2 calon yaitu Bapak Hanif Saifulloh, SE dan Bapak Didik Prasetyo, SH  calon yang terpilih adalah Bapak Hanif Saifulloh, SE selaku PJ di Desa tersebut, dari 2 calon Kepala Desa tersebut hasil rekapitulasi selisihnya sangatlah sedikit yaitu hanya 3 suara dari 61 pemilih yang hadir, nomor urut 1 dengan pemilih bejumlah 29 suara dan nomor urut 2 dengan 32 suara.
Dampak Pembangunan Malang Town Square (Matos) di Tinjau dari segi Hukum Administrasi Negara Nadia, Kevin Herma; Mufarihah, Dewi; Ulla, Najmatul
FisiPublik: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik Vol. 4 No. 1 (2019): May
Publisher : Social and Political Sciences Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/fpb.v4i1.738

Abstract

Kecenderungan untuk mengupayakan efektifitas komersil megakibatkan terjadinya pergeseran wadah bagi kegiatan perdagangan. Sehingga sistem seperti pertokoan linier (Shopping Street) maupun pasar tradisional perlahan mulai ditinggalkan, semua itu dialihkan dengan munculnya suatu pusat perbelanjaan modern yaitu mall. Yang tidak hanya menyediakan kelengkapan, kenyamanan, kemudahan serta efektifitas komersil yang tinggi. Kota malang merupakan kota yang dianggap seperti salah satu metrpolitan yang dapat disejajarkan dengan surabaya dan jakarta, tidak heran jika malang cukup banyak menjadi incaran para perusahaan untuk membangun sebuah pusat perbelanjaan yang besar sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dikota tersebut. Perancanagan pembagunan pusat perbelanjaan di kota malang berdasarkan pada konsep fungsi yang diwadahi kebijakan publik ditinjau dari lokasi pendiriannya yaitu di dekat bangunan edukasi maupun daerah resapan air menjadikan pro dan kontra atas pembangunan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan intervensi dampak yang yang ditimbulkan pembangunan pusat perbelanjaan Malang Town Square yang didirikan pada letak yang menjadi kontrofers dikalangan pelajar maupun masyarakat disekitar ditinjau dari hukum administrasi negara itu sendiri. Metode penelitian ini menggunakan metode diskriptif. Data yang digunakan diperoleh melalui penelusuran kepustakaan, pengamatan, dokumentasi yang relevan.
Pengembangan Transportasi Publik Berbasis Smart Mobility Di Kota Makassar Rachmat, Amaliah Widyastuti; Prianto, Andi Luhur; Hamrun, Hamrun; Nurmaeta, St.
FisiPublik: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik Vol. 4 No. 1 (2019): May
Publisher : Social and Political Sciences Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/fpb.v4i1.739

Abstract

Artikel ini membahas tentang pengembangan trasportasi publik berbasis smart mobility di kota Makassar dan untuk mengetahui hambatan dalam pengembangan trasportasi publik berbasis smart mobility di Kota Makassar. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Data diproses dari hasil wawancara, dan observasi kemudian dianalisa dengan melihat ditinjau dari sejumlah aspek manajemen transportasi perkotaan yang dikemukakan yaitu Sistem Transportasi, Alternatif Akses, Acceptability, dan Berbasis Data (Aplikasi). Kemudian penelitian ini juga melihat hambatan yang ditemukan dalam penelitian ini. Adapun aktifitas dalam analisis data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem transportasi di Kota Makassar terintegrasi dengan sistem transportasi yang dirancang oleh pemerintah provinsi selain itu sistem didukung dengan adanya kolaborasi dengan berbagai pihak dalam implementasi BRT (Bus Rapid Transit). Proses pengintegrasian sistem transportasi melalui proyek BRT telah menyiapkan sejumlah sarana prasana seperti pembukaan koridor halte yang telah memiliki jalur Bus Line namun belum optimal karena tidak memiliki jalur Busway sendiri masih melewati jalur umum bersama dengan kendaraan lainnya padahal BRT ini dapat maksimal dan efektif bila menggunakan jalur Busway tersendiri. Kemudahan masyarakat dalam memanfaatkan BRT belum terwujud secara optimal ini terlihat dari waktu menunggu dan jadwal kedatangan BRT yang sulit diprediksi, oleh karena itu akses BRT ini masih belum dapat dikategorikan sebagai alternatif akses. Aplikasi yang diakses masyarakat melalui smart phone berbasis android masih membutuhkan pengembangan dan penyesuaian fitur-fitur dalam aplikasinya. Selain itu, penggunaan aplikasi transportasi seperti Grab dan Gojek yang diaplikasikan secara online lebih diminati masyarakat karena lebih cepat dan sangat fleksibel sementara BRT mesti menunggu pada halte yang disediakan dengan perkiraan waktu yang tidak menentu.

Page 4 of 15 | Total Record : 149