cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains Materi Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Sains Materi Indonesia (Indonesian Journal of Materials Science), diterbitkan oleh Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir - BATAN. Terbit pertama kali: Oktober 1999, frekuensi terbit: empat bulanan.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 3: JUNI 2000" : 5 Documents clear
PENDAURAN DAN DIFUSI ION PADA SEL KOMPOSIT SUPERIONIK BERBASIS Cu. N. Effendi; S. Purnama; A. K. Jahja
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 1, No 3: JUNI 2000
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1906.47 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2000.1.3.5328

Abstract

PENDAURAN DAN DIFUSI ION PADA SEL KOMPOSIT SUPERIONIK BERBASIS Cu. Telah dilakukan penelitian karakteristik pendauran (cycling) terhadap sel baterai untuk konfigurasi Cu/Rb4Cu16I7.2Cl12.8/Cu2Se dengan Cu sebagai anoda dan Cu2Se sebagai katoda dari model baterai dari serbuk terkompaksi. Pengukuran karakteristik dilakukan dengan metode muatan potensiostatik yang dibatasi arus. Hasil pengukuran karakteristik kapasitas dan utilisasi pengosongan (discharge) muatan sistim sel baterai pada sasana tekanan atmosfir biasa dan temperatur ruang menunjukkan bahwa sel mampu berfungsi secara normal dengan batasan waktu penggunaan yang singkat atau dibawah 24 jam. Diamati bahwa untuk laju pendauran yang tidak terlalu besar (6 μA/cm2), katoda Cu2Se mampu bertahan dan mampu menyaingi katoda chevrel. Percobaan uji unjuk kerja sel untuk jangka waktu relatif panjang (bulanan atau tahunan) masih akan dilakukan. Diamati koefisien difusi ion Cu+ adalah sebesar Dc=2,7 x 10-9 cm2/s, harga ini sesuai dengan harga yang disajikan literatur, sehingga disimpulkan bahwa pergantian katoda chevrel dengan katoda Cu2Se tidak mempengaruhi unjuk kerja sel.
PENGGUNAAN RADIASI SYNCHROTRON UNTUK PENGUKURAN DAERAH PLASTIS PADA MATERIAL BAJA KARBON Yunan Prawoto
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 1, No 3: JUNI 2000
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2677.536 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2000.1.3.5329

Abstract

PENGGUNAAN RADIASI SYNCHROTRON UNTUK PENGUKURAN DAERAH PLASTIS PADA MATERIAL BAJA KARBON. Pada penelitian ini perubahan ukuran daerah plastis digunakan untuk verifikasi hasil analisis faktor intensitas tegangan dari retakan lelah yang dilakukan pada material yang memiliki tegungan sisa tarik. Daerah plastis vertikal digunakan untuk menyelidiki jejak faktor intensitas tegangan maksimum di dalam dan di luar daerah yang memiliki tegangan sisa tarik. Daerah plastis vertikal dideteksi dengan metoda line broadening dengan menggunakan radiasi synchrotron dengan ukuran spot 50 x 50 μm. Hasil pengukuran daerah plastis ini kemudian dibandingkan dengan hasil estimasi analitik. Hasil estimasi analitik ini didapatkan dengan imenjumlahkan faktor intensitas tegangan kerja maksimum dan faktor intensitas tegangan sisa yang dihitung dengan metoda weight function. Ukuran daerah plastis tertetak antara hasil analisis Rice dan Irwin. Juga dibandingkan dengan perhitungan menggunakan konstanta yang diperoleh dengan metoda micro hardness dan metoda etsa. Disimpulkan bahwa line broadening dari radiasi syncjrotron dapat digunakan untuk mengukur daerah plastis yang terbentuk selama proses peretakan. Total maximum faktor intensitas tegangan adalah jumlah dari faktor intensitas tegangan kerja maksimum dan faktor intensitas tegangan sisa sesuai dengan prinsip superposisi.
PENGARUH PENAMBAHAN OKSIDA PERAK TERHADAP RAPAT ARUS KRITIS PADA SUPERKONDUKTOR Tc TINGGI YBa2Cu3O7-x Didin S. Winatapura; Wisnu Ari Adi
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 1, No 3: JUNI 2000
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2465.12 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2000.1.3.5330

Abstract

PENGARUH PENAMBAHAN OKSIDA PERAK TERHADAP RAPAT ARUS KRITIS PADA SUPERKONDUKTOR Tc TINGGI YBa2Cu3O7-x. Superkonduktor YBa2Cu3O7-x telah dibuat melalui reaksi padatan dengan campuran Ag2O masing-masing 0, 5 , 10, dan 20 persen berat dari setiap 2 gram prekursor YBa2Cu3O7-x. Pencampuran dilakukan di dalam mortal agate, yang kemudian diikuti dengan kalsinasi pada 900 oC selama 4 jam dan sintering pada 940oC selama 10 jam. Karakterisasi dilakukan dengan difraksi sinar x, scanning electron microscopy dan teknik probe empat titik. Hasil pengukuran cuplikan menunjukkan bahwa superkonduktor Tc tinggi YBa2Cu3O7-x dan YBa2Cu3O7-x/Ag2O memiliki struktur kristal orthorombik yang dicirikan oleh adanya puncak pola difraksi (003), (110/103), (005), (113), dan (006). Temperatur kritis (Tc) YBa2Cu3O7-x dan YBa2Cu3O7-x/Ag2O diperoleh masing-masing 89 K dan 88 K dan rapat arus kritis meningkat dengan kenaikan penambahan Ag2O.
KARAKTERISASI PRESIPITAT AgI PADA (AgI)0,7(AgP03)0,3 DENGAN TEKNIK HAMBURAN NEUTRON SEBAGAI FUNGSI SUHU Evvy Kartini
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 1, No 3: JUNI 2000
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3016.539 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2000.1.3.5326

Abstract

KARAKTERISASI PRESIPITAT AgI PADA (AgI)0,7(AgP03)0,3 DENGAN TEKNIK HAMBURAN NEUTRON SEBAGAI FUNGSI SUHU. Gelas konduktor superionik (AgI)0,7(AgP03)0,3 telah dibuat ntelalui inetoda pendinginan cepat. Pada suhu ruang struktur yang terjadi incrupakan campuran antara gelas (AgI)0,7(AgP03)0,3 dan presipitat kristalin b-AgI. Secara insitu telah dipelajari perubahan struktur yang terjadi pada saat pemanasan dari suhu ruang sampai suhu diatas suhu fasa transisi beta ke alfa AgI, dengan metoda hamburan neutron. Percobaan dilakukan dengan menggunakan High Resolution Powder Diffractometer(HRPD) pada Nuclear Research Reactor Chalk River Laboratory Canada. Hasil percobaan menunjukkan adanya transisi ke fasa alfa-AgI pada suhu 435 K pada saat pemanasan, sedangkan pada saat pendinginan suhu transisi dari fasa alfa ke beta Agl diperoleh pada suhu 415 K. Pada bagian gelas. yaitu pada puncak tajam difraksi pertama dengan daerah Q=0,7 A tampak adanya kristalisasi pada suhu sekitar 390 K. yang kemudian meleleh pada suhu 544 K. pada saat pemanasan. Pada penelitian ini telah diamati pula perubahan posisi yang terjadi baik pada puncak Bragg maupun pada puncak gelas selama proses ini berlangsung.
ANALISIS STATIK SAMBUNGAN PIPA BERTEKANAN DENGAN PENDEKATAN METODA ELEMEN HINGGA Bambang Rustianto; Anwar Anwar
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 1, No 3: JUNI 2000
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1799.391 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2000.1.3.5327

Abstract

ANALISIS STATIK SAMBUNGAN PIPA BERTEKANAN DENGAN PENDEKATAN METODA ELEMEN HINGGA. Analisis statik dalam perancangan struktur merupakan hal yang penting. Analisis elemen hingga sebagai bagian dari proses perancangan dengan menggunakan simulasi komputer dapat menghemat waktu dan biaya. Makalah ini membahas tentang analisis statik, dengan menggunakan simulasi komputer yang dilakukan terhadap benda uji sambungan pipa-T. Pipa ini dimodelkan dengan silinder yang pada kedua ujungnya ditahan. FEMAP digunakan untuk membuat pemodelan elemen hingga, dimana elemen padat digunakan untuk membuat model pipa silinder. Beban yang diberikan pada model ini adalah tekanan yang diberikan pada semua elemennya. Hasil analisis statik ini berupa distribusi tegangan dan deformasi akibat adanya beban yang terjadi pada permukaan pipa. Tegangan pada sambungan pipa yang diperoleh dari perhitungan analisis dan pengujian menunjukkan perbedaan yang kecil. Hal ini berarti bahwa data yang diperoleh dari metode analisis cukup baik.

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2000 2000


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 1: OCTOBER 2022 Vol 23, No 2: APRIL 2022 Vol 23, No 1: OCTOBER 2021 Vol 22, No 2: APRIL 2021 Vol 22, No 1: OCTOBER 2020 Vol 21, No 4: JULY 2020 Vol 21, No 3: APRIL 2020 Vol 21, No 2: JANUARY 2020 Vol 21, No 1: OCTOBER 2019 Vol 20, No 4: JULY 2019 Vol 20, No 3: APRIL 2019 Vol 20, No 2: JANUARY 2019 Vol 20, No 1: OCTOBER 2018 Vol 19, No 4: JULI 2018 Vol 19, No 3: APRIL 2018 Vol 19, No 2: JANUARI 2018 Vol 19, No 1: OKTOBER 2017 Vol 18, No 4: JULI 2017 Vol 18, No 3: APRIL 2017 Vol 18, No 2: JANUARI 2017 Vol 18, No 1: OKTOBER 2016 Vol 17, No 4: JULI 2016 Vol 17, No 3: APRIL 2016 Vol 17, No 2: JANUARI 2016 Vol 17, No 1: OKTOBER 2015 Vol 16, No 4: JULI 2015 Vol 16, No 3: APRIL 2015 Vol 16, No 2: JANUARI 2015 Vol 16, No 1: OKTOBER 2014 Vol 15, No 4: JULI 2014 Vol 15, No 3: APRIL 2014 Vol 15, No 2: JANUARI 2014 Vol 15, No 1: OKTOBER 2013 Vol 14, No 4: JULI 2013 Vol 14, No 3: APRIL 2013 Vol 14, No 2: JANUARI 2013 Vol 14, No 1: OKTOBER 2012 Vol 13, No 3: JUNI 2012 Vol 13, No 2: FEBRUARI 2012 VOL 13, NO 1: OKTOBER 2011 Vol 12, No 3: JUNI 2011 Vol 12, No 2: FEBRUARI 2011 Vol 12, No 1: OKTOBER 2010 Vol 11, No 2: FEBRUARI 2010 Vol 11, No 1: OKTOBER 2009 Vol 10, No 1: OKTOBER 2008 Vol 9, No 3: JUNI 2008 Vol 9, No 2: FEBRUARI 2008 Vol 9, No 1: OKTOBER 2007 Vol 8, No 3: JUNI 2007 Vol 8, No 2: FEBRUARI 2007 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007 Vol 8, No 1: OKTOBER 2006 Vol 7, No 3: JUNI 2006 Vol 7, No 2: FEBRUARI 2006 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006 Vol 7, No 1: OKTOBER 2005 Vol 6, No 3: JUNI 2005 Vol 6, No 2: FEBRUARI 2005 Vol 6, No 1: OKTOBER 2004 Vol 5, No 3: JUNI 2004 Vol 5, No 2: FEBRUARI 2004 Vol 5, No 1: OKTOBER 2003 Vol 4, No 3: JUNI 2003 Vol 4, No 2: FEBRUARI 2003 Vol 4, No 1: OKTOBER 2002 Vol 3, No 3: JUNI 2002 Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002 Vol 3, No 1: OKTOBER 2001 Vol 2, No 3: JUNI 2001 Vol 2, No 2: FEBRUARI 2001 Vol 2, No 1: OKTOBER 2000 Vol 1, No 3: JUNI 2000 Vol 1, No 2: FEBRUARI 2000 Vol 13, No 4: Edisi Khusus Material untuk Kesehatan More Issue