cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains Materi Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Sains Materi Indonesia (Indonesian Journal of Materials Science), diterbitkan oleh Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir - BATAN. Terbit pertama kali: Oktober 1999, frekuensi terbit: empat bulanan.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 1: OKTOBER 2014" : 8 Documents clear
SINTESIS NANO ZEOLIT ALAM MENGGUNAKAN METODE BALL MILLING Makmur Sirait; Nurdin Bukit; Usler Simarmata
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 16, No 1: OKTOBER 2014
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.899 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2014.16.1.4326

Abstract

SINTESIS NANO ZEOLIT ALAM MENGGUNAKAN METODE BALL MILLING. Telah disintesis nanozeolit alam Pahae dengan metode ball milling. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan nilai jual sumber daya alam Sumatera Utara khususnya zeolit. Zeolit digerus sampai halus, lalu diayak dengan ukuran 200 mesh. Zeolit kemudian diaktivasi secara kimia dengan menggunakan HCl untuk membersihkan zeolit dari pengotor, dan secara fisis dengan kalsinasi pada suhu 600 oCselama 2 jam untuk mengurangi kadar air. Selanjutnya, serbuk zeolit yang sudah diaktivasi tersebut dimasukkan ke dalamball miling dan diaduk selama 10 jam untuk mendapatkan serbuk nanozeolit. Hasil X-Ray Diffraction (XRD) menunjukkan dua fasa dominan yaitu calsium aluminium silicate hydrate (CaAl2Si10O24.7 H2O) dan aluminium oxide (Al2O3). Dengan persamaan Scherer diperoleh ukuran kristal rata-rata zeolit adalah 74 nm. Hasil X-Ray Fluorescence (XRF)menunjukkan kandungan zeolit alam Pahae terdiri dari senyawa Na2O (1,03%), MgO (0,82%), Al2O3 (17,29%), SiO2 (71,06), K2O (4,63%), CaO (1,92%), TiO2 (0,51%) dan Fe2O3 (2,75%).
SINTESIS DAN KARAKTERISASI SODIUM-POLISTIREN SULFONAT DAN IDENTIFIKASI PENEMPELAN GUGUS SULFONAT DENGAN METODE FT-IR DAN NMR Dieni Mansur; A Haryono
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 16, No 1: OKTOBER 2014
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.579 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2014.16.1.4331

Abstract

SINTESIS DAN KARAKTERISASI SODIUM-POLISTIREN SULFONAT DAN IDENTIFIKASI PENEMPELAN GUGUS SULFONAT DENGAN METODE FT-IR DAN NMR . Sodium polistiren sulfonat merupakan polimer yang banyak digunakan sebagai bahan baku dan bahan penunjang di industri kimia. Namun kebutuhan sodium polistiren sulfonat di Indonesia masih diperoleh dari impor. Oleh karena itu perlu dilakukan sintesis polimer dan karakterisasi produk yang dihasilkan untuk mengurangi impor. Sintesis sodium polistiren sulfonat dilakukan melalui proses sulfonasi menggunakan H2SO4 sebagai agent sulfonasi. Dari hasil penelitian ini, produk sodium polistiren sulfonat ada yang larut air dan ada yang tidak larut air. Produk yang larut air adalah sodium polistiren sulfonat yang diinginkan. Berdasarkan analisis Fourier Transform-Infra Red (FT-IR) dan Nuclear Magnetic Resonance (NMR), gugus sulfonat menempel pada posisi para dari benzen. Dengan posisi gugus sulfonat tersebut maka struktur produk yang dihasilkan sesuai dengan struktur sodium polistiren sulfonat acuan.
EVALUASI INHIBITOR SODIUM NITRIT DI DALAM LARUTAN BETON SINTETIS Arini Nikitasari; Moch Syaiful Anwar; Efendi Mabruri; Sundjono Sundjono
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 16, No 1: OKTOBER 2014
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.008 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2014.16.1.4327

Abstract

EVALUASI INHIBITOR SODIUM NITRIT DI DALAM LARUTAN BETON SINTETIS.Masalah korosi sering terjadi dalam baja tulangan khususnya pada struktur bangunan dan jembatan beton yang diakibatkan oleh infiltrasi ion klorida dari lingkungan sekitarnya. Salah satu cara untuk menghambat terjadinya korosi pada baja tulangan beton adalah dengan penambahan inhibitor. Telah dilakukan penelitian pengaruh inhibitor sodium nitrit dengan variasi konsentrasi 0,1M, 0,3M dan 0,6M untuk inhibisi korosi pada baja tulangan beton dalam larutan sintetis beton pada variasi pH 11, 9, dan 7 dengan larutan 3,5% NaCl. Pengukuran potensial korosi (Ecorr) dan laju korosi baja tulangan dilakukan denganmetode polarisasi Tafel pada scan rate 1,5mV/s berdasarkan standard ASTM G-5. Pengukuran potensial korosi (Ecorr) dan laju korosi baja tulangan beton dilakukan dengan merendam sampel uji selama 30 hari dalam larutan uji. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa inhibitor sodium nitrit terbukti dapat menaikkan potensial korosi (Ecorr) ke daerah pasif dan menurunkan laju korosi pada baja tulangan beton yang terkontaminasi klorida. Efisiensi inhibisi sodium nitrit yang paling optimal adalah konsentrasi 0,6 M pada semua variasi pH larutan uji.
PEMBUATAN POLIOL BERBASIS KOMPONEN MINYAK SAWIT SEBAGAI BAHAN BAKU BUSA POLIURETAN E. Triwulandari; N Astrini; A Haryono
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 16, No 1: OKTOBER 2014
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.58 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2014.16.1.4332

Abstract

PEMBUATAN POLIOL BERBASIS KOMPONEN MINYAK SAWIT SEBAGAI BAHAN BAKU BUSA POLIURETAN. Poliuretan merupakan polimer sintetik yang diperoleh dari hasil reaksi antara poliol dan isosianat. Saat ini, poliol yang digunakan untuk pembuatan poliuretan merupakan hasil dari turunan minyak bumi yang makin terbatas persediannya. Penelitian inimerupakan salah satu alternatif untuk mendapatkan bahan poliol untuk pembuatan poliuretan yang berasal dari turunan komponen minyak sawit yang terbarukan. Pada penelitian ini telah dilakukan pembuatan poliol dari turunan komponen minyak sawit berbasis asam oleat dan Refined Bleached Deodorized Palm Oil (RBDPO). Produk poliol berbasis turunan asam oleat yang telah dihasilkan diantaranya yaitu 9,10-dihidroksi asam stearat (DHAS), 9-hidroksi-10-metoksi-gliserol monostearat (HMGMS) dan 9-hidroksi-10-metoksi-butanemonostearat (HMBMS). Sedangkan poliol berbasis RBDPOyang dihasilkan yaitu poliol propane-1,2,3-triyl tris(9-hidroksi-10-metoksioktadekanoat (PTHMO). Poliol yang diperoleh kemudian direaksikan dengan isosianat untuk menghasilkan busa poliuretan. Dari beberapa poliol yang digunakan untuk pembuatan busa poliuretan, poliol HMGMS memberikan hasil yang baik.
SURFACE COATING OF ACRYLATE POLYMER ON SENGON WOOD (Paraserianthes falcataria L. NIELSEN) USING UV IRRADIATION Darsono Darsono; Sudrajat Iskandar
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 16, No 1: OKTOBER 2014
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.927 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2014.16.1.4328

Abstract

SURFACE COATING OF ACRYLATE POLYMER ON SENGON WOOD (Paraserianthes falcataria L. NIELSEN) USING UV IRRADIATION. An experiment on surface coating of sengon wood (Paraserianthes falcataria L. Nielsen) using ultraviolet (UV) irradiation has been conducted. Epoxy acrylate and urethane acrylate resins were used as coating materials after addition of tripropylene glycol diacrylate and a photoinisiator, Darrocure 1173. Irradiation was conducted using UV light at the conveyor speed of 2, 3, 4, and 5 m/minutes. Parameters observed were glossyness, adhesion, hardness, abrasion resistance and chemical, solvent and stain resistance. The superior results of the epoxy acrylate films were obtained to show excellent adhesion on the surface of wood meeting with the standard because of greater remaining values than 50 % (ASTM 2571-71), together with the high degrees of abrasion, hardness, glossyness and torelance against chemicals, solvent, and stain except against 10 % NaOH solution.
KONVERSI SAMPAH PLASTIK STYROFOAM MENJADI BAHAN PEMBERSIH SULFUR LIGHT DIESEL OIL A Z Abidin; O W Lukman; Christian Christian
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 16, No 1: OKTOBER 2014
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.515 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2014.16.1.4329

Abstract

KONVERSI SAMPAH PLASTIK STYROFOAM MENJADI BAHAN PEMBERSIH SULFUR LIGHT DIESEL OIL. Sampah plastik styrofoam dimanfaatkan sebagai bahan utama untuk isolasi polistiren, yang kemudian disintesis menjadi Natrium N-kloro-polistiren sulfonamida (PI) yang dapat menyerap sulfur di dalam minyak diesel. PI ini digunakan pada proses desulfurisasi minyak diesel ringan dan dapat digunakan kembali setelah melalui proses regenerasi menggunakan solvent washing. Hasil penelitian menunjukkan proses isolasi polistiren menghasilkan polistiren yang memiliki karakteristik dan struktur molekul yang menyerupai polistiren standar. PI juga berhasil mendesulfurisasi minyak diesel dari 1491 ppm menjadi 463 ppm. Proses desulfurisasi ini dapat dilakukan dengan menggunakan polimer PI hasil regenerasi namun dengan hasil yang tidak sebaikmenggunakan polimer PI baru. Proses regenerasi terbaik dilakukan denganmenggunakan kombinasi pelarut toluen dan NaOCl dengan hasil yang dapat mengurangi kadar sulfur dari 1491 ppm menjadi 603 ppm.
KARAKTERISASI SENYAWA PENGKONTRAS CT-SCAN TERARAH AuNP-PAMAM G4-NIMOTUZUMAB MELALUI SIMULASI MENGGUNAKAN 198AuNP-PAMAM G4-NIMOTUZUMAB Adang H G; Anung P; Maskur Maskur; Herlan S; Rien R
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 16, No 1: OKTOBER 2014
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.207 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2014.16.1.4325

Abstract

KARAKTERISASI SENYAWA PENGKONTRAS CT-SCAN TERARAH AuNPPAMAM G4-NIMOTUZUMAB MELALUI SIMULASI MENGGUNAKAN 198AuNP-PAMAM G4-NIMOTUZUMAB. Modalitas Computed Tomography Scan (CT-Scan) dapat digunakan untuk diagnosa cedera tulang (bone injuries), visualisasi paru-paru, dada dan untuk mendeteksi kanker. Untuk meningkatkan kualitas hasil pencitraan dengan CT-Scan pada pasien yang akan dicitra, kadang-kadang diberi/dinjeksi terlebih dahulu dengan senyawa pengkontras berbasis iodium. Senyawa pengkontras berbasis iodium mempunyai beberapa keterbatasan yaitu diantaranya harus diimport dari luar negeri, toksisitas yang cukup tinggi dan tingkat pencitraannya masih pada ditingkat anatomi. Nanopartikel emas telah banyak dikembangkan dan digunakan sebagai pengganti senyawa pengkontras berbasis iodium. Dalam penelitian ini, telah dilakukan penyiapan senyawa pengkontras CT-Scan terarah/ pencitraan tingkat molekulerAu Nano Partikel-PoliAmido Amin Generasi 4-Nimotuzumab (AuNP-PAMAM G4-Nimotuzumab) yang didapatkan dengan mengkonyugasikan AuNP terbungkus PAMAM G4 dengan Nimotuzumab. Karakterisasi hasil konyugasi AuNP-PAMAMG4-Nimotuzumab, dilakukan dengan menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT), Sodium Dodecyl Sulphate Polyacrilamide Gel Electrophoresis (SDS page) dan Transmission Electron Microscope (TEM). Karakterisasi AuNP-PAMAMG4-Nimotuzumab Kromatografi Cair Kinerja Tinggi KCKT memberikan waktu retensi (rt) 5,2 menit yang sama dengan menit AuNP-PAMAM G4-Nimotuzumab yang ditandai radioaktif 198AuNP-PAMAM G4-Nimotuzumab berturut-turut 5,2 menit (detektor UV) dan 5,3 menit (detektor radioaktif).
ACRYLIC SEBAGAI COMPATIBILIZER AGENT PADA PLASTIK PATI TAPIOKA/LATEKS KARET ALAM Mardiyati Mardiyati; Steven Steven
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 16, No 1: OKTOBER 2014
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.011 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2014.16.1.4330

Abstract

ACRYLIC SEBAGAI COMPATIBILIZER AGENT PADA PLASTIK PATI TAPIOKA/LATEKS KARET ALAM. Pati tapioka dan lateks Karet Alam(KA) merupakan dua polimer hayati yang banyak dihasilkan oleh alam Indonesia. Pati tapioka merupakan polimer hayati yang banyak dikembangkan sebagai bioplastik karenamemiliki kekuatan tarik yang tinggi namun memiliki kelemahan dalam ketahanan air. Sementara, lateks KAmerupakan polimer alam yangmemiliki elongasi dan ketahanan air yang tinggi. Dengan mencampurkan pati tapioka dengan lateks KA, diharapkan diperoleh sifat unggul dari kedua polimer tersebut. Namun, pencampuran pati dan lateks KA menghasilkan tingkat homogenitas yang rendah. Oleh karena itu, dalam penelitian ini acrylic ditambahkan ke dalam campuran pati dan lateks KA untuk meningkatkan homogenitasnya. Pada penelitian ini telah dilakukan pembuatan plastik campuran pati tapioka/lateks KA dengan menggunakan metode solution casting. Campuran pati tapioka/lateks KA ditambahkan acrylic sebagai compatibilizer agent dengan berbagai komposisi, sebesar 10%berat, 15%berat, 20%berat dan 25%berat. Untuk mengetahui kehomogenan campuran dilakukan karakterisasi dengan mengunakan Differential Scanning Calorimetry (DSC). Kekuatan mekanik plastik diuji dengan pengujian tarik.Ketahanan air plastik diuji dengan pengujian celup. Semakin banyak jumlah acrylic yang ditambahkan kedalam campuran pati tapioka/lateks KA, maka kekuatan tarik,modulus elastisitas, elongasi serta ketahanan air plastik semakin meningkat. Hal ini dipengaruhi oleh homogenitas yang baik dari campuran yang ditunjukkan oleh hasil kareakterisasi dengan menggunakan DSC.

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 1: OCTOBER 2022 Vol 23, No 2: APRIL 2022 Vol 23, No 1: OCTOBER 2021 Vol 22, No 2: APRIL 2021 Vol 22, No 1: OCTOBER 2020 Vol 21, No 4: JULY 2020 Vol 21, No 3: APRIL 2020 Vol 21, No 2: JANUARY 2020 Vol 21, No 1: OCTOBER 2019 Vol 20, No 4: JULY 2019 Vol 20, No 3: APRIL 2019 Vol 20, No 2: JANUARY 2019 Vol 20, No 1: OCTOBER 2018 Vol 19, No 4: JULI 2018 Vol 19, No 3: APRIL 2018 Vol 19, No 2: JANUARI 2018 Vol 19, No 1: OKTOBER 2017 Vol 18, No 4: JULI 2017 Vol 18, No 3: APRIL 2017 Vol 18, No 2: JANUARI 2017 Vol 18, No 1: OKTOBER 2016 Vol 17, No 4: JULI 2016 Vol 17, No 3: APRIL 2016 Vol 17, No 2: JANUARI 2016 Vol 17, No 1: OKTOBER 2015 Vol 16, No 4: JULI 2015 Vol 16, No 3: APRIL 2015 Vol 16, No 2: JANUARI 2015 Vol 16, No 1: OKTOBER 2014 Vol 15, No 4: JULI 2014 Vol 15, No 3: APRIL 2014 Vol 15, No 2: JANUARI 2014 Vol 15, No 1: OKTOBER 2013 Vol 14, No 4: JULI 2013 Vol 14, No 3: APRIL 2013 Vol 14, No 2: JANUARI 2013 Vol 14, No 1: OKTOBER 2012 Vol 13, No 3: JUNI 2012 Vol 13, No 2: FEBRUARI 2012 VOL 13, NO 1: OKTOBER 2011 Vol 12, No 3: JUNI 2011 Vol 12, No 2: FEBRUARI 2011 Vol 12, No 1: OKTOBER 2010 Vol 11, No 2: FEBRUARI 2010 Vol 11, No 1: OKTOBER 2009 Vol 10, No 1: OKTOBER 2008 Vol 9, No 3: JUNI 2008 Vol 9, No 2: FEBRUARI 2008 Vol 9, No 1: OKTOBER 2007 Vol 8, No 3: JUNI 2007 Vol 8, No 2: FEBRUARI 2007 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007 Vol 8, No 1: OKTOBER 2006 Vol 7, No 3: JUNI 2006 Vol 7, No 2: FEBRUARI 2006 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006 Vol 7, No 1: OKTOBER 2005 Vol 6, No 3: JUNI 2005 Vol 6, No 2: FEBRUARI 2005 Vol 6, No 1: OKTOBER 2004 Vol 5, No 3: JUNI 2004 Vol 5, No 2: FEBRUARI 2004 Vol 5, No 1: OKTOBER 2003 Vol 4, No 3: JUNI 2003 Vol 4, No 2: FEBRUARI 2003 Vol 4, No 1: OKTOBER 2002 Vol 3, No 3: JUNI 2002 Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002 Vol 3, No 1: OKTOBER 2001 Vol 2, No 3: JUNI 2001 Vol 2, No 2: FEBRUARI 2001 Vol 2, No 1: OKTOBER 2000 Vol 1, No 3: JUNI 2000 Vol 1, No 2: FEBRUARI 2000 Vol 13, No 4: Edisi Khusus Material untuk Kesehatan More Issue