cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains Materi Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Sains Materi Indonesia (Indonesian Journal of Materials Science), diterbitkan oleh Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir - BATAN. Terbit pertama kali: Oktober 1999, frekuensi terbit: empat bulanan.
Arjuna Subject : -
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 3: JUNI 2007" : 18 Documents clear
PENGARUH SILIKAPADAMEMBRAN ELEKTROLIT BERBASIS POLIETER ETER KETON Singgih Hartanto; Sri Handayani; Lin Marlina; Latifah Latifah
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 8, No 3: JUNI 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.764 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2007.8.3.4695

Abstract

PENGARUH SILIKAPADAMEMBRAN ELEKTROLIT BERBASIS POLIETER ETER KETON. Sel bahan bakar telah dikembangkan sebagai pengkonversi energi alternatif. Nafion adalah membran terflorinasi yang secara intensif telah digunakan pada Direct Methanol Fuel Cell (DMFC). Membran ini menunjukkan konduktivitas proton dan stabilitas kimia yang baik, tetapi permeabilitas metanolnya juga tinggi. Polieter eter keton yang tersulfonasi (sPEEK) dengan harga yang lebih rendah memiliki potensi untuk digunakan pada Direct Methanol Fuel Cell (DMFC). Polimer ini memiliki stabilitas kimia, mekanik dan termal yang baik. Penelitian bertujuan mengurangi permeabilitas metanol dari polimer sPEEK dengan memodifikasi polimer melalui penambahan SiO2. Hasil menunjukkan penambahan 3% SiO2 ke dalam polimer dapat menaikkan konduktivitas dan menurunkan permeabilitas.
KARAKTERISASI KUNINGAN MISKIN Pb TERBUAT DARI DAUR ULANG LIMBAH KUNINGAN Nurul Taufiqu Rochman
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 8, No 3: JUNI 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1924.709 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2007.8.3.4761

Abstract

KARAKTERISASI KUNINGAN MISKIN Pb TERBUAT DARI DAUR ULANG LIMBAH KUNINGAN. Akhir-akhir ini regulasi untuk membatasi penggunaan Pb yang ditambahkan ke dalam kuningan khususnya untuk peralatan pensuplai air sudah diberlakukan. Hal ini mengakibatkan limbah kuningan yang mengandung Pb tidak dapat dipakai kembali dan menjadi sampah industri dalam jumlah besar. Oleh karenanya pengembangan kuningan miskin Pb dilakukan secara intensif. Dalam studi kali ini, Pb dieliminasi dari kuningan dengan menggunakan metode compound separation. Kemudian kuningan miskin Pb yang diperoleh dikarakterisasi dengan menggunakan mikroskop optik, X-Ray Flourescence (XRF), Electron Scanning Microscope (SEM), Electron Probe Microanalyzer (EPMA), kekerasan Rockwell dan uji tarik. Hasil analisis menunjukkan bahwa kekerasan dan regangan kuningan miskin Pb sangat dipengaruhi secara signifikan oleh strukturmikro dan konsentrasi Pb. Semakin sedikit konsentrasi Pb semakin tinggi kekerasannya, namun semakin rendah regangannya. Sementara itu, kekuatan tarik kuningan miskin Pb tidak terlalu dipengaruhi oleh konsentrasi P dan Pb.
PENINGKATAN REDUKSI CAMPURAN PASIR BESI-GRAFIT DENGAN MECHANICAL ALLOYING Alfian Noviyanto; Agus Sukarto Wismogroho; Wisnu Ari Adi; Iwan Setiawan; Nurul Taufiqu Rochman
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 8, No 3: JUNI 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1579.428 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2007.8.3.4700

Abstract

PENINGKATAN REDUKSI CAMPURAN PASIR BESI-GRAFIT DENGAN MECHANICAL ALLOYING. Untuk meningkatkan reduksi pasir besi, telah dilakukan mechanical alloying pada campuran pasir besi-grafit dengan komposisi 10 at% dan 15 at%. Sampel di-milling menggunakan high energy ball mill PBM4A selama 100 jam dalam suasana argon, kemudian dibakar pada suhu 1400 oC dengan interval waktu tertentu untuk melihat terjadinya metalisasi. Analisis karakterisasi dilakukan dengan menggunakan X-Ray Diffraction (XRD), Scanning Electron Microscope (SEM) dan Energy Disperse Spectroscopy (EDS). Setelah dimilling terlihat ukuran partikel pasir besi semakin kecil dan masuknya partikel grafit ke dalam pasir besi, sehingga reduksi langsung mungkin terjadi karena area kontak yang besar antara pasir besi-grafit. Hasil metalisasi dibandingkan dengan sampel pasir besi yang dibuat dengan pencampuran biasa. Hasil menunjukkan metalisasi hanya terjadi pada pasir besi dengan ball mill, sedangkan pasir besi yang dicampur biasa tidak terjadi metalisasi sama sekali.
PENGARUH SUHU DAN TEKANAN PROSES PEMBUATAN TERHADAP KONDUKTIVITAS IONIK MEMBRAN PEMFC BERBASIS POLISTIREN TERSULFONASI. Sunit Hendrana; Sri Pujiastuti; Sudirman Sudirman; Iman Rahayu; Yandhitra H. Rustam
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 8, No 3: JUNI 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (898.423 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2007.8.3.4691

Abstract

PENGARUH SUHU DAN TEKANAN PROSES PEMBUATAN TERHADAP KONDUKTIVITAS IONIK MEMBRAN PEMFC BERBASIS POLISTIREN TERSULFONASI. Telah dilakukan pembuatan membran PEMFC berbasis polistiren tersulfonasi (sPS) dengan metode hotpres. Parameter yang divariasikan adalah suhu dan tekanan pada saat pengepresan. Membran yang dihasilkan memberikan hasil yang menunjukkan perubahan karakter membran yang berpengaruh pada sifat konduktivitas ioniknya. Analisis yang digunakan dalam pengkajian kali ini adalah Fourier Transform Infrared (FTIR), analisis kandungan gugus -SO3H, pengukuran konduktivitas ionik, dan Scanning Electron Microscope (SEM). Hasil analisis dari berbagai metode tersebut adalah suhu dan tekanan memberikan efek yang cukup berarti pada kandungan gugus -SO3H akhir dari membran yang dibuat. Analisis data menunjukkan bahwa terdapat korelasi antara rigiditas membran terhadap sifat konduktivitas ioniknya.
SINTESIS DAN PENGUKURAN KONDUKTIVITAS LISTRIK KONDUKTOR SUPERIONIK GELAS (AgI)x(Ag2O-B2O3)1-x Saeful Yusuf
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 8, No 3: JUNI 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2549.9 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2007.8.3.4766

Abstract

SINTESIS DAN PENGUKURAN KONDUKTIVITAS LISTRIK KONDUKTOR SUPERIONIK GELAS (AgI)x(Ag2O-B2O3)1-x. Telah disintesis konduktor superionik berbasis gelas (AgI)x(Ag2O-B2O3)1-x dengan x bervariasi yaitu 0,3, 0,4, 0,5, 0,6, 0,7 dan 0,8 menggunakan teknik quenching dengan pendingin nitrogen cair. Sifat termal (AgI)x(Ag2O-B2O3)1-x yang terbentuk diamati dengan menggunakan Differential Thermal Analysis (DTA), sedangkan fasa kristal dan amorf diamati dengan teknik difraksi sinar-x (XRD). Konduktivitas ionik dari (AgI)x(Ag2O-B2O3)1-x diamati dengan cara mengukur hambatan listrik menggunakan metode-ac yang menerapkan prinsip jembatan wheatstone pada suhu yang bervariasi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa suhu transisi gelas, suhu kristalisasi dan suhu lebur (AgI)x(Ag2O-B2O3)1-x menurun dengan bertambahnya kandungan AgI. Hasil pengukuran sifat termal dan XRD tidak menunjukkan adanya transisi fasa β AgI menjadi fasa α AgI pada bahan (AgI)x(Ag2O-B2O3)1-x. Konduktivitas ioniknya ≈ 10-4 S/cm pada suhu kamar atau sekitar seribu kali lebih tinggi dibandingkan AgI murni. Konduktivitas juga bertambah dengan naiknya suhu. Bahan (AgI)0,5Ag2O-B2O3)0,5 memiliki konduktivitas paling tinggi dibandingkan konduktivitas (AgI)x(Ag2O-B2O3)1-x pada komposisi lain.
PREPARASI DAN KARAKTERISASI CORE/SHELL MIKROKAPSULPOLISTIREN SEBAGAI BIOMATERIAL IMOBILISASI SEL MIKROBA Etik Mardliyati
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 8, No 3: JUNI 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.499 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2007.8.3.4696

Abstract

PREPARASI DAN KARAKTERISASI CORE/SHELL MIKROKAPSULPOLISTIREN SEBAGAI BIOMATERIAL IMOBILISASI SEL MIKROBA. Telah dikembangkan sebuah metode berbasis teknik emulsification-solvent evaporation untuk pembuatan mikrokapsul polistiren yang berstruktur core/shell. Metode ini memanfaatkan fenomena separasi fasa polimer di dalam campuran pelarut organik pada droplet emulsi minyak/air. Pada penelitian ini diteliti pengaruh kondisi preparasi mikrokapsul seperti konsentrasi pelarut dan suhu penguapan pelarut terhadap struktur mikrokapsul. Struktur mikrokapsul diamati dengan menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM). Dari hasil penelitian diketahui bahwa pembentukan lubang inti (core) dan pori-pori dinding sangat dipengaruhi oleh konsentrasi isooktan dalam fasa minyak. Lebih lanjut, diameter core dan struktur dinding mikrokapsul dipengaruhi oleh suhu penguapan pelarut. Pada kondisi preparasi yang optimal, telah berhasil didapatkan mikrokapsul dengan core yang besar dan dinding yang berpori banyak, yang sesuai untuk diaplikasikan sebagai matriks imobilisasi sel mikroba.
STUDI DASAR PELAPISAN INTERMETALLIC Al-Fe PADA PLAT BAJA DENGAN METODE MECHANICAL ALLOYING Agus Sukarto Wismogroho; M. Ikhlasul Amal; Nurul Taufiqu Rochman; H. Sueyoshi
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 8, No 3: JUNI 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.411 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2007.8.3.4762

Abstract

STUDI DASAR PELAPISAN INTERMETALLIC Al-Fe PADA PLAT BAJA DENGAN METODE MECHANICAL ALLOYING. Akhir-akhir ini, pemaduan mekanik atau Mechanical Alloying (MA) mendapat perhatian akan kemampuannya untuk membentuk pelapisan pada permukaan partikel yang berstruktur nanometer. Struktur nanometer dapat memperbaiki berbagai sifat dari material seperti kecepatan difusi, dan keuletannya. Untuk mempelajari proses perubahan struktur pelapisan menggunakan metode Mechanical Alloying pada suhu kamar, dilakukan pelapisan dengan bubuk Al dan Al-25at% Fe (persen atom) pada plat baja dengan menggunakan planetary ball mill selama 80 jam, yang diatur suhunya dibawah 50 °C. Pelapisan bubuk Al tidak diperoleh, tetapi dengan penambahan 25at% Fe pelapisan dapat diperoleh. Penambahan Fe menstimulasi kristal Al untuk lebih mudah hancur dan menempel lebih baik. Ketebalan pelapisan yang terbentuk mencapai 250 μm. Pada Mechanical Alloying selama 80 jam, terbentuk amorf dari Al-25at% Fe dan intermetallic Al5Fe2.
PREPARASI MEMBRAN ELEKTROLIT BERBASIS POLIAROMATIK UNTUKAPLIKASI SEL BAHAN BAKAR METANOL LANGSUNG SUHU TINGGI Sri Handayani; Eniya Listiani Dewi; Widodo Wahyu Purwanto; Roekmijati W. Soemantojo
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 8, No 3: JUNI 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.359 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2007.8.3.4692

Abstract

PREPARASI MEMBRAN ELEKTROLIT BERBASIS POLIAROMATIK UNTUKAPLIKASI SEL BAHAN BAKAR METANOL LANGSUNG SUHU TINGGI. Operasi sel bahan bakar metanol langsung (Direct Methanol Fuel Cell / DMFC) suhu tinggi (>120 oC) mempunyai keuntungan yaitu meningkatkan reaksi baik di anoda maupun di katoda. Saat ini membran yang banyak digunakan untuk aplikasi DMFC adalah Nafion. Kelebihan dari membran Nafion memiliki konduktivitas ionik yang tinggi tetapi kelemahannya adalah permeabilitas metanol yang tinggi, termasuk membran yang mahal dan kinerja membran menurun jika digunakan pada suhu >80 oC. Untuk hal tersebut perlu pengembangan polimer pengganti Nafion diantaranya adalah polimer aromatik yaitu polisulfon (PSf) dan polieter-eterketon (PEEK). PEEK dan PSf adalah polimer yang bersifat hidrofobik, untuk menjadi elektrolit perlu diberikan gugus sulfonat melalui proses sulfonasi. Sulfonasi PSf dilakukan setelah membuat membran terlebih dahulu, dengan memvariasikan konsentrasi asam sulfat (0,5 M dan 1 M) dan waktu sulfonasi (2 jam, 3 jam dan 4 jam) pada suhu tetap 80 oC. Sedangkan sulfonasi PEEK menggunakan asam sulfat pekat dengan variasi suhu (50 oC , 60 oC dan 70 oC) pada waktu tetap 3 jam, yang kemudian dibuat membran. Karakteristik membran elektrolit polisulfon yang tersulfonasi (sPSf) menghasilkan swelling air pada membran 10 % hingga 25 %, konduktivitas ionik sebesar 10-4 S/cm hingga 10-3 S/cm, permeabilitas metanol sebesar 10-7 cm2/detik hingga 10-6 cm2/detik dan suhu transisi glass membran PSf dan sPSf sebesar 220 oC dan 237 oC. Karakteristik membran elektrolit polieter eter keton yang tersulfonasi (sPEEK) menghasilkan swelling air pada membran 8 % hingga 28 %, konduktivitas ionik sebesar 10-2 S/cm, permeabilitas metanol sebesar 10-7 cm2/detik hingga 10-6 cm2/detik dan suhu transisi glass membran PEEK dan sPEEK sebesar 187 oC dan 266 oC. Kedua polimer tersebut berpeluang untuk aplikasi DMFC suhu tinggi, walaupun konduktivitas ionik dari sPSf perlu ditingkatkan.

Page 2 of 2 | Total Record : 18


Filter by Year

2007 2007


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 1: OCTOBER 2022 Vol 23, No 2: APRIL 2022 Vol 23, No 1: OCTOBER 2021 Vol 22, No 2: APRIL 2021 Vol 22, No 1: OCTOBER 2020 Vol 21, No 4: JULY 2020 Vol 21, No 3: APRIL 2020 Vol 21, No 2: JANUARY 2020 Vol 21, No 1: OCTOBER 2019 Vol 20, No 4: JULY 2019 Vol 20, No 3: APRIL 2019 Vol 20, No 2: JANUARY 2019 Vol 20, No 1: OCTOBER 2018 Vol 19, No 4: JULI 2018 Vol 19, No 3: APRIL 2018 Vol 19, No 2: JANUARI 2018 Vol 19, No 1: OKTOBER 2017 Vol 18, No 4: JULI 2017 Vol 18, No 3: APRIL 2017 Vol 18, No 2: JANUARI 2017 Vol 18, No 1: OKTOBER 2016 Vol 17, No 4: JULI 2016 Vol 17, No 3: APRIL 2016 Vol 17, No 2: JANUARI 2016 Vol 17, No 1: OKTOBER 2015 Vol 16, No 4: JULI 2015 Vol 16, No 3: APRIL 2015 Vol 16, No 2: JANUARI 2015 Vol 16, No 1: OKTOBER 2014 Vol 15, No 4: JULI 2014 Vol 15, No 3: APRIL 2014 Vol 15, No 2: JANUARI 2014 Vol 15, No 1: OKTOBER 2013 Vol 14, No 4: JULI 2013 Vol 14, No 3: APRIL 2013 Vol 14, No 2: JANUARI 2013 Vol 14, No 1: OKTOBER 2012 Vol 13, No 3: JUNI 2012 Vol 13, No 2: FEBRUARI 2012 VOL 13, NO 1: OKTOBER 2011 Vol 12, No 3: JUNI 2011 Vol 12, No 2: FEBRUARI 2011 Vol 12, No 1: OKTOBER 2010 Vol 11, No 2: FEBRUARI 2010 Vol 11, No 1: OKTOBER 2009 Vol 10, No 1: OKTOBER 2008 Vol 9, No 3: JUNI 2008 Vol 9, No 2: FEBRUARI 2008 Vol 9, No 1: OKTOBER 2007 Vol 8, No 3: JUNI 2007 Vol 8, No 2: FEBRUARI 2007 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007 Vol 8, No 1: OKTOBER 2006 Vol 7, No 3: JUNI 2006 Vol 7, No 2: FEBRUARI 2006 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006 Vol 7, No 1: OKTOBER 2005 Vol 6, No 3: JUNI 2005 Vol 6, No 2: FEBRUARI 2005 Vol 6, No 1: OKTOBER 2004 Vol 5, No 3: JUNI 2004 Vol 5, No 2: FEBRUARI 2004 Vol 5, No 1: OKTOBER 2003 Vol 4, No 3: JUNI 2003 Vol 4, No 2: FEBRUARI 2003 Vol 4, No 1: OKTOBER 2002 Vol 3, No 3: JUNI 2002 Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002 Vol 3, No 1: OKTOBER 2001 Vol 2, No 3: JUNI 2001 Vol 2, No 2: FEBRUARI 2001 Vol 2, No 1: OKTOBER 2000 Vol 1, No 3: JUNI 2000 Vol 1, No 2: FEBRUARI 2000 Vol 13, No 4: Edisi Khusus Material untuk Kesehatan More Issue