cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains Materi Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Sains Materi Indonesia (Indonesian Journal of Materials Science), diterbitkan oleh Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir - BATAN. Terbit pertama kali: Oktober 1999, frekuensi terbit: empat bulanan.
Arjuna Subject : -
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 3: JUNI 2008" : 17 Documents clear
PENGARUH IRADIASI SINAR-γ PADA BAHAN KONDUKTOR IONIK PADAT (CuI)x(Na3PO4)1-x (x = 0,1 dan x = 0,3) P Purwanto
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 9, No 3: JUNI 2008
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.286 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2008.9.3.4725

Abstract

PENGARUH IRADIASI SINAR-γ PADA BAHAN KONDUKTOR IONIK PADAT (CuI)x(Na3PO4)1-x (x = 0,1 dan x = 0,3). Pengaruh radiasi sinar-γ terhadap bahan konduktor ionik padat (CuI)x(Na3PO4)1-x telah dipelajari. Bahan konduktor ionik padat (CuI)x(Na3PO4)1-x (x = 0.1 dan x = 0.3) telah dapat dibuat dengan mencampurkan bahan CuI dan Na3PO4 dengan perbandingan fraksi berat tertentu, ditekan pada tekanan 48,26 x 106 N/m2 menjadi pelet dengan diameter 1,5 x 10-2 m. Bahan konduktor ionik padat tersebut di radiasi sinar-γ dengan dosis 5 kGy hingga 30 kGy. Analisis puncak-puncak difraksi sinar-X pada bahan konduktor ionik padat (CuI)x(Na3PO4)1-x menunjukkan struktur CuI dan Na3PO4. Regangan kisi kristal (CuI)x(Na3PO4)1-x stabil terhadap pengaruh dosis radiasi. Pengukuran konduktivitas konduktor padat (CuI)x(Na3PO4)1-x dilakukan dengan alat LCR-meter pada kisaran frekuensi 0,1 Hz hingga 100 kHz. Konduktivitas konduktor ionik padat (CuI)x(Na3PO4)1-x setelah radiasi sinar-γ pada dosis 5 kGy sampai dengan 30 kGy naik sebanding dengan dosis radiasi.
PEMBUATAN KOMPOSIT SEKAM PADI-LATEKS DENGAN BAHAN PENGISI SEMEN DAN ABU TERBANG Marsongko Marsongko; Sugiarto Danu; Made Sumarti K
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 9, No 3: JUNI 2008
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.233 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2008.9.3.4730

Abstract

PEMBUATAN KOMPOSIT SEKAM PADI-LATEKS DENGAN BAHAN PENGISI SEMEN DAN ABU TERBANG. Telah dilakukan penelitian pembuatan komposit sekam padi dan limbah lateks dari proses pemekatan lateks dengan lateks iradiasi sebagai perekat. Secara garis besar proses pembuatan komposit sekam padi-lateks dilakukan dengan mencampurkan sekampadi yang telah kering dengan ukuran lebih kecil yaitu 40 sampai dengan 80 mesh dengan tepung slugde (limbah lateks), abu terbang, lateks iradiasi, dan semen sehingga menjadi adonan. Masing-masing adonan dengan komposisi yang berbeda yaitu konsentrasi semen adalah 0%, 6%, 8%, 10%, 12%, lateks iradiasi dan abu terbang masing-masing adalah 15%dan 10%dari berat campuran. Adonan kemudian dimasukkan ke dalam cetakan, dan ditekan dengan mesin pres pada suhu 160 ºC, tekanan 60 kg/cm2 selama 15 menit. Sifat fisik dan mekanik komposit yang diukur meliputi kadar air, kerapatan, pengembangan tebal, kuat lentur (MOR), modulus elastisitas (MOE), kuat ikat internal (IB), dan kuat pegang sekrup (SW). Kadar air, kerapatan dan pengembangan tebal masing-masing 4,05% hingga 5,02%, 0,95 g/cm3 hingga 0,97 g/cm3 dan 6,50 % hingga 9,06 % (perendaman dalam air selama 2 jam), 9,32 % hingga 12,44 % (perendaman dalam air selama 24 jam). Standar Nasional Indonesia (SNI) mensyaratkan kadar air papan partikel maksimum 14 %, kerapatan 0,50 g/cm3 hingga 0,70 g/cm3, dan untuk pengembangan tebal pada perendaman dalam air 10 % hingga 20 %. Nilai kuat lentur 292,92 kg/cm2 hingga 349,54 kg/cm2 (SNI = minimum 100 kg/cm2), modulus elastisitas 14,819 kg/cm2 hingga 20,238 kg/cm2, IB = 4,88 kg/cm2 hingga 25,87 kg/cm2, SW= 70 kg hingga 88 kg. SW telah memenuhi standar SNI yaitu minimal 40 kg.
STUDI FASA DAN SIFAT MAGNETIK NANOPARTIKEL OKSIDA BESI HASIL PROSES EMULSI Siti Wardiyati
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 9, No 3: JUNI 2008
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.452 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2008.9.3.4706

Abstract

STUDI FASA DAN SIFAT MAGNETIK NANOPARTIKEL OKSIDA BESI HASIL PROSES EMULSI. Telah dilakukan proses pembuatan nanopartikel oksida besi denganmetode emulsi. Sebagai surfaktan penstabil emulsi digunakan CTAB (Cethyl Trimethyl Amonium Bromide) bervariasi dari 10 mg hingga 40 mg. Partikel yang terbentuk dipelajari fasanya dengan menganalisis pola difraksi sinar-X menggunakan program RIETAN dan sifatmagnetiknya dengan menganalisis kurva magnetisasi hasil pengukuran VSM (Vibrating Sample Magnetometer). Hasil analisis menunjukkan adanya pembentukan oksida besi dalam fasa Fe3O4 dan γ-Fe2O3 dimana perbandingan fraksi berat keduanya akan dipengaruhi oleh jumlah CTAB yang ditambahkan. Nanopartikel oksida besi optimal diperoleh pada harga CTAB 20 mg dengan nilai magnetisasi mencapai 76 emu/gram dan perbandingan fraksi berat Fe3O4/γ-Fe2O3 sebesar 69,42 %/30,48 %.
KARAKTERISTIK TERMAL POLIESTER MIKROBIAL POLI(HIDROKSIBUTIRAT) Meri Suhartini; Rahmawati Rahmawati
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 9, No 3: JUNI 2008
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.782 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2008.9.3.4687

Abstract

KARAKTERISTIK TERMAL POLIESTER MIKROBIAL POLI(HIDROKSIBUTIRAT). Karakteristik Termal Poliester Mikrobial Poli(hidroksibutirat). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik termal dan pengaruh radiasi pada poliester poli(hidroksibutirat). Karakterisasi yang dilakukan meliputi suhu leleh, densitas, kristalinitas, entalpi penggabungan, distribusi rangkaian dan pengaruh radiasi pada kopolimer poli(hidroksibutirat). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa karakteristik termal kopolimer mengalami perubahan signifikan dengan berubahnya komposisi kopolimer. Densitas kopolimer meningkat secara linier dengan naiknya kandungan 4HB. Entalpi penggabungan kopolimer, ΔHu P(3HB-ko-4HB), sebesar 76 Jg-1. Rangkaian 4HB terpanjang yang tergabung dalam kopolimer P(3HB-ko-4HB) adalah pada komposisi 4HB 68 %mol hingga 78%mol. Radiasi P(4HB) pada kondisi vakumdan udara bebas menyebabkan degradasi yang cukup nyata, yaitu lebih dari 50%. Ikatan silang yang ditandai dengan pembentukan gel terjadi pada P(4HB) yang diradiasi dengan dosis lebih dari 105 kGy pada kondisi vakum.
STUDI KEKRISTALAN BARIUM STRONTIUM TITANAT (Ba0,5Sr0,5TiO3) YANG DIDOPING MAGNESIUM DENGAN METODE SPIN COATING N Sueta; Y Iriani; M Hikam; B Soegijono; A Jamaludin
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 9, No 3: JUNI 2008
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.71 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2008.9.3.4726

Abstract

STUDI KEKRISTALAN BARIUM STRONTIUM TITANAT (Ba0,5Sr0,5TiO3) YANG DIDOPING MAGNESIUM DENGAN METODE SPIN COATING. Lapisan tipis Ba0,5Sr0,5TiO3 (BST) yang didoping Mg telah dibuat dengan metode Chemical Solution Deposition yang disiapkan dengan spin coating. Deposisi lapisan tipis BST pada substrat Si menggunakan spin coater dengan kecepatan putar 3000 rpmselama 30 detik. Suhu annealing yang digunakan pada penelitian ini adalah 800 oC. Karakterisasi, komposisi dan kekristalan lapisan tipis BST dilakukan menggunakan X-Ray Fluorosence (XRF) dan X-Ray Diffraction (XRD). Hasil XRF menunjukkan bahwa unsur-unsur pembentuk BST dan doping Mg telah terdeposit pada substrat Si. Hasil analisis Rietveld pada pola difraksi sinar X menunjukkan bahwa doping Mg mempengaruhi struktur kristal dan parameter kisi. Parameter kisi untuk BST murni dan BST yang didoping Mg 1% sama dengan data PDF-ICDD yaitu 3,947 Å. Sedangkan untuk BST yang didoping Mg 2 % dan 4 % sebesar 3,948 Å
NANOSERAT POLIANILIN SEBAGAI CLADDING TERMODIFIKASI PADA SENSOR SERAT OPTIK UNTUK DETEKSI UAP ASETON Akhiruddin Maddu; Hamdani Zain; Ahmad Aminuddin; Setyanto Tri Wahyudi
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 9, No 3: JUNI 2008
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jsmi.2008.9.3.4701

Abstract

NANOSERAT POLIANILIN SEBAGAI CLADDING TERMODIFIKASI PADA SENSOR SERAT OPTIK UNTUK DETEKSI UAP ASETON. Pada penelitian ini digunakan bahan nanoserat polianilin sebagai cladding termodifikasi pada sistem sensor serat optik untuk mendeteksi uap aseton. Sensor ini dirancang berdasarkan perubahan absorpsi medan evanescent pada bidang batas inti-cladding polianilin akibat perubahan sifat optiknya ketika diekspos dengan uap aseton. Nanoserat polianilin yang disintesis dengan metode polimerisasi interfasial, dilapiskan pada bagian inti serat optik yang telah dilepas cladding aslinya dan berfungsi sebagai bagian penginderaan (sensing element). Respon sensor serat optik diuji dengan mengukur intensitas transmisi cahaya yang melewati sistem sensor serat optik saat diekspos dengan uap aseton. Berdasarkan kurva respon sensor diperoleh waktu respon 30 detik dan waktu pemulihan (recovery) 10 detik. Sensor serat optik ini juga memperlihatkan kemampuan balik (reversibility) dan pengulangan (repeatability) yang cukup baik. Sensitivitas sensor terhadap tekanan uap aseton dihasilkan sebesar 1,25 %/mmHg, artinya besar perubahan intensitas transmisi untuk setiap perubahan 1 mmHg adalah 1,25 %.
KARAKTERISASI BAHAN PADUAN Al-Si HASIL PROSES SQUEEZE CASTING Supandi Suminta; B Bandriyana
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 9, No 3: JUNI 2008
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (842.745 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2008.9.3.4731

Abstract

KARAKTERISASI BAHAN PADUAN Al-Si HASIL PROSES SQUEEZE CASTING. Proses cor perah (squeeze casting) dilakukan untuk meningkatkan kualitas bahan paduan Al-Si yang banyak digunakan untuk komponen otomotif. Bahan paduan Al-Si dari suatu piston diambil sebagai sampel dan dilakukan daur ulang dengan proses cor perah dengan variasi tekanan 200 kgf/cm2, 300 kgf/cm2 dan 400 kgf/cm2. Karakteristik bahan sebelum proses dibandingkan dengan hasil karakterisasi bahan hasil perlakuan cor perah untuk evaluasi perubahan sifat mekanik dan strukturmikro. Karakterisasi bahan dilakukan dengan pengujian komposisi, uji kekerasan, porositas, strukturmikro dan uji struktur kristal. Hasil pengujian menunjukkan terjadinya kenaikan kekerasan akibat perlakuan cor perah dari 40 HRA sebelum proses menjadi 46 HRA setelah proses dengan tekanan 300 kgf/cm2. Kenaikan kekerasan disertai dengan penurunan porositas dari 5% menjadi 0,3% dengan perubahan butir dalam strukturmikro yang semakin halus. Hasil pengujian struktur kristal untuk sampel sebelum dan sesudah perlakuan cor perah menunjukkan struktur kristal kubus pusat bidang dan tidak terjadi perubahan fasa.

Page 2 of 2 | Total Record : 17


Filter by Year

2008 2008


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 1: OCTOBER 2022 Vol 23, No 2: APRIL 2022 Vol 23, No 1: OCTOBER 2021 Vol 22, No 2: APRIL 2021 Vol 22, No 1: OCTOBER 2020 Vol 21, No 4: JULY 2020 Vol 21, No 3: APRIL 2020 Vol 21, No 2: JANUARY 2020 Vol 21, No 1: OCTOBER 2019 Vol 20, No 4: JULY 2019 Vol 20, No 3: APRIL 2019 Vol 20, No 2: JANUARY 2019 Vol 20, No 1: OCTOBER 2018 Vol 19, No 4: JULI 2018 Vol 19, No 3: APRIL 2018 Vol 19, No 2: JANUARI 2018 Vol 19, No 1: OKTOBER 2017 Vol 18, No 4: JULI 2017 Vol 18, No 3: APRIL 2017 Vol 18, No 2: JANUARI 2017 Vol 18, No 1: OKTOBER 2016 Vol 17, No 4: JULI 2016 Vol 17, No 3: APRIL 2016 Vol 17, No 2: JANUARI 2016 Vol 17, No 1: OKTOBER 2015 Vol 16, No 4: JULI 2015 Vol 16, No 3: APRIL 2015 Vol 16, No 2: JANUARI 2015 Vol 16, No 1: OKTOBER 2014 Vol 15, No 4: JULI 2014 Vol 15, No 3: APRIL 2014 Vol 15, No 2: JANUARI 2014 Vol 15, No 1: OKTOBER 2013 Vol 14, No 4: JULI 2013 Vol 14, No 3: APRIL 2013 Vol 14, No 2: JANUARI 2013 Vol 14, No 1: OKTOBER 2012 Vol 13, No 3: JUNI 2012 Vol 13, No 2: FEBRUARI 2012 VOL 13, NO 1: OKTOBER 2011 Vol 12, No 3: JUNI 2011 Vol 12, No 2: FEBRUARI 2011 Vol 12, No 1: OKTOBER 2010 Vol 11, No 2: FEBRUARI 2010 Vol 11, No 1: OKTOBER 2009 Vol 10, No 1: OKTOBER 2008 Vol 9, No 3: JUNI 2008 Vol 9, No 2: FEBRUARI 2008 Vol 9, No 1: OKTOBER 2007 Vol 8, No 3: JUNI 2007 Vol 8, No 2: FEBRUARI 2007 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007 Vol 8, No 1: OKTOBER 2006 Vol 7, No 3: JUNI 2006 Vol 7, No 2: FEBRUARI 2006 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006 Vol 7, No 1: OKTOBER 2005 Vol 6, No 3: JUNI 2005 Vol 6, No 2: FEBRUARI 2005 Vol 6, No 1: OKTOBER 2004 Vol 5, No 3: JUNI 2004 Vol 5, No 2: FEBRUARI 2004 Vol 5, No 1: OKTOBER 2003 Vol 4, No 3: JUNI 2003 Vol 4, No 2: FEBRUARI 2003 Vol 4, No 1: OKTOBER 2002 Vol 3, No 3: JUNI 2002 Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002 Vol 3, No 1: OKTOBER 2001 Vol 2, No 3: JUNI 2001 Vol 2, No 2: FEBRUARI 2001 Vol 2, No 1: OKTOBER 2000 Vol 1, No 3: JUNI 2000 Vol 1, No 2: FEBRUARI 2000 Vol 13, No 4: Edisi Khusus Material untuk Kesehatan More Issue