cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Widyanuklida
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Widyanuklida adalah majalah ilmiah pendidikan dan pelatihan, penelitian dan pengembangan sains dan teknologi nuklir serta bidang yang berkaitan, diterbitkan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN).
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Widyanuklida, Volume 1 Nomor 1, Februari 1998" : 6 Documents clear
Diklat Penjenjangan Bagi Pejabat Fungsional Dasar Keahlian Radiokimia dan Kimia Radiasi I Pratiwi Sapto
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 1 Nomor 1, Februari 1998
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3818.776 KB)

Abstract

Dari kegiatan telaahan yang lampau dapat diidentifikasikan bahwa untuk para pejabat fungsional, karena tugas pokoknya, diperlukan diklat penjenjangan yang berorientasikan pada kemampuan mengelola kegiatan dalam jabatannya. Dari tiga Semiloka dan satu Lokakarya yang diselenggarakan oleh Batan telah diperoleh berbagai kesepakatan yang diperlukan guna merancang pola diklat berjenjang. Kesepakatan tersebut ialah, antara lain, jumlah strata dalam berbagai Jabatan Fungsional, jenis bidang keahlian, perencanaan/pengembangan sumber daya manusia di Batan berdasarkan Program Jangka Panjang dan Program PELITA VI Batan. Dari sumber ini dapat disusun berbagai pengetahuan yang diperlukan untuk meningkatkan kemampuan para pejabat fungsional dimaksud. 
Dampak Jatuhan Debu Radioaktif: Kajian Tingkat Radioaktivitas Sr-90 dan Cs-137 Dalam Biota Laut B.Y. Eko Budi Jumpeno
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 1 Nomor 1, Februari 1998
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2986.099 KB)

Abstract

Bahwa percobaan bom nuklir di atmosfer yang telah dilakukan oleh beberapa negara sejak tahun 1945 menimbulkan lepasan radioisotop ke udara. Demikian juga terjadinya kecelakaan reaktor nuklir. Lepasan radioisotop ini kemudian akan terkondensasi dan terdeposisi ke darat dan laut. Lepasan radioisotop ini disebut jatuhan debu radioaktif (fall out). Melalui rantai makanan radioisotop akan dapat meningkatkan tingkat radioaktivitas biota laut. Taku Koyanagi telah melakukan penelitian tingkat radioaktif Sr-90 dan Cs-137 dalam air laut dan daging ikan di laut Jepang, arus Kuroshio serta arus Oyashio. Ternyata tingkat radioaktivitas (aktivitas spesifik) air laut dan daging ikan mencapai puncak antara tahun 1962 s.d. 1964. Pengukuran ini sesuai dengan tingkat radioaktivitas lepasan radioisotop ke udara (fall out) yang memuncak sekitar tahun enampuluhan. Meningkatnya tingkat radioaktivitas biota laut mengandung potensi bahaya jika biota laut itu menjadi produk laut yang dikonsumsi oleh manusia, karena radioisotop itu mungkin akan terdeposisi dalam target organ dan menimbulkan kerusakan organ akibat radiasi yang dipancarkannya.
Beberapa Ketidaktepatan Berbahasa Dalam Diklat Administrasi Umum Angkatan I Badan Tenaga Atom Nasional Sudi Ariyanto
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 1 Nomor 1, Februari 1998
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1086.114 KB)

Abstract

Bahasa merupakan alat penting dalam proses pendidikan. Ditemukan ketidaktepatan berbahasa di dalam diklat Administrasi Umum Badan Tenaga Atom Nasional Angkatan I. Ketidaktepatan ini meliputi ketidaktepatan pemakaian kata maupun kerancuan dalam kalimat. 
Operasi Manajemen Kualitas Terpadu Untuk Penelitian Guritno Lokollo
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 1 Nomor 1, Februari 1998
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1542.063 KB)

Abstract

Penelitian dasar maupun penelitian aplikasi (teknologi) merupakan landasan kemajuan industri di segala bidang. Hasil dan kemajuan industri yang telah dinikmati oleh berbagai negara maju maupun negara yang sedang berkembang saat ini terwujud dalam ketahanan atau peningkatan taraf/kualitas hidup. Kemajuan industri tersebut umumnya hanya dapat dicapai dengan kemampuan industri tersebut untuk berkiprah dalam persaingan bebas. Apabila di masa silam kompetisi hanya dimenangkan oleh pihak yang menguasai modal besar (kapital, sumber daya alam, dan tenaga kerja murah), pada saat ini kualitas merupakan suatu parameter utama yang harus diperhatikan untuk memenangi kompetisi. Dengan semakin terbukanya pilihan bagi konsumen di pasar bebas, industri dihadapkan pada suatu situasi untuk menyediakan produk dengan mutu yang kompetitif dengan harga yang relatif murah. Penelitian sebagai komponen penting demi kelangsungan industripun dihadapkan pada situasi keterbatasan dana. Hal ini mengingat bahwa bagian dari marjin keuntungan yang dapat dialokasikan untuk penelitianpun terbatas, walaupun untuk produk dengan mutu baik. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah penelitian yang merupakan bagian dari industri dapat dikelola sebagai mana industri itu scndiri dengan mengimplementasikan teknik-teknik manajemen modern seperti Manajemen Kualitas Terpadu (MKT) yang umum dikenal sebagai Total Quality Management (TQM). Apakah manajemen penelitian dapat dikelola dan menikmati sukses sebagaimana sukses yang dinikmati industri? Perlu dipahami bahwa TQM dikembangkan untuk sistem yang lebih process related, dari pada sistem yang employee related. Sedangkan di sisi lain telah kita sadari bahwa kunci organisasi untuk tetap kompetitif adalah inovasi produk yang didukung oleh komitmen yang kuat terhadap penelitian dan pengembangan.
Pusat Pendidikan dan Latihan Untuk Iptek Nuklir di Abad 21 Sudarmadi Sudarmadi; Sudi Ariyanto
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 1 Nomor 1, Februari 1998
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya peranan Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN) dalam memajukan teknologi dan ilmu pengetahuan nuklir perlu didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas, dan oleh karena itu dibutuhkan Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) yang andal. Dalam tulisan ini dipaparkan pemikiran tentang Pusdiklat di abad 21.
Computers Bring New Oppotunities to Education & Training in Science & Technology M. Bunjamin Bunjamin
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 1 Nomor 1, Februari 1998
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1478.8 KB)

Abstract

All of us at Pusdiklat know very well that our country, through the GBHN statements, and also Batan, through its mission & vision statements, stressed the highest priority of human resources development as an important element in our attempt to survive - even to make progress - in the 21st century that will come soon. Naturally, as the education & training center of Batan, Pusdiklat must shoulder most of this heavy burden. Unfortunately, with our limited education & training budget, especially in the face of our country's problem of financial crisis, the burden on Pusdiklat's shoulders is extra heavy, and we really have to think and work very hard to accomplish Pusdiklat's "mission impossible". 

Page 1 of 1 | Total Record : 6