cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Widyanuklida
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Widyanuklida adalah majalah ilmiah pendidikan dan pelatihan, penelitian dan pengembangan sains dan teknologi nuklir serta bidang yang berkaitan, diterbitkan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN).
Arjuna Subject : -
Articles 3 Documents
Search results for , issue "Widyanuklida Volume 3 Nomor 1, Februari 2000" : 3 Documents clear
Peran Energi Dalam Pembangunan Nasional Memasuki Milenium III F.P. Sagala
Widyanuklida Widyanuklida Volume 3 Nomor 1, Februari 2000
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2051.83 KB)

Abstract

ABSTRAK Energi merupakan salah satu unsur yang sangat penting dalam pembangunan nasional. Di Indonesia, terdapat beragam sumber daya energi, baik yang tidak terbarukan maupun yang terbarukan. Pembangunan yang berjalan dengan cepat dan jumlah penduduk yang besar membutuhkan dukungan energi. Walaupun akhir-akhir ini, perekonomian Indonesia terpuruk yang mengakibatkan terjadinya penurunan kebutuhan energi yang sangat tajam, diperkirakan dalam waktu mendatang, perekonomian di Indonesia akan pulih kembali. Oleh karena itu, pemanfaatan energi untuk mendukung pembangunan nasional, perlu dikelola dengan baik dengan strategi yang tepat. Hal-hal tersebutlah yang akan dibahas dalam makalah ini.
Experiments of Pulse-Shape Discrimination Technique of Alpha- and Beta (X, gamma)-Particles with Uses of a Phoswich and a CsI(Tl) Scintillation Detectors Takao Tojo; Muhammad Zainuddin; Widodo Soemadi
Widyanuklida Widyanuklida Volume 3 Nomor 1, Februari 2000
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT A phoswich or sandwich-type scintillation detector consisted of a thin layer of ZnS(Ag) and a plate of NE 102A plastic scintillator and a single crystal-type CsI(Tl) scintillation detector have been applied to differentiate alpha- and beta (X, gamma)- particles by means of pulse shape discrimination (PSD) technique. In this experiment, rise time distributions of alpha- and beta-particles have been measured with uses of a couple of sources of 241Am and 90Sr (90Y) and a 93.3% enriched uranium-aluminum alloy. Rise time resolution of the PSD spectrometer has been measured as 8.8ns ± 1.2% in terms of FWHM (FWTM: l6.3ns), which has been measured with a pulse generator. The most probable rise times of ZnS(Ag)/NE 102A detector have been obtained as 1.473µs ± 0.3% with the FWHM of 40ns for alpha-particles (ZnS(Ag)) and as 32.2ns ± 4.8% with the FWHM of 18ns for beta (X, gamma)-particles (NE l02A). The most probable rise time of the CsI(Tl) detector has been determined as 1.288µs ± 0.l% with the FWHM of 54ns for alpha-particles and as 1.435µs ± 0.l% with the FWHM of 44ns for beta (X, gamma)-particles. It has been clarified that the PSD system equipped with the ZnS(Ag)/NE 102A and the CsI(Tl) detectors gives clearly differentiated count rates and spectra of alpha- and beta (X, gamma)-particles, and application of the PSD system to, for example, screening-out of the radwastes contaminated with alpha-emitters is expected to be very effective. 
Perbandingan Pelarutan Cuplikan Dengan Metoda Konvensional dan Microwave Sahat Simbolon
Widyanuklida Widyanuklida Volume 3 Nomor 1, Februari 2000
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1565.58 KB)

Abstract

ABSTRAK Diterangkan kelemahan sistem pelarutan cuplikan dengan metoda konvesional: membutuhkan waktu yang cukup banyak, merusak lingkungan, dan membutuhkan banyak perhatian selama pelarutan dilakukan, memerlukan lemari asam khusus untuk cuplikan biologi dan dan botani. Sebaliknya pelarutan cuplikan padat dengan metoda maju (tungku microwave) hanya membutuhkan waktu yang singkat, tidak merusak lingkungan, dan tidak membutuhkan banyak perhatian. ABSTRACT It is clarified that the weakness of conventional method in sample dissolution are time consuming, environmental destruction, and it requires a lot of attention during dissolution, as well as a need of a special fumes hood for biological and botanical samples. On the other hand, dissolution of solid samples using microwave method is not time-consuming and environment-friendly. This method does not need much attention such as in conventional method.

Page 1 of 1 | Total Record : 3