Jurnal Pengembangan Energi Nuklir
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir publishes scientific papers on the results of studies and research on nuclear energy development with the scope of energy and electricity planning, nuclear energy technology, energy economics, management of nuclear power plants, national industries that support nuclear power plants, aspects of the nuclear power plant site and environment, and topics others that support the development of nuclear energy.
Articles
9 Documents
Search results for
, issue
"Vol 19, No 2 (2017): Desember 2017"
:
9 Documents
clear
Ketersediaan Uranium Di Indonesia Untuk Memenuhi Kebutuhan Bahan Bakar PLTN
Imam Bastori;
Moch. Djoko Birmano
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 19, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17146/jpen.2017.19.2.3999
Bahan bakar nuklir merupakan komponen penting PLTN dalam menghasilkan panas. Besarnya kebutuhan bahan bakar nuklir akan mempengaruhi jumlah penyediaan bijih uranium. Demi menjaga keberlangsungan operasi PLTN, sangat penting untuk menjaga keseimbangan kebutuhan dan pasokan uranium. Oleh karena itu, sebelum PLTN dibangun di Indonesia perlu dilakukan analisis ketersediaan uranium, agar dapat dibuat strategi pasokan uranium yang baik. Metoda yang digunakan meliputi mengumpulkan data cadangan uranium di Indonesia, lalu menyusun spread sheet Nuclear Fuel Mass Balance (NFMB) Calculator untuk menghitung jumlah kebutuhan uranium pada setiap tahap siklus bahan bakar nuklir, selanjutnya membandingkan antara kebutuhan riil uranium PLTN dan cadangan uranium yang dimiliki oleh Indonesia. Hasil analisis ini memperlihatkan bahwa PLTN jenis PWR dengan kapasitas 1.000 MWe akan menghasilkan energi listrik sebesar 7.884 GWh dalam setahun. Dengan burn-up 43 GWd/tonU maka kebutuhan bahan bakar nuklir per tahun sekitar 28,93 ton yang didapatkan dari uranium alam U3O8 (yellow cake) sebanyak 244,68 ton atau setara dengan 108.362,2 ton bijih uranium. Dengan cadangan uranium Indonesia 70.000 ton dalam bentuk yellow cake, akan mampu memenuhi kebutuhan bagi 7 unit PLTN dengan kapasitas masing-masing 1.000 MWe yang beroperasi untuk 40 tahun.
Hal Muka JPEN 2017 Volume 19 Nomor 2 Desember
Hal Muka
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 19, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17146/jpen.2017.19.2.4259
EVALUASI KEMAMPUAN SISTEM MENARA PENDINGIN REAKTOR RSG-GAS
edison edison sihombing
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 19, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17146/jpen.2017.19.2.3873
EVALUASI KEMAMPUAN SISTEM MENARA PENDINGIN REAKTOR RSG-GAS. Saat ini, pengoperasian reaktor telah berlangsung selama 29 tahun. Meskipun selama ini masih dapat beroperasi secara aman. Namun analisis terkini kemampuan sistem pendingin reaktor RSG-GAS sangat penting untuk dilakukan. Hal ini perlu disampaikan kepada badan pengawas untuk mendapatkan persetujuan perpanjangan izin operasi RSG-GAS. Sistem pendingin RSG-GAS adalah pendingin primer dan sekunder. Unit komponen operasi yang berperan mentransfer panas adalah pompa penukar panas dan menara pendingin, dari 7 unit menara pendingin yang ada, dapat dioperasikan sesuai dengan beban panas dari reaktor. Tujuan makalah ini adalah menganalisis kemampuan sistem menara pendingin RSG-GAS pada daya operasi reaktor 20 MWt, 25 MWt dan 30 MWt. Uji verifikasi dikerjakan dengan mengukur temperatur pendingin keluar menara pendingin dan masuk ke reaktor pada operasi reaktor daya 15 MWt dengan moda operasi 4, 5 dan 6 unit menara pendingin. Selanjutnya analisis kemampuan menara pendingin pada daya reaktor 20 MWt, 25 MWt dan 30 MWt dianalisis menggunakan software ChemCAD. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa dari aspek keselamatan, reaktor RSG-GAS daya 15 MWt dapat dioperasikan secara aman. Dari analisis operasi 4 dan 5 menara pendingin pada daya 30 MWt mengindikasikan bahwa temperatur pendingin ke reaktor mendekati batas sistem proteksi reaktor yang sebaiknya dihindari, oleh karena itu dianjurkan penggunaan 6 menara pendingin untuk operasi steady state pada daya 30 MWt.Kata kunci: RSG-GAS, temperatur pendingin, evaluasi, analisis, kemampuan menara pendingin.
Hal Belakang JPEN 2017 Volume 19 Nomor 2 Desember
Hlm Blkg
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 19, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17146/jpen.2017.19.2.4261
Identifikasi Patahan Pada Batuan Sedimen Menggunakan Metode Geolistrik Konfigurasi Dipole-Dipole di Tapak RDE Serpong, Banten
Hadi - Suntoko
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 19, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17146/jpen.2017.19.2.4045
IDENTIFIKASI PATAHAN PADA BATUAN SEDIMEN MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI DIPOLE-DIPOLE DI TAPAK RDE SERPONG, BANTEN. Telah dilakukan identifikasi patahan menggunakan metode geolistrik dengan konfigurasi dipole- dipole yang melintang terhadap kelurusan berarah Tenggara–Barat Laut di Tapak Reaktor Daya Ekperimental (RDE). Pengukuran geolistrik ini merupakan bagian kegiatan evaluasi tapak RDE Serpong untuk menunjukkan kelayakan tapak RDE dari patahan. Perka BAPETEN Nomor 8 tahun 2013 mensyaratkan bahwa tidak boleh terdapat patahan kapabel dalam radius 5 km dari tapak. Tujuan penelitian adalah membuktikan ada atau tidaknya patahan dalam radius 5 km berdasarkan analisis geolistrik. Metode yang digunakan adalah pendataan resisitivitas batuan bawah permukaan dalam konfigurasi dipole-dipole yang memiliki dua elektroda arus dan dua elektroda potensial. Interpretasi data geolistrik didasarkanpada pola resistivitas yang berkaitan dengan sifat fisik batuan/pelapisan. Batuan yang tidak terkonsolidasi dengan baik memberikan nilai resistivitas yang tinggi atau sebaliknya lapisan batuan yang kompak dan masiv yang ditunjukkan nilai resistivitas rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam radius 5 km pada formasi batuan batupasir dan batulempung tidak terdapat perbedaan pola resistivitas yang signifikan terkait dengan keberadaan patahan.Kata kunci: Kelurusan, patahan, geolistrik, resistivitas
Pemodelan Perhitungan Indeks Lost of Load Probability untuk N Unit Pembangkit pada Sistem Kelistrikan Opsi Nuklir
Rizki Firmansyah Setya Budi;
Moch. Djoko Birmano;
Imam Bastori -
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 19, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17146/jpen.2017.19.2.4035
Perhitungan LOLP dapat dilakukan secara manual ataupun dengan bantuan program. Perhitungan secara manual membutuhkan waktu yang lebih lama dan ketelitian dibandingkan dengan menggunakan bantuan program. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat sebuah model perhitungan indeks LOLP yang lebih sederhana, fleksibel (dapat digunakan untuk N jumlah pembangkit), dan waktu perhitungan yang lebih cepat. Program perhitungan LOLP menggunakan bantuan program Matlab. Penelitian dilakukan dengan langkah sebagai berikut: pembuatan source code pada Matlab, perhitungan indeks LOLP dengan data masukkan yang digunakan, dan validasi hasil perhitungan. Validasi dilakukan dengan cara bencmarking terhadap hasil perhitungan penelitian sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model perhitungan indeks LOLP untuk N unit pembangkit pada sistem kelistrikan opsi nuklir telah berhasil dibuat dengan mempertimbangkan aspek kesederhanaan data masukkan, fleksibilitas, dan waktu yang lebih cepat. Hasil perhitungan dapat dinyatakan valid dengan selisih yang kurang dari 1% jika dibandingkan dengan hasil pada penelitian sebelumnya yang telah menghitung indeks LOLP dengan cara manual.
DAMPAK PERALIHAN MASSAL TRANSPORTASI JALAN RAYA KE MOBIL LISTRIK.
Edwaren Liun
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 19, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17146/jpen.2017.19.2.4075
Pertumbuhan penduduk Indonesia masih terus berlangsung dan kebutuhan energi untuk transportasi terus meningkat dari tahun ke tahun. Pasokan bahan bakar minyak diprediksi akan menurun sehingga energi untuk transportasi membutuhkan langkah-langkah inovatif ke masa depan, yang salah satu alternatif utamanya adalah menggunakan tenaga listrik. Makalah bertujuan untuk menguraikan perspektif ke depan sistem energi dalam kaitannya memenuhi permintaan di sektor transportasi serta meramalkan indikator yang terkait permintaan energi transportasi selama empat dekade ke depan menggunakan teknik smoothing trendline. Analisis dilakukan menggunakan Model MESSAGE untuk optimasi keseluruhan sistem energi. Di dalam model ini, dengan adanya vektor permintaan untuk barang atau jasa terhadap energi tertentu, pasokan harus menjamin jumlah yang sesuai dengan manfaat teknologi dan sumber daya yang dikonteskan. Permintaan energi sektor transportasi akan mencapai angka 300 ribu MWy energi tergambar pada tahun 2055. Untuk kendaraan listrik nilai aktualnya adalah 81 ribu MWy dalam bentuk energi listrik sebagai hasil perhitungan konversi energi. Demikian juga untuk tahun-tahun selainnya nilai aktual energi listriknya dikalikan dengan angka 0,27 – sebagai faktor konversi dari besaran nominal ke besaran aktual. Biaya energi untuk kendaraan listrik dengan perbedaan tipis lebih murah daripada kendaraan berbahan bakar minyak.
DETERMINATION OF CONCRETE VAULT THICKNESS OF NEAR SURFACE DISPOSAL FOR RADIOACTIVE WASTE AT SERPONG NUCLEAR AREA
Sucipta Sucipta;
Suhartono Suhartono
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 19, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17146/jpen.2017.19.2.3624
In order to support and complement the radioactive waste management facilities in Indonesia, BATAN will build a demonstration disposal facility in Serpong Nuclear Area (SNA). Demonstration disposal that will be built is Near Surface Disposal (NSD) type. Engineered vault for NSD is reinforced concrete. The calculations for determining the thickness of NSD concrete vault is based on the conceptual design as the result of the placement optimization of demonstration disposal that takes into account the inventory of radioactive waste and environmental geology conditions of the site at Serpong Nuclear Area. The thickness of the vault in this paper is focused on its ability to withstand radiation from stored waste so that workers or people who are around the disposal facility is safe with maximum radiation dose limit rate of 0.3 μSv / h. The calculation is performed with the aid of MicroShield 7:02 and Rad Pro Calculator Version 3:26 software. From the calculation so that the dose rate at the outer surface of the vault to be 0.3 μSv / h, required walls made of concrete with a density of 2:35 g / cm3 is 62.8 cm thickness.
IDENTIFIKASI GEOLOGI LINGKUNGAN PADA EVALUASI TAPAK FASILITAS NUKLIR BNI-STP, PENAJAM PASER UTARA
Heni Susiati;
Herning Dyah Kusuma;
Hil Gendoet Hartono;
Sriyana Sriyana
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 19, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17146/jpen.2017.19.2.4047
Dalam kaitannya rencana pengembangan industri kenukliran di Buluminung yaitu BNI-STP (Buluminung Nuclear Industry-Science Technology Park), maka survei tapak kawasan fasilitas nuklir yang akan dikembangkan sangat penting dilakukan. Survei tapak, khususnya identifikasi karakteristik geologi lingkungan di BNI-STP telah dilakukan. Tujuan penelitian adalah memperoleh data baseline karakteristik geologi lingkungan yang meliputi indentifikasi data stratigrafi (litologi, susunan perlapisan tanah/ batuan), struktur geologi, vulkanologi, roman permukaan, kegempaan, dan hidrogeologi. Metodologi evaluasi tapak dilakukan dengan studi literatur dan geologi lapangan. Hasil pelaksanaan studi literatur dan geologi lingkungan lapangan menunjukkan bahwa data karakteristik geologi lingkungan di kawasan fasilitas nuklir BNI-STP berupa kekar berarah relatif utara selatan dan struktur sayap lipatan yang berarah timur laut-barat daya yang terbentuk pada masa Mio-Pliosen. Litologi penyusun pada Area BNISTP berupa batupasir, serpih dan batubara yang termasuk dalam Formasi Balikpapan. Sebagian area ditutupi oleh endapan sungai lempung dan endapan rawa. Di samping itu tidak dijumpai indikasi adanya struktur tektonik aktif maupun vulkanisme aktif di area BNISTP.