cover
Contact Name
Ridha Yulyani Wardi
Contact Email
biologi.fsains@uncp.ac.id
Phone
+6282292453426
Journal Mail Official
biologi.fsains@uncp.ac.id
Editorial Address
Program Studi Biologi Fakultas Sains Universitas Cokroaminoto Palopo Kampus 2, Jl. Lamaranginang, Kota Palopo Sulawesi Selatan
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Cokroaminoto Journal of Biological Science
ISSN : 27231267     EISSN : 27236281     DOI : -
1. Botany 2. Zoology 3. Cell biology 4. Microbiology 5. Genetic and Molecular Biology 6. Ecology and Conservation 7. Biotechnology
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 1 (2019)" : 5 Documents clear
Pengaruh Amoniak Dan Aktivitas Manusia Terhadap Kelangsungan Hidup Makroinvertebrata Abdul Rais
Cokroaminoto Journal of Biological Science Vol. 1 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makroinvertebrata merupakan organisme yang memiliki kemampuan untuk mendeteksi perubahan kondisi kualitas air dan memiliki sifat hidup yang ubiquitous atau sebarannya yang luas. Pengamatan terhadap aktivitas makroinvertebrata sangat diperlukan untuk menjaga kelestarian sumberdaya, banyaknya aktivitas manusia seperti aktivitas rumah tangga, pertanian, perikanan dan peternakan yang berpotensi meningkakan polutan pada air sehingga dapat nenpengaruhi keberadaan makroinvertebrata. Monitoring dan evaluasi terhadap makroinvertebrata air sangat dipelukan untuk menjaga kelangsungan hidupnya. Amonia pada system perairan dihasilkan oleh pemecahann nitrogen organic dan nitrogen anorganik yang terkandung didalam tanah dan air yang dihasukan oleh dekomposisi bahan organik seperti serasah dan sisa-sisa biota akuatik yang sudah mati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh amoniak terhadap kelangsungan hidup makroinvertebrata dan pengaruh aktvitas manusia terhadap kelangsungan hidup makroinvertebrata.
Perbandingan Morfologi dan Kadar Protein Ulat Rhynchophorus ferrugineus pada Pohon Sagu dan Pohon Aren Ariandi Ariandi; Sitti Rachmy
Cokroaminoto Journal of Biological Science Vol. 1 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ulat Rhynchophorus ferrugineus mengandung berbagai asam amino esensial yang cukup tinggi sehingga dapat dijadikan alternatif sumber protein dalam pakan ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan morfologi instar dan kadar protein ulat Rhynchophorus ferrugineus pada pohon sagu dan pohon aren. Hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa perbandingan morfologi ulat Rhynchophorus ferrugineus pada pohon sagu dan pohon aren tidak terdapat perbedaan yang signifikan, perbedaan hanya terletak pada jumlah segmen instar pertama yaitu terdapat 11 segmen pada ulat Rhynchophorus ferrugineus pohon sagu sedangkan pada ulat Rhynchophorus ferrugineus pohon aren terdapat 10 segmen. Hasil pengukuran panjang dan berat instar, Rhynchophorus ferrugineus pada pohon sagu memiliki ukuran lebih panjang 0,1-0,2 cm dan lebih berat 0,1-0,2 gram dibandingkan instar Rhynchophorus ferrugineus pohon aren. Berdasarkan rata-rata uji kadar protein pada ulat Rhynchophorus ferrugineus pohon aren yaitu sebesar 5,52% sedangkan pada ulat Rhynchophorus ferrugineus pohon sagu sebesar 2,75%
Pengaruh Pematahan Dormansi Terhadap Daya Kecambah Biji Cendana (Santalum album L.) Hermeilinda S. Dolu; Hartini R. L. Solle; Arnold Ch. Hendrik
Cokroaminoto Journal of Biological Science Vol. 1 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cendana (Santalum album L.) merupakan tanaman yang berasal dari daerah Savana Indonesia salah satu di wilayah Nusa Tenggara Timur, cendana termasuk family Santalaceae. Cendana memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan bermanfaat antara lain sebagai bahan baku pembuatan cenderamata berupa tasbi, rosario, patung ukiran; parfum dan sabun. Biji cendana memiliki kulit biji yang keras, sehingga menyebabkan perkecambahan cendana menjadi sulit dan membutuhkan waktu yang relatif lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pematahan dormansi terhadap viabilitas cendana dengan KNO3 dan HCl diharapkan dapat membantu mempercepat perkecambahan biji cendana (Santalum album L.). perendaman dengan senyawa kimia, setelah itu ditanam pada media tanam. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil perlakuan K3 memberikan hasil terbaik dengan total benih yang berkecambah sebanyak 8 biji cendana atau sekitar 27% dan diikuti dengan perlakuan H3 sebanyak 7 biji cendana atau sekitar 23 % dari keseluruhan biji cendana yang berkecambah. Hal ini menunjukkan bahwa senyawa kimia KNO3 dan HCl mempunyai kemampuan dalam mematahkan dormansi biji cendana (Santalum album L.). KNO3 menunjukkan kemampuan asam kuat dalam melunakkan kulit keras Cendana. HCl juga tergolong senyawa kimia yang mampu melunakkan kulit benih, hanya saja dalam penelitian menunjukkan kemampuan yang lebih rendah dibandingkan dengan KNO3. Hal ini disebabkan dormansi benih dan kualitas benih menjadi faktor penentu keberhasilan perkecambahan. Perlakuan K3 menunjukkan hasil terbaik dalam meningkatkan persentase perkecambahan benih Cendana (Santalum album L.).
Respon Pertumbuhan Tanaman Selada dengan Pemberian POC Limbah Air Cucian Beras dan Kotoran Sapi Nurul Ichsania Hammado; Dharma Fidyansari
Cokroaminoto Journal of Biological Science Vol. 1 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Respon pertumbuhan tanaman selada dengan pemberian POC air cucian beras dan kotoran sapi dilakukan untuk mengetahui pertumbuhan tanaman selada ketika diaplikasikan pemberin pupuk organik cair berbahan dasar kombinasi antara air cucian beras dan kotoran sapi. Parameter pertumbuhan yang diamati yaitu tinggi tanaman dan banyaknya jumlah helai daun. Kombinasi perlakuan yang divariasikan antara lain terdiri dari perlakuan kontrol (tanpa POC), perlakuan 1:2 (air cucian beras : kotoran sapi) , perlakuan 1:3 (air cucian beras : kotoran sapi), dan perlakuan 1:4 (air cucian beras : kotoran sapi). Desain eksperimen yang digunakan yaitu jenis rancangan acak kelompok dengan banyaknya unit 24 unit yang terdiri dari 4 perlakuan dan 6 kelompok. Hasil pengamatan yang diperoleh, baik parameter tinggi tanaman maupun banyaknya jumlah helai daun, keduanya menunjukkan nilai tertinggi yaitu perlakuan 1:4. Aanalisis lanjut yang digunakan yaitu uji Tukey pada taraf kepercayaan sebesar 5% menunjukkan perlakuan 1:4 berbeda nyata dan menjadi perlakuan yang terbaik pada parameter tinggi tanaman. Pada parameter jumah helai daun, diperoleh hasil analisis yang menunjukkan perlakuan 1:4 tidak berbeda nyata dengan perlakuan 1:3 tetapi berbeda nyata dengan perlakuan 1:2 dan kontrol. Perlakuan terbaik pada parameter jumlah helai daun ditunjukkan oleh perlakuan 1:4.
Uji Efikasi dan Efisiensi Ekstrak Daun Pegagan (Centella asiatica) sebagai Antihiperurisemia Akibat Diet Tinggi Purin pada Mencit (Mus musculus) Jantan Asrika Abbas; Ridha Yulyani Wardi; Pauline Destinugrainy Kasi
Cokroaminoto Journal of Biological Science Vol. 1 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efikasi dan efisiensi dosis ekstrak pegagan (Centella asiatica) untuk menurunkan kadar asam urat dalam darah mencit jantan hiperurisemia akibat diet pakan tinggi purin. Penelitian didesain dengan Rancangan Acak Lengkap dan 3 kali pengulangan. Dosis ekstrak pegagan yang diberikan adalah 10 mL/ 20 g BB (P2) dan 20 mL/ 20 g BB (P3) dengan alopurinol 50 mg/ g BB (P1) sebagai antihiperurisemia pembanding. Masing-masing mencit dikondisikan hiperurisemia dengan pemberian diet pakan tinggi purin selama 7 hari. Kadar asam urat darah diukur pada hari ke-0 (sebelum pemberian diet pakan), hari ke-7 (kondisi hiperurisemia), dan hari ke-14 (setelah pemberian antihiperurisemia) dengan menggunakan alat pengukur kadar asam urat nesco multicheck dan uric acid test strips. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak pegagan 10 mL/ 20 g BB dan 20 mL/ 20 g BB memiliki kemampuan yang tidak berbeda secara signifikan dengan pemberian alopurinol 50 mg/ g BB. Dosis ekstrak pegagan 10 mL/ 20 g BB lebih efisien dalam menurunkan kadar asam urat darah mencit jantan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5