cover
Contact Name
Lukman Cahyadi
Contact Email
lukman.cahyadi@esaunggul.ac.id
Phone
+6221-5674223
Journal Mail Official
nutrirediaita.ueu@esaunggul.ac.id
Editorial Address
https://ejurnal.esaunggul.ac.id/index.php/Nutrire/about/editorialTeam
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
NUTRIRE DIAITA
Published by Universitas Esa Unggul
ISSN : 19798539     EISSN : 27461734     DOI : -
Core Subject : Health, Agriculture,
Journal Description NUTRIRE DIAITA publishes original research articles, review articles, and clinical studies covering the broad and multidisciplinary field of human nutrition. In the aim of improving the quality of the journal since Oktober 2019 this journal officially had made a cooperation with Nutrition Department Universitas Esa Unggul FOCUS AND SCOPE NUTRIRE DIAITA aim to deliver findings and innovations in the field of nutrition and health. NUTRIRE DIAITA is published 2 times per year (April and October). The journal covers all aspect relating to Human Nutrition including clinical nutrition, community nutrition, food service management, food technology and sport nutrition.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2010)" : 6 Documents clear
Besaran Porsi, Citra Tubuh dan Perubahan Indeks Massa Tubuh (IMT) Remaja Putri Usia 14-17 Tahun di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Islamic College Kedoya Utara Jakarta Barat Sari, Diana; Jus'at, Idrus; H, Titus Priyo
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v2i2.676

Abstract

AbstractAdolescent is a period in which the teenagers become very concerned about their bodies’ appearance. Every woman’s dream is to have an ideal body shape. A person will feel more confident when they have an ideal body shape. The aims of this study is to determine the relationship between number of servings and body image with the change in body mass index in young women aged 14-17 years at boarding school Asshiddiqiyah Islamic College, North Kedoya, Jakarta. This study is an associative research experiment, which consisted of two groups; experimental group and control group. The samples of this study are 72 respondents. Pearson correlation test was used to analyze the data. We found that the relationship between the addition of energy intake (average 175 kcal) and nutrititional status were not significant with r= 0.885 and p-value= 0.194. Whereas, the relationship between the addition of protein intake (average 95 kcal) and nutritional status were not significant with r= 0.890 and p-value= 0.146. Mostly the female student consumed additional food portion given by steward boarding school ASSHIDDIQIYAH ISLAMIC COLLEGE. However, this did not give more effect to the majority of female students at boarding school ASSHIDDIQIYAH ISLAMIC COLLEGE, because they did not concern about their body image.Keywords: body image, body mass index, adolescent AbstrakMasa remaja merupakan masa dimana remaja sangat memperhatikan penampilan tubuh mereka. Bentuk tubuh yang ideal merupakan idaman bagi setiap remaja putri. Dengan bentuk tubuh yang ideal, seseorang akan merasa lebih percaya diri. Tujuan Penelitian ini mengetahui hubungan antara besaran porsi dan citra tubuh dengan perubahan Body Mass Index remaja putri usia 14-17 tahun di Pondok Pesantren ASSHIDDIQIYAH ISLAMIC COLLEGE. Penelitian ini bersifat asosiatif,yang merupakan penelitian eksperimen, dimana terdiri dari dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 72 responden. Analisa data yang digunakan adalah uji Korelasi Pearson. Dari hasil uji korelasi, didapatkan bahwa hubungan antara penambahan asupan energi (Rata-rata 175 kkal) dengan status gizi akhir responden tidak signifikan dengan nilai r = 0,885 dan nilai P = 0,194. Sedangkan hubungan antara penambahan asupan protein (Rata-rata 95 kkal) dengan status gizi akhir responden, diperoleh hasil yang tidak signifikan dengan nilai r = 0,890 dan nilai P = 0,146. Siswi di Pondok Pesantren ASSHIDDIQIYAH ISLAMIC COLLEGE, pada umumnya menghabiskan penambahan porsi yang diberikan. Hal ini tidak memberikan pengaruh kepada sebagian besar siswi di Pondok Pesantren ASSHIDDIQIYAH ISLAMIC COLLEGE, karena siswi tersebut tidak terlalu memperhatikan dan mempermasalahkan bentuk tubuh mereka.Kata kunci: citra tubuh, bentuk tubuh, remaja
Konsumsi Kalsium dan Keluhan Menstruasi pada Remaja Putri di SMA Negeri 6 Tangerang Oktabriawatie, Dyah; Mulyani, Erry Yudhya; Herlianti, Maria Poppy
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v2i2.671

Abstract

AbstractCalcium is the mineral content of the most widely in the body, which is 1.5 to 2.0% of adult body weight or as much as ± 1 kg. The dietary requirement Calcium for adolescent girl is 1000 mg. The purpose of this study is to determine the relationship between Calcium consumption and menstruation disorders in adolescent girl aged 16-18 years at public high school 6, Tangerang. The data was collected on 7-9 May 2009. This study used simple random sampling, based on estimation formula, then the total subject is known to 81 girls. The data collected included: 1) Characteristics of sample: Height, Weight, Age, Nutritional Status; 2). Calcium Consumption was taken from recall 3x 24 hours with visual aids; 3) Menstruation Disorders was taken from questionnaire. The results shows that the average intake of Calcium adolescent girls (586.86mg ±385.478); Height (159.83cm ± 5.305); Weight (48.85kg±4.851); Age (16.16y±0.402); Nutritional status (1.80±0.401); 80.2% girls have menstruation disorders. There was a significant relationship between Calcium consumption and menstruation disorders in adolescent girls (p<0.05). There was no significant relationship between nutritional status, age and menstruation disorders (p>0.05). The average Calcium intake  in adolescent girls is still below the recommended adequacy rate, therefore it is necessary to encourage the adolescent girls to consume Calcium in an attempt to reduce mentruation disorders.Keywords: calcium consumption, menstruation disorders, adolescent girls Kalsium merupakan mineral yang paling banyak terdapat didalam tubuh, yaitu 1,5–2 % dari berat badan orang dewasa atau ± sebanyak 1 kg. Kebutuhan kalsium remaja putri adalah 1000 mg. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari hubungan konsumsi kalsium, umur, status gizi remaja putri usia 16-18 tahun. Pengambilan data dilakukan pada tanggal 7-9 Mei 2009. Cara pengambilan sample dilakukan secara acak sederhana, berdasarkan rumus estimasi diketahui total subjek adalah 81 orang. Data yang dikumpulkan meliputi: 1) Karakteristik sample : TB, BB, umur, status gizi; 2) Konsumsi kalsium diambil melalui food recall 3x24 jam disertai alat bantu visual; 3) Keluhan menstruasi, di ambil melalui kuesioner keluhan-keluhan menstruasi. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata konsumsi kalsium remaja putri 586,86 mg (±385,478); TB remaja putri 159,83 cm (± 5,305); BB remaja putri 48,85 kg (± 4,851); umur remaja putri 16,16 th (± 0,402); status gizi remaja putri 1,80 (± 0,401); keluhan menstruasi 80,2%. Ada hubungan yang signifikan antara keluhan menstruasi, dengan keluhan menstruasi pada remaja putri (p<0,05). Tidak ada hubungan yang signifikan antara status gizi dan umur dengan keluhan menstruasi (p>0,05). Konsumsi kalsium remaja putri masih dibawah anjuran perlu didorong untuk mengurangi keluhan mentruasi.Kata kunci: konsumsi kalsium, ketidak teraturan menstruasi, remaja putri
Konsumsi Sayur dan Buah Serta Kadar Kolesterol pada Peserta Senam Jantung Sehat Yayasan Wijaya Kusuma Kelurahan Mekarsari Rw 012 Kecamatan Cimanggis Kabupaten Depok Septiningsih, Ety; Wiyono, Sugeng
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v2i2.672

Abstract

AbstractWHO in 2002 estimated that less consumption of fruits and vegetables can may cause about 31% of ischemic heart disease and 11% of stroke. Behavior is the most influencing factor for fruits and vegetables consumption. The high consumption of fiber from fruits and vegetables may decrease absorption of fats. The aim of this study was to determine the relationships between soluble fiber consumption (fruits and vegetables) and cholesterol level of participants healthy heart at gymnasium. This is a descriptive analytical study with cross-sectional design. The population of this study are all participants with healthy heart at gymnastics foundation wijaya kusuma and the sample size of 44 respondents. The data analysis in this study using the Pearson correlation test is intended to determine the relationships between fruits-vegetables and cholesterol levels. Most of respondents is about 68.2% women and > 50 years old. The average daily consumption of vegetables is 310.80 gr/ day (±153.971) and the average daily consumption of fruits is 298.89 gr/day (± 206.791), while the average cholesterol level of respondents is 190.11 mg/dl (±32.277). The correlation test shows that there is no relationships between  soluble fiber consumption (fruits and vegetables) and cholesterol level of participants healthy heart at gymnasium (p>0.05). However, efforts to increase the consumption of fiber from vegetables and fruits should be done to maintain the cholesterol levels.Keywords: fiber consumption, cholesterol level, fruits and vegetablesAbstrakKadar kolesterol dalam tubuh adalah satu faktor terpenting untuk menentukan risiko seseorang untuk menderita penyakit pembuluh darah jantung. Terjadinya penyakit pembuluh darah jantung disebabkan oleh faktor lingkungan dan perilaku. Faktor perilaku yang sangat berpengaruh adalah konsumsi makanan tinggi lemak dan rendahnya konsumsi serat sayur dan buah. Konsumsi serat sayur dan buah dapat menurunkan absorbsi lemak. Laporan Kesehatan Dunia, 2002 memperkirakan konsumsi buah dan sayur yang rendah menyebabkan sekitar 31% dari penyakit jantung iskemik dan 11% dari stroke. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan konsumsi sayur dan buah dan kadar kolesterol para peserta senam jantung sehat Yayasan Wijaya Kusuma. Penelitian ini bersifat merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta senam jantung sehat Yayasan Wijaya Kusuma dan jumlah sampel sebanyak 44 responden. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji Korelasi Pearson untuk mengetahui hubungan konsumsi sayur dan buah dan kadar kolesterol. Sebesar 68.2% responden berusia > 50 tahun dan berjenis kelamin perempun. Rata-rata konsumsi harian sayur adalah 310.80 gram/ hari (+153.971) dan rata-rata konsumsi buah masing-masing peserta senam adalah 298.89 gram/ hari (+206.791) sedangkan rata-rata kadar kolesterol peserta senam adalah 190.11 mg/dl (+32.277). Dari hasil uji korelasi didapat bahwa tidak ada hubungan konsumsi sayur dan buah terhadap kadar kolesterol peserta senam jantung sehat Wijaya Kusuma (r=0.093; p>0,05 dan r=0.17; p>0.05). Upaya meningkatkan konsumsi serat yang berasal dari sayur dan buah harus dilakukan guna menjaga kestabilan kadar kolesterol darah.Kata kunci: konsumsi serat, kadar kolesterol, buah dan sayuran
Sikap Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe Terhadap Kadar Hb Ibu Hamil yang Berkunjung ke Puskesmas Kecamatan Palmerah Kota Administrasi Jakarta Barat Sifik, Sifik; Prayitno, Nanang
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v2i2.673

Abstract

AbstractIron deficiency Anemia is one of the main problems in Indonesia where the death rate on pregnant women is still quite high. To overcome this problem the Indonesian goverment have been implementing a distribution of iron tablets to pregnant women since 1970.  The study was aimed to analyze the relationship between the attitude of compliance consumption of iron tablets and hemoglobin level in pregnant women at Puskesmas, Kecamatan Palmerah, Administration city of West Jakarta. The study population is pregnant women who visit the Puskesmas Kecamatan Palmerah. Whereas, the sample of this study is pregnant women who visiting the puskesmas, they got iron tablets, and in trimester II. This study used Pearson Product Moment Correlation to analyze the data. The study found that there was significant  relationship between the attitude of compliance consumption of iron tablets and hemoglobin level in pregnant women at Puskesmas, Kecamatan Palmerah, Administration city of West Jakarta. The study revealed that the consumption level of iron and Calcium are still below RDA. Therefore the counseling of anemia and iron tablets are still needed to improve their consumption.Keywords: iron deficiency anemia, hemoglobin, iron tablets AbstrakAnemia Gizi Besi adalah salah satu masalah utama di Indonesia dimana terjadi paling tinggi pada Ibu hamil. Dalam megatasi masalah ini, di Indonesia telah dijalankan pemberian tablet besi yang di khususkan pada Ibu hamil sejak tahun 1970. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan sikap kepatuhan terhadap konsumsi tablet besi dan kadar hemoglobin pada ibu hamil di Puskesmas, Kecamatan Palmerah, Kota administrasi, Jakarta Barat. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang mengunjungi Puskesmas Kecamatan Palmerah. Sedangkan sampel pada penelitian ini adalah ibu hamil yang mengunjungi Puskesmas, mereka mendapatkan tablet besi, dan ada pada trimester II. Penelitian ini menggunakan uji Pearson Product Moment untuk menganalisis data. Dari hasil uji ditemukan bahwa ada hubungan yang bermakna antara sikap kepatuhan konsumsi tablet besi dengan kadar hemoglobin pada ibu hamil di Puskesmas Kecamatan Palmerah, Kota administrasi Jakarta Barat. Penelitian ini juga melihat bahwa konsumsi zat besi dan kalsium masih di bawah Angka Kecukupan Gizi. Oleh karenanya, penyuluhan tentang anemia dan zat besi masih diperlukan untuk meningkatkan konsumsi mereka.Kata kunci: anemia, zat besi, hemoglobin
Perbandingan Persen Lemak Tubuh, Asupan Energi, Asupan Lemak, Kebiasaan Makan dan Aktifitas Fisik Pekerja dalam Ruangan dengan Pekerja Lapangan Yuliastuti, Anik; Damayanti, Didit
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v2i2.674

Abstract

AbstractIn the study working group of employee shows percent of body fat is about 33,3% in best category of employee and weight body fat is about 94,0% in the good and excellent category. The aims of this study is to determine comparison to compare percent of body fat, energy intake, fat intake, eating habits, and physical activity in indoor and outdoor employee. This study used descriptive anlaysis with cross-sectional design. Total of respondent is 51 people employee indoor and outdoor, with aged 20-30 years, in health condition, ready to be sample, and not pregnant. The measuring instrument used to calculate percent of body fat is skin fold calipers. 24-hour recall method was used to determine the energy and fat intake. Eating habits and physical activity measured by questionnaire. We used Independent T-test for analysis. The results shows an average percent of body fat were higher in outdoor employee (1.25±5.98) than indoor employee (1.23±4.26). The average intake of energy in indoor employee is lower (92.8±20.76) than outdoor employee (97.5±10.91). The average intake of fat in indoor employee is higher (35.9±9.0) than outdoor employee (34.2±5.6). The average value of physical activity in indoor employee is lower (6.52±0.958) than outdoor employee (6.71±0.827). The results from bivariate anlysis shows no difference between percent of body fat, energy intake, fat intake, eating habits and physical activity among indoor and outdoor employee (p>0.05). Keywords: Percent of Body fat, Eating Habits, Physicl Activity  AbstrakPada penelitian kelompok pekerja diketahui persentase lemak tubuh pekerja ringan hanya 33,3% dalam kategori baik dibandingkan dengan pekerja berat yang 94% lemak tubuhnya dalam kategori baik dan baik sekali. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan persen lemak tubuh, asupan energi dan lemak, kebiasaan makan serta aktifitas fisik antara pekerja dalam ruangan dengan pekerja lapangan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Responden penelitian ini sebanyak 51 orang pekerja dalam ruangan dan lapangan yang memiliki usia 20-30 tahun, tidak dalam kondisi sakit, bersedia menjadi sampel dan tidak hamil. Alat ukur yang digunakan untuk persen lemak tubuh adalah skin fold kaliper. Metode recall 24 jam digunakan untuk mengetahui asupan energi dan lemak. Sedangkan kebiasaan makan dan aktifitas fisik menggunakan alat Bantu kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah uji-T Independen. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata persen lemak tubuh lebih tinggi pada pekerja lapangan 25.18% (SD±5.98), dibandingkan dengan pekerja dalam ruangan 23.17% (SD±4.26). Rata-rata asupan energi pekerja dalam ruangan lebih kecil 92.8% AKG (SD±20.76) dibandingkan pada pekerja lapangan 97.57% AKG (SD±10.91). Rata-rata asupan lemak pada pekerja dalam ruangan lebih besar 35.9% AKG (SD±9.0) dibandingkan dengan pekerja lapangan 34.2% AKG (SD± 5.6). Rata-rata nilai aktifitas fisik pekerja dalam ruangan lebih kecil 6.52, (SD± 0.958) dibanding pekerja lapangan 6.71 (SD±0.82787). Hasil analisa Bivariat menunjukkan tidak ada perbedaan persen lemak tubuh, asupan energi dan lemak, kebiasaan makan serta aktifitas fisik antara pekerja dalam ruangan dengan pekerja lapangan (p> 0,05).Kata kunci: lemak tubuh, kebiasaan makan, aktifitas fisik
Perbedaan Konsumsi Cairan, Besaran Energi Minuman, dan Berat Jenis Urine pada Murid Kelas 4-5 Sekolah Dasar Negeri Sudimara 8 dan Sekolah Dasar Swasta Yadika 3 Ciledug Aryani, Dian; Rahmawati, Siti Mutia; Ronitawati, Putri
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v2i2.675

Abstract

AbstractWater is a major component of the body’s thermoregulatory system, substition of the body’s metabolism, for digestion, foodprocessing, muscle contractions, etc. The purpose of this study was to determine the differences between water consumption, total of energy drinks, and urine specific gravity in 4-5 grade student public primary school. The method used simple random sampling and the total of subject is 62 students. The data were collected such as; 1). Characteristics of sample: gender, age, Weight, Height, the amount of pocket money, knowledge about drinking water, and physical activity; 2). Consumption of water and energy drinks,taken from 3x24 hours food recall; 3). The density of urine, taken from the examination in the laboratory. The results shows the average consumption of water is 2097.9 ml (±152.241) for public primary school, whereas the private primary school is 2657.2 ml (±327.6); the total of energy drinks is 173.4 kcal (±82.8), it is from powder and tea drinks without packing, whereas the private primary school 434.7 kcal (±179.5), it is from milk without packaging, juice without bottled, and tea packaging; urine specific gravity in public primary school is 1022 (±7.7) 1whereas in private primary school is 1015 (±6.6). There are significant differences between water consumption (p<0.05), total of energy drinks (p<0.05), and urine specific urine specific gravity in 4-5 grade student public primary school (p<0.05). In public primary schools are still below the recomended intake of water requirement, therefore we should encourage student to increase their water consumption.Keywords: water consumption, total energy drinks, urine specific gravity AbstrakAir merupakan suatu komponen utama thermoregulatory system tubuh, pengganti metabolisme tubuh, untuk pencernaan, pengolahan bahan makanan, kontraksi otot, pengatur suhu tubuh, dll. Kebutuhan cairan anak usia 1-18 tahun relatif lebih besar. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari perbedaan konsumsi cairan, besaran energi minuman, dan berat jenis urine murid kelas 4-5 sekolah dasar negeri dan sekolah dasar swasta. Pengambilan data dilakukan pada bulan Juni 2009. Cara pengambilan sampel dilakukan secara acak sederhana, sehingga total subjek di dapat 62 orang. Data yang dikumpulkan meliputi: 1)Karakteristik sampel: Jenis kelamin, umur, BB, TB, besaran uang saku, pengetahuan tentang air minum, dan aktivitas fisik; 2)Konsumsi cairan dan besaran energi dari minuman, diambil melalui food recall 3x24 jam; 3)Berat jenis urine,diambil melalui pemeriksaan di laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata konsumsi cairan sekolah dasar negeri 2097,9 ml (±152,241),sedangkan sekolah dasar swasta 2657,2 ml (±327,6); besaran energi minuman sekolah dasar negeri 173,4kkal (±82,8) berasal dari minuman serbuk dan teh tanpa kemasan, sedangkan sekolah dasar swasta 434,7kkal (±179,5) berasal dari susu tanpa kemasan, jus tanpa kemasan, dan teh kemasan; berat jenis urine sekolah dasar negeri 1022 (±7,7) sedangkan sekolah dasar swasta 1015 (±6,6). Ada perbedaan yang signifikan antara konsumsi cairan (t=8,622);(p<0,05), besaran energi minuman (t=7,362);(p<0,05), dan berat jenis urine pada murid kelas 4-5 sekolah dasar negeri dan sekolah dasar swasta (t=3,903);(p<0,05). Pada sekolah dasar negeri konsumsi cairan masih dibawah anjuran perlu di dorong untuk meningkatkan konsumsi cairan yang relatif tinggi.Kata kunci: konsumsi air, energi minuman, berat jenis urine

Page 1 of 1 | Total Record : 6