cover
Contact Name
Lukman Cahyadi
Contact Email
lukman.cahyadi@esaunggul.ac.id
Phone
+6289661704102
Journal Mail Official
lukman.cahyadi@esaunggul.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul Jakarta
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Fisioterapi: Jurnal Ilmiah Fisioterapi
Published by Universitas Esa Unggul
ISSN : 18584047     EISSN : 25283235     DOI : https://doi.org/10.47007/fisio.v22i2
Core Subject : Health, Science,
Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi aims to spread conceptual thinking or ideas, review and the research findings obtained in the field of Physioterapy Science. This journal focuses on the issues of Physioterapy Science involving : Pediatric Neurology Musculoskeletal Cardio pulmonal Sport Geriatric
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2008)" : 6 Documents clear
Pengaruh Pemberian PNF Terhadap Kekuatan Fungsi Prehension pada Pasien Stroke Hemoragik dan Non-Hemoragik
Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 8, No 1 (2008)
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/fisio.v8i1.611

Abstract

Stroke merupakan cedera vascular akut pada otak. Cedera dapat disebabkan oleh sum-batan  bekuan darah, penyempitan pembuluh darah, sumbatan dan penyempitan  atau pecahnya pembuluh darah. Metode PNF lebih menekankan pada pemberian rangsangan-rangsangan yang sesuai dengan reaksi  dikehendaki yang pada akhirnya akan dicapai kemampuan atau gerakan terkoordinasi. Salah satu efek dari metode PNF adalah kelompok otot yang kuat memberikan luapan stimulus ke otot yang lemah, hal ini sama dengan konsep timing for emphasis. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi empiris tentang adanya perbedaan hasil terapi pada kedua kondisi stroke yaitu stroke hemoragik dan stroke non hemoragik terhadap peningkatan kekuatan fungsi prehension. Dalam melakukan penelitian ini bersifat Quasi experimental untuk mempelajari per-bedaan pengaruh pemberian metode PNF terhadap  kekuatan fungsi prehension  pada pasien stroke hemoragik dan stroke non- hemoragik. Perlakuan terapi latihan metode PNF terhadap pasien stroke hemoragik bermanfaat terhadap peningkatan kekuatan fungsi prehension. Hal ini terbukti dari hasil penelitian dengan menggunakan analisis statistik terbukti bahwa nilai P = 0.012 Sedangkan perlakuan terapi latihan metode PNF terhadap pasien stroke non hemoragik juga bermanfaat terhadap peningkatan kekuatan fungsi prehension. Hal ini terbukti dari hasil penelitian dengan menggunakan analisis statistik terbukti bahwa nilai P = 0.011. Setelah kedua kondisi stroke  ini dibandingkan dengan menggunakan analisis statistik uji Mann Whitney  didapat nilai P = 0.185 dengan demikian tidak terdapat perbedaan pengaruh yang bermakna tindakan terapi PNF pada kasus stroke hemoragik dan stroke non hemoragik fase penyembuhan terhadap pening-katan kekuatan fungsi prehension.Kata Kunci: Fungsi Prehension, Hemoragik, Non Hemoragik
Beda Pengaruh Auto Stretching dengan Contract Relax and Stretching terhadap Penambahan Panjang Otot Hamstring
Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 8, No 1 (2008)
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/fisio.v8i1.610

Abstract

Fleksibilitas merupakan factor penting untuk melakukan suatu gerakan baik dalam berolahraga ataupun aktivitas fisik lainnya. Akan tetapi, pekerjaan yang berat atau lati-han fisik yang keras, koordinasi gerakan yang buruk, postur yang jelek, kurang aktivitas/gerak, gerakan yang monoton dan atau gerakan satu arah, cedera dan nyeri dapat membuat otot mengalami pemendekan, stiffness dan tightness. Auto stretching adalah suatu metode penguluran/stretching yang biasa dilakukan pada otot-otot postural sebagai suatu latihan fleksibilitas yang dilakukan secara aktif oleh klien/pasien. Contract relax stretching merupakan salah satu teknik dalam proprioceptive neuromuscular fascilitation (PNF) yang melibatkan kontraksi isometric dari otot yang mengalami spasme/ ketegangan yang diikuti fase relaksasi kemudian diberikan stretching secara pasif dari otot yang mengalami ketegangan tersebut. Biasanya contract relax stretching ditujukan pada otot-otot mobilitas. Penelitian ini bersifat quasi eksperimental. Pada penelitian ini variabel dibagi menjadi dua objek atau kelompok yaitu yang pertama kelompok perlakuan I yang diberikan perlakuan pemberian auto stretching, sedangkan pada kelompok perlakuan II diberikan perlakuan pemberian Contract Rilex and Stretching. Pada kedua kelompok dilakukan pengukuran dengan menggunakan sit and reach test untuk kemudian dimasukkan kedalam kriteria penilaian panjang otot. Penelitian menun-jukkan pemberian latihan Auto Stretching memberi pengaruh yang bermakna terhadap penambahan panjang otot hamstring dengan hasil uji T-Test Related dengan P = 0,00 (P<0,05). Pemberian latihan Contract Relax Stretching memberi pengaruh yang bermakna terhadap penambahan panjang otot hamstring. uji T-Test Related menun-jukkan dengan P = 0,00 (P<0,05). Tidak terdapat perbedaan penambahan panjang otot hamstring yang bermakna antara Auto Stretching dengan Contract Relax Stretching. Hal ini ditunjukkan dari hasil uji T-Test Independent dengan P = 0,11 (P>0.05).Kata kunci : Auto Stretching, Contract Relax and Stretching, Panjang Otot
Perbedaan Pengaruh Pemberian Intervensi Ultrasound dengan Mobilisasi Roll Slide Fleksi-Ekstensi dan Ultrasound dengan Mobilisasi Traksi Osilasi Akhir Range of Motion Terhadap Peningkatan Range of Motion pada Osteoarthrosis Lutut
Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 8, No 1 (2008)
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/fisio.v8i1.609

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh pemberian intervensi US dengan mobilisasi roll slide fleksi-ekstensi dan intervensi US dengan traksi osilasi akhir ROM terhadap peningkatan ROM pada osteoarthrosis lutut. Penelitian dilakukan pada periode bulan Juli sampai dengan Agustus 2007 dibeberapa instansi pelayanan fisioterapi. Sampel diambil secara purposive sampling dengan menggunakan metode penelitian yang bersifat quasi experimental. Pada kelompok perlakuan 1 diberikan intervansi US dengan mobilisasi roll slide fleksi-ekstensi sedangkan kelompok perlakuan 2 diberikan intervensi US dengan mobilisasi traksi osilasi akhir ROM. Alat ukur yang digu-nakan untuk mengukur nilai ROM sendi lutut adalah goniometer. Pada kelompok perlakuan 1 efek terapi yang dihasilkan berupa perbaikan sirkulasi jaringan, pelepasan perlekatan, peningkatan elastisitas jaringan ikat hingga ke serabut oblique, dan peningkatan ROM sendi lutut. Pada kelompok perlakuan 2 efek terapi yang dihasilkan berupa perbaikan sirkulasi jaringan, melepaskan abnormal cross links, melebarkan sela sendi, mengulur kapsul ligament dan otot sekitar sendi lutut sehingga juga dapat meningkatkan ROM. Pengolahan data dan analisa data menggunakan analisa statistik dengan T-Test reladed dan T-Test independent sample dan hasil yang ditemukan adalah adanya perbedaan pengaruh yang signifikan antara kedua kelompok perlakuan dengan hasil P value= 0.002 (P<0.05). Dapat disimpulkan bahwa kedua metode intervensi pada kedua kelompok perlakuan dapat digunakan untuk meningkatkan ROM sendi lutut pada kondisi osteoartrosis namun akan lebih efektif dengan pemberian intervensi ultrasound (US) dengan mobilisasi traksi osilasi akhir ROM.Kata Kunci : Roll slide, Traksi osilasi, Osteoartrosis
Perbedaan Pengaruh Penambahan Mobilisasi Roll Slide pada Intervensi Ultra Sonik (US) Terhadap Pengurangan Nyeri pada Kasus Disfungsi Discus Temporo Mandibulair Joint (TMJ)
Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 8, No 1 (2008)
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/fisio.v8i1.608

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengaruh penambahan mobilisasi roll slide pada intervensi ultra sonik (US) terhadap pengurangan nyeri kasus disfungsi diskus TMJ. Nyeri disfungsi diskus TMJ diakibatkan oleh beban yang terus menerus terjadi karena kebiasaan buruk yang dilakukan manusia seperti mengunyah pada satu sisi atau mengerat gigi, proses degenerasi dan kelainan anatomi rahang. Jumlah sampel penelitian secara keseluruhan 20 orang yang dibagi dua kelompok berjumlah 10 orang yaitu kelompok perlakuan I diberi intervensi US dan kelompok perlakuan II diberi intervensi US ditambah dengan mobilisasi roll slide. Uji Wilcoxon penurunan nyeri kelompok perlakuan I nilai p=0,005 (p<α=0,05) dan kelompok perlakuan II nilai p = 0,005 (p<α=0,05) berarti intervensi yang dilakukan pada sampel sama-sama berpengaruh terhadap pengurangan nyeri namun berdasarkan uji Mann Whitney menunjukkan bahwa nilai p = 0,000 (p<α=0,05) berarti ada perbedaan penga-ruh yang sangat signifikans pada kelompok perlakuan I (intervensi US) dengan kelompok perlakuan II (intervensi US dan mobilisasi roll slide). Ada pengaruh bermakna intervensi US dan intervensi US ditambah mobilisasi roll slide terhadap pengurangan nyeri namun ada perbedaan pengaruh yang sangat signifikans dimana pada kelompok perlakuan II pengurangan nyerinya lebih baik daripada pengurangan nyeri pada kelompok I. Pada penelitian ini disarankan jumlah sampel diperbanyak supaya dapat digeneralisasikan, perlu ada standar alat ukur dengan validitas dan reliabilitas yang baik, home program untuk mengubah pola mastikasi.Kata Kunci: Roll Slide, Pengurangan Nyeri, TMJ
Perbedaan Pengaruh Latihan Beban dan Rasio Anthropometrik Terhadap Prestasi Lompat Jauh
Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 8, No 1 (2008)
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/fisio.v8i1.607

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh latihan beban terhadap prestasi lompat jauh bagi mahasiswa yang memiliki rasio anthropometrik yang berbeda. Latihan beban terdiri dari tiga macam, yaitu (1) Latihan beban leg-press, (2) Latihan beban back squat dan (3) Latihan beban leg-press ditambah   rintangan, sedangkan rasio anthropometrik terdiri dari dua taraf, yaitu anthropometrik besar dan anthropometrik kecil. Penelitian ini dilakukan di FIK UNIMED pada mahasiswa semester III  tahun ajaran 2006/2007. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan blok 3x2. Besar sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 60 orang, yang terbagi dalam enam kelompok, setiap kelompok terdiri dari 10 orang mahasiswa. Data yang terkumpul dianalisis dengan  menggunakan  teknik  Analisis  Varians (ANAVA)  dengan   taraf signifikansi a = 0.05. Penelitian menyimpulkan bahwa (1) Ada perbedaan pengaruh latihan beban leg-press, back squat dan leg-press ditambah rintangan terhadap prestasi lompat jauh. (2) Ada perbedaan prestasi lompat jauh antara maha-siswa rasio anthropometrik yang besar dan mahasiswa rasio anthropometrik yang kecil. (3) Ada interaksi antara latihan beban dengan rasio anthropometrik terhadap prestasi lompat jauh. Kata kunci: Latihan Beban, Rasio Anthropometrik, Lompat Jauh
Perbedaan Pengaruh Pemberian Ultrasound dan Manual Longitudinal Muscle Stretching dengan Ultrasound dan Auto Stretching Terhadap Pengurangan Nyeri pada Kondisi Sindroma Miofasial Otot Upper Trapezius
Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 8, No 1 (2008)
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/fisio.v8i1.606

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan pengaruh pemberian intervensi Ultrasound dan Manual Longitudinal Muscle Stretching dengan Ultrasound dan Auto Stretching terhadap pengurangan nyeri pada kondisi sindroma miofasial otot upper tra-pezius. Penelitian dilakukan dengan jumlah keseluruhan sampel 30 orang, bersifat kuasi eksperimental dimana penurunan nyeri miofasial otot upper trapezius di ukur dan dievaluasi dengan menggunakan VAS (Visual Analogue Scale). Pada penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok perlakuan I diberikan intervensi Ultrasound dan Manual Longitudinal Muscle Stretching sedangkan kelompok perlakuan II diberikan intervensi Ultrasound dan Auto Stretching. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling sedangkan teknik analisa data dilakukan dengan uji kolmogorov-smirnov sebagai uji normalitas data, uji t-test related untuk mengetahui efek terapi terhadap sampel penelitian pada kelompok perlakuan yang sama, dan uji t-tes independent sebagai uji beda untuk membandingkan antara kelompok perlakuan I dan II. Hasil penelitian menyatakan terdapat pengurangan nyeri yang sangat signifikan pada pemberian intervensi Ultrasound dan Manual Longitudinal Muscle Stretching maupun pemberian intervensi Ultrasound dan Auto Stretching pada kondisi sindroma miofasial otot upper trapezius. Hal ini dapat dilihat dari uji t-tes related dengan nilai P = 0,00 (P<0,05). Berdasarkan hasil uji t-test independent didapatkan bahwa tidak ada perbedaan pengaruh antara pemberian intervensi Ultrasound dan Manual Longitudinal Muscle Stretching dengan Ultrasound dan Auto Stretching pada kondisi sindroma miofasial otot upper trapezius dengan nilai P = 0,051 (P>0.05). Pemberian intervensi Ultrasound dan Manual Longitudinal Muscle Stretching maupun Ultrasound dan Auto Stretching telah terbukti dapat mengurangi nyeri akibat sindroma miofasial otot upper trapezius, sehingga dapat digunakan sebagai suatu intervensi terpilih yang efektif yang dapat diterapkan dan dikembangkan pada kondisi sindroma miofasial otot upper trapezius.Kata Kunci: Ultra Sound, Manual Longitudinal Muscle Stretching, Sindroma Miofasial Otot Upper Trapezius

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2008 2008


Filter By Issues
All Issue Vol 22, No 02 (2022): FISIOTERAPI: JURNAL ILMIAH FISIOTERAPI Vol 22, No 01 (2022): FISIOTERAPI: JURNAL ILMIAH FISIOTERAPI Vol 21, No 02 (2021): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 21, No 01 (2021): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 20, No 2 (2020): Fisioterapi: Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 20, No 1 (2020): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 19, No 2 (2019): FISIOTERAPI : JURNAL ILMIAH FISIOTERAPI Vol 19, No 1 (2019): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 18, No 2 (2018): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 18, No 1 (2018): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 17, No 2 (2017): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 17, No 1 (2017): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 16, No 2 (2016): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 16, No 1 (2016): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 15, No 2 (2015): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 15, No 1 (2015): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 14, No 2 (2014): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 14, No 1 (2014): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 13, No 2 (2013): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 13, No 1 (2013): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 12, No 1 (2012): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 11, No 1 (2011): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 9, No 2 (2009): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 9, No 1 (2009) Vol 8, No 2 (2008) Vol 8, No 1 (2008) Vol 7, No 2 (2007) Vol 7, No 1 (2007) Vol 6, No 2 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 5, No 2 (2005) Vol 5, No 1 (2005) More Issue