Planesa
Jurnal Planesa adalah jurnal ilmiah yang menerbitkan tulisan dalam bidang ilmu planologi, yang mencakup penelitian dan non-penelitian. Jurnal ini dipublikasikan oleh Pusat Pengelola Universitas Esa Unggul dan berisi artikel-artikel hasil penelitian civitas akademika di bidang perencanaan. Jurnal Planesa adalah jurnal ilmiah yang menerbitkan tulisan dalam bidang ilmu planologi, yang mencakup penelitian dan non-penelitian. Jurnal ini dipublikasikan oleh Pusat Pengelola Universitas Esa Unggul dan berisi artikel-artikel hasil penelitian civitas akademika di bidang perencanaan. Scope dari Jurnal Planesa adalah: - Transportasi - Kebencanaan (Pedesaan, Kota dan Wilayah) - Tata Ruang - Lingkungan - Arsitektur dan Bangunan - Pariwisata
Articles
8 Documents
Search results for
, issue
"Vol 3, No 1 (2012)"
:
8 Documents
clear
Redevelopment dan Strategi Pengembangan Kawasan Pasar Bendungan Hilir dalam Rangka dibangunnya MRT di Jakarta
Jurnal Planesa (Planologi) Vol 3, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Esa Unggul
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pasar adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi tawar menawar. Pasar juga sebagai salah satu tempat ruang publik yang mempunyai fungsi sebagai ruang untuk melakukan kegiatan sosial, ekonomi, dan budaya, serta sebagai tempat interaksi berbagai kelompok masyarakat, yang tidak terlepas dari fungsi pasar itu sendiri sebagai ruang. Hal tersebut tidak terlepas dari permasalahan tiap aspek. Penataan kawasan sangat berpengaruh terhadap kegiatan sosial dan ekonomi. Pasar Benhil memiliki daya tarik berdeda dari pasar tradisional yang ada di Jakarta, karena Pasar Benhil ini terletak disekitar pusat-pusat bisnis dan dikelilingi oleh gedung-gedung mewah, dan seiring dengan pembangunan MRT di Jakarta membuat Pasar Benhil menjadi lebih keterbelakang. Oleh karena itu penulis mencoba untuk meredevelopment dan strategi pengembangan kawasan Pasar Benhil dalam rangka dibangunnya MRT di Jakarta. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi pengembangan kawasan Pasar Benhil ditinjau dari aspek tata ruang. Permasalahan tersebut akan diijadikan rekomendasi agar lokasi studi menjadi lebih berkembang.Kata Kunci : Pasar, redevelopment, MRT
Revitalisasi Kawasan Banten Lama Sebagai Wisata Ziarah
Jurnal Planesa (Planologi) Vol 3, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Esa Unggul
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kawasan bersejarah merupakan kawasan yang bernilai historis tinggi tentang peradaban sejarah dimasa silam. Seperti hal nya Kawasan bersejarah Banten Lama yang merupakan tempat wisata ziarah yang ramai dikunjungi wisatawan Kawasan ini dahulu merupakan tempat yang menjadi pusat penyebaran agama islam di Jawa Barat yang di bawa oleh Sultan Hasanudin dari Demak. Sejauh ini yang menjadi daya tarik dari kawasan wisata ini hanya Masjid Agung, padahal di dalam kawasan ini masih banyak obyek/situs bersejarah lainnya yang menarik dan bernilai penting untuk dikunjungi, Studi ini bertujuan untuk merevitalisasi Kawasan Bersejarah Banten Lama sebagai wisata ziarah . Dalam menganalisis metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif berdasarkan kriteria situasi, kunjungan, daya tarik, fasilitas, kegiatan dan aksesbilitas. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka diperlukan revitalisasi kawasan bersejarah yang berada di kawasan Banten Lama, dengan adanya revitalisasi kawasan Banten Lama sebagai kawasan bersejarah diharapkan dapat menjadi solusi dari permasalahan yang ada dikawasan ini serta dapat meningkatkan nilai-nilai dari obyek/situs yang ada di dalamnya.Kata Kunci : Kawasan bersejarah, revitalisasi, wisata ziarah
Analuisis Dinamika Pemanfaatan Lahan Pertanian di Kota dan Kabupaten Serang (Studi Kasus: Kecamatan Kramatwatu, Kasemen, dan Pontang
Jurnal Planesa (Planologi) Vol 3, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Esa Unggul
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penggunaan lahan merupakan salah satu variabel kunci dalam kajian yang terkait dengan perencanaan wilayah dan pengeloaan sumberdaya lahan. Sayangnya, meskipun telah diakui arti pentingnya, informasi penggunaan lahan tetap sulit diperoleh, khususnya apabila kualitas, relevansi dan kemutakhiran data yang menjadi kriteria utama. Persoalan muncul ketika ingin melakukan analisis data spasial untuk evaluasi dan perencanaan ruang ternyata kandungan informasi penggunaan lahan yang berbeda-beda dan tidak konsisten secara multi-temporal. Adapun tujuan penelitian ini adalah (1) melakukan identifikasi dinamika dan pola perkembangan kawasan terbangun pada lahan pertanian di Kecamatan Kramatwatu dan Kecamatan Pontang yang berada di Kabupaten Serang, serta Kecamatan Kasemen yang berada di Kota Serang, (2) melakukan identifikasi rasio penduduk di sektor pertanian dengan luas lahan pertanian di Kecamatan Kramatwatu, Kecamatan Pontang dan Kecamatan Kasemen. Hasil penelitian konversi lahan pertanian pada umumnya terjadi di lahan pertanian subur dan memiliki saluran irigasi teknis yang baik dirubah menjadi permukiman, industri dan infrastruktur. Kondisi ini apabila terus berlangsung maka kebijakan pemerintah untuk mempertahankan lahan produktif sebagai tempat untuk produksi pangan nasional menjadi masalah yang serius.Kata Kunci : penggunaan lahan, konversi lahan
Pengamatan Tentang Penerapan Sistem plat Nomor Ganjil/Genap Sebagai Alternatif Pengurangan Kepadatan Kendaraan Pribadi di Jalan Raya
Jurnal Planesa (Planologi) Vol 3, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Esa Unggul
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kemacetan yang terjadi DKI Jakarta sudah melampaui ambang batas kewajaran sehingga menyebabkan kinerja masyarakat DKI Jakarta menjadi menurun. Pemerintah dengan berbagai cara membuat alternative kebijakan guna mengurangi kepadatan kendaraan di jalan raya. Salah satunya dengan akan diterapkannya system plat nomor ganjil/genap. Penerapan system plat nomor ganjil/genap ini masih pro dan kontra sehingga pelaksanaannya menjadi tertunda. Pengamatan penulis dilihat dari segi positif dan negative dan mendapatkan kesimpulan bahwa penerapan system plat nomor ganjil/genap ini baik diterapkan dengan syarat bahwa selain system ini dilaksanakan, adapun infrastruktur seperti jalan, transportasi umum harus dikembangkan dan dipantau mengenai kondisi kendaraan (perawatan kendaraan) serta keamanannya.Kata kunci: system plat nomor ganjil/genap, kepadatan kendaraan pribadi
Penataan Kawasan Kumuh (Pulo Geulis) Kelurahan Babakan Pasar Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor
Jurnal Planesa (Planologi) Vol 3, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Esa Unggul
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Meningkatnya kawasan kumuh perkotaan adalah dampak adaptasi yang dilakukan oleh masyarakat terhadap konflik kemampuan dan kebutuhan akan hunian. Penanganan kawasan kumuh dengan menggusur penduduk seringkali memunculkan masalah baru yang sama peliknya, sehingga perlu dicari alternative penanganan dengan bantuan stakeholders dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan lingkungan. Masalah permukiman kumuh dikota-kota besar seperti di Kota Bogor belum bisa diatasi dengan baik, salh satunya adalah masalah permukiman kumuh di bantaran sungai, salah satunya adalah Pulo Geulis yang berada di Kelurahan Babakan Pasar Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor. Berdasarkan kesimpulan hasil analisis terhadap Penataan kawasan Kumuh Pulo Geulis Kelurahan Babakan Pasar Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor disimpulkan bahwa: minimnya aksesibilitas menuju atau keluar wilayah, kekumuhan yang terjadi juga dikarenakan kondisi fasilitas dan utulitas yang di lokasi studi saat ini belum memenuhi standar yang layak dan belum mengakomodasikan kebutuhan fasilitas pendukung untuk kenyamana dan keamana masyarakat, ditambah rendahnya penghasilan masyarakat Pulo Geulis yang mengakibatkan ketidak mampuan dalam memperbaiki fisik lingkungan wilayah sendiri.Kata Kunci : Kawasan kumuh, Penataan
Analisis Dampak Lalu Lintas dari Universitas Esa Unggul Terhadap Ruas Jalan Arjuna Utara
Jurnal Planesa (Planologi) Vol 3, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Esa Unggul
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Berdasarkan berbagai potensi dan kendala yang dimiliki kota Jakarta, arahan RTRW 2010 serta sasaran ruang terbuka hijau yang diinginkan maka dikembangkan konsepsi utama rancangan fisik ruang terbuka hijau berbentuk linier/ koridor yang menyebar secara fisik dalam kota. Sasaran dari pengelolaan ruang terbuka hijau di DKI Jakarta adalah ruang terbuka hijau yang dapat mengatasi permasalahan lingkungan kota, dapat meningkatkan kualitas visual kota, dan juga memberikan dampak positif terhadap tingkat kesejahteraan sosial warganya. Sasaran secara kualitatif adalah untuk mendapatkan kualitas lingkungan fisik kota dan secara kuantitatif adalah untuk mendapat jumlah luasan ruang terbuka hijau kurang lebih 9.250 ha (13,94 %) dari luas kota Jakarta. Berdasarkan pengamatan diambil kesimpulan yaitu ; kondisi fisik pedestrian saat ini belum memenuhi standar yang layak dan belum mengakomodasikan kebutuhan fasilitas pendukung untuk kenyamanan, keselamatan, dan keamanan lalu lintas pejalan kaki termasuk pejalan kaki dengan keterbatasan fisik dan stamina, serta terdapat fungsi-fungsi lain oleh keberadaan pedagang kaki lima yang menggunakan ruang gerak bebas pejalan kaki. Dengan adanya taman kota Menteng yang berkualitas dan dapat diakses oleh masyarakat umum sehingga dapat mengurangi permasalahan kurangnya fasilitas umum di kecamatan Menteng khususnya. Maksud tujuan studi ini adalah menemukenali potensi dan permasalahan taman Menteng sebagai taman kota serta kriteria kualitas taman berdasarkan nilai keinginan dan kepuasan pengguna atau pengunjung yang datang. Dari hasil analisa dapat diperoleh bahwa taman Menteng sebagai taman kota berdasarkan kriteria kualitas taman terdapat kekurangan seperti penerangan lampu, penertiban parkir motor dan perawatan. Kesimpulannya adalah taman kota Menteng berdasarkan kriteria kualitas taman sudah baik jika benar-benar dijaga oleh dirawat secara berkala dan kerjasama antara pihak-pihak terkait yaitu pemerintah, swasta/pengelola dan masyarakat sebagai pengguna.Kata kunci: ruang terbuka hijau, kualitas lingkungan, lalu lintas
Penataan Kawasan Kumuh Kampung Pulo, Kelurahan Kampung Melayu, Kecdamatan Jatinegara Jakarta Timur
Jurnal Planesa (Planologi) Vol 3, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Esa Unggul
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Berdasarkan berbagai potensi dan kendala yang dimiliki kota Jakarta, arahan RTRW 2010 serta sasaran ruang terbuka hijau yang diinginkan maka dikembangkan konsepsi utama rancangan fisik ruang terbuka hijau berbentuk linier/ koridor yang menyebar secara fisik dalam kota. Sasaran dari pengelolaan ruang terbuka hijau di DKI Jakarta adalah ruang terbuka hijau yang dapat mengatasi permasalahan lingkungan kota, dapat meningkatkan kualitas visual kota, dan juga memberikan dampak positif terhadap tingkat kesejahteraan sosial warganya. Sasaran secara kualitatif adalah untuk mendapatkan kualitas lingkungan fisik kota dan secara kuantitatif adalah untuk mendapat jumlah luasan ruang terbuka hijau kurang lebih 9.250 ha (13,94 %) dari luas kota Jakarta. Berdasarkan pengamatan diambil kesimpulan yaitu ; kondisi fisik pedestrian saat ini belum memenuhi standar yang layak dan belum mengakomodasikan kebutuhan fasilitas pendukung untuk kenyamanan, keselamatan, dan keamanan lalu lintas pejalan kaki termasuk pejalan kaki dengan keterbatasan fisik dan stamina, serta terdapat fungsi-fungsi lain oleh keberadaan pedagang kaki lima yang menggunakan ruang gerak bebas pejalan kaki. Dengan adanya taman kota Menteng yang berkualitas dan dapat diakses oleh masyarakat umum sehingga dapat mengurangi permasalahan kurangnya fasilitas umum di kecamatan Menteng khususnya. Maksud tujuan studi ini adalah menemukenali potensi dan permasalahan taman Menteng sebagai taman kota serta kriteria kualitas taman berdasarkan nilai keinginan dan kepuasan pengguna atau pengunjung yang datang. Dari hasil analisa dapat diperoleh bahwa taman Menteng sebagai taman kota berdasarkan kriteria kualitas taman terdapat kekurangan seperti penerangan lampu, penertiban parkir motor dan perawatan. Kesimpulannya adalah taman kota Menteng berdasarkan kriteria kualitas taman sudah baik jika benar-benar dijaga oleh dirawat secara berkala dan kerjasama antara pihak-pihak terkait yaitu pemerintah, swasta/pengelola dan masyarakat sebagai pengguna.Kata kunci: ruang terbuka hijau, kualitas lingkungan, kawasan kumuh
Upaya Penanganan Permasalahan alu Lintas di Ruas Jalan Karet Raya Kecamatan Cibodas Kota Tangerang
Jurnal Planesa (Planologi) Vol 3, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Esa Unggul
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Jalan Karet Raya mempunyai peranan yang penting dalam mendukung pergerakan penduduk baik dari dalam Kecamatan Cibodas maupun sebaliknya. Namun kegiatan tersebut terganggu dengan permasalahan kemacetan lalu lintas yang terjadi di jalan tersebut. Di penggal Jalan Karet Raya terdapat kegiatan perdagangan dimana terdapat Pasar tradisional Malabar, hal ini sangat berpengaruh terhadap kinerja jalan Karet Raya. Kemacetan di ruas jalan Karet Raya lebih disebabkan oleh tingginya jumlah hambatan samping yang ada di daerah studi, dimana pedagang kaki lima, parkir becak (pangkalan becak) dan pejalan kaki menggunakan ruas jalan. Sehingga ruas jalan yang seharusnya berfungsi untuk dua lajur menjadi satu lajur. Berdasarkan permasalahan tersebut penelitian yang dilaksanakan melalui studi ini adalah “Upaya Penanganan Kemacetan Lalu Lintas Di Ruas Jalan Karet Raya, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerangâ€. Tujuan yang ingin dicapai dalam studi ini ialah menganalisis kemacetan lalulintas pada ruas Jalan Karet Raya dan upaya penanganannya. Metode pendekatan yang digunakan dalam studi ini bersifat deskriptif, yang ditekankan pada pada analisis kuantitatif pada waktu menganalisis kemacetan dan membuat alternatif penanganan kemacetan. Rekomendasi yang mungkin dapat membantu Pemerintah Kota Tangerang yaitu dengan merelokasi pedagang kaki lima (PKL) dan parkir becak / pangkalan becak agar tidak memenuhi ruas jalan Karet Raya. Membangun trotoar untuk pejalan kaki, sehingga pejalan kaki tidak menggunakan ruas jalan untuk melakukan perpindahan dari tempat satu ke tempat lain. Dengan hal ini maka fungsi jalan Karet Raya akan lebih optimal.Kata kunci: pergerakan penduduk, kaki lima, kemacetan