cover
Contact Name
Apriana Rahmawati
Contact Email
hipercci.jkki@gmail.com
Phone
+6281398444176
Journal Mail Official
hipercci.jkki@gmail.com
Editorial Address
Ruang Pendidikan dan Pelatihan, ICU RSPAD Gatot Subroto, Jl. Abdurahman Saleh, Nomor 24 Senen, Jakarta Pusat.
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Kritis Indonesia
ISSN : 30472865     EISSN : -     DOI : 10.66351
Core Subject :
Jurnal ini diterbitkan oleh Himpunan Perawat Critical Care Indonesia (HIPERCCI) dan bertujuan menjadi wadah ilmiah bagi peneliti, akademisi, praktisi, serta mahasiswa keperawatan untuk menyebarluaskan hasil pemikiran dan penelitian yang dapat meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan kritis di rumah sakit, fasilitas kesehatan, maupun komunitas. Jurnal Keperawatan Kritis Indonesia mencakup berbagai topik dalam bidang: - Keperawatan kritis dan intensif - Manajemen pasien emergensi - Keperawatan trauma dan gawat darurat - Keperawatan perioperatif - Etika dan kebijakan dalam keperawatan kritis - Pendidikan dan pelatihan keperawatan kritis - Peningkatan mutu dan keselamatan pasien - Inovasi teknologi keperawatan kritis
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "vol 3 no 2 (2026)" : 5 Documents clear
PENERAPAN PIJAT PERUT UNTUK MENURUNKAN VOLUME RESIDU LAMBUNG PADA PASIEN DI ICU: The Application of Abdominal Massage to Reduce Gastric Residual Volume in ICU Patients Emil Huriani; Shinta Kencana; Dally Rahman
JKKI Vol 3 No 2 (2026)
Publisher : Himpunan Perawat Critical Care Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan obat-obatan golongan opioid pada pasien kritis yang terpasang ventilasi mekanik di intensive careunit (ICU) meningkatkan resiko terjadinya gangguan sistem gastrointestinal seperti peningkatan volume residulambung. Hal ini dapat berakibat terjadinya penundaan pemberian nutrisi enteral yang berujung pada keadaanmalnutrisi dan bertambahnya hari rawatan di ICU. Simulasi saraf parasimpatis dan kontraktilitas gastrointestinal dapat dilakukan dengan pijat perut agar pengosongan lambung tidak tertunda dan dismotilitas gastrointestinal dapat dicegah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menerapkan dan membuktikan efektifitas pijat perut untuk menurunkan volume residu lambung pada pasien kritis yang terpasang ventilasi mekanik. Metode penelitian adalah studi kasus. Pijat perut dilaksanakan dua kali sehari selama tiga hari kepada lima orang pasien kritis yang terpasang ventilasi mekanik dan mendapatkan nutrisi enteral dan mengalami peningkatan volume residu lambung. Penelitian di lakukan di ICU RSUP dr M Djamil Padang. Analisa data dilakukan menggunakan analisis deskriptif dan uji one-way ANOVA. Hasil penerapan pijat perut menunjukkan adanya penurunan volume residu lambung (p<0.05). Intervensi pijat perut efektif untuk menurunkan volume residu lambung pada pasien kritis yang terpasang ventilasi mekanik. Penerapan pijat perut perlu didukung dengan regulasi standar operasional prosedur sehingga dapat direkomendasikan untuk diterapkan sebagai salah satu prosedur tindakan perawatan pada pasien yang terpasang ventilasi mekanik di ICU.
ARTIFICIAL INTELLIGENCE SEBAGAI PENINGKATAN PEMANTAUAN PERUBAHAN HEMODINAMIK DI ICU: TINJAUAN SISTEMATIS TERHADAP ALGORITMA PREDIKTIF DAN HASIL KLINIS: Artificial intelligence for Enhancing Hemodynamic Monitoring in the ICU: A Systematic review of Predictive algorithms and Clinical outcomes Shintia Ekawati; Fitri Handayani
JKKI Vol 3 No 2 (2026)
Publisher : Himpunan Perawat Critical Care Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Instabilitas hemodinamik merupakan prediktor utama kegagalan organ dan mortalitas pada pasien ICU. Monitoring konvensional sering gagal mendeteksi perburukan dini, sehingga mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan kemampuan deteksi dan prediksi ketidakstabilan hemodinamik. Systematic review ini mengikuti pedoman PRISMA 2020 dan menganalisis studi yang menggunakan machine learning atau deep learning untuk memprediksi hipotensi, kebutuhan vasopressor, atau instabilitas hemodinamik pada pasien dewasa di ICU. Enam database utama disaring, dan 16 studi memenuhi kriteria inklusi. Karena heterogenitas desain model dan luaran, sintesis dilakukan secara naratif. Studi yang diinklusi mencakup pengembangan model retrospektif, validasi multicenter, evaluasi prospektif, serta dua uji klinis teracak. Model multivariabel seperti HSI menunjukkan performa prediksi yang kuat (AUROC 0,76–0,90). Model dinamis seperti TvHEWS konsisten memberikan prediksi stabil denganpengurangan false alarms. Prediktor berbasis waveform, termasuk HPI, mampu mengantisipasi hipotensi 5–15menit sebelum onset, bahkan pada pasien sepsis. Pendekatan personalisasi (DynaCEL, HM-TARGET) menghasilkan target hemodinamik spesifik pasien. Studi prospektif menunjukkan penurunan durasi hipotensi, namun bukti dampak terhadap mortalitas dan kegagalan organ masih terbatas. AI berpotensi meningkatkan ketepatan monitoring hemodinamik dan intervensi dini di ICU, namun diperlukan uji klinis berskala besar untuk memastikan manfaat terhadap luaran klinis yang bermakna.
IMPLEMENTASI PERAWATAN PALIATIF BERBASIS BUKTI PADA PASIEN KRITIS DI ICU UNTUK MEWUJUDKAN GOOD DEATH: Implementation of Evidence-Based Palliative care for Critically Ill Patients in the ICU to Achieve a Good death Ifa Hafifah; Hafifah Rahmah Awaliyah
JKKI Vol 3 No 2 (2026)
Publisher : Himpunan Perawat Critical Care Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Berbagai fenomena terjadi di ICU antara lain tingginya angka mortalitas, pengalaman nyeri dandistress psikososial-spiritual yang dirasakan hampir semua pasien end-of-life , serta kompleksitas pengambilankeputusan klinis oleh tenaga kesehatan. Dengan adanya implementasi perawatan paliatif maka perawat berfokuspada aspek holistik pasien dan end-of-life care agar pasien mendapatkan good death (kematian yang baik).Tujuan: menganalisis urgensi implementasi perawatan paliatif di ICU untuk Mewujudkan Good death . Metode:Studi literatur review terhadap sumber-sumber primer dan sekunder, termasuk jurnal internasional, buku teks, danregulasi kesehatan Indonesia, dengan fokus tentang perawatan paliatif di lingkungan ICU. Hasil: Implementasiperawatan paliatif terbukti dapat meningkatkan kualitas end-of-life care sehingga pasien dapat meninggal dengangood death . Kesimpulan: Implementasi perawatan paliatif berbasis bukti di ICU terbukti memberikan kontribusisignifikan dalam meningkatkan kualitas akhir kehidupan pasien kritis untuk mewujudkan good death Kondisi inimenegaskan pentingnya peran tenaga kesehatan, terutama perawat, dalam memberikan layanan paliatif di ICU.
POCUS UNTUK DETEKSI DINI SYOK OLEH PERAWAT ICU: TINJAUAN PUSTAKA DAN IMPLEMENTASI PRAKTIK BERBASIS BUKTI: POCUS for Early Detection of Shock by ICU Nurses: A Literature Review and Evidence-Based Practice Implementation Antonius Ari Wibowo
JKKI Vol 3 No 2 (2026)
Publisher : Himpunan Perawat Critical Care Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Syok merupakan kondisi kritis yang membutuhkan deteksi cepat dan penanganan segera untuk mencegah kegagalan organ dan kematian. Namun, metode konvensional seperti pengukuran tekanan darah, pemeriksaan kapiler, atau analisis gas darah sering terlambat mendeteksi perubahan hemodinamik awal. Point-of-Care Ultrasound (POCUS) menjadi alat diagnostik cepat yang memungkinkan perawat ICU mengidentifikasi tanda syok lebih dini melalui visualisasi jantung, vena cava inferior (IVC), paru, serta status volume intravaskular. Artikel ini membahas tinjauan pustaka mengenai manfaat POCUS dalam deteksi dini syok, kerangka implementasi bagi perawat ICU, keunggulan dibanding metode tradisional, serta model inovasi “POCUS Shock Protocol for ICU Nurse (PSP- Nurse)” sebagai pendekatan praktis berbasis bukti. Penerapan POCUS oleh perawat meningkatkan kecepatandiagnosis, ketepatan intervensi, mengurangi ketergantungan pada pemeriksaan radiologi, serta mengoptimalkan keselamatan pasien. Artikel ini menunjukkan bahwa POCUS merupakan keterampilan penting yang harus diadopsi perawat ICU untuk meningkatkan respon penanganan syok secara komprehensif, akurat, dan efisien.
PERAN PERAWAT DALAM MELAKUKAN WEANING VENTILASI MEKANIK: LITERATURE REVIEW: The Role of Nurses in Mechanical Ventilation Weaning : A Literature Review Tri Nadia Putri; Emil Huriani; Hema Malini
JKKI Vol 3 No 2 (2026)
Publisher : Himpunan Perawat Critical Care Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawat memiliki peran sentral dalam proses weaning ventilasi mekanik pada pasien. Identifikasi kemampuanpasien untuk menjalani weaning menjadi aspek penting yang menuntut pengetahuan dan pengalaman perawatdalam menangani pasien dengan ventilator. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi peran perawat dalam prosesweaning ventilasi mekanik. Kajian literatur dilakukan melalui tahapan identifikasi, skrining, dan penerapan kriteria inklusi. Alur pencarian evidence ditampilkan menggunakan PRISMA flowchart. Sebanyak lima artikel memenuhi kriteria inklusi. Hasil studi literatur menunjukkan bahwa perawat berperan penting dalam seluruh tahapan weaning , meliputi inisiasi proses melalui kolaborasi interdisipliner dengan dokter, persiapan pasien berbasis patient-centered care, hingga pemantauan periode pelepasan ventilasi mekanik. Peran perawat dalam weaning ventilasi mekanik sangat krusial, baik dalam mengobservasi pelepasan awal berdasarkan kondisi pasien maupun dalam merekomendasikan inisiasi program weaning . Pengetahuan dan pengalaman perawat menjadi faktor kunci keberhasilan proses ini.

Page 1 of 1 | Total Record : 5