cover
Contact Name
Ashif Az Zafi
Contact Email
edukasia@uinsuku.ac.id
Phone
+6285789104304
Journal Mail Official
edukasia@uinsuku.ac.id
Editorial Address
Jl. Conge Ngembalrejo, Ngembal Rejo, Kec. Bae, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah 59322, Indonesia
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
EDUKASIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam
ISSN : 19077254     EISSN : 25023039     DOI : https://doi.org/10.21043/edukasia
Core Subject :
Articles to be received and published in the Journal of EDUKASIA are included in the scope of inclusive Islamic Education. Curriculum development and implementation of inclusive Islamic education; Learning media of inclusive Islamic education; Learning strategy of inclusive Islamic education; Learning evaluation of inclusive Islamic education; Policy in inclusive Islamic education; Inclusive Islamic education Philosophy. Management of Islamic Education History and thoughts of Inclusive Islamic education figures.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "vol 10, no 1 (2015): edukasia" : 7 Documents clear
REDEFINISI ONTOLOGI ASWAJA DALAM PENDIDIKAN MA’ARIF DI ERA KONTEMPORER
EDUKASIA Vol 10, No 1 (2015): EDUKASIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/edukasia.v10i1.787

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan redefinisi ontologi aswaja dalam pendidikan ma`arif di era kontemporer. Pendekatan dalam peneltian ini adalah penelitian kepustakaan. Makna Aswaja selalu mengalami pergeseran dari waktu ke waktu. Di sisi lain, konsep aswaja selalu memiliki makna yang berbeda ketika sudah berafiliasi dengan kelompok tertentu. Tak terkecuali, Nahdhatul Ulama sebagai organisasi kemasyarakatan juga memiliki konsep yang khas mengenai aswaja. Hal ini secara langsung berpengaruh pada lembaga-lembaga yang bernaung dibawahnya, seperti halnya Ma’arif. Seiring dengan perkembangan zaman, aswaja NU menjadi semakin ekslusif akibat dari pemahaman para pengikutnya. Banyak kritikan-kritikan dari para tokoh NU kontemporer yang muncul. Definisi aswaja kemungkinan besar akan kembali menjadi ekslusif di kalangan NU. Dari sini diperlukan definisi baru dari sudut pandang lain. Hasil dari kajian ini menyimpulkan bahwa sikap taat dan tunduk pada Allah secara total yang bermuara dari ilmu yang senantiasa diamalkannya adalah definisi baru dari Aswaja ditinjau dari sudut pandang ontologi yang penulis coba tawarkan dalam penulisan ini.Kata kunci: ontologi aswaja, pendidikan ma’arif, kontemporerREDEFINITION OF ASWAJA ONTOLOGY IN THE CONTEM- PORARY ERA OF MA’ARIF  EDUCATION.  This study aims to describe the redefinition of aswaja ontology in ma’arif education in the contemporary  era. The approach of this study is library research. The meaning of Aswaja has always experienced a shift from time to time. On the other hand, the concept of aswaja has always had a different meaning when it was affiliated with a particular group. No exception, Nahdhatul  Ulama as a civic organization   also  has a distinctive concepts regarding aswaja. It is directly influential on the institutions which take shelter below, as does Ma’arif. Along with the development of the times, aswaja NU are becoming increasingly exclusive as the result of understanding his followers understanding. Much of the criticisms from the contemporary proponents of NU has been appeared. The definition of aswaja will most likely return to being exclusive among NU. Consequently, it takes a new definition from another point of view. The result of this study sum that attitude of obedience and submission to God in total that rises from the science that always be applied is the new definition of Aswaja reviewed from the viewpoint of ontology that the writer tries to offer in this writing.Keywords: Aswaja ontology, ma’arif education, contemporary
PENDIDIKAN SEJARAH DALAM PERSPEKTIF PEMIKIRAN IBNU KHALDU>N
EDUKASIA Vol 10, No 1 (2015): EDUKASIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/edukasia.v10i1.782

Abstract

Kajian dalam artikel  ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep dan teori pendidikan sejarah Ibnu Khaldu>n dalam kitab Muqaddimah.  Pemikiran Ibnu Khaldu>n yang telah mengkristal dalam Muqaddimah, banyak mempengaruhi format peradaban masyarakat. Kebesarannya selama berabad-abad ternyata banyak mengundang komentar dari berbagai kalangan. Tidak sedikit yang memuji dan mengagumi  karyanya, baik dari orientalis maupun pemikir Islam sendiri. Pendekatan dalam kajian ini adalah kajian kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan ini adalah bahwa ibnu kholdu>n piawai dalam menggulirkan ide-ide barunya berupa teori sejarah dan peradaban umat Islam, ia juga termasuk orang yang memberikan kontribusi dalam mempropagandakan  teori   ini di   dunia   Arab  kontemporer. Bahkan ia pernah mengatakan bahwasanya Ibnu Khaldu>n telah mendahului Montesque dalam teorinya tentang pengaruh miliu terhadap moral; Hegel dalam teori dialektikanya; Karl Marx dalam teorinya tentang urgenitas, social clash dan surplus nilai. Konsep dan teori yang tertuang dalam magnum opusnya, Muqaddimah, telah memberikan inspirasi para intelektual Barat maupun Islam dalam membangun peradaban. Misba>h al-A>mily menjadikan pemikiran Ibnu Khaldu>n sebagai variabel dalam melakukan studi  komparatif antara pemikiran Arab dengan pemikiran Yunani.Kata kunci: pendidikan, sejarah, Ibnu Khaldu>nEDUCATION HISTORY IN  IBN KHALDU>N  THOUGHT’S PERSPECTIVE. This study aims to explore the concept of educational theory and the history of Ibn Khaldun> in the Muqaddimmah book. Ibn Khaldu>n thought which has crystallized in the Muqaddimmah, gives many affect on the format of the civilization community. Its greatness for centuries invited  many  comments  from various circles. Not a few who praised and admired his work, both from the orientalist as well as the Islamic thinkers. This study uses library research. The result of this study is that Ibn Khaldu>n is clever in delivering his new ideas either a theory of history and civilization  of the Muslims, he is also included the people who contributed to propagating this theory in the contemporary Arab world. Even, he ever said that Ibn Khaldu>n had got the start of Montesque in his theory of the influence of miliu against moral; Hegel in his dialectical theory; Karl Marx in his theory of urgency, social clash and surplus value. The concepts and theories contained in his magnum opus, Muqaddimmah, has inspired both the Western and the Moslems intellectuals in building the civilization. Misbâh al-Am>ily make the Ibn Khaldu>n’s thought as a variable in conducting the comparative studies between Arab thought with the thought of Greece.Keywords:  educational, history, Ibn Khaldu>n
REKONSTRUKSI FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM (MENGEMBALIKAN TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM BERBASIS TUJUAN PENCIPTAAN DAN TUJUAN RISALAH)
EDUKASIA Vol 10, No 1 (2015): EDUKASIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/edukasia.v10i1.786

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan rekonstruksi filsafat pendidikan Islam sesuai tujuan penciptaan dan tujuan risalah. Pendekatan dalam peneltian ini adalah penelitian kepustakaan. Hasil  penelitian  ini adalah bahwa pada   hakekatnya,    Islam diturunkan ke dunia ini tidak lain  adalah untuk  memberikan tuntunan    kebahagian   bagi ummat manusia. Eksistesi Islam adalah rah}matan li al-’a>lami>n, penebar kedamaian bagi semesta alam. Yang secara teologis kemudian  kita pahami sebagai tujuan risalah Islam. Filsafat Pendidikan  Islam adalah landasan filosofis dalam implementasi pendidikan Islam.  Dalam hal ini,  filsafat pendidikan Islam harus berorientasi pada dua hal, yakni tujuan penciptaan  manusia, yakni sebagai hamba dan sebagai khalifah. Kedua, tujuan risalah islam, yakni menjadi rahmat bagi semesta dan menyempurnakan akhlak yang mulia. kata kunci:  rekonstruksi,   filsafat  pendidikan, Islam, tujuan risalahTHE RECONSTRUCTION OF  ISLAMIC EDUCATION PHILOSOPHY (RESTORING THE ISLAMIC EDUCATION OBJECTIVE  BASED ON THE CREATION AND PURPOSE TREATISE). This study aims to describe the reconstruction of Islamic education  philosophy  in accordance  with the  purpose  of treatise creation and purpose. The approach of this study is library research. The result of this study is that in fact, Islam was revealed to the world is none other than to provide the happiness guidance for Moslems. The  existence  of Islam  is  rah}matan li  al-’a>lami>n, the  diffuser of peace for the Earth. That theologically we understand as the Islamic treatise destination. Islamic education philosophy is the philosophical grounding in Islamic education implementation. In this case, Islamic education philosophy must be oriented in two ways, i.e. the purpose of the human  creation, i.e. as a servant and as the Caliph. Second, the purpose of the Islamic treatise, i.e. be a mercy to the universe and improve the noble morals.Keywords:  reconstruction, islam, education, philosophy, the goal of the treatise
ANALISIS PERSEPSI PELAJAR TINGKAT MENENGAH PADA SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI KUDUS
EDUKASIA Vol 10, No 1 (2015): EDUKASIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/edukasia.v10i1.791

Abstract

Persepsi adalah pandangan secara umum atau global mengenai suatu obyek dilihat dari beberapa aspek yang dapat difahami oleh seseorang. Mengetahui persepsi masyarakat terhadap suatu lembaga pendidikan merupakan upaya untuk melihat keinginan atau ekspektasi masyarakat terhadap lembaga tersebut. Perguruan tinggi sebagai lembaga sosial yang tumbuh dan berkembang untuk masyarakat tidak terlepas dari target yang dibutuhkan oleh masyarakat itu sendiri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap STAIN Kudus. Masyarakat dalam penelitian ini dikhususkan pada pelajar tingkat menengah dari Madrasah Aliyah dan Sekolah Menengah Atas. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif  karena penelitian ini  disajikan dengan angka,  tabel  dan  diagram. Hasil  dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi perbedaan persepsi pelajar Madrasah Aliyah dan Sekolah Menengah Atas terhadap STAIN Kudus.Kata kunci: Persepsi, Pelajar, STAIN KudusHIGH SCHOOL STUDENTS’ PERSCEPTION ANALYSIS TO STATE ISLAMIC COLLEGE  OF KUDUS (STAIN  KUDUS). Perception is a general or global view on an object viewed from several aspects  that can  be  understood  by someone. Knowing the  public perception of an educational institution  is an attempt  to see the public desire or expectation of the institution. University as social institution which grows and develops for society can not be separated from the target required by the community itself.  This study is conducted to know the public perception of STAIN Kudus. The society in this study is devoted  to students of  Madrasah Aliyah and senior high school. The study uses quantitative approach because this study is presented in numbers, tables, and diagram. This study show that there are some factor which influence the perception diffferences between Madrasah Aliyah and Senior Hight School Student to STAIN Kudus.Keywords:  perception, student, STAIN Kudus
KONSEP PENDIDIKAN ANAK MENURUT IBNU KHALDU>N DALAM KITA>B MUQODDIMAH
EDUKASIA Vol 10, No 1 (2015): EDUKASIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/edukasia.v10i1.783

Abstract

Kajian ini mengeksplorasi tentang konsep dan pemikiran Ibnu Khaldu>n  tentang pendidikan anak yang menyoroti mengenai peran, tugas dan tanggung jawab pendidik terhadap anak dalam proses belajar mengajar atau interaksi edukatif. Pendekatan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan. Konsep pendidikan anak menurut Ibnu Khaldun> dalam kitab Muqaddimah didasarkan pada Alquran, kemudian dilandasi dengan ketentuan intelektual dan akal. Tujuan pendidikan  anak menurut pemikiran Ibnu Khaldu>n   dalam kita>b   Muqaddimah adalah membentuk anak supaya memiliki akhlak yang mulia, kepribadian yang baik dan tangguh, memiliki malakah  atau ketrampilan dan menguasai ilmu-ilmu agama (naqliyah) dan ilmu-ilmu umum (aqliyah) untuk eksistensi kelangsugan hidup mereka. Hasil dari kajian ini menunjukkan bahwa konsep pendidikan anak menurut Ibnu Khaldu>n dalam kita>b Muqaddimah  nya ternyata relevan dengan tokoh-tokoh pendidikan Barat, misalnya Locke, J.J.  Rousseau Locke, Fouerster, dan John Dewey, meskipun dasar pijakan dalam berpikir mereka berbeda dengan Ibnu Khaldu>n, dimana mereka lebih menekankan dan didominasi oleh pijakan akal dan rasional.Kata kunci: pendidikan, Ibnu Khaldu>n, kita>b MuqaddimahTHE CONCEPT OF THE CHILDREN EDUCATION ACCORDING TO IBN KHALDU>N (STUDY ON THE BOOK OF THE MUQADDIMMAH). This study explores the concept and thought of Ibn Khaldu>n about the children education that highlights about the role, duties and responsibilities of educators in the process of teaching and learning or educational interaction. This study uses library research. The concept of the children education according to Ibn Khaldu>n in the book of Muqaddimmah are based on the Qur’an, and then be based on the intellectual  provisions and sense. The purpose of the children education according to Ibn Khaldu>n’s thought in the book of Muqaddimmah is forming the children to have noble morals, good and tough personality, skills and master the religious studies (naqliyah) and general studies (aqliyah) for their lives existence. The result of this study show that the concept of the children education according to Ibn Khaldu>n  in the book of Muqaddimmah  is still relevant to Western  education  figures, such as Locke, Rousseau, Locke, J.J. Fouerster, and John Dewey, but their basic in thinking are different with Ibn Khaldu>n, they are more stressed and dominated  by reason and rational basic.Keywords:  children education, Ibn Khaldu>n, Muqaddimmah book
PEMIKIRAN PENDIDIKAN ASY-SYAUKA>>NI DAN PERANANNYA DALAM MENCIPTAKAN RENAISSANCE
EDUKASIA Vol 10, No 1 (2015): EDUKASIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/edukasia.v10i1.785

Abstract

Artikel  ini berupaya mengeksplor pemikiran pendidikan asy- Syauka>ni dalam menciptakan kebangkitan dan kemajuan bangsa (renaissance). Yaitu dengan memaparkan situasi yang terjadi di Yaman pada saat itu, dan bagaimana peran asy-Syauka>ni dalam upayanya membuat perubahan.  Penelitian  ini  menggunakan pendekatan analis sejarah, yaitu dengan memaparkan kejadian dan peristiwa yang terjadi semasa asy-Syauka>ni hidup, bagaimana kejadian ini berpengaruh padanya, dan bagaimana pula beliau memberi pengaruh pada masanya,  kemudian dianalisis. Penelitian ini sampai pada kesimpulan bahwa: (1) asy-Syauka>ni menyakini bahwa pendidikan memiliki   peran  besar  dalam memajukan bangsa,  (2)  Asy-Syauka>ni  memiliki  andil  besar dalam membangun kebangkitan dan renaissance yang terlihat dari analisa beliau atas kondisi yang menimpa bangsanya, dan upaya beliau untuk mengubahnya, dengan cara memasukkan ilmu-ilmu baru, pendidikan menyeluruh, dan menuntut diberlakukannya pendidikan untuk kaum hawa, (3) pemahaman tentang renaissance asy-Syauka>ni berbeda dengan renaissance Barat, yang mana agama tetap  tidak bertentangan dengan ilmu pengetahuan, bahkan menyuruh untuk berpikir karena menghomati akal. kata kunci: pemikiran, pendidikan, asy-Syauka>ni, renaissanceTHE EDUCATION THOUGHT OF AL-SHAWKAANI AND ITS ROLE IN CREATING A RENAISSANCE. This article attempts to explore the educational thought of Al-Shauka>ni in creating the rise and progress of Nations  (renaissance). By exposing the situation that happened in Yemen at the time, and how the role of Al-Shauka>ni in an attempt to make  the change. This research uses the approach of historical analysis, by exposing the events that occur during  Al- Shauka>ni life, how this incident was influential on him, and how he gave influence in his time, and then analyzed. The study came to the conclusion that: (1) Al-Shauka>ni believed that education has a major role in advancing the nation, (2) Al-Shawkaani has a major role in building the revival and renaissance which is seen from his analysis of the condition that afflicts his people, and his effort to change it, by instilling the new sciences, a thorough education, and demanded the enactment of the education for womenfolk, (3) an understanding of the renaissance of Al-Shauka>ni in contrast to the Western renaissance, which the religion does not conflict with science, even told he ordered the people to think honor the sense.Keywords:  educational thought, Al-Shauka>ni, renaissance
RADIKALISME, MODERATISME, DAN LIBERALISME PESANTREN: MELACAK PEMIKIRAN DAN GERAKAN KEAGAMAAN PESANTREN DI ERA GLOBALISASI
EDUKASIA Vol 10, No 1 (2015): EDUKASIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/edukasia.v10i1.789

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk melacak  pemikiran dan  gerakan keagamaan pesantren  di  era  globalisasi. Pendekatan dalam peneltian ini adalah penelitian kepustakaan.  Hasil  penelitian ini adalah radikalisme dan liberalisme sebuah pesantren sangat tergantung kepada para pemimpin di pesantren tersebut (pemilik, kyai, atau santri senior). Jika arus pemikiran para pemimpinnya berkarakter radikal, maka sebuah pesantren beserta santrinya akan berpandangan  radikal, sedangkan jika para pemimpinnya berkarakter moderat, maka sebuah pesantren beserta santrinya berkarakter moderat, bahkan bisa menjadi liberal dalam situasi dan waktu tertentu.  Sejalan dengan globalisasi, wajah pesantren  di Indonesia sudah tidak lagi dimonopoli oleh kelompok tradisional atau fundamental-radikal, melainkan  sudah diwarnai oleh pesantren-pesantren baru yang di bentuk oleh kelompok Islam lainnya dengan wajah yang berbeda pula.Kata kunci: radikalisme, moderatisme, liberalisme, pesantren, globalisasi RADICALISM, MODERATISM, AND BOARDING LIBERALISM (KEEP TRACK OF THOUGHT AND BOARDING SCHOOL RELIGIOUS MOVEMENT’S IN THE GLOBALIZATION ERA). This study aims to track the movement of thought and boarding school religious movement  in the globalization  era. This study uses library research. The result of this study is the radicalism and liberalism of a boarding school is very dependent upon the leaders in its boarding school (owner, kyai, or senior students).  If the current leaders have radical character thought, then a boarding school with its students will think the radically, whereas if its leaders are moderate, so a boarding school and its students will have moderate characteristic, even they can be liberal in a certain situation and time. In line with the globalization, the face of boarding school in Indonesia is no longer monopolized  by traditional or fundamental-radical  group, but it was already colored by boarding schools in new forms by other Islamic groups with different faces.Keywords: radicalism,  moderatism,   liberalism, boarding  school, globalization

Page 1 of 1 | Total Record : 7