cover
Contact Name
Ashif Az Zafi
Contact Email
edukasia@uinsuku.ac.id
Phone
+6285789104304
Journal Mail Official
edukasia@uinsuku.ac.id
Editorial Address
Jl. Conge Ngembalrejo, Ngembal Rejo, Kec. Bae, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah 59322, Indonesia
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
EDUKASIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam
ISSN : 19077254     EISSN : 25023039     DOI : https://doi.org/10.21043/edukasia
Core Subject :
Articles to be received and published in the Journal of EDUKASIA are included in the scope of inclusive Islamic Education. Curriculum development and implementation of inclusive Islamic education; Learning media of inclusive Islamic education; Learning strategy of inclusive Islamic education; Learning evaluation of inclusive Islamic education; Policy in inclusive Islamic education; Inclusive Islamic education Philosophy. Management of Islamic Education History and thoughts of Inclusive Islamic education figures.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "vol 11, no 1 (2016): edukasia" : 7 Documents clear
IMPLIKASI BUDAYA SEKOLAH TERHADAP PERI KEHIDUPAN AKADEMIS
EDUKASIA Vol 11, No 1 (2016): EDUKASIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/edukasia.v11i1.808

Abstract

Kajian penelitian  ini bertujuan untuk memperoleh gambaran secara utuh bagaimana sebuah lembaga pendidikan terbuka SMP Alternatif Qoriyah Thoyyibah Salatiga dalam membangun budaya sekolah. Sebuah institusi yang dapat berdiri berdasarkan dukungan lingkungan dan mampu memberikan kontribusi kepada warganya dimana anak-anak mereka mendapatkan pendidikan yang murah, dekat, namun berkualitas.  Beberapa rumusan masalah yang akan dijawab diantaranya (1)  Bagaimanakah penyelenggaraan pendidikan SMP Terbuka Qoriyah Thoyyibah  Salatiga dalam membangun budaya sekolahnya?  (2)  Bagaimanakah  dampak budaya sekolah tersebut terhadap kehidupan akademisnya? (3) Gejala budaya manakah yang berdampak terhadap pembentukan sistem  kehidupan  akademis yang  kondusif ?   Penelitian    ini menggunakan jenis penelitian   deskriptif   kualitatif   dengan pendekatan etnografi. Metode etnografi adalah metode penelitian kualitatif yang mengkaji perilaku manusia dalam setting alamiah dengan fokus interpretasi budaya terhadap perilaku  manusia. Hal ini dpandang tepat menggingat setting sekolah merupakan komunitas budaya atau merupakan komunitas masyarakat yang terdiri dari berbagai macam responden.kata kunci: pendidikan, budaya, sistem akademisTHE IMPLICATION OF SCHOOL CULTURE TO ACADEMIC LIFE VALUE. This research study aims to obtain a full description about how an educational  institution  opened in SMP Alternatif Qoriyah Thoyyibah Salatiga to build a school culture. An institution can be established under the support of the environment and able to contribute to its citizens where their children get a cheap, close education and have high quality. The statements of the problem were: (1) How was the provision of SMP Alternatif Qoriyah Thoyyibah Salatiga in building a school culture? (2) What was the cultural impact of the school on academic  life? (3) Which  cultural symptoms that affect the establishment of a conducive  academic  life? This  research used descriptive qualitative  research with an ethnographic approach. It was a qualitative research method that examines human  natural attitudes focusing on the culture interpretation toward the human’s behavior. It is appropriate  since The school setting is cultural  community  which includes various respondents.keywords: education, culture, academic systems
TRANSMISI PENDIDIKAN KEAGAMAAN TERHADAP KEBUDAYAAN MASYARAKAT DEMAK PERSPEKTIF ANTROPOLOGI
EDUKASIA Vol 11, No 1 (2016): EDUKASIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/edukasia.v11i1.802

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui proses transmisi pendidikan keagamaan dan kebudayaan dalam  masyarakat Demak  dalam konteks  antropologis dengan  jenis  historis- naturalistik.   Penelitian   ini  menggunakan metode kualitatif dengan metode induktif sebagai analisis data. Hasil dari penelitian ini berupa transmisi pendidikan keagamaan dan kebudayaan di masyarakat Demak dalam Pendidikan Keagamaan Pesantren. Dalam prosesnya menekankan belajar usia sekolah 7- 24 tahun, melengkapi sarana pendidikan dan memacu masyarakat dalam pendidikan non-formal (pesantren), memacu minat baca dan tulis masyarakat Demak yang dibungkus dengan semangat kehidupan religius, menerapkan sistem keyakinan, memelihara sistem ritus dan upacara, dst. Implikasinya terhadap kebudayaan masyarakat Demak berupa kualitas Sumber Daya Manusia,  toleransi kehidupan beragama,  tumbuh  suburnya lembaga keagamaan sebagai  agent of social change. Implikasi  ini dengan menerapkan kurikulum yang bercorak Islami,  ketaatan pada Allahs  sesuai kebutuhan masyarakat, menghindari kontradiksi, memperhatikan perkembangan psikologis, dan penggunaan metode pembelajaran yang fleksibel.Kata Kunci: Transmisi, Kebudayaan, Pendidikan, Agama.The purpose of this study was to determine the transmission of religious education and culture in Demak society in the context of historical anthropological types-naturalistic. This study uses qualitative  methods with inductive method for the data analysis. The results of this study in the form of religious education and cultural transmission in Demak society in Religious Education Pesantren. In the process emphasizes learning school aged 7- 24 years, completing facilities and spur public education  in non-formal  education  (schools), stimulate interest in reading and writing Demak  society wrapped in a spirit of religious life, implemented  a system of beliefs, rites and ceremonies maintain systems, ff. Implications Demak  cultural community  in the form of quality of Human Resources, religious tolerance, the  flourishing  of religious institutions  as an agent of social change. The implications of this by applying a patterned Islamic curriculum, obedience to God according to community needs, avoid contradictions, pay attention to psychological development, and the use of flexible learning methods.Keywords:  Transmission, Culture, Education, Religion
PEMBERDAYAAN WAKAF PRODUKTIF UNTUK PENGEMBANGAN PENDIDIKAN
EDUKASIA Vol 11, No 1 (2016): EDUKASIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/edukasia.v11i1.809

Abstract

Kajian ini  bertujuan  mendiskripsikan pemberdayaan wakaf produktif  dengan pendekatan kajian kepustakaan. Peran yang dimainkan oleh wakaf untuk pendidikan tidak dapat dipisahkan dari sejarah peradaban Islam yang dibangun di atas wakaf dasar. Peran wakaf produktif dalam mengembangkan pendidikan tidak hanya terbatas pada pemenuhan sumber daya keuangan lembaga, tetapi juga kebutuhan lainnya. Dengan memanfaatkan properti wakaf, didirikan lembaga yang bertanggung jawab atas pembuatan aturan dasar untuk konsep mengajar.  Persyaratan yang harus dipenuhi bagi seorang guru atau dosen, jadwal waktu belajar, serta kondisi yang harus dipenuhi untuk guru magang atau asisten pengajar adalah moral guru. Lembaga-lembaga ini juga mengatur metode pengajaran, buku sekolah, liburan tahunan, pembinaan sekolah,   pengembangan sumber  daya  manusia,   penyediaan perpustakaan, dan sebagainya. Dengan memanfaatkan dana abadi, mereka juga membentuk lembaga yang menangani pendidikan administrasi dan keuangan.kata kunci: wakaf, produktif, pendidikan, pemberdayaanEMPOWERING THE  PRODUCTIVE ENDOWMENT FOR EDUCATIONAL DEVELOPMENT.  This study aims to describe the empowering productive endowment  by using library research. The role played by endowments for education can not be separated from the history of Islamic civilization built on a foundation endowments. Productive endowments  role in developing education is not only limited to the fulfillment of the institution’s financial resources, but also other needs. By utilizing the waqf property, established institutions in charge of making the basic rules for teaching concepts, requirements that must be met for a teacher or professor, schedule study time, as well as the conditions that must be met for an intern teacher or teaching assistant, you ‘  addib morals and teacher of jurisprudence. These institutions also organize teaching methods, school books, annual vacation, school coaching ,  human resource development,  provision  of libraries, and so forth. By utilizing the endowment fund, also formed  agency that handles administrative and financial education.Keywords: Productive, Endowments, Education, Empowerment
DINAMIKA SEDULUR SIKEP KALIYOSO: GENEOLOGI GERAKAN DAN DISKURSUS PENDIDIKAN AGAMA
EDUKASIA Vol 11, No 1 (2016): EDUKASIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/edukasia.v11i1.804

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengetahui awal mula Sedulur Sikep di  Dukuh Kaliyoso Desa Karangrowo dalam melaksanakan pendidikan formal,  serta mengungkap bagaimana sistem pendidikan agama yang dijalankan di lembaga pendidikan formal yang mereka tempati. Peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif  yang menekankan pada aspek kedalaman informasi yang diperoleh melalui wawancara, didukung pula oleh observasi dan dokumentasi di lapangan. Adapun sampel diambil dengan teknik snowball  sampling.  Hasil  penelitian  ini  menunjukkan adanya keturunan Sedulur Sikep Kaliyoso yang mengenyam pendidikan formal yang berawal dari dua anasir penting; pertama; adanya kebijakan yang berisi warga Sedulur Sikep Kaliyoso harus melaksanakan pendidikan formal, kedua; adanya kesadaran dari keturunan Sedulur Sikep sendiri tentang pentingnya pendidikan formal bagi keberlangsungan  hidup mereka.  Namun setelah kebijakan tersebut terealisasi, siswa keturunan Sedulur Sikep di SD 3 Kaliyoso mendapat kebijakan baru yaitu diikut sertakan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI).kata kunci: kebijakan, Sedulur Sikep, pembelajaran PAI.THE  DYNAMICS OF  SEDULUR SIKEP KALIYOSO GENEALOGY MOVEMENT AND RELIGIOUS EDUCATION DISCOURSE. This study aims to analyze the beginning of ‘Sedulur Sikep’ existence in Kaliyoso, Karangrowo village. It is especially about formal  education  implementation,  and reveals  how the  religious education system in formal educational institutions. Researchers used a qualitative descriptive method that emphasizes the aspects of depth information  obtained through interviews, supported by observation and documentation in the field. The samples were taken by using a snowball sampling  technique. The results of this study showed that Sedulur  Sikep Kaliyoso joining formal  education  starts  from two essential elements; first; a policy that ‘Sedulur Sikep’ Kaliyoso should implement  formal education, second; Sedulur Sikep awareness with the importance of formal education for their survival. But after the policy is realized, students from ‘Sedulur Sikep’ in SD 3 Kaliyoso got a new policy. That is included in the teaching and learing process of Islamic Religious Education (PAI).Keywords: Policy, Sedulur Sikep, Learning PAI
PENDIDIKAN KAUM MINORITAS
EDUKASIA Vol 11, No 1 (2016): EDUKASIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/edukasia.v11i1.805

Abstract

Masih   terjadinya  kesenjangan  dalam   dunia  pendidikan formal seperti perbedaan status sosial, perbedaan agama atau kepercayaan/keyakinan membuat di  beberapa daerah terjadi kesenjangan yang mengakibatkan  berbedanya suatu kebijakan. Salah satu fenomena yang terjadi dialami siswa yang berasal dari keluarga Samin. Permasalahan  yang muncul adalah belum diakuinya kepercayaan  warga samin dalam sistem administrasi sehingga munculah keresahan warga Samin atas aturan yang berlaku. Melihat problem tersebut penelitian ini bertujuan melihat sejauhmana proses pendidikan yang didapatkan kaum samin (sedulur sikep) yang tergolong masyarakat minoritas. Penelitian ini berjenis kualitatif  dengan pendekatan grounded research. Teknik pengumpulan data  menggunakan snowball  sampling dengan mengambil beberapa informan kunci. Hasil dari kajian ini didapatkan bahwa kaum Samin (Sedulur Sikep) sendiri sudah mulai terbuka dan menerima aturan-aturan dari pemerintah, mulai bisa menerima agama mayoritas dan mengikuti aturan yang berlaku di masyarakat meskipun dalam benak hati mereka tetap ingin memperoleh hak yang sama dan dihargai atas kepercayaan yang diyakininya.Kata kunci: pendidikan formal, minoritas,  saminMINORITY EDUCATION. The disparities in formal education such as social status, religion or belief/faith  differences make gaps in some areas. It leads the different policy. One of the phenomena  is experienced by students who come from Samin family. The problem is that their belief is not admitted  by administrative  system so they are still anxious with the applicable rules. Based on that problem, this study aims to examine  the extent of the educational process that obtained by Samin (Sedulur Sikep) belonging to minority. This research was qualitative research  with grounded approach. Data collection techniques  used snowball sampling which took several key informants. The results of this study showed that Saminists (Sedulur  Sikep) itself has begun to open and accept the rules of the government, the religion of the majority and follow the rules that are applied in the community. Even in their minds of hearts, they still want to acquire the same rights and their belief can be appreciated.Keywords:  formal education, minority, Samin.
KONSEP INTEGRASI TRIPUSAT PENDIDIKAN TERHADAP KEMAJUAN MASYARAKAT
EDUKASIA Vol 11, No 1 (2016): EDUKASIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/edukasia.v11i1.811

Abstract

Pendidikan  memiliki   peran  yang  sangat kompleks dalam membekali manusia menjadi  individu yang  berkepribadian sebagaimana harapan keluarga, masyarakat,   dan  negara. Pendidikan akan selalu memiliki  keterkaitan dalam fungsinya baik peran keluarga, sekolah,  maupun masyarakat. Pendidikan yang berhasil  adalah pendidikan yang mampu mengantarkan peserta didiknya menjadi manusia yang mandiri dan bertanggung jawab. Tanpa adanya kerja sama yang baik antara ketiga kekuatan tersebut akan sulit untuk diharapkan keberhasilan pendidikan tersebut. Kajian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan dengan menelaah beberapa literatur. Dari kajian ini didapatkan hasil  bahwa ketiga elemen pendidikan (tripusat pendidikan) memiliki peranan masing-masing dan antar satu elemen dengan elemen yang lain tidak terpisahkan. Majunya peradaban suatu bangsa ditentukan dari bagaimana proses masing-masing elemen pendidikan tersebut dan bagaimana pula integrasi dari ketiganya.Kata Kunci: pendidikan,  masyarakat, kemajuanEducation  has a very  complex  role in equipping  people  into the individual  personality as the  hope of the family, community, and country.  Education  will  always  have  a good  relationship  in its functions either the role of family, school, or community. Successful education  is an education that is capable of delivering the learners to be an independent and responsible human  being. Without  the good cooperation among the three forces, it will be difficult for the expected success of such education.  This study uses library research by analizing some literatures. The result of this study is that the three-centered of education has their own roles and the elements cannot be separated each other. The advance of a nation’s civilization is determined by how the process of each education elements is and how their integration  is.Keywords: education, society, advance
“SEKOLAH JALANAN” POTRET PENDIDIKAN KOMUNITAS PALL PUNK KUDUS
EDUKASIA Vol 11, No 1 (2016): EDUKASIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/edukasia.v11i1.806

Abstract

Persepsi orang terhadap pendidikan sangat beragam. “Sekolah Jalanan”  menjadi jargon dari komunitas Pall Punk terhadap pendidikannya.  Jargon  “Sekolah Jalanan” yang diucapkan para anggota komunitas Pall Punk menunjukkan bahwa pada dasarnya komunitas Pall Punk membutuhkan pendidikan seperti masyarakat pada umumnya. Penelitian ini berusaha menyingkap lebih jauh pandangan komunitas Pall Punk terhadap pendidikan, khusunya terhadap jargon “sekolah jalanan”. Penelitian  ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil dari kajian ini adalah potret pendidikan jalanan ala Pall punk.  Hal ini ditandai dengan adanya beberapa anggota Pall Punk dalam memenuhi kebutuhan -pendidikan- melalui sebuah institusi. Disisi lain tidak sedikit anggota Pall Punk tidak sekolah, karena implikasi dari jargon “sekolah jalanan”. Sedangkan  polarisasi yang terjadi bukanlah suatu kontradiksi melainkan -dalam pandangan mereka adalah-kebebasan berekspresi dan memilih, dan hal itu menjadi hak bagi setiap anggota yang bergabung dalam komunitas. Hal itu tidak menjadikan anggota punk yang sekolah –di lembaga- berani keluar dari komunitasnya.kata kunci : Pendidikan, Jalanan, Pall Punk.“SEKOLAH JALANAN” EDUCATION IN PALL PUNK COMMUNITY OF  KUDUS. The  perception  of people towards education  is very diverse. «Sekolah Jalanan” becomes jargon of Pall Punk  community  towards education. Jargon “Schools Streets” which is stated  by Pall  Punk community  members  shows that basically Pall Punks  need education community. This research analyzed the Pall Punk community’s view to education, especially jargon “Sekolah Jalanan”. This study used a qualitative method with phenomenological approach. Result from this study was style portrait of Pall punk. It is characterized by the presence of several members of Pall Punk joining class or education. In contrary, not few members of Pall Punk who do not study because of the implications of jargon “Sekolah Jalanan”. The polarization is not a contradiction but -in their view is-freedom of expression and choice, and it will be right for every member who joined the community.  This reason does not make the punk members who study in the formal institution will stop their study.keywords: Education, Street,Pall Punk .

Page 1 of 1 | Total Record : 7