cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 3 (2023): Juli" : 9 Documents clear
Analisa Investasi Pembangunan Kapal Ikan Tradisional Gillnet 30 Gt Di Daerah Istimewa Yogyakarta Yuly Endah Pratiwi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 3 (2023): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perikanan adalah bisnis yang berkembang di bagian selatan Gunungkidul bertanggung jawab atas produksi perikanan provinsi DIY. Laut Kabupaten Gunungkidul menyumbang 83,3% produksi ikan laut DIY. Pada tahun 2014, produksi ikan laut di kabupaten ini mencapai 4.457 ton (BPS,2016). Menurut UU No. 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil adalah suatu proses perencanaan, pemanfaatan, pengawasan dan pengendalian Sumber Daya Pesisit dan Pulau-Pulau Kecil antarsektor, antara Pemerintah dan Pemerintah Daerah, antara ekosistem darat dan laut, serta antara ilmu pengetahuan dan manajemen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dari undang – undang dan data BPS yang telah dipaparkan, maka sudah jelas bahwa potensi perikanan di wilayah Kabupaten Gunungkidul itu besar. Penelitian ini berbeda dengan penelitian terdahulu karena penelitian ini meneliti wilayah pantai selatan jawa. Sedangkan penelitian-penelitian terdahulu khususnya di Teknik Perkapalan Universitas Diponegoro kebanyakan potensi perikanan di wilayah utara pantai jawa. Pengumpulan data dengan mencari data kapal di Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi DIY dan menanyakan langsung kepada pemilik kapal. Diperoleh bahwa analisa investasi kapal ikan pada kondisi pelayaran buruk, rata-rata, dan baik semuanya layak dengan perhitungan menggunakan enam metode yaitu payback periode, net present value, profitability index, internal rate of return, break even point, dan return on investment. Sehingga investasi ini layak untuk dilakukan.
Implementasi Metode Critical Chain Project Management (CCPM) Pada Proses Reschedule Kapal TB. Anugrah Lestari 02 dan BG. Alika 102 Bahtiar, Muhammad Hafids; Santosa, Ari Wibawa Budi; Trimulyono, Andi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 3 (2023): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran kapal sangat terlihat dalam proses transportasi manusia maupun barang. Sehingga kinerja kapal harus diperhatikan, untuk meningkatkan kinerja dan mutu sebuah kapal diperlukan proses pemeliharaan dan perbaikan kapal untuk mempertahankan kualitas dan status layak jalan dari suatu kelas. Dalam penelitian ini menggunakan metode Critical Chain Project Management (CCPM). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan diagram jadwal jaringan yang baru, mengetahui total durasi waktu penerapan metode ccpm , mengetahui durasi waktu dan penambahan waktu Buffer, mengetahui urutan kritis, dan menghitung produktivitas.Buffer time pada critical chain berfungsi untuk mengantisipasi jika terdapat hal-hal yang tidak pasti pada pelaksanaan suatu proyek Hasil penelitian diperoleh 20 rangkaian kritis dari 56 kegiatan pada diagram jaringan, total waktu durasi yang didapat selama 28 hari, lebih cepat 11 hari dari jadwal sebelumnya. Hasil yang diperoleh dari perhitungan penyangga proyek sebesar 9,15 hari, apabila seluruh penyangga ditambahkan pada waktu pelaksanaan maka waktu penyelesaian proyek menjadi lebih lama dari waktu yang direncanakan. Hasil perhitungan produktivitas individu memperoleh percepatan sebesar 50% dilihat dari perbandingan waktu sebelum dan sesudah menggunakan metode ccpm pada Rantai kritis tanpa memperhatikan pendahulu.
Perancangan Kapal Katamaran Untuk Penyeberangan Lombok - Bali Alfian, Wahyu; Chrismianto, Deddy; Santosa, Ari Wibawa Budi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 3 (2023): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang desain kapal katamaran untuk penyeberangan antara Pulau Bali dan Pulau Lombok. Desain kapal dilakukan dengan menggunakan metode parametric study dan mempertimbangkan data kapal pembanding serta rute operasional kapal. Selain itu, analisis hambatan kapal juga dilakukan menggunakan metode Slender Body. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran utama kapal yang sesuai adalah panjang 75.3 meter, lebar 19.9 meter, dan draft 3.1 meter. Rencana umum kapal juga telah dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan ruangan dan fungsi kapal. Selanjutnya, analisis stabilitas kapal dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak khusus dan mengacu pada kriteria stabilitas IMO A.749. Hasil analisis menunjukkan bahwa kapal memenuhi kriteria stabilitas yang ditentukan. Dengan demikian, desain kapal katamaran ini diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan transportasi laut dalam penyeberangan antara Pulau Bali dan Pulau Lombok.
Analisis Antrian dan Waktu Tunggu Terminal Peti Kemas Semarang Arrasyid, Fikri; Amiruddin, Wilma; Firdhaus, Ahmad
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 3 (2023): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waktu tunggu kapal diartikan sebagai jumlah waktu yang dihabiskan sejak permohonan pengajuan tambat setelah kapal tiba di lokasi pelabuhan sampai kapal di gerakkan menuju tambatan. Peningkatan arus peti kemas di Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) per tahunnya berbanding lurus dengan peningkatan jumlah kapal yang dapat menimbulkan antrian kapal apabila tidak dilakukan penyesuaian pada fasilitas pelabuhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis antrian kapal yang terjadi di Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) pada kondisi aktual serta kondisi mendatang serta simulasi untuk menentukan jumlah server paling optimal. Model antrian yang berlaku di Terminal Peti Kemas adalah model Multiple Channel Single Phase. Penelitian ini menggunakan 2 metode analisis, yaitu metode peramalan dengan menggunakan Triple Exponential Smoothing untuk mengetahui jumlah kedatangan kapal di masa mendatang serta metode analisis antrian untuk mengetahui waktu tunggu dan utilitas server antrian yang terjadi di Terminal Peti Kemas Semarang pada kondisi aktual serta kondisi mendatang. Berdasarkan hasil analisis antrian pada Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) jumlah server paling optimal untuk menampung kedatangan kapal hingga tahun 2026 adalah 5 server.
Optimalisasi Penjadwalan Ulang Pekerjaan Reparasi Kapal TB. Orion Harbour dan TB. Pandora Harbour Dengan Shop Level Planning and Scheduling Menggunakan CPM Mustofa, Dandy Ali; Santosa, Ari Wibawa Budi; Trimulyono, Andi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 3 (2023): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penjadwalan proses perbaikan kapal yang dilakukan secara manual berpengaruh terhadap kinerja galangan berpotensi menimbulkan keterlambatan proyek. Dalam penelitian ini untuk mengantisipasi keterlambatan proyek perbaikan kapal TB. Pandora Harbour dan TB. Orion Harbour diterapkan Shop Level Planning and Schedulling  untuk mendapatkan durasi proyek baru dan nilai produktivitas pada tingkat bengkel. Critical path method digunakan untuk mengetahui percepatan durasi pekerjaan dengan alternatif penambahan jam kerja dan penambahan tenaga kerja sehingga didapatkan jalur kritis baru dari kedua kapal tersebut. Proses analisa menggunakan software microsoft project. Hasil perhitungan crash duration dengan alternatif penambahan jam kerja didapatkan 38 hari dari 43 hari durasi normal sehingga menghasilkan percepatan durasi 5 hari atau 11,6%, sedangkan perhitungan crash duration dengan alternatif penambahan tenaga kerja didapatkan 40 hari dari 43 hari durasi normal sehingga menghasilkan percepatan 3 hari atau 7%.  Hasil perhitungan nilai produktivitas pada beberapa bengkel seperti: replating 7,78 kg/hari orang, painting 5,63 m2/hari orang, aluminium anode protection 4,75 pcs/hari orang.  Berdasarkan penelitian ini alternatif penambahan jam kerja lebih efektif dan efisien untuk percepatan durasi proyek.
Studi Perancangan Kapal Bulk Carrier 28.000 DWT Sebagai Pengangkut Nikel PT Vale Indonesia Rute Morowali-Jakarta Ariadi Sanjaya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 3 (2023): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut Laporan USGS (United Stated Geological Survey) pada tahun 2015, Indonesia menempati urutan ke-6 penghasil nikel terbesar di dunia dan menempati urutan ke-2 penghasil nikel terbesar di asia dengan jumlah sumber daya nikel mencapai 170,000 metrik ton dan cadangan yang ada sebesar 4,5 juta ton. Kebutuhan nikel mengalami kenaikan dikarenakan mulai maraknya pembuatan baterai lithium yang akan digunakan sebagai sumber tenaga kendaraan elektrik. Kurangnya perhatian terhadap kondisi pengangkutan hasil olahan bahan tambang seperti nikel dan hubungan armada kapal dengan jumlah hasil produksi tambang juga menjadi salah satu faktor penting yang menyebabkan biaya transportasi menjadi acak dan tidak ekonomis. Kebutuhan akan moda transportasi laut untuk nikel diperlukan untuk meningkatkan nilai ekonominya. Kapal Bulk Carrier dirancang sebagai pengangkut nikel dengan LOA 173.6, LPP 164.4m, LWL 169.4 m, lebar 26.8 m, sarat 13.4 m, tinggi 17.9 m, dan kecepatan 15.4 knot. Analisa hambatan dilakukan dengan perangkat lunakdengan metode holtrop. Analisa stabilitas kapal berdasarkan 5 kondisi muatan. Tinjauan stabilitas dilakukan pada penelitian kapal ini memenui kriteria yang ditentukan
Analisis Pengaruh Salinitas Dan Temperatur Air Laut Pada Hasil Pengelasan Underwater Welding Terhadap Kekuatan Tarik, Impak, Dan Mikrografi Baja A36 Mizyal Laudany, Mohammad Rabith; Fauzan Zakki, Ahmad; Yudo, Hartono
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 3 (2023): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelasan bawah air ialah cara paling efektif dan efisien dalam kondisi yang mendesak untuk konstruksi, pemasangan dan perbaikan peralatan bawah air seperti pipa submersible, atau saat memperbaiki pelat kapal di bawah air daripada berlabuh di dok pelabuhan.. Penelitian ini merupakan eksperimen pengujian mekanis pada simulasi pengelasan dibawah air pelat baja ASTM-A36 dengan beberapa perubahan  lingkungan salinitas air laut dan temperatur yang cukup ekstrim. Studi ini membandingkan hasil kekuatan tarik, impak, dan struktur mikro untuk setiap lingkungan pengelasan. Pada studi ini pengelasan yang dilakukan menggunakan Shielded Metal Arc Welding (SMAW) basah dalam pengelasan posisi 1G. Elektroda Broco AWS E70XX dengan diameter elektroda 3,2 mm sebagai Elektrodanya, penggunaan salinitas 37 o/oo dan 28 o/oo, dan suhu 20oC dan 5oC.Dari hasil pengujian didapatkan bahwa Pengelasan bawah air dengan Lingkungan Salinitas 37o/oo dan temperatur 5oC mendapat nilai rata-rata tegangan Tarik tertinggi yaitu sebesar 533,21 MPa. Karena adanya proses pendinginan yang cepat dari efek temperatur dan salinitas air membuat material menjadi getas. Nilai Impak tertinggi didapatkan pada pengelasan dengan Lingkungan Salinitas 28o/oo dan temperatur 20oC yaitu 1,24 J/mm2, Dari hasil pengamatan struktur mikro terlihat bahwa pada lingkungan Salinitas 37o/oo dan temperatur 5oC memiliki fase perlit lebih banyak sehingga membuat material menjadi getas
Analisis Pengaruh Salinitas Terhadap Laju Korosi Merata Baja SS 400 Dengan Variasi Ketebalan Coating Noormansyah, Faridz Aditya; Jokosisworo, Sarjito; Amiruddin, Wilma
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 3 (2023): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korosi menjadi salah satu penyebab berkurangnya kualitas dari suatu baja, pengaruh terjadinya korosi dapat disebabkan oleh faktor lingkungan pada sekitar baja. Salah satu faktor lingkungan yang dapat menyebabkan terjadinya korosi adalah kadar garam atau kadar salinitas. Semakin tinggi kadar salinitasnya maka nilai laju korosi semakin tinggi. Karena faktor lingkungan tidak dapat di hindari maka langkah yang dapat dilakukan adalah melakukan pencegahan pada materialnya, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah pelapisan coating. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kadar salinitas terhadap laju korosi merata baja SS 400 dengan menggunakan coating. Jenis material yang digunakan pada penelitian ini adalah baja SS 400 dan jenis cat yang digunakan pada proses coating adalah polyurethane dengan menggunakan variasi ketebalan yaitu 250 μm, 350 μm, 450 μm sesuai dengan ASTM D7091. Pengujian laju korosi pada penelitian ini menggunakan metode elektrokimia dan metode weight loss dengan media pengkorosi adalah larutan bersalinitas 32‰, 34‰, 36‰, dan 38‰. Hasil dari pengujian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa hasil dengan laju korosi terendah terdapat pada spesimen dengan ketebalan coating 450 μm dan pada larutan salinitas 32‰ dengan nilai 5,E-05 mmpy dan laju korosi tertinggi terdapat pada spesimen dengan ketebalan coating 250 μm dan pada larutan salinitas 38‰ dengan nilai 5,E-03 mmpy. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa penggunaan lapisan coating dapat menghambat laju korosi dan perbedaan kadar salinitas berpengaruh terhadap kenaikannya laju korosi.
Analisis Pengaruh Luasan Coating Scratch dan Kadar Salinitas Terhadap Laju Korosi Pada Baja A36 Amru, Syafiq Nada; Jokosisworo, Sarjito; Budiarto, Untung
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 3 (2023): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lingkungan kapal berlayar merupakan lingkungan yang korosif dikarenakan beberapa faktor, salah satunya adalah kadar garam (salinitas) yang terkandung dalam air. Kadar garam (salinitas) yang terkandung pada tiap lingkungan tentunya berbeda seperti halnya kadar garam (salinitas) pada danau (air tawar), perairan payau (air payau), dan air laut. Meskipun kadar garam yang terkandung berbeda-beda pada tiap lingkungan, tetap diperlukannya perlindungan pada kapal yang berlayar terutama pada bagian lambung kapal yang selalu bersentuhan langsung dengan lingkungan korosif. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan perlindungan dengan metode coating. Ada banyak cara dalam metode coating salah satunya adalah dengan cara pengecatan. Namun dalam beberapa kasus lapisan pelindung coating dapat tergores sehingga mengurangi efektifitas dari perlindungan terhadap korosi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji laju korosi yang terjadi pada baja A36 dengan lingkungan air yang berbeda yakni kadar garam (salinitas) dan juga goresan/luka (scratch) pada coating yang mempengaruhi laju korosi. Pada penelitian ini spesimen diberi perlakuan scratch dengan luasan yang diinginkan yakni 10%,20%,30%,40% dan 50% yang nantinya akan direndam dengan media pengkorosi yang berbeda kadar salinitas yakni 0‰,12‰ dan 32‰. Dari hasil uji yang dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa nilai laju korosi berbanding lurus dengan kadar garam pada air (salinitas) dan juga luas luka (scratch) pada coating. Sehingga dalam penelitian ini nilai laju korosi tertinggi terdapat pada spesimen yang memiliki luka(scratch) 50% dan dengan media korosi paling tinggi (salinitas 32‰) dengan nilai laju korosi 2,39x10-1 mmpy.

Page 1 of 1 | Total Record : 9