cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2024): Januari" : 16 Documents clear
Perancangan Kapal Katamaran untuk Menunjang Pariwisata di Waduk Cacaban Kabupaten Tegal Jawa Tengah Khoirulloh, Muhamad Iman; Mulyatno, Imam Pujo; Mursid, Ocid
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 1 (2024): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waduk Cacaban merupakan waduk yang berada di Kabupaten Tegal lebih tepatnya di Kecamatan Kedungbanteng yang memiliki luas permukaan 982,07 ha dan kapasitas 90 juta m3. Disamping pemanfaatan air waduk sebagai saluran irigasi keindahan waduk cacaban juga dapat dijadikan sarana rekreasi. Peningkatan infrastruktur pendukung, seperti ketersediaan kapal wisata, diharapkan dapat mendukung program pemerintah kabupaten untuk menjadikan Waduk Cacaban menjadi tujuan wisata populer dan meningkatkan minat wisatawan untuk berkunjung ke waduk. Penelitian ini bertujuan untuk merancang lines plan, general arrangement, analisa resistance, hidrostatik, stability serta analisa biaya ekonomis pembuatan kapal, sehingga dapat dijadikan referensi bagi pihak pengelola wisata untuk membuat kapal wisata yang sesuai dengan karakteristik waduk cacaban. Metode parent design approach digunakan untuk pembuatan kapal ini, serta disesuaikan dengan karakteristik waduk cacaban. Hasil dari penelitan ini didapatkan ukuran utama kapal yaitu panjang LOA 13,5, lebar 2,95 m, sarat 0,75 m dan cb 0,73. Pembuatan 3D modeling kapal ini dibantu menggunakan software, hasil analisa stabilitas kapal pariwisata katamaran ini berdasarkan kreteria IMO dan telah memenuhi kreteria tersebut. Analisa biaya ekonomis pembuatan kapal sebesar Rp. 538.716.438,00 dengan break event point tercapai setelah 5,3 tahun.
Analisis Strategi Penambahan dan Optimasi Fasilitas untuk Penurunan Dwelling Time di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Muttaqien, Muhammad Hafizh Imam; Budiarto, Untung; Hakim, Muhammad Luqman
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 1 (2024): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dwelling Time dapat diartikan sebagai waktu yang dibutuhkan oleh peti kemas untuk meninggalkan suatu Pelabuhan. Rata-rata Dwelling Time di Terminal Peti Kemas Semarang berada diatas 3 hari, ini menunjukan bahwa Dwelling Time belum sesuai dengan standar Peraturan Menteri Perhubungan No.117 Tahun 2015. Permasalahan pada Dwelling Time dapat terjadi dikarenakan beberapa faktor seperti fasilitas yang kurang memadai dan arus peti kemas yang meningkat setiap tahunnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis arus peti kemas ditahun mendatang, menganalisis kinerja dari fasilitas yang optimal untuk menurunkan Dwelling Time, dan mengetahui persentase penurunan Dwelling Time. Penelitian ini menggunakan 3 metode analisis, yaitu metode peramalan dengan menggunakan Trend Analysis untuk mengetahui jumlah arus peti kemas di masa mendatang, metode analisis antrian untuk mengetahui performa fasilitas dan Response Surface Method untuk optimasi. Hasil analisis penelitian menunjukan agar Dwelling Time dapat turun dibawah 3 hari pada CY-05 dengan menggunakan fasilitas yang optimal yaitu 3 CC dengan kinerja 29 box/jam, 22 HT dengan kinerja 4 box/jam, dan 12 ARTG dengan kinerja 20 box/jam.
Optimasi Penjadwalan menggunakan Ranked Position Weight Method (RPWM) pada Proyek Reparasi Dua Unit Kapal Sari, Lilis Nopita
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 1 (2024): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Optimasi untuk mencegah keterlambatan yang dapat mengakibatkan kerugian bagi galangan. Berdasarkan observasi di galangan Jakarta, sumber daya manusia terbatas akibat banyaknya karyawan yang pensiun. Sebagian besar pekerjaan hanya mengandalkan tenaga manusia. Faktor tersebut kerap mengakibatkan terlambatnya proyek reparasi kapal. Penelitian pada proyek reparasi kapal X dan kapal Y bertujuan menganalisis penjadwalan menggunakan RPWM, membandingkan crashing project penambahan manpower dan jam kerja, serta menganalisis kondisi galangan. RPWM merupakan metode perhitungan bobot posisi sehingga dapat dilakukan pemerataan sumber daya. Perhitungan jalur kritis menggunakan PDM diidentifikasi sebagai pekerjaan yang tidak memiliki total float time untuk memperoleh percepatan proyek dan biaya optimal dengan crashing project penambahan manpower dan jam kerja. Hasil analisis diperoleh 17 pekerjaan dengan total float time 0. Analisis RPWM menunjukkan line efficiency sebesar 100% dengan smoothness index 0 tanpa adanya waktu menganggur. Alternatif crashing project dengan persentase penambahan manpower 30%, mengakibatkan peningkatan produktivitas tertinggi sebesar 40%, percepatan durasi 5,71% dengan peningkatan biaya 0,13% dari semula. Alternatif crashing project penambahan lembur 3 jam diperoleh percepatan durasi 5,71% dan biaya meningkat 33%. Alternatif penambahan manpower lebih efektif untuk diterapkan sebagai percepatan proyek. Kondisi fasilitas galangan cukup memadai untuk dilakukan crashing project dengan penambahan manpower sebesar 30% guna mempercepat durasi proyek yang optimal.
Penjadwalan Ulang Menggunakan Critical Path Method (CPM) dan Time Cost Trade Off (TCTO) pada Proyek Reparasi Kapal Camara Nusantara 5 Hikmah, Syarifah Nadya Nurul
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 1 (2024): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada pelaksanaan proyek reparasi, masih terdapat kemungkinan terjadi keterlambatan seperti dalam proyek perbaikan kapal Camara Nusantara 5. Perhitungan diperlukan untuk mempercepat penyelesaian proyek sehingga mendapatkan waktu dan biaya optimal. Metode yang digunakan untuk mempercepat proyek adalah Critical Path Method (CPM) dan  Time Cost Trade Off (TCTO). Metode ini dapat digunakan untuk mengatasi masalah keterlambatan dengan menambah alternatif lebih spesifik seperti tenaga kerja, jam kerja, dan lain-lain dengan biaya tambahan yang minimum pada aktivitas kritis. Alternatif percepatan dilakukan dengan menambah durasi jam kerja 1 sampai 4 jam dan penambahan tenaga kerja. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, didapatkan bahwa percepatan durasi paling optimal adalah penambahan jam kerja (lembur) selama 1 jam dan penambahan tenaga kerja sebanyak 5 orang yang menghasilkan percepatan dari durasi normal 31 hari menjadi 17 hari dengan efisiensi waktu 45%, serta pengurangan biaya sebesar Rp 23.640.000 atau sekitar 4,9% dibandingkan biaya normal Rp 478.050.000 menjadi Rp 454.410.000.
Analisa Percepatan Durasi Proyek Kapal BC60002 dengan Metode Precendence Diagram Method (PDM) dan Simulasi Monte Carlo Pradana, Muhammad Daffa Sihma; Amiruddin, Wilma; Santosa, Ari Wibawa Budi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 1 (2024): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek reparasi kapal BC60002 di PT. Dumas Tanjung Perak Shipyards yang mengalami keterlambatan tentunya merugikan banyak pihak sehingga crashing duration atau percepatan durasi proyek dalam upaya menghindari keterlambatan tentunya perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui durasi percepatan, probabilitas keberhasilan percepatan, dan cost slope pada proyek reparasi kapal berdasarkan lintasan kritis. Teknik analisis percepatan durasi proyek dengan metode Precendence Diagram Method (PDM) menggunakan alternatif penambahan tenaga kerja serta penambahan jam kerja lembur dengan bantuan software Primavera dan perhitungan probabilitas keberhasilan durasi percepatan dengan simulasi Monte Carlo menggunakan bantuan software Primavera Risk Analysis. Hasil dari penelitian ini yaitu network diagram mempunyai 15 kegiatan kritis dari 30 kegiatan dan crashing proyek reparasi kapal dapat dipercepat selama 2 hari sehingga waktu penyelesaian menjadi 23 hari dari 25 hari. Simulasi Monte Carlo dan cost slope memiliki hasil yaitu kemungkinan penyelesaian proyek yang efektif dalam 23 hari adalah 95% dan biaya tambahan dengan menambahkan jam kerja dengan percepatan sebesar 5,75% lebih cepat dari waktu rencana awal, memiliki penambahan biaya sebesar Rp72.540.000,00  atau sebesar 136% sedangkan dengan menggunakan penambahan tenaga kerja dengan percepatan sebesar 5,75% lebih cepat dari waktu rencana awal, biaya bertambah sebesar Rp1.140.000,00 atau sebesar 2,14% dari biaya awal proyek.
Analisis Optimalisasi Jadwal dengan menggunakan Critical Path Method (CPM) pada Proyek Pembangunan Kapal Tugboat 156,67 DWT Diswantoro, Galuh Pramudita
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 1 (2024): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Optimalisasi jadwal sangat diperlukan untuk mencegah keterlambatan. Keterlambatan dapat mengakibatkan denda pada galangan. Pada proyek pembangunan kapal tugboat 156,67 DWT dengan time schedule di salah satu galangan di Banten mengalami keterlambatan pengerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk penjadwalan ulang proyek pembangunan kapal dengan alternatif penambahan waktu kerja dan tenaga kerja dengan menggunakan metode jalur kritis (CPM). Metode ini digunakan untuk memperoleh penjadwalan proyek yang lebih optimal dengan mempercepat penyelesaian waktu dari durasi normal. Analisis dilakukan untuk mengetahui produktivitas, diagram jaringan, jalur kritis, durasi crash dari penambahan waktu kerja (lembur) dan penambahan tenaga kerja. Hasil penelitian ini menunjukkan, diagram jaringan menghasilkan 23 pekerjaan pada lintasan kritis dengan alternatif paling efektif untuk percepatan proyek pembangunan kapal tugboat yaitu, penambahan waktu kerja (lembur) selama 4 jam dan persentase penambahan tenaga kerja 30% yang mengakibatkan penambahan tenaga kerja sebanyak 115 pekerja atau 23 % lebih banyak dari tenaga kerja awal. Alternatif kedua ini menghasilkan durasi dibawah durasi normal, yaitu 387 hari dari durasi awal 434 hari atau 11% lebih singkat dari durasi normal dengan produktivitas optimal sebesar 136,6 kg/hari . Peralatan dan fasilitas galangan sudah memadai untuk mendukung percepatan proyek setelah penambahan tenaga kerja .

Page 2 of 2 | Total Record : 16