cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 56 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 4 (2019): Oktober" : 56 Documents clear
Analisis Teknis Pengaruh Beban Berlebih Perahu Wisata “Wiro Sableng” Rawa Pening Pada Batas Capsizing Novem, Dicky Putra; Amiruddin, Wilma; Manik, Parlindungan
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1090.259 KB)

Abstract

Perahu wisata “Wiro Sableng” Rawa Pening merupakan perahu wisata tradisional yang digunakan untuk kegiatan pariwisata di Danau Rawa Pening Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Kapal ini dibuat dengan cara tradisional menggunakan bahan kayu surian yang tidak diketahui faktor keselamatan terkait dengan stabilitas. Stabilitas yang dimaksud ditinjau berdasarkan kelebihan jumlah penumpang. Berdasarkan fakta ini perlu dilakukan kajian untuk mencegah kemungkinan terjadi kecelakaan karena kapal dalam kondisi capsizing. Analisis stabilitas dilakukan dengan memberikan perlakuan beban lebih pada sarat maksimum dalam kondisi layik hingga batas capsizing. Asumsi berat penumpang dalam perlakuan tersebut adalah 75 Kg perorang. Hasil penelitian menunjukkan jumlah penumpang sebelum mengalami capsizing adalah 18 orang dalam kondisi duduk, 10 orang 5 orang portside duduk 5 orang starboard berdiri, 10 orang 6 orang depan midship berdiri 4 orang belakang midship duduk, 12 orang 8 orang belakang midship berdiri 4 orang depan midship duduk, 6 orang dalam kondisi berdiri. Kriteria yang digunakan dalam penelitian ini sesuai denganIMO code on Intact stability A.749 (18), Ch 3-design criteria applicable to all ships.
Analisa Uji Tarik, Impak dan Mikrografi Baja ST 40 Pengelasan FCAW Posisi 1G Variasi Arus Pengelasan Rasmunanda Saragih
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelasan merupakan proses penyambungan antara dua bagian logam atau lebih dengan menggunakan energi panas, sehingga logam yang disekitar daerah las mengalami perubahan struktur metalurgi, deformasi dan tegangan termal. Di zaman yang semakin maju ini semakin banyak penyambungan antara dua buah pelat baja menggunakan metode pengelasan oleh karena itu diperlukannya informasi penelitian yang mendetail untuk mendapatkan hasil pengelasan yang maksimal sehingga akan terus meningkatkan produktivitas. Dalam proses pengelasan banyak faktor yang mempengaruhi hasil dari pengelasan tersebut. Pada penelitian kali ini penulis meneliti mengenai Pengelasan FCAW dengan 3 variasi kuat arus yaitu 135A, 150A dan 165A dimana material tersebut akan dilakukan pengujian tarik, impak dan mikrografi. Peneliatian ini mendapatkan hasil dimana arus 135A memiliki nilai tengangan rata-rata sebesar 461.42 MPa dan regangan rata-rata sebesar 35.81% dan pada arus 150A mendapatkan nilai tegangan rata-rata sebesar 443.83 MPa dan regangan rata-rata sebesar 27.78% dan pada arus 165A mendapatkan nilai tengangan rata-rata sebesar 460.49 MPa dan regangan rata-rata sebesar 34.47% dimana dapat disimpulakan bahwa arus 135A merupakan arus maksimal untuk melakukan pengelasan pada material ST40 dibuktikan dengan arus 150A yang mendapatkan nilai tegangan regangan yang menurun dari 135A. Pada pengujian tarik 135A mendapatkan nilai uji impak 1.73 J/mm2 dan pada arus 150A mendapatkan nilai uji impak sebesar 1.89 J/mm2 dan pada 165A mendapatkan nilai uji impak sebesar 2 J/mm2 dimana dapat disimpulkan bahwa material 165A merupakan material dengan modulus elastisitas paling kecil dengan tegangan dan hasil uji impaknya yang paling kecil dan besar pada penelitian ini.
Analisa Perbandingan Kekuatan Tarik, Tekuk, dan Mikrografi Pada Sambungan Las Baja SS 400 Akibat Pengelasan FCAW (Flux-Cored Arc Welding) dengan Variasi Jenis Kampuh dan Posisi Pengelasan Abrar Farhan; Untung Budiarto; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1076.552 KB)

Abstract

Proses perlakuan panas normalizing dilakukan pada baja SS400 yang merupakan baja tipe low carbon pada variasi suhu pemanasan 900ºC dan 975°C dengan penahan panas 30 menit dengan media pendingin udara. Penelitian ini bertujuan membandingkan hasil kekuatan tarik, tekuk, dan mikrografi dari variasi suhu pemanasan dengan menggunakan media pendinginan udara. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor suhu pemanasan berpengaruh dalam nilai tarik, nilai tekuk, dan struktur mikrografi spesimen penelitian. Pada spesimen dengan suhu pemanasan 900C° didapatkan nilai kekuatan tarik 397.52 MPa, nilai regangan 40.15% dan nilai modulus elastisitas 10.18 GPa. Sedangkan pada spesimen dengan suhu pemanasan 975°C didapatkan nilai tegangan maksimal 377.78 MPa, nilai regangan sebesar 48.125% dan nilai modulus elastisitas 8.07 GPa. Pada pengujian tekuk spesimen dengan suhu pemanasan 900°C mempunyai nilai tegangan tekuk 515 MPa sedangkan spesimen dengan suhu pemanasan 975°C mempunyai nilai nilai tegangan tekuk 473.7 MPa. Dari hasil pengujian tarik dan tekuk didapatkan bahwa spesimen dengan variasi suhu pemanasan 900°C memiliki nilai kekerasan dan nilai tegangan maksimal lebih besar dari variasi suhu pemanasan 975°C. Pada perlakuan panas normalizing dengan variasi 975°C struktur mikrografinya menunjukkan fasa ferrite lebih dominan, dibandingkan variasi suhu normalizing 900°C
Analisis Stabilitas (Intact, Damage Stability) Kapal Landing Craft Tank (LCT) dikonversi menjadi Livestock Carrier (Kapal Ternak) Aulia Faradilla Adi; Wilma Amiruddin; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1189.646 KB)

Abstract

Kapal Landing Craft Tank (LCT) dilarang digunakan untuk angkutan penyeberangan sehingga diperlukan perubahan fungsi dari kapal tersebut. Salah satunya adalah dengan melakukan konversi kapal LCT menjadi Livestock Carrier (Kapal Ternak) dikarenakan menurut sejumlah data bahwa kebutuhan konsumsi ternak yang meningkat. Penelitian ini menganalisis stabilitas (intact dan damage stability) kapal sebelum konversi (LCT) dan kapal setelah konversi (Kapal Ternak). Penelitian ini dilakukan menggunakan software model 3D dan software stability pada saat kapal muatan penuh dan kapal muatan kosong dengan beberapa kondisi loadcase. Hasilnya menunjukkan kapal LCT maupun kapal ternak memenuhi kriteria intact stability dan damage stability sesuai dengan peraturan IMOMSC.267(85), AMSA, Marine Order 43, IMO MSC.281 (85) dan IMO MSC.216 (82).
Pengaruh Modifikasi Kapal LCT (Landing Craft Tank) Menjadi Kapal Ferry Terhadap Performa Kapal Muhammad Rahmat Darmawan; Parlindungan Manik; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1100.945 KB)

Abstract

Upaya untuk mencukupi ketersediaan armada angkutan penyebrangan selain memproduksi kapal baru adalah melakukan modifikasi terhadap kapal LCT menjadi jenis kapal ferry. Faktor yang perlu diperhatikan dalam perencanaan serta pelaksanaannya yaitu bagaimana pengaruh modifkasi tersebut terhadap performa kapal yang dinilai berdasarkan aspek stabilitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai intact stability dan damage stability pada kondisi kapal sebelum dan sesudah dimodifikasi. Hasil analisis intact stability kapal sebelum dan setelah modifikasi telah memenuhi kriteria pada beberapa kondisi load case dengan nilai sudut maksimal GZ tidak kurang dari atau sama dengan 250. Hasil perhitungan analisis damage stability kapal sebelum modifikasi diperoleh nilai Index A sebesar 0.872006 dan nilai Index R  sebesar 0.490257. Sedangkan untuk kapal setelah modifikasi diperoleh 0.992875 untuk nilai Index A dan 0.692279untuk nilai Index R. Hasil tersebut telah memenuhi standar kriteria yang disyaratkan yaitu Index A lebih besar dari Index R (A>R) dengan menggunakan metode pendekatan probabilistik. Hasil penelitian ini, baik intact stability maupun damage stability telah memenuhi ketentuan serta kriteria yang berlaku menurut IMO MSC. 267 (85) dan SOLAS.
Analisa Respon Struktur Parallel Middle Body Pada Kapal Ternak Tipe Katamaran Ilman Arpi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1443.477 KB)

Abstract

Proses pengangkutan sapi sering kali membutuhkan waktu yang lama. Akibatnya, sapi mengalami strees di jalan.  Perencanaan Kapal Ternak tipe Katamaran sebagai alternatif untuk pengangkutan (transportasi) sapi antar pulau, berdasarkan penelitian sebelumnya bentuk kapal multihull dari katamaran memiliki keunggulan dari segi stabilitas dan kecepatan dibandingkan kapal monohull. Selain itu, Kapal katamaran perlu ditinjau dari segi kekuatan akibat adanya beban kombinasi bertujuan untuk mengetahui respon struktur pada kapal. Permodelan menggunakan analisa maxsurf untuk mengetahui besaran momen dan pembebanan dari setiap kondisi gelombang serta Msc. Nastran & Patran, software berbasis finite element analysis untuk mengetahui besaran respon struktur  parallel middle body. Pada hasil kekuatan memanjang pada struktur parallel middle body didapatkan hasil tegangan sebesar 41,7MPa pada kondisi air tenang, 66 MPa pada kondisi Sagging  dan 114 MPa pada kondisi Hogging. Pada saat air tenang tegangan maksimum terjadi di daerah Second Deck, dikarenakan adanya beban lokal pada strukutur. Sementara, pada saat kondisi Sagging dan hogging tegangan maksimum terjadi pada sekat tengah memanjang (centre longitudinal Bulkhead) bagian depan dan belakang pada struktur jembatan katamaran (Bridge Deck). Untuk itu, perlu diperhatikan pada sambungan struktur antar dek katamaran (Cross Deck) dikarenakan terjadi tegangan maksimum pada saat kondisi Sagging dan Hogging. Bila mengacu pada izin sebesar 184,125 MPa, maka kapal ternak katamaran yang dirancang telah mampu beroprasi di perairan Indonesia yang memiliki tinggi gelombang rata-rata sebesar 4 meter.
Pengukuran Olah Gerak Ponton Tabung Dengan Penambahan Heaving Plate Segitiga dan Strip Plate Pada Gelombang Reguler Menggunakan Mikrokontroler Berbasis Wireless Caesar, Agung Al; Hadi, Eko Sasmito; Rindo, Good
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1298.514 KB)

Abstract

Penggunaan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui secara terus menerus dapat mengakibatkan ketersediaan sumber daya alam tersebut semakin menipis sehingga perlu adanya sebuah inovasi baru sebagai pengganti sumber daya alam tersebut. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan olah gerak dan pengaruh terhadap stabilitas ponton setelah ditambahkan heaving plate segitiga dengan variasi jarak strip plate. Dengan ini direncanakan bentuk heaving plate segitiga dan ditambahkan strip plate dengan variasi jarak 10 mm, 20 mm,30 mm,40 mm dan 50 mm. Penelitian ini menggunakan alat berupa Arduino untuk mikrokontroller, sensor HS-SR04 untuk mengukur tinggi gelombang dan heaving, sensor MPU untuk mengetahui pitching dan rolling, load cell untuk mengetahui beban yang diakibatkan oleh heaving plate dan menggunakan XBee S2C sebagai komunikasi dari Arduino ke PC (wireless). Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa dengan penambahan heaving plate segitiga dan strip plate pada ponton dapat mereduksi gerakan ponton dimana menghasilkan pitching sebesar 7o, sedangkan pada ponton tanpa heaving plate nilai pitching yang dihasilkan sebesar 15o.  Untuk nilai rolling ponton dengan heaving plate menghasilkan nilai rolling 4o, sedangkan untuk ponton tanpa heaving plate menghasilkan nilai rolling sebesar 5o. Pada nilai heaving menunjukkan hasil yang berbeda dimana nilai heaving yang dihasilkan oleh ponton dengan heaving plate sebesar 29 mm lebih besar jika dibandingkan dengan ponton tanpa heaving plate yaitu sebesar 25 mm. Hal ini membuktikan bahwa dengan ditambahkannya heaving plate pada ponton dapat mengurangi gerakan pitch dan roll pada ponton, dan dapat meningkatkan nilai heaving dimana dapat dimanfaatkan sebagai sumber daya untuk pembangkit listrik.
Analisis Network Planning Reparasi Kapal SPB TITAN 70 Dengan Metode Critical Path Method Galan Regatama; Wilma Amiruddin; Imam Pujo Mulyatno
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1104.201 KB)

Abstract

Penyelesaian proyek reparasi pada kapal sering tidak sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan dalam kontrak. Perencanaan jaringan kerja atau disebut network planning merupakan suatu model yang digunakan dalam mencapai kesuksesan target schedule pada proyek. Penelitian ini membutuhkan objek data berupa main schedule proyek. Sehingga dilakukan analisa aktivitas yang merupakan lintasan kritis pada proyek reparasi kapal SPB TITAN 70. Dengan menggunakan metode Critical Path Method dan Software Microsoft Project, pada penelitian kali bertujuan untuk mendapatkan diagram network planning, aktivitas sensitif dan jalur kritis proyek, serta penghitungan produktifitas sumber daya dan alat kerja terhadap proyek reparasi kapal SPB TITAN 70. Hasil menunjukan nilai diagram network planning dengan 30 tenaga kerja diperkirakan mengalami keterlambatan menjadi 42 hari dengan 25 aktivitas kritis bernilai slack nol dari target proyek yang dicapai adalah 32 hari. Maka proyek mengalami crashing proyek menjadi 32 hari dan proyek diperkirakan terjadi penambahan tenaga kerja sebesar 52 tenaga kerja dengan 19 aktivitas kritis bernilai slack negatif dimana dibutuhkan durasi kegiatan baru. Pada proyek reparasi kapal SPB TITAN 70 di PT. Samudera Marine Indonesia dihasilkan produktifitas yang berpengaruh terhadap pekerjaan sebesar 24,2 kg/perorang (perhari) untuk sumber daya, 5 buah (perhari) untuk mesin las, dan 2 buah (perhari) untuk forklift
Analisa Perbandingan Variasi Besar Arus Pada Pengelasan Metal Inert Gas (MIG) Alumunium 5083 Terhadap Kekuatan Tarik dan Kekerasan Isa Haritsah
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di dalam suatu proses pengelasan banyak faktor yang memperngaruhi hasil dari pengelasan tersebut, salah satunya adalah pengaruh dari besarnya arus yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari perbedaan tiap arus pada pengelasan MIG (Metal Inert Gas) aluminium 5083 terhadap kekuatan tarik, dan kekerasan. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen, dimana pelaksanannya dimulai dari persiapan benda uji sampai dengan proses pengujian material dilakukan. Hasil penelitian menunjukan tegangan tarik terbesar didapat pada arus pengelesan 130A dengan tegangan tarik rata – rata 217, 78 MPa, regangan tarik terbesar didapat pada arus pengelasan 130 A dengan regangan rata – rata sebesar 23,83%, modulus elastisitas terbesar didapat pada arus pengelasan 115 A dengan nilai rata – rata sebesar 1,29 GPa, poisson number terbesar didapat pada arus pengelasan 115 A dengan nilai rata-rata sebesar 0,7113, kekuatan kekerasan terbesar didapat pada hasil las dengan arus 130 A dengan nilai kekerasan sebesar 80,99 kgf/mm2.  Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa hasil pengelasan yang las dengan arus 130 A memiliki tegangan tarik, regangan tarik, dan nilai kekerasan yang lebih besar, sedangkan untuk modulus elastisitan nilai terbesar didapatkan dengan arus pengelasan 115 A.
Analisa Kekuatan Struktur Stern Ramp Door pada Kapal Ferry Ro-Ro 1000 GT Slamet Haryo Samudro; Hartono Yudo; Ahmad Fauzan Zakki
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1462.646 KB)

Abstract

Kapal ferry ro-ro adalah kapal yang bisa memuat kendaraan dan penumpang yang berjalan masuk ke dalam dan keluar kapal dengan penggeraknya sendiri, sehingga disebut sebagai kapal roll on – roll off atau disingkat dengan ro-ro. Oleh karena itu, kapal ini dilengkapi dengan rampa (Ramp). Dari sebuah kasus nyata yang terjadi pada tahun 2018, ramp door KMP. Nusa Putera SP Ferry patah pada bagian engsel ramp door. Hal tersebut menjadi latar belakang penelitian konstruksi stern ramp door lebih lanjut sampai bagian engselnya. Dengan tujuan mengetahui tegangan maksimum, komponen paling kritis, dan karakteristik tegangan yang terjadi. Metode yang digunakan menggunakan software berbasis metode elemen hingga. Pada penelitian ini pembebanan di stern ramp door menggunakan dua jenis kendaraan dan satu kendaraan paling berat sebagai perbandiangan dari beban perencanaan. Yaitu truk 16ton (1-2), 19 ton (1-1-2) dan 24 ton (1-2-2) dengan variasi pembebanan awal, tengah dan akhir sesuai posisi roda kendaraan dan dibuat 3 model berbeda dengan kondisi stern ramp door normal, 11˚ (+1000 mm), dan 349˚ (-1000 mm). Tegangan paling maksimum dan kritis terjadi pada stern ramp door normal beban truk 19 ton, posisi beban akhir (roda bagian belakang) dengan nilai stress 141,280 Mpa, deformasi sebesar 3,749 mm, aman menurut kriteria BKI.