cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2021): Januari" : 15 Documents clear
Analisa Kelelahan Tongkat Kemudi Pada Kapal Skipi Kelas Orca Dengan Menggunakan Metode Elemen Hingga Herman Josef Emerald; Hartono Yudo; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 1 (2021): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu kecelakaan kapal yang sering terjadi di Indonesia adalah kapal yang kehilangan kendali yang disebabkan karena kegagalan pada tongkat kemudi. Kapal SKIPI kelas Orca merupakan kapal patroli Indonesia yang diproduksi pada tahun 2016 lalu. Untuk mencegah terjadinya kegagalan tongkat kemudi pada saat kapal SKIPI beroperasi, maka dilakukan penelitian pada salah satu tongkat kemudi kapal SKIPI untuk memprediksi usia fatigue. Tongkat kemudi menggunakan material structural steel (SS 400). Untuk mendapatkan tekanan yang terjadi pada daun kemudi, dengan menggunakan software berbasis Computational Fluid Dynamics (CFD), tekanan yang digunakan berdasarkan gerakan rolling kapal terhadap gelombang laut  yang selanjutnya nilai tekanan tersebut digunakan untuk melakukan analisis menggunakan software berbasi metode elemen hingga. Berdasarkan dari hasil penelitian, maka dapat diestimmasikan tongkat kemudi siklus sebesar 3924.
Pengaruh Perlakuan Panas (Heat Treatment) Normalizing Terhadap Kekuatan Impak Aluminium 6061 Pengelasan MIG dengan Variasi Posisi dan Bentuk Kampuh Renita Wurdhani; Untung Budiarto; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 1 (2021): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan panas normalizing terhadap kekuatan impak Aluminium 6061 pengelasan MIG dengan menggunakan variasi posisi 1G dan 2G serta bentuk kampuh single V dan double V (X) pada sudut 60°. Tujuan dari proses normalizing yaitu untuk mengurangi tegangan sisa, meningkatkan machinability, dan mendapatkan struktur yang homogen. Proses heat treatment normalizing dilakukan pada temperatur 415°C dengan waktu penahanan selama 30 menit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor perlakuan panas normalizing dapat mempengaruhi nilai kekuatannya. Untuk proses verifikasi material dilakukan pengujian tarik. Dari hasil pengujian impak didapatkan harga impak tertinggi yaitu spesimen raw material dengan perlakuan panas normalizing sebesar 0.457 J/mm², lebih besar dibandingkan dengan raw material tanpa normalizing yaitu sebesar 0.445 J/mm². Harga impak untuk raw material ini memenuhi standar pengujian impak ASTM E23. Pada material dengan pengelasan, harga impak tertinggi yaitu pada variasi bentuk kampuh V dan posisi pengelasan 2G sebesar 0.092 J/mm², sedangkan tanpa normalizing sebesar 0.082 J/mm². Harga impak terendah dimiliki spesimen dengan variasi bentuk kampuh X posisi 1G tanpa perlakuan yaitu sebesar 0.052 J/mm². Material yang diberikan perlakuan panas normalizing memiliki rata-rata harga impak lebih besar dibandingkan dengan spesimen tanpa perlakuan panas. Sehingga dapat disimpulkan bahwa  perlakuan panas (heat treatment) normalizing dapat meningkatkan harga impak spesimen dengan pengelasan maupun tanpa pengelasan (raw material).
Analisis Variasi Sudut Kampuh Single V-Butt Joint Las Mig pada Alumunium 6061 terhadap Kekuatan Tarik dan Kekerasan Kamal Zidan Hidayat; Untung Budiarto; Kiryanto Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 1 (2021): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aluminium 6061 memiliki paduan antara magnesium (Mg) dan silikon (Si )yang menggunakan pengelasan MIG dengan elektroda ER 4043 pada posisi pengelasan downhand (1G) dengan sambungan las sudut kampuh single V-Butt Joint sudut 40°,60°,80°. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil uji kekuatan tarik dan kekerasan yang terjadi dari pengaruh variasi sudut kampuh single V-butt join sambungan las MIG pada Alumunium 6061 dengan las dan tanpa perlakuan las, serta menganalisis perbandingan hasil uji kekuatan tarik dan kekerasan terhadap uji standar BKI. Metode yang digunakan adalahmetode eksperimen. Hasil penelitian pada uji tarik menunjukkan bahwa RAW material alumunium 6061 memiliki rata-rata kekuatan tarik sebesar 279,64 MPa, rata-rata regangan sebesar 4,42 %, rata-rata modulus elastisitas sebesar 43,44 Gpa. Rata-rata kekuatan tarik variasi sudut kampuh 40° sebesar 171, 20 Mpa dengan regangan sebesar 20,28 %, dan modulus elastisitas sebesar 14,18 GPa. Rata-rata kekuatan tarik variasi sudut kampuh 60° sebesar 162,10 MPa dengan regangan sebesar 4,04 % dan modulus elastisitas sebesar 48,43 GPa. Rata-rata kekuatan tarik variasi sudut kampuh 80° sebesar 185,99  MPa dengan regangan sebesar 3,42 % dan modulus elastisitas sebesar 49,64 Gpa. Pada uji kekerasan menggunakan metode vickers yang dilakukan pada 3 titik dengan beban 200 grf menunjukan bahwa RAW material memiliki rata-rata kekuatan kekerasan sebesar 68,3 VHN. Kampuh 40° memiliki rata-rata kekuatan kekerasan sebesar 70,56 VHN. Kampuh 60° memiliki rata-rata kekuatan kekerasan sebesar 72,16 VHN. Kampuh 80° memiliki rata-rata kekuatan kekerasan sebesar 71,15 VHN. Perbandingan hasil uji tarik alumunium 6061 sudut 40° dan 80° memenuhi standart BKI (Tensile Strength) ≥ 170 Mpa.
Studi Perancangan Kapal Ikan Katamaran Dengan Alat Tangkap Purse Seine dan Longline Pengganti Cantrang, Untuk Perairan Utara Jawa Tengah I Gede Bayu Pradnya Subagia; Deddy Chrismianto; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 1 (2021): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peraturan menteri kelautan dan perikanan Republik Indonesia tentang pelarangan penggunaan alat tangkap cantrang (trawl) menjadi permasalahan bagi nelayan terkhusus di wilayah utara jawa tengah, Karena dinilai penggunaan cantrang dapat merusak lingkungan ekosistem laut. Nelayan pantai utara Jawa Tengah memiliki kesamaan di tiap daerah yaitu alat tangkap yang digunakan dan bentuk lambung kapal yang akan dioperasikan, berdasarkan permasalahan tersebut diperlukan pendekatan ilmu perkapalan sebagai solusi bagi para nelayan pantai utara Jawa Tengah dalam menyikapi peraturan menteri tersebut. Sebuah solusi yang paling tepat adalah melakukan perencanaan kapal ikan dengan variasi alat tangkap, tujuan lain dari dilakukan perencanaan kapal adalah untuk mendapatkan hullform kapal ikan yang efisien. model hull katamaran menjadi pilihan dalam perancangan ini, Kapal Ikan Katamaran yang dirancang dengan panjang LPP 19,13 m , LOA 19,90 m , Lebar 6,90 m , Sarat 1,32 m dan kecepatan 12 knot. Kapal ini dirancang untuk perairan laut Jawa terkhusus untuk wilayah utara Jawa Tengah. Dengan acuan nilai RMS, Pitching, Rolling pada tinggi gelombang 0,875 (slight wave), 1,875 (moderate wave), 3,25(rough wave) pada spektrum gelombang JONSWAP di sudut heading 45o, 90o,135o dan 180o. Pada tinjauan stabilitas dan olah gerak pada model kapal ikan katamaran yang dirancang ini telah memenuhi kriteria yang telah ditentukan. 
Analisis Kekuatan Puntiran Pada Kapal Tongkang TK.Nelly 34 Akibat Konversi Muatan Dari Batubara Menjadi Container Muhammad Akbar Ferbian; Ahmad Fauzan Zakki; Hartono Yudo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 1 (2021): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pontoon atau kapal tongkang adalah  kapal dengan karakteristik lambung datar atau kotak  , biasanya kapal ini digunakan  untuk memuat batubara. Pada penelitian ini dilakukan analisis kekuatan puntiran pada kapal  tongkang TK. Nelly – 34 akibat konversi muatan dari batubara menjadi peti kemas. Perbandingan kekuakatan puntiran kapal ketika muatan batubara dan peti kemas menjadi fokus penelitian ini. Pembebanan yang dilakukan menggunakan dua variasi pembebanan, pertama adalah variasi muatan batubara dengan total beban 4174 ton dan  kedua adalah muatan peti kemas susunan muatan 147 kontainer dengan total beban 3528 ton. Metode yang digunakan yaitu metode elemen hingga dengan bantuan software  dan sesuai  aturan Biro Klasifikasi Indonesia. Analisis yang dilakukan merupakan  kekuatan puntiran statis pada kapal. Dari penelitian , kekuatan puntir yang terjadi pada kapal tongkang ini didapatkan tegangan maksimum tertinggi terjadi pada kondisi ketika kapal sedang memuat batubara pada frame 6 tepatnya pada node 104983 dengan nilai 2,088 x 108MPa, dan defleksi  maksimal terjadi pada frame 6 tepatnya pada node 104983 dengan nilai  5,468x10-2 m. Sedangkan pada kondisi muatan peti kemas tegangan maksimum terjadi pada frame 6 tepatnya pada node 104983 dengan nilai 1,92 x 108 MPa,dan defleksi sebesar terjadi pada frame 6 tepatnya pada node 104983 dengan nilai  5,027x10-2 m.
Pengukuran Olah Gerak Ponton Dengan Penambahan Heaving Plate Berbentuk Segitiga Berlubang Pada Gelombang Reguler Menggunakan Mikrokontroler Berbasis Wireless Muhammad Rynaldi; Eko Sasmito Hadi; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 1 (2021): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan Apung sangatlah identik dengan industri lepas pantai atau offshore. Pontoon menjadi salah satu upaya untuk memanfaatkan energi gelombang laut. Gerakan ponton akan berpengaruh terhadap daya yang akan dihasilkan sehingga perlu dilakukan penelitian menggunakan teknologi Heave plates. Heave plates digunakan sebagai penunjang stabilitas pada floating offshore wind platforms . Penelitian ini dilakukan di towing tank di laboratorium hidrodinamika teknik perkapalan Universitas Diponegoro menggunakan alat berupa Arduino untuk mikrokontroller, sensor HS-SR04 untuk mengukur tinggi gelombang dan heaving, sensor MPU untuk mengetahui pitching dan rolling, load cell untuk mengetahui beban heaving, dan juga Xbee S2C sebagai komunikasi dari Arduino ke PC (wireless). Pengujian dilakukan pada ponton prisma segi enam dengan variasi heave plate segitiga dengan jumlah lubang 3 (variasi HP 1 dan HP 5), lubang 4 (variasi HP 3 dan HP 4) dan Lubang 5 (variasi HP 2 dan HP 6) masing – masing memiliki diameter 20mm dan 30mm. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, nilai maksimal heaving berada pada 28mm, nilai maksimal pitching pada 13o dan nilai maksimal rolling pada 8o, lebih kecil dibandingkan dengan nilai pitching dan rolling pada heave plate segitiga polos. Penambahan heave plate segitiga berlubang memberikan efek lebih baik terhadap gerakan pitching dan rolling.
Analisa Pengaruh Variasi Sudut Kampuh Terhadap Kekuatan Tarik Aluminium 6061 Dengan Gas Pelindung Argon Grade A dan Grade C Pada Pengelasan GTAW Maulana Dicky Almanda; Hartono Yudo; Untung Budiarto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 1 (2021): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Logam alumiinium paduan jenis 6061 memiliki sifat ketahanan korosi yang baik dalam penerapan di bidang industri, terutama pada konstruksi perkapalan. Pemilihan metode, bentuk sambungan dan sudut kampuh las  dapat mempengaruhi efektivitas kekuatan hasil sambungan pada pengelasan. Ditinjau dari permasalahan tersebut, penelitian ini memiliki tujuan mengetahui perbandingan metode pengelasan dengan variasi gas argon yang berbeda, yaitu grade A argon (Ultra High-Purity), dan grade C argon (Welding Grade). Jenis pengelasan yang digunakan ialah GTAW (Gas Tungsten Arc Welding) dengan bentuk sambungan single V-butt joint beserta variasi sudut kampuh las 40o, 60o, dan 80o. ER 5356 dipilih sebagai elektroda pengelasan dengan tegangan  22V dan arus 185 A. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa sambungan dari metode pengelasan GTAW mempunyai kekuatan tarik rata-rata maksimal sebesar147,27 MPa dengan nilai regangan 21,02% pada gas pelindung argon grade C variasi sudut kampuh sebesar 80o, dan kekuatan tarik rata-rata maksimal sebesar 141,16 MPa dengan nilai regangan 21,76% pada gas pelindung argon grade A variasi sudut kampuh 60o. Dengan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pemakaian gas pelindung argon grade C lebih baik dibanding gas pelindung argon grade A. Sudut kampuh 80o merupakan sudut kampuh las yang memiliki masukan panas dan kekuatan hasil lasan yang baik  pada aluminium 6061.
Studi Perencanaan Konstruksi Dan Analisa Kekuatan Kapal Patroli 165 DWT Pada Perairan Indonesia Koostanto, Harya Kumuda; Zakki, Ahmad Fauzan; Samuel, Samuel
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 1 (2021): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapal patroli adalah kapal untuk menjaga keamanan dan aset negara di wilayah pesisir pantai dan laut. Karena tujuanpembuatannya untuk menjaga keamanan, maka perencanaan dan konstruksinya lebih ditekankan pada segi kekuatan.Kapal yang dipakai pada penelitian ini adalah kapal patrol 165 DWT. Kapal tersebut akan dimodifikasi sistemkonstruksinya menjadi sistem konstruksi campuran. Sehingga perlu adanya analisis sebelum dan sesudah modifikasi darisegi kekuatan. Pada akhirnya dapat diketahui tegangan maksimum dan momen lentur batas yang terjadi. Softwareberbasis finite element analysis digunakan untuk mengetahui tegangan maksimum dan momen lentur batas yang terjadi.Pada hasil yang telah didapatkan, besaran tegangan maksimum pada sistem konstruksi melintang sebesar 36,093 MPapada kondisi air tenang, 82,842 MPa pada kondisi sagging dan 124,874 MPa pada kondisi hogging. Serta -6,303x1010N.mm pada kondisi ultimate sagging dan 9,951x1010 N.mm pada kondisi ultimate hogging. Sementara pada sistemkonstruksi campuran tegangan maksimum yang terjadi sebesar 31,829 MPa pada kondisi air tenang, 73,056 MPa padakondisi sagging dan 110,179 MPa pada kondisi hogging. Serta -8,063x1010 N.mm pada kondisi ultimate sagging dan10,923x1010 N.mm pada kondisi ultimate hogging. Karena perbedaan tegangan maksimum dan momen lentur batas yangterjadi cukup besar, maka sistem konstruksi campuran direkomendasikan.
Analisis Pengaruh Variasi Sudut Kampuh Single V dan Variasi Posisi Las dengan Sambungan MIG pada Aluminium 6061 terhadap Kekuatan Impak sebagai Material Kapal Muhammad Abdul Aziz Mufti; Untung Budiarto; Eko Sasmito Hadi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 1 (2021): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa partisi dek kapal seperti pintu dan jendela kapal menggunakan material  aluminium karena karakteristik material yang ulet dan mudah dibentuk. Beberapa metode pengelasan seperti pengelasan MIG dengan variasi posisi pengelasan disesuaikan dengan keadaan lapangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan nilai impak dari material aluminium 6061 dan membandingkan dengan rules ataupun aturan yang ditentukan. Pengelasan dengan metode MIG dilakukan untuk menyambung material tersebut dengan variasi posisi 1G dan 2G serta membuat variasi sudut kampuh 40,60, dan 80. Selanjutnya spesimen dengan perlakuan las dan raw material diuji dengan standar pengujian impak ASTM E23. Dari penelitian ini di dapatkan hasil bahwa aluminium 6061 sambungan las MIG posisi pengelasan 1G masing masing pada sudut 40 memiliki rata-rata kekuatan impak sebesar 0.1179 J/mm2, sudut 60 memiliki rata-rata kekuatan impak sebesar 0.1069 J/mm2, sudut 80 memiliki rata-rata kekuatan impak sebesar 0.083 J/mm2. Lalu pada posisi pengelasan 2G masing-masing pada sudut 40 memiliki rata-rata kekuatan impak sebesar 0.0936 J/mm2, sudut 60 memiliki rata-rata kekuatan impak sebesar 0.0752 J/mm2, sudut 80 memiliki rata-rata kekuatan impak sebesar 0.0561 J/mm2. serta raw material yang memiliki rata rata nilai 0.4278 J/mm2. Berdasarkan hasil tersebut, tidak didapati bahwa nilai impak diatas melewati atau sesuai dengan rules yang ditentukan
Studi Perancangan Sistem Konstruksi dan Analisa Kekuatan Fish Processing Vessel dengan Bentuk Lambung Catamaran pada Perairan Indonesia Nurazim, Muhammad; Zakki, Ahmad Fauzan; Adietya, Berlian Arswendo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 1 (2021): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fish Processing Vessel adalah kapal yang membantu kapal perikanan lain saat berlayar bersama dalam fasilitas hasil penangkapan. Kapal ini memiliki bentuk lambung catamaran yang sudah mempunyai stabilitas, kecepatan, dan efisiensi yang baik. Hal lain yang mempengaruhi desain kapal adalah dalam segi konstruksi dan kekuatan yang harus memenuhi kriteria dan sesuai dengan bebannya. Pada lambung multi-hull terdapat konstruksi sambungan demi hull dengan wet deck yang kritis dan rentan terhadap defleksi. Sehingga penelitian melakukan perancangan jenis konstruksi dan melakukan variasi pada konstruksi wet deck, yaitu konstruki melintang (variasi I) dan memanjang (variasi II). Analisis respon struktur dilakukan pada kondisi air tenang, sagging, dan hogging serta analisis kekuatan batas akibat momen lentur sagging & hogging. Didapatkan hasil pada analisis respon struktur, stress pada variasi II lebih kecil dibanding dengan variasi I dengan presentase 0.15%  pada air tenang, 2.87% pada sagging, dan 4.16% pada hogging. Dan pada analisis kekuatan batas, variasi I lebih cepat mengalami kegagalan dengan tegangan ultimate sebesar 409.3 MPa pada sagging dengan momen -4.44x1011 Nmm dan 428.5 MPa pada hogging dengan momen 5.97x1011 Nmm. Dan pada perhitungan massa, sistem konstruksi varisi II lebih ringan 8.851 ton. Dapat disimpulkan konstruksi variasi II lebih direkomendasikan dibanding konstruksi variasi I.

Page 1 of 2 | Total Record : 15