cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2021): April" : 7 Documents clear
Analisa Nilai Investasi Kapal Ikan PVC Baruna Fishtama Dibanding Kapal Ikan Kayu Dengan Alat Tangkap Gillnet Nylon Alam Fajar Ramadhany; Imam Pujo Mulyatno; Deddy Chrismianto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 2 (2021): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia telah terdapat kapal  berlambung pipa PVC. Kapal tersebut berjenis kapal ikan yang bernama Baruna Fishtama. Namun mayoritas nelayan Indonesia masih banyak yang menggunakan kayu sebagai material utama pembuatan kapal mereka. Berdasarkan itu diperlukan adanya analisa tentang kelayakan investasi untuk kapal ikan bermaterial PVC dan kapal ikan bermaterial kayu yang berguna untuk mengetahui perbandingan nilai investasi antara kedua kapal tersebut dengan alat tangkap yang sama agar dapat dijadikan pertimbangan bagi nelayan dan pengusaha perikanan dalam menentukan material kapal mereka. Serta untuk mengetahui manakah yang lebih profitable antara kedua kapal tersebut. Dalam menganalisanya digunakan metode analisa kelayakan investasi seperti Payback Period, Net Present Value, Profitabillity Index, Internal Rate of Return, Break Even Point, dan Return on Investment. Agar analisa dapat dilakukan dibutuhkan biaya-biaya anggaran dari kedua kapal yang meliputi biaya investasi, fix cost, dan variable cost. Dalam penelitian ini dibuat beberapa asumsi kondisi yang meliputi hasil tangkapan dan jumlah trip kedua kapal agar kedua kapal dapat dibandingkan. Dari seluruh metode analisa yang dilakukan didapatkan hasil bahwa kapal ikan PVC lebih murah nilai investasinya dan profitabilitasnya lebih baik dari kapal ikan kayu. Dengan kata lain kapal ikan PVC berdasarkan analisa kelayakan investasinya secara mutlak lebih menguntungkan dibanding kapal ikan kayu.
Analisis Risiko Pada Proses Bongkar Muat Dengan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Fault Tree Analysis (FTA) di PT. ABADI JAYA MARITIM Ebenhazer Rizky Dwiano; Imam Pujo Mulyatno; Sarjito Joko Sisworo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 2 (2021): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waiting time dan dwelling time pada pelabuhan di Indonesia masih tergolong lama dan berada pada angka 4-5 hari, sedangkan pemerintah Indonesia menargetkan lamanya proses bongkar muat di pelabuhan tidak lebih dari 3 hari.Pada saat ini, statistik kecepatan bongkar muat di Indonesia masih dalam kisaran 4-5 hari. Kecepatan bongkar muat ini sangat lama apabila dibandingkan dengan negara maju lainnya.. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui faktor yang menjadi penyebab keterlambatan bongkar muat, kemudian dilakukan pembobotan untuk mengetahui faktor-faktor yang dominan dalam penyebab keterlambatan bongkar muat, dan output dari penelitian ini adalah dapat memberikan rekomendasi solusi perbaikan dari hasil pengolahan data. Akar permasalahan dapat diketahui menggunakan analisis risiko dengan metode Fault Tree Analysis. Metode Delphi digunakan untuk mendapatkan konsensus dari panelis dalam menentukan indikator penyebab lamanya bongkar muat. Metode Analytical Hierarchy Process digunakan untuk pembobotan dan mengetahui penyebab yang paling prioritas.Waiting time, pre-customs clearance, customs clearance, dan post-custom clearance adalah kategori faktor dalam proses bongkar muat. Customs Clearance menjadi tahap yang memakan waktu paling besar yakni 41 jam dengan bobot 0.533, diikuti Waiting Time dengan 36 jam dan bobot 0.303, diikuti dengan Pre-Customs Clearance dengan 23 jam dengan bobot 0.097, dan terakhir adalah Post-Custom Clearance dengan 10 jam dan bobot 0.068.
Analisis Kekuatan Struktur Stern Ramp Door dengan Variasi Bentuk Clevis pada Kapal Ferry Ro-Ro 600 GT Ardhani Bintang Novian; Ahmad Fauzan Zakki; Kiryanto Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 2 (2021): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapal ferry ro-ro merupakan kapal yang dapat memuat kendaraan yang dapat berjalan masuk ke dalam kapal dan berjalan keluar dari kapal dengan penggeraknya sendiri, sehingga sering disebut dengan kapal rool on – roll off atau disingkat kapal ferry ro-ro. Karena muatan kapal ini berupa kendaraan, maka kapal ini dilengkapi dengan adanya pintu rampa untuk akses keluar masuk kendaraan. Ramp Door (Pintu Rampa) merupakan sebuah fasilitas dari kapal jenis ro-ro yang merupakan sebuah pintu yang secara umum terletak di buritan dan di haluan dengan tujuan sebagai menjembatani kendaraan dari car deck ke dermaga. Dari sebuah kasus insiden yang terjadi di Dermaga III Pelabuhan Bakauheni, Lampung yaitu adanya kecelakaan Kapal Nusa Putra yang diakibatkan karena  konstruksi ramp door patah. Merujuk pada penelitian yang sudah ada tentang analisis kekuatan ramp door, maka pada penelitian ini masih diperlukan penelitian pada konstruksi stern ramp door lebih lanjut dan akan ditambahkan penelitian dibagian clevis / kupingan guna untuk mengetahui seberapa kuat kekuatan dari clevis ramp door untuk digunakan saat bongkar muat. Objek dalam penelitian ini adalah kapal Ferry ro-ro 600 GT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tegangan maksimum dan minimum pada konstruksi stern ramp door setelah diberi variasi pembebanan dan kondisi yang berbeda, mengetahui karakteristik tegangan pada konstruksi stern ramp door setelah diberi variasi pembebanan serta Mengetahui karakteristik pada setiap desain clevis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah berbasis metode elemen hingga dibantu dengan software abaqus CAE. Validasi model dilakukan dengan menggunakan perhitungan defleksi mekanika teknik dan didapatkan nilai eror sebesar 3,34 %. Beban yang digunakan dalam penelitian ini adalah beban kendaraan 4 ton, 8 ton dan 16 ton. Variasi yang diberikan berupa kondisi ramp door 10  dan posisi kendaraan diatas ramp door serta variasi model clevis. Tegangan maksimum terjadi pada saat kondisi ketika desain stern ramp door diberi beban kendaraan truk 16 ton, beban awal (roda bagian depan) dan kondisi stern ramp door 0 derajat. Tegangan sebesar 220,6 Mpa dan terletak pada node 9794 serta defleksi sebesar 2,214 mm. Tegangan minimum terjadi pada saat ketika desain stern ramp door diberi beban kendaraan mobil 4 ton, beban awal (roda bagian depan) dan kondisi stern ramp door 10 derajat dan ketika desain stern ramp door diberi beban kendaraan mobil 4 ton, beban awal (roda bagian depan) dan kondisi stern ramp door 350 derajat. Tegangan tersebut sebesar 122,8 Mpa dan defleksi sebesar 1,315 mm. Dari hasil tersebut maka model aman memenuhi kriteria BKI. Semua model bentuk clevis mempunyai safety factor diatas 1 yang artinya semua model clevis memenuhi kriteria dari BKI.
Analisa Respon Struktur Kapal Perintis 750 DWT Terhadap Beban Gelombang di Perairan Indonesia Risetia, Betari Afwa; Zakki, Ahmad Fauzan; Iqbal, Muhammad
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 2 (2021): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya pemerintah dalam perkembangan sektor maritim yaitu dengan mencanangkan program tol laut. Untuk memenuhi kebutuhan pelayaran nasional, banyak dibangun kapal perintis yang mengangkut penumpang dan barang. Kelayakan struktur kapal yang ada diperlukan agar dapat dioperasikan. Seperti penelitian yang telah ada sebelumnya, akan dilakukan analisa respon struktur kapal perintis 750 DWT terhadap beban gelombang di perairan atlantik utara dan Indonesia. Analisa yang dilakukan bertujuan untuk mencari nilai tegangan maksimum yang terjadi pada kondisi sagging dan hogging di dua perairan. Software FEM yang digunakan adalah Ansys Hydrodynamic Response untuk menganalisa respon gerak kapal dan respon struktur kapal pada Solidworks. Hasil yang didapat dari simulasi berupa nilai tegangan maksimum atlantik utara pada kondisi sagging 150.695 MPa, dan di kondisi hogging sebesar 139.341 MPa. Sedangkan nilai tegangan maksimum di perairan Indonesia pada kondisi sagging adalah 122.494 MPa, dan kondisi hogging 122.288 MPa. Adapun Hasil perhitungan tegangan ijin berdasarkan rules yaitu 141.5 MPa. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan ketiga nilai tegangan maksimum dua perairan di tiap kondisi telah memenuhi tegangan yang diijinkan, kecuali nilai tegangan maksimum perairan atlantik utara pada saat sagging.
Pengaruh Variasi Arus Las SMAW Terhadap Laju Korosi dan Kekuatan Tarik Baja ST 40 Shofwan Abdullah Mubarok Ihsan Naufal; Untung Budiarto; Sarjito Joko Sisworo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 2 (2021): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja saat ini sudah umum digunakan di dunia industri karena kegunaannya yang beragam, akibatnya perkembangan ilmu dan penggunaannya pun semakin luas. Keilmuan yang dekat dengan baja salah satunya pengelasan, pengelasan ialah menyambungkan dua atau lebih logam dengan menggunakan panas. Baja memiliki kandungan karbon sehingga lebih mudah teroksidasi dan berkarat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi arus las terhadap laju korosi dan kekuatan tarik baja ST 40. Metode penelitian yang digunakan ialah metode ekperimen, dimulai dari persiapan benda uji sampai proses pengujian material. Pada penelitian ini dilakukan variasi pada kuat arus las SMAW dengan aru 80A, 90A, 100A dan 110A untuk kemudian dilakukan uji laju korosi dan uji kekuatan tarik. Pada penelitian kali ini laju korosi terbesar terjadi pada spesimen dengan arus 80A dengan nilai 0,11450 mm/year (good), dan nilai laju korosi terkecil pada arus 110A dengan nilai 0,07852 mm/year (excellent). Pada pengujian tarik diperoleh nilai kekuatan tarik dan kekuatan luluh tertinggi pada spesimen dengan arus 90A dengan nilai 475,99 Mpa dan 342,56 Mpa. Dapat disimpulkan pada penelitian ini yaitu arus pengelasan paling baik bagi baja ST 40 pada arus 90A dengan kekuatan tarik yang tinggi dan laju korosi yang baik.
Desain dan Analisa Kekuatan Pipa Expansion Loops dengan Variasi Ukuran Loop dan Bentuk Loop Pujiyanto pujiyanto; Hartono Yudo; Sarjito Joko Sisworo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 2 (2021): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem perpipaan akan mengalami ekspansi akibat suhu yang besarnya tergantung pada koefisien ekspansi material dari pipa yang dapat mengakibatkan kerusakan pada pipa. Kerusakan pada pipa akibat ekspansi termal ini dapat diatasi dengan menggunakan expansion joint, Z bend loop, dan expansion loops. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui stress yang terjadi pada masing-masing variasi expansion loops sehingga mendapatkan model expansion loop yang menghasilkan stress paling rendah karena adanya ekspansi termal pada pipa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan software berbasis Finite Element Analysis dengan menggunakan beban perubahan displacement pada bagian anchor yang nilainya setengah dari total ekspansi pipa pada masing-masing anchor. Tegangan yang terjadi pada pipa lurus adalah 68.57 Ksi, 68.44 Ksi dan 68.29 Ksi. Tegangan yang terjadi pada expansion loop W=H adalah 19.26 Ksi, 19.78 Ksi dan 19.68 Ksi. Tegangan yang terjadi pada expansion loop W=0.5H adalah 16.83 Ksi, 16.70 Ksi dan 16.56 Ksi. Tegangan yang terjadi pada expansion loop W=2H adalah 26.42 Ksi, 26.95 Ksi dan 26.70 Ksi. Tegangan yang terjadi pada expansion loop setengah lingkaran adalah 42.43 Ksi, 44.38 Ksi dan 44.79 Ksi. Stress yang terjai pada pipa expansion loop akan semakin kecil apabila nilai W/H semakin kecil. Expansion loop W=0.5H menunjukkan hasil stress paling rendah jika dibandingkan dengan expansion loop yang lain.
Analisa Pengaruh Penambahan Integrated Stern Wedge-Flap terhadap Hambatan Kapal dengan Metode CFD Gilang Bayu Pangestu; Deddy Chrismianto; Good Rindo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 2 (2021): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hambatan kapal merupakan gaya yang arahnya berlawanan dengan arah laju kapal [1].  Kapal didesain sedemikian rupa sehingga meminimalisir gaya hambatannya. Modifikasi pada lambung kapal telah dilakukan sebelumnya untuk mengurangi gaya hambatan kapal, salah satunya penambahan appendage berupa Integrated Stern Wedge-Flap. Pada penelitian ini mengkaji tentang pengaruh penambahan Integrated Stern Wedge-Flap pada KRI Todak terhadap nilai hambatan kapal yang bertujuan untuk mendapatkan model variasi penambahan Integrated Stern-Wedge Flap yang mampu menurunkan nilai hambatan KRI Todak paling baik. Penelitian ini dilakukan dengan cara menghitung dan menganalisa hambatan kapal dengan menggunakan program komputer berbasis Computational Fluid Dynamics (CFD) yaitu ANSYS CFX. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dari sembilan model variasi seluruhnya mampu menurunkan nilai hambatan total KRI Todak dengan penambahan Integrated Stern Wedge-Flap yang memiliki sudut 7° dan panjang 1,4478 meter menjadi model terbaik karena mampu menurunkan nilai hambatan total KRI Todak hingga 6,53% pada kecepatan maksimum.

Page 1 of 1 | Total Record : 7