cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL KARYA TEKNIK SIPIL
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 36 Documents
Search results for , issue "Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017" : 36 Documents clear
KAJIAN PENANGANAN BANJIR SUNGAI TUNTANG DI DESA PULOSARI KABUPATEN DEMAK Amylian Rizkiana Safitri; Alfiansyah Deviar; Suharyanto Suharyanto; Rudi Yuniarto Adi
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.591 KB)

Abstract

Banjir adalah luapan air yang melebihi kapasitas penampang atau melewati batas elevasi rencana sungai akibat curah hujan yang tinggi. Banjir merupakan salah satu bencana alam yang mempunyai dampak besar bagi kelangsungan hidup manusia.Kabupaten Demak merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Permasalahan banjir yang terjadi di Kabupaten Demak antara lain disebabkan karena meluapnya salah satu sungai yaitu Sungai Tuntang. Salah satu desa yang sering terjadi banjir di Kab. Demak adalah Desa Pulosari. Desa Pulosari memiliki luas 2 km² dan jumlah penduduk sebanyak 2151 jiwa pada Desember tahun 2014.  Sungai Tuntang memiliki panjang sekitar 113,51 km yang mengalir dari Rawa Pening hingga bertemu dengan Laut Jawa. Kondisi Sungai Tuntang yang mengalami penyempitan alur serta pendangkalan menyebabkan berkurangnya kapasitas penampang sungai untuk mengalirkan debit banjir.Debit banjir rencana yang digunakan dalam menganalisis penampang menggunakan periode ulang 25 tahunan Q25= 270.032 m3/dt. Analisis penampang eksisting dan penampang rencana dilakukan menggunakan software HEC-RAS. Output dari software HEC-RAS menunjukkan terpenuhi atau tidaknya debit banjir pada penampang sungai.Permasalahan banjir di Sungai Tuntang diatasi dengan berbagai cara, yaitu dengan perbaikan penampang, perencanaan tanggul, dan peninggian tanggul eksisting.
KAJIAN PENENTUAN KEBIJAKAN PENGOPERASIAN EMBUNG SURUHAN KABUPATEN BLORA DENGAN DEBIT BANGKITAN Adeline Larisa; Hari Abrianto; Suharyanto Suharyanto; Hari Nugroho
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (914.352 KB)

Abstract

Penelitian yang berkaitan dengan sistem DAS (Daerah Aliran Sungai) membutuhkan seri data debit sungai yang berupa runtun waktu. Data debit tersebut dapat digunakan untuk menentukan pola pengoperasian embung dan untuk mengetahui kinerja embung. Namun untuk mengetahui kinerja pengoperasian pada waktu yang akan datang, data debit historis perlu dibangkitkan untuk disimulasikan. Pembangkitan data debit dapat menggunakan model simulasi hidrologi untuk memperkirakan debit suatu aliran sungai dari data curah hujan yang tersedia. Model Thomas-Fiering dapat digunakan untuk pembangkitan data debit tersebut. Adapun penelitian ini menggunakan kasus lokasi di Embung Suruhan, Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah yang merupakan bagian wilayah SUB DAS Lusi. Embung Suruhan merupakan salah satu embung potensial yang diprioritaskan untuk dibangun. Hasil penelitian yang telah dilakukan, volume tampungan Embung Suruhan mencapai 4,489 juta m3 untuk mengairi areal irigasi seluas 376 Ha dengan pola tanam padi-padi-palawija. Melihat potensi dari Embung Suruhan, maka perlu kajian lebih lanjut agar kinerja embung dapat dioptimalkan untuk masa yang akan datang. Dalam mengkaji nilai kinerja embung tersebut diperlukan simulasi pengoperasian terlebih dahulu. Simulasi pengoperasian yang dilakukan dengan dua cara yaitu Simulasi SOP dan Simulasi Rule Curve. Debit yang digunakan merupakan debit dari pembangkitan data selama 25 tahun menggunakan metode Thomas-Fiering, data tersebut merupakan data pembangkitan dari data debit historis yang didapat menggunakan metode FJ. Mock untuk memprediksi data inflow, karena tidak ada data debit hasil pencatatan. Hasil kajian akan menentukan kebijakan pengoperasian embung dengan menilai kinerja pengoperasian Embung Suruhan yaitu berupa keandalan (reliability), kelentingan (resiliency) dan kerawanan (vulnerability). Dari simulasi yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa Simulasi Rule Curve dapat meningkatkan kinerja dan mengoptimalkan tampungan yang ada di Embung Suruhan.
PENGGUNAAN BEKISTING GALVALUM BERGELOMBANG SEBAGAI TULANGAN EKSTERNAL PADA BALOK BETON BERTULANG Ratna Chandra Ardhisa; Rifqy Mamduh Maladzi; Parang Sabdono; Han Ay Lie
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.804 KB)

Abstract

Beton bertulang merupakan bahan material yang sering digunakan di dunia konstruksi. Material penyusun beton terdiri dari semen, agregat halus, agregat kasar dan air. Beton memiliki karakteristik kuat terhadap tekan tapi lemah terhadap tarik. Penambahan baja tulangan pada beton bertujuan untuk memberikan kuat tarik yang tinggi. Pembuatan balok beton bertulang membutuhkan perancah kayu dengan jumlah yang banyak. Penggunaan platform galvalum bergelombang sebagai bekisting balok beton bertulang menjadi salah satu upaya untuk mengurangi jumlah perancah. Penelitian Penggunaan Bekisting Galvalum Bergelombang Sebagai Tulangan Eksternal berupa studi eksperimental dan analisis dimana platform galvalum tidak hanya digunakan sebagai bekisting balok tapi juga sebagai tulangan eksternal tarik pada beton bertulang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan galvalum bergelombang dalam peningkatan beban ultimate yang dapat dipikul oleh balok dan keunggulan penggunaan galvalum bergelombang berdasarkan aspek biaya. Balok normal adalah balok yang dibuat menggunakan bekisting kayu yang berfungsi untuk mengontrol pengaruh platform galvalum sebagai tulangan eksternal. Benda uji berupa dua buah balok normal dengan dimensi 200 x 284 x 2440 mm dan dua buah balok galvalum dengan dimensi 200 x 300 x 2440 mm. Platform galvalum bergelombang memiliki dimensi 280 x 40 mm dengan dimensi gelombang 40 x 40 mm dan tebal platform 1 mm. Pengujian lentur balok menggunakan metode pembebanan dua titik. Metode ini digunakan untuk mendapatkan keruntuhan akibat lentur murni. Hasil pengujian didapatkan balok galvalum mengalami peningkatan beban ultimate rerata sebesar 140% dan penghematan biaya sebesar Rp 137.520,00/m3 dibandingkan dengan balok normal.
PERENCANAAN PENGENDALIAN BANJIR SUNGAI TUNTANG DI DESA TRIMULYO KABUPATEN DEMAK Iksan Maulana; Sutra Ayu Lukito; Suharyanto Suharyanto; Sumbogo Pranoto
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.738 KB)

Abstract

Kabupaten Demak yang merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Desa Trimulyo memiliki luas 4,26 km² dan jumlah penduduk sebanyak 4116 jiwa pada Desember tahun 2014. Desa Trimulyo merupakan salah satu Desa yang terletak di Kecamatan Guntur, Desa Trimulyo terbagi atas 7 dusun yaitu Dusun Kandang, Dusun Walang, Dusun Gobang, Dusun Solowire, Dusun Solondoko, dan Dusun Sindon. Desa Trimulyo merupakan salah satu daerah yang rawan terjadi banjir. Masalah utama yang dihadapi Sungai Tuntang yaitu masalah banjir dan kerusakan tanggul. Sungai Tuntang merupakan sungai yang secara periodik menyebabkan banjir di Desa Trimulyo Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak. Seringkali pada musim penghujan tanggul pada Sungai Tuntang di Desa Trimulyo tidak mampu menahan debit, terjadi pendangkalan alur sungai, dan settlement tanggul sehingga tanggul tersebut jebol dan mengakibatkan banjir.Perbaikan penampang pada daerah aliran Sungai Tuntang dapat menjadi alternatif penanganan masalah yang tepat untuk wilayah tersebut, muka air sungai yang tinggi dan mengalami penurunan tanah. Perbaikan penampang aliran sungai Tuntang ini meliputi perencanaan perbaikan tanggul, normalisasi sungai, dan perkuatan lereng sungai. Perhitungan debit banjir rencana 25 tahun menggunakan metode Haspers. Debit banjir rencana untuk perencanaan ini adalah 828 m3/detik. Perencanaan perbaikan sungai menggunakan model HEC-RAS dengan debit rencana hasil dari perhitungan menggunakan metode Harpers. Penampang direncanakan berbentuk trapesium dengan perkuatan lereng pasangan batu kali direncanakan sedalam 5,5 m sepanjang 3,2 kilometer. Tanggul sungai direncanakan untuk menanggulangi air sungai yang melimpas akibat dari sungai yang tidak mampu menampung debit banjir. Proyek ini menelan biaya sebesar Rp115.062.587.700,00 
PENGENDALIAN BANJIR SUNGAI WULAN, DEMAK, JAWA TENGAH Rasyid Kanza; Alfin Ahmada; Suseno Darsono; Pranoto Samto Atmodjo
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.157 KB)

Abstract

Kabupaten Demak merupakan salah satu daerah yang terletak di daerah pesisir pantai Pulau Jawa. Demak merupakan salah satu daerah yang rawan terjadi banjir yang dipengaruhi oleh sungai Wulan. Sungai Wulan merupakan percabangan  dari Sungai Lusi dan Sungai Serang dimana kedua aliran sungai ini di tampung ke Bendung Klambu, Kab. Grobogan, Jawa Tengah. Setelah itu mengalir ke pintu air Wilalung, pintu ini memiliki  Sembilan pintu air yang dibangun pada saat zaman kolonial Belanda yang berlokasi di Dukuh Babalan, Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Masalah utama yang dihadapi di Demak yaitu masalah banjir dengan genangan yang cukup lama. Perbaikan penampang pada daerah aliran sungai Wulan dapat menjadi alternatif penanganan masalah yang tepat untuk wilayah tersebut, muka air laut yang tinggi dan mengalami penurunan tanah. Perbaikan penampang aliran sungai Wulan ini meliputi perencanaan pengerukan dasar sungai dan tanggul sungai. Perhitungan debit banjir rencana 50 tahun menggunakan pemodelan HEC-HMS 4.0. Debit banjir rencana untuk perencanaan ini adalah 1754,9 m3/detik. Perencanaan perbaikan sungai menggunakan model HEC-RAS dengan debit rencana hasil dari program HEC-HMS 4.0. Penampang direncanakan berbentuk trapesium dengan lebar bawah 70 m dan kemiringan 1 : 3. Ada beberapa tanah hasil galian yang digunakan untuk penimbunan tanggul sungai agar tidak semua tanah dibuang, sehingga tidak memerlukan adanya biaya tambahan untuk membeli tanah urugan. Proyek ini menelan biaya sebesar Rp. 1.533.642.964.000,00. 
PENGARUH POLA KEBIJAKAN PRODUKTIVITAS KONSTRUKSI INDONESIA TERHADAP DAYA SAING INFRASTRUKTUR Fence Stone Tarigan; Daud Okt Sakti Hutagalung; Ferry Hermawan; Riqi Radian Khasani
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.528 KB)

Abstract

Sektor konstruksi mempunyai peran penting dalam menggerakkan sektor riil dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan menciptakan lapangan kerja dan peningkatan produktivitas serta daya saing konstruksi. Untuk itu diperlukan adanya kebijakan – kebijakan yang mengatur tentang hal – hal yang mempengaruhi produktivitas (5M) terutama pada bidang konstruksi sehingga terjadi peningkatan produktivitas yang secara tidak langsung akan meningkatkan daya saing infrastuktur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pola kebijakan produktivitas konstruksi Indonesia terhadap daya saing infrastruktur berdasarkan data – data seperti UU Jasa Konstruksi, UU Ketenagakerjaan, Peraturan Presiden, Peraturan Menteri ,Peraturan Daerah dan Standar Nasional Indonesia (SNI) beserta data – data sekunder seperti jumlah penduduk Indonesia, jumlah tenaga kerja konstruksi, jumlah tenaga kerja konstruksi ahli dan terampil, nilai konstruksi yang diselesaikan dan proyek strategis nasional yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Untuk mengolah data – data tersebut dipakai metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dan metode Crosstab. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kebijakan – kebijakan yang dibuat pemerintah dalam hal produktivitas konstruksi secara tidak langsung berpengaruh terhadap daya saing insfrastuktur seperti semakin meningkatnya nilai konstruksi yang diselesaikan, semakin banyaknya proyek stategis nasional yang rampung  sesuai dengan tahun pengoperasian dan peningkatan tenaga kerja konstruksi yang bersertifikasi.
PERENCANAAN FLY OVER SIMPANG PELABUHAN PANJANG BANDAR LAMPUNG DENGAN PC-U GIRDER Bagus Fadhil Khairi; Johan Elbert A; Himawan Indarto; Indrastono Dwi Atmojo
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.565 KB)

Abstract

Perkembangan sosial dan ekonomi di Kecamatan Panjang Bandar Lampung Provinsi Lampung akan menyebabkan mobilitas penduduk sekitar menjadi sangat tinggi untuk memenuhi kebutuhan mereka. Tingginya mobilitas penduduk di sekitar ditambah dengan adanya persimpangan antara dua jalan menyebabkan kemacetan. Untuk mengatasi kemacetan pada jalan Yos Sudarso kecamatan Lampung Provinsi Bandar Lampung dilakukan dengan pembangunan jalan layang (fly over). Jalan layang ini memiliki bentang 35.8 m, memiliki lebar jalan 14.1 m terbagi menjadi 2 lajur lalu lintas dengan masing-masing lebar lajur lalu lintas 3.5 m dan lebar masing-masing trotoar pada sisi kanan dan kiri jalan layang 1 m. Konstruksi atas dari jalan layang terdiri dari : pelat lantai, balok diafragma, deck slab, dan balok prategang. Sedangkan konstruksi bawah terdiri dari : abutment, pilar dan pondasi. Bangunan pelengkap terdiri dari elastomeric bearing, pelat injak dan wingwall. Konstruksi pelat lantai terbuat dari beton bertulang dengan tebal 20 cm. balok diafragma menggunakan beton bertulang dengan ukuran tebal 20 cm tinggi 950 cm. Terdapat dua tipe deck slab yaitu inner deck slab dan outer deck slab. Balok prategang menggunakan precast concert tipe U (PC-U) girder dan untuk tendon menggunakan tipe kawat seven wire strand dengan jumlah 8 tendon. Konstruksi bawah meliputi abutment, pilar dan pondasi terbuat dari beton bertulang. Pondasi menggunakan tiang pancang dengan diameter 0.6 m dan kedalaman 36 m.  
NORMALISASI SUNGAI DOLOK SEMARANG – DEMAK, JAWA TENGAH Gezzy Satria Pitanggi; Intan Tri Lestari; Suseno Darsono; Salamun Salamun
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.531 KB)

Abstract

Banjir yang sering terjadi di Kabupaten Demak disebabkan oleh meluapnya Sungai Dolok. Kondisi Sungai Dolok yang mengalami penyempitan alur serta pendangkalan menyebabkan berkurangnya kapasitas penampang sungai untuk mengalirkan debit banjir. Akibatnya, pada musim penghujan Kabupaten Demak sering mengalami banjir. Sungai Dolok memiliki panjang sekitar 47 km dan luas daerah aliran sungai sekitar 145 km2. Hidrograf banjir Sungai Dolok dianalisis dengan menggunakan program HEC-HMS dan untuk analisis hidrolika menggunakan program HEC-RAS. Hasil analisis menunjukan kondisi penampang eksisting Sungai Dolok tidak mencukupi untuk mengalirkan debit banjir Q50th sebesar 216 m3/dt. Akibatnya, terjadi bencana banjir di Kabupaten Demak. Dari studi dan perhitungan yang telah dilakukan, pemecahan masalah ini adalah mengadakan normalisasi Sungai Dolok dengan melakukan perbaikan penampang sungai Dolok yang sesuai perencanaan. sehingga Sungai Dolok dapat mengalirkan debit banjir dan mengurangi tingkat bencana banjir di Kabupaten Demak.
KAJIAN LITERATUR FAKTOR RISIKO IMPLIKASI DALAM PENENTUAN TARIF PARKIR METERAN Benny Agus Kurniawan; Hari Anju Sitio; Ismiyati Ismiyati; M.Agung Wibowo
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.045 KB)

Abstract

Penerapan sistem parkir meteran merupakan salah satu bentuk manajemen parkir yang memiliki maksud untuk mengubah perilaku dan kebiasaan masyarakat dalam melakukan kegiatan transportasi. Dengan adanya pemberlakuan sistem parkir meteran pada parkir badan jalan dimaksudkan untuk bisa meningkatkan efektifitas transport demand management, selain itu juga dengan tarif parkir yang mahal diharapkan dapat mengubah perilaku pengguna fasilitas parkir, salah satunya beralih menggunakan kendaraan umum. Pertanyaan penelitian yang dapat dirumuskan dari permasalahan di atas adalah apakah sistem parkir meteran efektif jika diterapkan di Pusat Kota Semarang khususnya di ruas Jalan MT.Haryono ?  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko apa saja yang akan terjadi akibat dari dampak penerapan sistem tarif parkir meteran di Jalan MT.Haryono Kota Semarang. Metode yang digunakan pada penelitian ini  adalah analisa risiko dengan metode deskriptif kualitatif. Obyek dalam penelitian ini yaitu masyarakat pengguna fasilitas parkir, pengguna jalan maupun warga sekitar yang berada di sekitar ruas Jalan MT.Haryono. Teknik  pengumpulan data dengan  wawancara, dan kuesioner. Kesimpulan dari penelitiaan ini adalah masyarakat Kota Semarang khususnya pengguna jalan MT.Haryono dan pengguna fasilitas parkir menyambut baik jika sistem parkir meteran diterapkan namun dari segi kesiapan masyarakat masih belum siap terhadap tarif yang tinggi yang akan dikenakan. Pengelolaan parkir meteran juga dipercaya efektif menambah pendapatan daerah dari sektor parkir kota, menambah kualitas pelayanan operasional parkir kota, mengurangi kemacetan serta mengurangi durasi kendaraan parkir sehingga akan mengurangi jumlah kendaraan yang akan parkir pada ruas jalan tersebut yang akan berdampak pada kinerja jalan tersebut. 
STUDI PELAYANAN PELABUHAN BATU AMPAR BATAM Pengkuh Budi Purwanto; Errina Cintia; Slamet Hargono; Salamun Salamun
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.414 KB)

Abstract

Pelabuhan Batu Ampar terletak di Pulau Batam yang merupakan kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas dengan arus kedatangan kapal dan volume bongkar muat barang dan peti kemas yang tinggi sehingga lama masa sandar kapal sangat penting. Kinerja pelabuhan Batu Ampar dinilai lamban karena layanan dermaga tidak maksimal sehingga mengakibatkan banyaknya antrian kapal sehingga perlu adanya evaluasi mengenai analisis kinerja layanan, dan SWOT pengelolaan pelabuhan Batu Ampar. Data lalu lintas kapal dan bongkar muat barang yang diperlukan untuk analisis diperoleh dari Kantor Pelabuhan Laut BP Batam, selain itu diperlukan data pendukung tambahan yang diperoleh dari hasil observasi lokasi dan wawancara. Evaluasi dilakukan dengan melakukan analisis data lalu lintas kapal dan bongkar muat barang pada tahun 2012-2016 untuk mengetahui berth occupancy ratio (BOR), yard occupancy ratio (YOR), berth thoughput (BTP), dan kapasitas alat.Hasil analisis data selama penelitian diperoleh tingkat kinerja terminal pada tahun 2016 berdasarkan persamaan BOR (berth occopuncy ratio / kinerja dermaga) beberapa tambatan diperoleh nilai BOR yang telah melebihi persyaratan UNCTAD, serta peti kemas yang lewat dermaga (BTP / berth throughtput) 286 TEUs/meter panjang dermaga/tahun. Kinerja lapangan penumpukan peti kemas mempunyai nilai YOR (yard occupancy ratio) 34,3%  untuk peti kemas yang ditumpuk di container yard. Nilai BOR telah melebihi syarat UNCTAD sehingga perlu adanya pengembangan pelabuhan Batu Ampar pada terminal multipurpose dan terminal peti kemas dermaga utara.Dari hasil analisis SWOT diperoleh strategi untuk memaksimalkan potensi yang ada yaitu dengan memperbaiki kinerja pelayanan pelabuhan. Selain itu, untuk menghadapi permasalahan maka perlu adanya optimalisasi dermaga dengan mengoperasionalkan dermaga peti kemas utara yang belum berfungsi dan memperbaiki produktivitas peralatan bongkar muat. Pada terminal multipurpose dari tahun 2016 sampai dengan tahun 2019 perlu  peningkatan layanan kinerja bongkar muat dengan diadakan penambahan alat yaitu 1 unit mobile crane, dan pada terminal peti kemas dermaga utara perlu penambahan peralatan bongkar muat yaitu  2 unit  container crane, dan 1 unit RTG.

Page 2 of 4 | Total Record : 36