cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Industrial Engineering Online Journal
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
INDUSTRIAL ENGINEERING ONLINE JOURNAL adalah Karya Ilmiah S1 Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro yang memuat tulisan ilmiah dan hasil-hasil penelitian, kajian ilmiah, analisis dan pemecahan permasalahan di Industri yang erat hubungannya dengan bidang Ilmu Teknik Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 35 Documents
Search results for , issue "Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012" : 35 Documents clear
ANALISIS BEBAN KERJA HAIRSTYLIST (STUDI KASUS SALON JOHNNY ANDREAN JAVA MALL SEMARANG) Viola Dianti; Purnawan Adi Wicaksono
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beban kerja merupakan konsekuensi dari kegiatan yang diberikan kepada pekerja. Aktivitas pekerja pada dasarnya dapat dibedakan antara aktivitas fisik dan aktivitas mental. Dalam prakteknya beban kerja yang dijumpai merupakan kombinasi antara beban kerja fisik dan beban kerja mental. Beban kerja mental adalah beban kerja yang timbul dan terlihat dari pekerjaan yang dilakukan, terbentuk secara kognitif(pikiran). Aktivitas mental lebih banyak didominasi oleh pekerjaan sebgai pengambil keputusan dengan tanggung jawab yang besar dan dengan tuntutan yang tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pedoman yang digunakanuntuk wawancara dan instrumen untuk mengukur beban kerja mental adalah NASATLX   (National Aeronautic and Space Administration).  Metode NASA TLX merupakan prosedur rating multi dimensional, yang membagi workload atas dasar rata-rata pembebanan 6 dimensi, yaitu Mental Demand, Physical Demand, Temporal Demand, Effort, Own Performance, dan Frustation. NASA TLX dibagi menjadi dua tahap, yaitu perbandingan tiap skala (Paired Comparison) dan pemberian nilai terhadap pekerjaan (Event Scoring). Subyek penelitian yang diambil adalah harstylist Salon Johnny Andrean Java Mall Semarang.  Hasil pengukuran dengan metode NASA TLX menunjukkan bahwa beban kerja hairstylist yang paling berat, yaitu pada sub skal effort sebesar 17.75. Secara umum beban kerja dari masing-masing deskripsi pekerjaan berkategori tinggi Kemudian faktor yang paling ringan adalah Phsycal Demand dengan nilai 13 satuan kerja. Untuk itu perusahaan perlu melakukan evaluasi untuk memperkecil tingkat effort yang dapat menimbulkan dampak negative bagi perusahaan.
REKAYASA NILAI PRODUK RUMAH TINGGAL MENGGUNAKAN VALUE STUDY STUDI KASUS PERUMAHAN MONTONGSARI INDAH WELERI – KENDAL Andik Sutrimo; Susatyo Nugroho WP; Darminto Pujotomo
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rekayasa nilai (VE) didefinisikan sebagai suatu usaha yang dilakukan secara sistematik dan terorganisir untuk melakukan analisis terhadap fungsi sistem, produk, jasa dengan maksud untuk mencapai atau mengadakan fungsi yang esensial dengan life cycle cost yang terendah dan konsisten dengan kinerja, keandalan, kualitas dan keamanan yang disyaratkan. PT. Didi Agenda adalah pengembang perumahan Montongsari Indah, ada 3 (tiga) tipe yang ditawarkan yaitu: lavender 29/72, mawar 36/88, melati 45/120. Pada rumah tipe lavender 29/72 ditemukan adanya value problem berupa ketidaksesuaian harga dibandingkan dengan performa (dinding, atap, dan instalasi) dari rumah tipe lavender 29/72 yang telah dirasakan oleh konsumen. Hal ini akan berpengaruh pada penurunan penjualan rumah tipe ini, selain dipengaruhi oleh produk subtitusi maupun beberapa faktor lainnya. Sehingga perlu dilakukan suatu value analysis untuk memperbaiki value suatu rumah tinggal dengan fungsi yang sama tetapi dengan harga yang lebih murah. Setelah dilakukan suatu job plan value enggineering pada rumah tipe lavender 29/72, terjadi peningkatan value dari 1,375 menjadi 1,305 melaui penurunan harga jual sebesar Rp. 1.454.000,00 dari Rp. 55.000.000,00 menjadi Rp. 52.230.000,00. Sehingga meningkatkan ekspektasi konsumen maupun calon pembeli terhadap rumah tipe ini. Nantinya diharapkan dengan peningkatan ekspektasi produk di mata konsumen ini akan berpengaruh pada penjualan produk Abstract Value engineering (VE) is defined as a systematic effort and organized to conduct an analysis of system functions, products, services with a view to reach or hold the essential functions with the lowest life cycle cost and consistent with the performance,reliability, quality and safety is required. PT. Didi Agenda is the developer of Montongsari Indah resident, there are 3 (three) types on offer are: lavender, 29/72, 36/88 mawar,melati 45/120. At type of lavender 29/72 found any problem in the form of value pricing discrepancies compared with the performance (walls, roofs, and installation) of 29/72 lavender  type that has been perceived by consumers. This will affect home sales decline in this type, but influenced by the product substitution or some other factor. So we need to do a value analysis to improve thevalue of a home stay with the same functionality but with a cheaper price. Having done a jobplan value enggineering on the lavender type 29/72, an increase in value from 1.375 to 1.305 via reduction in the selling price of Rp.1,454,000.00 from Rp. 55,000,000.00 to Rp. 52,230,000.00. Thus increasing expectations of consumers and prospective buyers of homes of this type. Might be expected with increased consumer expectations in the eyes of these products will have an effect on product sales 
PENYUSUNAN DOKUMENTASI MUTU BERDASARKAN STANDAR ISO 9001 : 2008 (Studi Kasus di CV Valasindo Sentra Usaha) Sari Aji Dwijayanti; Diana Puspitasari; Dyah Ika Rinawatio
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Standarisasi sistem manajemen mutu telah menjadi isu utama dalam menghadapi tantangan global. Salah satu sistem manajemen mutu yang sekarang sedang berkembang di pasar internasional adalah ISO 9001:2008. CV Valasindo Sentra Usaha merupakan perusahaan yang bergerak dibidang furniture kayu yang memproduksi garden furniture dan indoor furniture dengan bahan 100% kayu jati yang memasarkan produknya dalam pasar export. Saat ini CV Valasindo Sentra Usaha dituntut pelanggannya untuk menerapkan dan melakukan sertifikasi ISO 9001:2008. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun dokumentasi mutu berupa manual mutu dan prosedur mutu yang diperlukan di bagian produksi, mengidentifikasi proses bisnis perusahaan, dan memberikan usulan perbaikan dalam rangka pengembangan sistem manajemen mutu CV Valasindo Sentra Usaha. Dokumentasi mutu disusun melalui hasil pengamatan dan wawancara dengan pihak-pihak terkait di CV Valasindo Sentra Usaha. Selain itu tahapan yang dilakukan dengan mengidentifikasi proses bisnis perusahaan dan melakukan pemetaan awal untuk mengetahui kesenjangan antara kondisi perusahaan dengan standar ISO 9001:2008. Hasil akhir penelitian ini berupa perancangan 1(satu)  manual mutu dan 14 (empat belas) prosedur mutu pada bagian produksi. Prosedur  mutu yang dibuat telah diverifikasi dengan pihak manajemen CV Valasindo Sentra Usaha. Untuk mengembangkan sistem manajemen mutu sesuai ISO 9001:2008 usulan bagi CV Valasindo Sentra Usaha berupa pembuatan instruksi kerja untuk tiap proses produksi, inspeksi dan penggunaan mesin, sebagai panduan dalam melakukan proses produksi, inspeksi, dan penggunaan mesin, selain itu bertujuan untuk menekan tingkat kecelakaan kerja.    Standardization of quality management system has become a major issue in the face of global challenges. One of the quality management system which is now being developed in the international market is ISO 9001:2008. CV Valasindo Sentra Usaha is a company engaged in the manufacture of wooden furniture garden furniture and indoor furniture with 100% teak wood market their products in export markets. Current CV Valasindo Sentra Usaha customers are required to implement and conduct the certification ISO 9001:2008. This study aims to develop quality documentation of quality manuals and quality procedures are required in the production, identifying the company's business processes, and provide improvement suggestions in order to develop a quality management system CV Valasindo Sentra Usaha. Quality documentation compiled through observations and interviews with relevant parties on the CV Valasindo Sentra Usaha. In addition stages performed by identifying the company's business processes and perform the initial mapping to determine the gap between the condition of the company with ISO 9001:2008. The final results of this study design in the form of a quality manual and 14 (fourteen) quality procedures in section  production. Quality procedures are made has been verified by the management of CV Valasindo Sentra Usaha. To develop a quality management system according ISO 9001:2008 proposal for CV Valasindo Sentra Usaha of manufacturing work instructions for each production process, inspection and use of machinery, as a guide in conducting the process of production, inspection, and use of the machine, but it aims to reduce the accident rate of work.
PEMILIHAN PARAMETER PRETREATMENT PADA PENGAWETAN BAMBU SEBAGAI MATERIAL ALTERNATIF MEBEL MENGGUNAKAN BAHAN ORGANIK DAUN MIMBA DENGAN METODE DESAIN EKSPERIMEN FAKTORIAL Winda Andreina; Denny Nurkertamanda
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Bambu merupakan salah satu sumber daya alam Non-Hutan yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia. Bambu dapat dijadikan sebagai bahan alternatif pengganti kayu untuk mengatasi kelangkaan pasokan bahan baku kayu bagi Industri perabotan. Salah satu kelemahan bahan baku bambu adalah tingkat keawetan alami yang rendah sehingga rentan terhadap organisme perusak seprti kumbang bubuk dan rayap. Pemanfaatan bahan insektisida organik daun mimba merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan keawetan bambu sebagai bahan baku produk mebel yang ramah lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh ekstrak daun mimba dan mendapatkan konsentrasi ekstrak yang optimal dalam pengawetan bambu. Model penelitian yang dilakukan metode desain eksperimen faktorial untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak dan lama perendaman bambu dalam proses pengawetan untuk meningkatkan keawetan bambu dari serangan organisme perusak. Daun mimba segar dicampurkan dengan air untuk menghasilkan variabel konsentrasi 100, 200, 300, 400, dan 500 gram/liter. Pada penelitian ini, bambu direndam dalam larutan konsentrasi ekstrak mimba dengan lama perendaman 30 menit dan 60 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengurangan berat bambu yang  signifikan terjadi pada pengawetan bambu dengan konsentrasi ekstrak mimba 20% (200 gram/liter) selama 30 menit. Pengawetan bambu yang efektif dapat dilakukan dengan konsentrasi ekstrak mimba 30% selama 30 menit.
ANALISIS PERILAKU KONSUMEN MEMBAWA TAS BELANJA SENDIRI DENGAN METODE PARTIAL LEAST SQUARE (Studi Kasus Kecamatan Tembalang) Fairus Zakiah; Aries Susanty; Dyah Ika Rinawatio
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah merupakan permasalahan yang dihadapi oleh kota-kota besar seperti Semarang. Sampah plastik adalah salah satu komponen yang ada dalam sampah yang berbahaya apabila tidak ditindaklanjuti dengan bijaksana. Dengan mengurangi volume sampah plastik, maka akan berkurang pula volume sampah yang ada di Tempat Pembuangan Akhir. Dengan menganalisa perilaku konsumen terhadap lingkungan, khususnya pada perilaku “membawa tas belanja sendiri”, ada beberapa hal yang dapat diketahui. Pertama, mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi perilaku membawa tas belanja sendiri. Kedua, dapat merumuskan strategi untuk mengurangi pemakaian kantong plastik. Sample yang digunakan yaitu daerah Kecamatan Tembalang karena memiliki jumlah ritel terbanyak diantara 16 Kecamatan lain yang ada di Semarang. Dalam penelitian ini jumlah sample yang diambil dari populasi adalah sebanyak 100 sample dengan harapan sudah mewakili populasi. Dengan menggunakan kerangka teori yang dikembangkan oleh (Sinnappan & Rahman, 2011) dan (Chan, 2001), maka akan diuji beberapa variabel yang mempengaruhi perilaku membawa tas belanja sendiri. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Partial Least Square dan Analysis of Variance dengan bantuan software SmartPLS 2.0 M3 dan Minitab 14. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa perilaku membawa tas belanja sendiri dipengaruhi oleh niat. Sedangkan niat dipengaruhi oleh faktor sikap, keprihatinan, keseriusan, dan citra diri. Untuk profil demografis sendiri kuat pengaruhnya terhadap persepsi keprihatinan dan citra diri. Di samping itu ada perbedaan antara jenis pekerjaan untuk persepsi keprihatinan terhadap lingkungan. Dengan demikian, diperlukan beberapa strategi dalam upaya mengurangi penggunaan kantong plastik dengan perilaku membawa tas belanja sendiri. Strategi yang diusulkan antara lain Antecedent Strategies, Informational Strategies, dan Structural Strategies.  Waste is one of problems which faced by cities in Indonesia just like Semarang.  Plastics is one of component of those waste which dangerous if we are not capable to manage properly. Reducing the volume of plastics waste, would decreasing the volume of waste in landfill. Analyzing green behavior, especially “bring your own bag” behavior, there are  many things that we can get. First, we will know what factors affect “bring your own bag” behavior. Second, we can make strategy to reduce plastics based on factors that affect the behavior. Researcher using sample in Tembalang because amount of retail in Tembalang is much more than others 16 District in Semarang city. Using 100 samples would be represent the population of the chosen area. Researcher using Partial Least Square and Analysis of Variance with SmartPLS 2.0 M3 and Minitab 14 software. Using framework theory whom (Sinnappan & Rahman, 2011) and (Chan, 2001) developed,  we will examine some variables affect “bring your own bag” behaviour and we will know what variable affect the most. The result shows that the best predictor for “bring your own bag” behavior is intention. The best predictor for intention are environmental attitude, environmental concern, perceive seriousness of environmental problem, and concern for self image in environmental protection. While for demographic variables, only occupation is significant in explaining environmental factors especially for environmental concern variable. The result of the research can serve as guideline for citizen, government, and retailer to do some strategies such as Antecedent Strategies, Informational Strategies, dan Structural Strategies.
PEMETAAN RANTAI NILAI INDUSTRI KREATIF UPAYA MENINGKATKAN NILAI EKONOMI USAHA ( Studi Kasus: UMKM Monel Jepara) Freddy Antonius Sihite; Darminto Pujotomo; Nia Budi Puspitasari
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi perkembangan sentra UMKM monel yang  sudah eksis sejak tahun 1970 ini memiliki penurunan nilai produksi dan tidak adanya terapan strategi daya saing. Menanggapi masalah ini, maka penyusun mengadakan penelitian mengenai pemetaan rantai nilai dalam upaya meningkatkan nilai ekonomi usaha.Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi nilai tambah dan margin setiap rantai nilai pelaku usaha, mengidentifikasi masalah dan menciptakan strategi pengembangan produk dengan pemetaan rantai nilai, Critical Succes Factor (CSF), memberikan rekomendasi strategi pengembangan usaha dengan menggunakan  analisis SWOT dengan matriks internal eksternal (matriks IE). Dari hasil pemetaan, permasalahan yang menonjol adalah kurangnya sumber permodalan dan tidak adanya kerjasama kolektif antar pelaku usaha. Sehingga perlu dibentuk strategi joint venture dalam menangani bagian permodalan.Dengan menggunakan CSF, strategi untuk menangani permasalahan terdapat pada bagian promosi dan inovasi. Sedangkan dengan analisis SWOT, rekomendasi  dilakukan dengan strategi pertumbuhan horizontal dengan melakukan pengembangan pada bagian produk, kualitas produk, dan akses pasar  Monel district conditions that has existed since the year 1970 has decreased the value of production and the absence of applied competitiveness strategy. Responding the problem, the authors conducted research on mapping the value chain in an effort to enhance the economic value of the business. The purpose of this study is to identify the added value and margin of each business value chain, identify problems and create product development strategies with value chain mapping, Critical Success Factor (CSF), provides strategic on business development using SWOT analysis with the internal- external matrix (IE matrix). The results indicate that identification of an industrial value chain in monel less running optimally. From the results of mapping, a prominent problem is the lack of capital resources and the absence of collective cooperation among businessmen. So need to set up joint venture strategy in dealing the capital. CSF strategies found problems on promotion and innovation. While the SWOT analysis, recommendations done by horizontal growth strategy by doing the development on the product, product quality, and market access.Kondisi perkembangan sentra UMKM monel yang  sudah eksis sejak tahun 1970 ini memiliki penurunan nilai produksi dan tidak adanya terapan strategi daya saing. Menanggapi masalah ini, maka penyusun mengadakan penelitian mengenai pemetaan rantai nilai dalam upaya meningkatkan nilai ekonomi usaha.Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi nilai tambah dan margin setiap rantai nilai pelaku usaha, mengidentifikasi masalah dan menciptakan strategi pengembangan produk dengan pemetaan rantai nilai, Critical Succes Factor (CSF), memberikan rekomendasi strategi pengembangan usaha dengan menggunakan  analisis SWOT dengan matriks internal eksternal (matriks IE). Dari hasil pemetaan, permasalahan yang menonjol adalah kurangnya sumber permodalan dan tidak adanya kerjasama kolektif antar pelaku usaha. Sehingga perlu dibentuk strategi joint venture dalam menangani bagian permodalan.Dengan menggunakan CSF, strategi untuk menangani permasalahan terdapat pada bagian promosi dan inovasi. Sedangkan dengan analisis SWOT, rekomendasi  dilakukan dengan strategi pertumbuhan horizontal dengan melakukan pengembangan pada bagian produk, kualitas produk, dan akses pasar Monel district conditions that has existed since the year 1970 has decreased the value of production and the absence of applied competitiveness strategy. Responding the problem, the authors conducted research on mapping the value chain in an effort to enhance the economic value of the business. The purpose of this study is to identify the added value and margin of each business value chain, identify problems and create product development strategies with value chain mapping, Critical Success Factor (CSF), provides strategic on business development using SWOT analysis with the internal- external matrix (IE matrix). The results indicate that identification of an industrial value chain in monel less running optimally. From the results of mapping, a prominent problem is the lack of capital resources and the absence of collective cooperation among businessmen. So need to set up joint venture strategy in dealing the capital. CSF strategies found problems on promotion and innovation. While the SWOT analysis, recommendations done by horizontal growth strategy by doing the development on the product, product quality, and market access.
Analisis Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien Instalasi RawatInap Dengan Gabunngan Metode Servqual, Importance Performance Matrix Dan Kano Model Ke Dalam Quality Function Deployment (Studi Kasus Instalasi Rawat Inap RS Panti Wilasa Citarum Semarang Nita Trisnawati; Bambang Purwanggono; Dyah Ika Rinawati
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

RS Panti Wilasa Citarum Semarang merupakan rumah sakit milik swasta, sehingga dituntut untuk terus meningkatkan kualitas pelayanannya supaya keberadaan rumah sakit tersebut dapat sesuai dengan fungsinya di masyarakat. Berdasarkan laporan evaluasi survei kepuasan pelanggan pada tahun 2007 sampai tahun 2010 rata-rata indeks pelayanan RS Panti Wilasa Citarum tersebut belum maksimal yaitu terjadi penurunan dan masih kurang dari 70 %. Hal ini masih jauh dari target yang  ingin dicapai yaitu sebesar 80 %. Sehingga pihak rumah sakit perlu melakukan peningkatan kualitas didasarkan pada keinginan pelanggan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dan ekspektasi dari pelayanan instalasi rawat inap, mengetahui tingkat kepuasan pasien dan memberikan urutan prioritas perbaikan kualitas pelayanan RS Panti Wilasa Citarum . Metode pengolahan data dalam penelitian ini adalah dengan menggabungkan Metode SERVQUAL, Importance Performance Matrix,  Model Kano pada Quality Function Deployment. Berdasarkan hasil penelitian memperlihatkan kesenjangan terbesar untuk GAP 1 dan GAP 5 terdapat pada dimensi Responsiveness. Selain itu dari 33 variabel yang diteliti terdapat 14 variabel yang harus diperbaiki yang akan menjadi customer needs pada house of quality yaitu berdasarkan nilai gap 1 dan gap 5 yang menunjukkan angka negatif, yang termasuk dalam kuadran I pada Importance Performance Matrix, dan termasuk kategori Must-be pada model kano. Dari hasil analisa dengan QFD terdapat 20 respon teknis dengan urutan prioritas perbaikan yaitu pelatihan customer service excellent; penetapan standar ketepatan dan kecepatan waktu pelayanan; penambahan petugas dan sarana prasarana; Penambahan fasilitas pelayanan; penambahan fasilitas pendukung yang lengkap; penyempurnaan dan pengembangan SOP; penambahan fasilitas ruang kamar; penyemprotan serangga secara teratur; penambahan fasilitas medis kedokteran dan penunjang medis yang sesuai dengan kemajuan teknologi; penerapan pelayanan pasien tanpa membedakan status; menu makanan ditambah agar lebih bervariasi; penetapan  dan pemberlakukan jadwal piket; melakukan pertemuan atau rapat komite medik secara teratur; penyesuaian biaya pengobatan; pemberian reward dan punishment; petugas keamanan melakukan patroli secara rutin; Pemasangan kamera CCTV; pengecekan jadwal pemeriksaan secara rutin; pengadaan kotak saran; perawatan fasilitas medis maupun non medis
ANALISIS PENGARUH KUALITAS LAYANAN TERHADAP KEPUASAAN DAN INTENSI PERILAKU KONSUMEN PENGGUNA SITUS ONLINE SHOP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK (Studi Kasus Mahasiswa Universitas Diponegoro) Qaanita Yuuha M; Hery Suliantoro; Rani Rumita
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekarang ini internet sudah banyak dijadikan untuk penjualan produk atau disebut juga e-commerce. Berbelanja melalui internet memberikan kemudahan bagi konsumen untuk langsung membandingkan produk, harga, informasi dan pelayanan antar toko online. Niat masyarakat sendiri masih rendah untuk berbelanja melalui internet. Oleh karena itu, salah satu masalah pada situs online shop adalah bagaimana mengubah pengunjung menjadi pembeli. Salah satu caranya adalah dengan meningkatkan kualitas layanan. Penelitian ini mengacu pada jurnal yang disusun oleh Gounaris, S., Dimitriadis, S., & Stathakopoulos, V (2010). Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pengaruh kualitas layanan terhadap kepuasaan dan intensi perilaku konsumen pengguna layanan online shop. Kualitas layanan terdiri dari variabel informasi, user friendliness, interaksi dan aesthetic. Kepuasaan konsumen dibagi menjadi service encounter dan service process. Intensi perilaku yang diteliti mengenai word of mouth, purchase intention dan revisit. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan sampel penelitian mahasiswa Universitas Diponegoro yang pernah berbelanja melalui online shop di jejaring sosial Facebook. Analisis data menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) dengan bantuan software Amos 18.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan berpengaruh positif terhadap kepuasaan dan kepuasaan berpengaruh positif terhadap intensi perilaku konsumen. Namun, kualitas layanan tidak berpengaruh langsung terhadap intensi perilaku.   Nowadays internet has been used for selling product or e-commerce. Shopping through the Internet makes it easy for consumers to directly compare products, prices, information and services between the online store. Intention people to shop via internet is still low. For this reason, one of the problems on online shop is how to convert visitors into buyers. One of the solution is by improving the quality of service. This study refers to a journal compiled by Gounaris, S., Dimitriadis, S., & Stathakopoulos, V (2010). The purpose of this study is to examine the effects of service quality on customer satisfaction and behavioral intentions in the context of internet shopping. Service quality consists of information, user friendliness, interaction and aesthetic. Consumer satisfaction is divided into service encounter and service process. The examined of behavior intention about word of mouth, purchase intention and revisit. The sampling method that used in this study is purposive sampling with a sample of students from Diponegoro University that ever shopped via internet at social networking sites, facebook. Data analysis using Structural Equation Modelling (SEM) method with Amos 18.0 software. The results of this study indicate that service quality has a positive effect on satisfaction and consumer satisfaction have a positive influence on behavioral intentions. However, service quality does not directly effect on behavioral intentions.
ANALISIS TINGKAT KEANDALAN PADA SOPIR DENGAN METODE HEART (HUMAN ERROR ASSESMENT AND REDUCTION TECHNIQUE) (Studi kasus PO XYZ) GINANJAR ADI NUGROHO; Heru Prastawa
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan tingginya tingkat kecelakaan bus, maka kami melakukan penelitian ini dengan mengidentifikasi faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi tingkat keandalan seorang sopir bus serta seberapa besar nilai keandalan sopir dalam menjalankan tugasnya tersebut untuk mengurangi tingginya tingkat kecelakaan yang terjadi di dalam PO Sumber Alam. Metode yang digunakan adalah Metode HEART (human error assessment and reduction technique). Di dalam penelitian ini menggunakan 30 sampel sopir yang diteliti. Data yang akan dikumpulkan adalah berupa hasil observasi tentang penyebab kecelakaan bus dan wawancara dengan sopir dan staf personalia PO Sumber Alam.. Dari hasil pengolahan data, didapat nilai Human Error Probability dari sopir bus saat mengemudikan bus adalah sebesar 0,54. Nilai ini menandakan bahwa dalam melakukan tugas mengemudikan bus, dengan kondisi-kondisi yang telah ditentukan sebelumnya, sopir bus memiliki probabilitas melakukan kesalahan yang cukup besar atau dengan kata lain keandalannya katagori rendah (R<0.5)
Usulan Perancangan Fasilitas Kerja untuk Mengurangi Muscolotal Disorder pada Pekerja Pembuat Jeli Rumput Laut (Studi Kasus pada UKM Padepokan Suket Segoro, Ketileng – Semarang) Bayu Adi Taufan; Purnawan Adi Wicaksono; Rani Rumita
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Padepokan Suket Segoro yang berlokasi di Ketileng Semarang merupakan sebuah Usaha Kecil Menengah (UKM) memproduksi minuman jeli rumput laut. Di tempat ini terdapat postur kerja yang tidak ergonomis yaitu pada saat pemindahan kontainer yang berisi jeli. Hasil Nordic Body Map menunjukkan bahwa 100% mengalami nyeri pada otot pinggang mereka, sebanyak 85,7% mengeluhkan rasa nyeri muncul pada punggung dan leher, sementara sebanyak 71,4% mengalami keluhan pada bahu kanan, bahu kiri dan tangan. Selain untuk mengangkat kontainer berisi jeli, sebuah alat juga diperlukan untuk memindahkan peralatan lain pada saat melakukan proses produksi diluar rumah produksi. Perancangan dimulai dari mengidentifikasi kebutuhan pekerja terhadap alat bantu, menghitung gaya kompresi yang muncul dan menghitung nilai REBA yang muncul pada postur awal, kemudian dengan menggunakan analisa ergonomi REBA di analisa postur tubuh akhir yang muncul pada alat usulan. Dan dengan bantuan software CATIA, dilakukan visualisasi terhadap alat hasil perancangan akhir. Hasil analisis REBA terhadap postur awal para pekerja menghasilkan nilai 9 untuk dua postur kerja yang diamati, yaitu pengangkatan kontaier dengan dua pekerja dan pengangkatan kontainer dengan satu orang pekerja.hal ini berarti tindakan harus segera dilakukan untuk mencegah cedera pada pekerja, Setelah dilakukan perancangan didapatkan hasil akhir REBA turun menjadi 2 yang untuk masing-masing postur yang diamati, dalam tabel keputusan REBA hal ini berarti belum perlu dilakukan tindakan karena postur pekerja cenderung aman. Hasil perhitungan biomekanika pada postur awal menunjukan adanya gaya kompresi berlebihan yang muncul pada bagian perut pekerja yaitu sebesar 1104.203 N pada postur pengangkatan dengan satu orang pekerja dan 1877.696 N pada postur pengangkatan dua orang pekerja. Pada postur akhir kedua gaya ini berhasil di eliminasi dan dikonversi menjadi gaya dorong sebesar  untuk postur kerja dengan metode 1 dan  untuk postur kerja dengan metode 2.  Located at Ketileng Semarang, Padepokan Suket Segoro is a small and medium Industry (UKM) which produces seaweed Jelly drink. There is an irrelevant ergonomics working posture when moving a container fully loaded with seaweed jelly glasses. The result of Nordic body Map shows that 100% workers suffer illness in their waist muscle, as much as 85.7% workers suffer pain appears in their back and neck, while 71.4% workers feel uncomfortable on their right and left shoulders including hands. Not only to lift and move the containers, a tool to help workers is also needed to move other facilities when the production is held out from the production house. The design process starts from identifying the workers’ need of an assistant tool; calculating the compression force and analyzing REBA score for current postures. Biomechanical analyses on both current and final postures are needed for the next step, continued by REBA analysis for final postures. At the end, software called CATIA will be used to visualize the final to the proposed tool as well as the postures. REBA analysis on current postures generate the score 9 on REBA score on both 2 postures of lifting. These mean an action needs to be done to prevent injuries. REBA score for final posture with proposed tool reduced drastically from 9 to 2. The score 2 on REBA Decision table means there is no necessary to do an action for these postures because it is safe. The result of biomechanical calculation on current postures shows there is a compression force appears on workers’ stomach (1104.203 N on a single lifting and 1877.696 on double lifting). The final postures convert from lifting to pushing, this also leads the elimination of compression force, but pushing force appears for 254.86 N for the first method and 296.736 for the second method. 

Page 3 of 4 | Total Record : 35


Filter by Year

2012 2012


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 4 (2024): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2024 Vol 13, No 3 (2024): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2024 Vol 13, No 2 (2024): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2024 Vol 13, No 1 (2024): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2024 Vol 12, No 4 (2023): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2023 Vol 12, No 3 (2023): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2023 Vol 12, No 2 (2023): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2023 Vol 12, No 1 (2023): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2023 Vol 11, No 4 (2022): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2022 Vol 11, No 3 (2022): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2022 Vol 11, No 2 (2022): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2022 Vol 11, No 1 (2022): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2022 Vol 10, No 1 (2021): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2021 Vol 9, No 4 (2020): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2020 Vol 10, No 4 (2021): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2021 Vol 10, No 3 (2021): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2021 Vol 9, No 3 (2020): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2020 Vol 9, No 2 (2020): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2020 Vol 9, No 1 (2020): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2020 Vol 8, No 4 (2019): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2019 Vol 8, No 3 (2019): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2019 Vol 8, No 2 (2019): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2019 Vol 8, No 1 (2019): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2019 Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018 Vol 7, No 3 (2018): WISUDA PERIODE JULI 2018 Vol 7, No 2 (2018): WISUDA PERIODE APRIL 2018 Vol 7, No 1 (2018): WISUDA PERIODE JANUARI 2018 Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017 Vol 6, No 3 (2017): wisuda periode juli 2017 Vol 6, No 2 (2017): wisuda periode april 2017 Vol 6, No 1 (2017): Wisuda Periode Januari Tahun 2017 Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016 Vol 5, No 3 (2016): Wisuda Juli Tahun 2016 Vol 5, No 2 (2016): Wisuda April Tahun 2016 Vol 5, No 1 (2016): wisuda januari Tahun 2016 Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015 Vol 4, No 3 (2015): Wisuda Juli Tahun 2015 Vol 4, No.2 Tahun 2015 Vol 4, No.1 Tahun 2015 volume 3,nomor 4,tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012 More Issue