cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Industrial Engineering Online Journal
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
INDUSTRIAL ENGINEERING ONLINE JOURNAL adalah Karya Ilmiah S1 Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro yang memuat tulisan ilmiah dan hasil-hasil penelitian, kajian ilmiah, analisis dan pemecahan permasalahan di Industri yang erat hubungannya dengan bidang Ilmu Teknik Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 57 Documents
Search results for , issue "Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012" : 57 Documents clear
EVALUASI ANTHROPOMETRI DAN REDESAIN MEJA DAN KURSI SEKOLAH TAMAN KANAK-KANAK MELALUI IMPLEMENTASI QUALITY FUNCTION DEVELOPMENT Wari Noviawardani; Purnawan Adi Wicaksono
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dimensi Antropometri merupakan salah satu hal penting dalam upaya menciptakan desain yang sesuai dengan kebutuhan manusia. Kurangnya penelitian mengenai pengukuran dimensi-dimensi tubuh manusia menjadikan alasan banyaknya produk yang berkembang saat ini tidak sesuai dengan ukuran manusia yang membutuhkan sesuai dengan sebagai mana mestinya. Hal ini juga terjadi pada produk-produk anak kelompok usia 4-6 tahun khususnya produk yang ada di sekolah mereka. Penggunaan dimensi anthropometri ini penting digunakan sebagai pertimbangan kesehatan dan keselamatan pengguna produk dalam hal ini anak sebagai pengguna produk. TK Pertiwi 3 Tembalang merupakan taman kanak-kanak dibawah naungan Pemda Semarang merupakan taman kanak-kanak dengan kualitas pendidikan yang cukup baik. Kursi dan meja yang digunakan selama ini belum mengakomodir kelayakan aspek ergonomi dalam perancangannya. Produk yang digunakan saat ini tidak terlalu memperhatikan keinginan konsumen. Pada penelitian ini, digunakan metode Qualtiy Function Development untuk mengidentifikasi keinginan konsumen dan kemudian menjadikan voice of customer tersebut menjadi parameter teknis dalam perancangan meja dan kursi sekolah taman kanak-kanak. Selain itu akan dilakukan analisis ergonomi dalam hal ini analisis anthropometri dan pembuatan tabel anthropometri dalam rangka mendukung perancangan produk meja dan kursi sekolah taman kanak-kanak. Analisis ergonomic dilakukan guna memberikan kesimpulan apakah produk yang telah ada selama ini memiliki kelayakan ergonomi
PERANCANGAN ALGORITMA PENJADWALAN KULIAH YANG MEMPERTIMBANGKAN DAMPAK TERHADAP LINGKUNGAN DENGAN MENGGUNAKAN KONSEP CONSTRAINT PROGRAMMING Hasan Mastrisiswadi; Sriyanto Sriyanto
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penjadwalan kuliah yang bersifat dinamis ini secara langsung menjadi faktor ramainya keadaan transportasi di lingkungan universitas. Tingginya intensitas berkendara di lingkungan Universitas yang merupakan akibat dari pola penjadwalan kuliah, tentunya diikuti dengan tingginya emisi yang dihasilkan oleh kendaraan yang digunakannya. Belum adanya pola penjadwalan kuliah yang memperhatikan dampak terhadap lingkungan akan tentu saja akan memperkeruh lingkungan ini dengan emisi yang terus dibuang oleh manusia. Dengan memasukkan konsep constraint programming dengan pembatas yang mempertimbangkan dampak terhadap lingkungan  dalam penjadwalan kuliah diharapkan mampu mengurangi emisi kendaraan peserta kuliah. Jurusan Teknik Sipil, sebagai jurusan tertua dan terbesar di Fakultas Teknik Universitas Diponegoro dengan jumlah mahasiswa rata-rata 280 tiap angkatannya menjadi objek dalam penerapan rancangan algoritma yang dibuat karena memiliki jumlah kendaraan yang paling banyak dibandingkan jurusan lain di Fakultas Teknik. Adapun hasil dari penerapan algoritma ini, mampu mereduksi jumlah emisi sebesar 50% untuk angkatan 2011 dan 2010 dan bahkan 66,6% untuk mahasiswa angkatan 2009
PENERAPAN PRINSIP KERJA 5S UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI PADA PROSES PENGECAPAN PRODUKSI BATIK CAP (Studi Kasus pada IKM Batik Topo HP, Bantul – Yogyakarta) Agung Wiguna Nurrohman
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   IKM Batik Topo HP merupakan salah satu IKM besar yang memproduksi batik di kabupaten bantul. Jenis batik yang paling banyak diproduksi adalah batik cap. Walaupun termasuk IKM besar, namun dalam proses produksinya masih terdapat banyak pemborosan yang terjadi. Dengan menggunakan value stream mapping didapatkan bahwa waktu untuk memproduksi 1 lot (12pcs) kain batik adalah 1794 menit  dengan nilai efisiensi sebesar 76,64 %. Pemborosan terbesar terjadi pada bagian proses pengecapan, yaitu sebesar 249 menit. Nilai efisiensi atau value added ratio proses pengecapan sebesar 62,72%. Selanjutnya dilakukan analisis penyebab pemborosan dengan menggunakan fishbone diagram. Dari fishbone diagram dapat diketahui bahwa penyebab pemborosan antara lain : searching time tinggi akibat penataan alat cap yang buruk, adanya aktivitas pembersihan alat cap yang cukup lama, terjadi kesalahan proses, serta tidak adanya standard operating procedure (SOP). Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, dirancang suatu usulan perbaikan dengan menggunakan prinsip kerja 5S yang kemudian diimplementasikan di bagian pengecapan. Penelitian yang dilakukan berhasil meningkatkan efisiensi pada proses pengecapan dari 62,72% menjadi 74,69%. Peningkatan efisiensi tersebut dapat meningkatkan output produk dari 2100 pcs kain perbulan menjadi 2485 pcs kain per bulan. Selain itu, perusahaan dapat menghemat biaya tenaga kerja sebesar Rp 1.925.000 untuk produksi 2485 pcs kain. Sedangkan untuk proses produksi secara keseluruhan, efisiensi meningkat dari 76,64% menjadi 81,51%.   Abstract IKM Batik Topo HP is one of large IKMs at bantul regency that produces batik. A kind of batik most widely produced is stamp batik. Although including a large IKM, but in process of its production there was so much wastes. By using value stream mapping, was found that the time required to produce 1 lot (12pcs) cloth of batik is 1794 minutes with value of efficiency is 76,64 %. The biggest waste occurs at the stamping process, which is 249 minutes. At the same time, the efficiency or value added ratio of stamping process is 62.72%. Then, will be carried out an analysis of the causes of wastes using fishbone diagram. From fishbone diagram, it can be known that causes of wastes in stamping process are : high searching  time due to poor arrangement of stamp tools, there was a long activity to clean the stamp tools before stamping process begins, an error occurred during stamping process, and there was no standard operating procedure (SOP). To resolve these problems, a proposed improvements are designed using the work principles of 5S and will be implemented in the stamping process. The research has been successfully increased efficiency in stamping process from 62,72% to 74,69%. It can be increase product output from 2100 pcs cloths per month become 2485 pcs cloths per month. On the other hand, the company can save labor costs of Rp 1.925.00,- for the producting of 2485 pcs of cloths. As for the whole production process, the efficiency increased from 76.64% to 81.51%.  
Usulan Rancangan Fasilitas Kerja dengan Pendekatan Analisis Postur Kerja pada Pekerja Las (Studi Kasus pada CV. Primayasa – Semarang) Hara Nawawi; Purnawan Adi Wicaksono
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CV. Primayasa is one of the trusted company for machinery improvement project of sugar factories PTPN IX (PT Perkebunan Nusantara IX) in Central Java. In this place there is not ergonomic working posture is when the welding process. The results show that the Nordic Body Map welding workers experiencing pain in multiple body segments. The research starts from analyzing the causes of pain in welding workers CV Primayasa through posture analysis. Based on the results of research conducted on posture welding worker CV Primayasa at the welding process prior to the proposed design of the facility shows that have a risk posture musculoskeletal disorders. This is what causes the pain complaints of the welding workers CV Primayasa. Indications of the risk of musculoskeletal disorders can be seen from the following research results, there is a spinal compression force exceeds the normal limit that is equal to 4152.362 N, there is a grand score RULA reached number 7, which means being in a high level in terms of the risk of musculoskeletal disorders, and there is the cumulative score ManTRA tool v 2.0 in a particular body segment which reached number 15. On a cumulative score spell if making 15 or more, then it indicates that the segment of the body at risk of musculoskeletal disorders. To reduce the risk of musculoskeletal disorders researchers propose the design of work facilities in the form of tables and chairs that can be used to work in a standing position or in a sitting position. The design of this facility would work by looking at the consideration of the posture analysis and anthropometric welding workers CV Primayasa. The evaluation of the proposed facility design work on this study shows a decrease in the level of risk of musculoskeletal disorders was used either sitting or standing position. The results of this study was the entire spinal compression forces were under normal limits 3500 N, RULA grand score only reached number 3 and 4, and all the cumulative score ManTRA tool v 2.0 is under the number 15. The results of these studies indicate that use of the proposed design of the new facility is safe enough to use for work
ANALISIS VARIABEL-VARIABEL YANG BERPENGARUH DAN DIPENGARUHI KEPUASAN PELANGGAN JASA PENGIRIMAN PAKET (Studi Kasus PT Pos Indonesia (PERSERO) Kudus) Shelli Fardhiyah Sunny; Hery Suliantoro; Nia Budi Puspitasari
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bisnis jasa pengiriman paket di dalam negeri saat ini berkembang cukup pesat. Salah satu perusahaan yang bergerak dibidang jasa pengiriman paket adalah PT.Pos Indonesia (PERSERO) Kudus. Cukup banyaknya pesaing baik pemain lokal maupun asing menuntut PT Pos Indonesia (PERSERO) Kudus untuk lebih meningkatkan kepuasan pelanggannya sehingga berdampak terhadap loyalitas pelanggan untuk dapat meningkatkan kepuasan pelanggan maka perlu diketahui variabel-variabel apasaja yang berpengaruh dan dipengaruhi kepuasan pelanggannya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui variabel-variabel apa saja yang berpengaruh dan dipengaruhi kepuasan pelanggan di PT Pos Indonesia (PERSERO) Kudus dan memberikan rekomendasi bagi PT Pos Indonesia (PERSERO) Kudus, terdapat dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling diperoleh 100 responden. Pengolahan dan alanalisis data menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) dengan software Smart PLS 2.0 M3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel citra perusahaan tidak berpengaruh terhadap nilai yang dirasa pelanggan dan kepuasan pelanggan. Citra perusahaan berpengaruh positif terhadap loyalitas pelanggan. Kualitas produk tidak berpengaruh terhadap nilai yang dirasa pelanggan dan kepuasan pelanggan, kualitas pelayanan dan nilai yang dirasa pelanggan berpengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan, loyalitatas pelanggan positif dipengaruhi kepuasan pelanggan dan keluhan pelanggan negatif dipengaruhi kepuasan pelanggan
ANALISIS PERANCANGAN DEALER NASMOCO BARU DI KOTA SEMARANG UNTUK MENGATASI PENINGKATAN PERMINTAAN MOBIL DAN LAYANAN BENGKEL Rahmi Amalia Adani; Darminto Pujotomo; Susatyo Nugroho W
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Peningkatan penjualan mobil Toyota di empat dealer Nasmoco di Kota Semarang, membuat dealer Nasmoco harus melayani lebih banyak mobil, sehingga kapasitas dealer yang ada saat ini sudah tidak mencukupi. Apabila tidak ada penambahan kapasitas, dapat terjadi penurunan kualitas layanan. Namun, pada bengkel yang telah berdiri, tidak dimungkinkan untuk menambah stall sehingga perlu dibangun Nasmoco baru di Kota Semarang. Karena itu dilakukan analisis perancangan Nasmoco baru ditinjau dari aspek pasar, aspek teknis dan operasional, aspek legalitas, aspek lingkungan, dan aspek finansial. Berdasar analisis pasar, dealer Nasmoco baru didirikan untuk memenuhi pasar di wilayah Semarang bagian barat. Kapasitas bengkel Nasmoco baru saat pertama didirikan yaitu 14 stall perbaikan umum dan 2 stall express maintenance dengan 20 teknisi dan 10 service advisor. Dealer ini dirancang memiliki luas keseluruhan sebesar 3.772 m2 dengan lokasi pendirian di Jalan Jenderal Sudirman. Tenaga kerja awal yang dibutuhkan yaitu 1 orang branch manager, 1 orang CRC, 26 orang di Administration Department, 35 orang di Sales Department, dan 43 orang di Service Department. Total biaya investasi yang dibutuhkan untuk pembangunan adalah Rp 27.389.303.640,00 dengan jangka waktu pengembalian investasi selama 4 tahun 3 bulan.  ABSTRACT Increasing in sales of Toyota car in four Nasmoco dealers at Semarang makes the dealers must give services to more cars, which is result in inappropriate between demand and capacity. In case there is no addition of capacity, it will decrease quality of services which Nasmoco dealers give to customers. But it is impossible to add new stalls in the four dealers, so it is important to build a new dealer in Semarang. Because of it, there must be a study to analyze the plan of building a new dealer, which is looked from market aspect, technical and operational aspect, legality aspect, environmental aspect, and financial aspect. From market analysis, the new dealer will be built to fulfill demand in west part of Semarang. Capacity of the new dealer is 14 general repair stalls and 2 express maintenance stalls with 20 technicians and 10 service advisors. The new dealer is planned to have 3.772 meter squares of area and located at Jenderal Sudirman street. Requirement of employees in the new dealer is 1 person as branch manager, 1 person as CRC, 26 people at Administration Department, 35 people at Sales Department, and 43 people at Service Department. Total of investment needed in this project is Rp 27.389.303.640,00 and payback period is 4 years and 3 months.  
ANALISIS TINGKAT KEANDALAN PENYORTIR (STUDI KASUS DI KANTOR POS MPC SEMARANG 50400) Arief Budhiman; Purnawan Adi Wicaksono; Rani Rumita
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT.POS INDONESIA is a company engaged in the services sector in the form of inter-send letters or goods in accordance with the specified time. In sorting mail or goods, there are examples of operator errors such as the wrong sort mail or goods. Operators sometimes enter the wrong letter or items that should be included to the table that reads a region corresponding to the destination address is written, so it can slow down a letter or goods to reach the recipient. This study begins to analyze the factors that affect the reliability of the sorter. Based on the interviews, the occurrence of human error in sorting the items affected by seven factors: 1. Unreliability of infrastructure2. Operator lack of experience in sorting the items3. Operators feel tired when sorting items4. The discrepancy between the amount of time sorting the items supplied5. Lack of training and learning in sorting items6. The process of information delivery that are less well7. Lack of time to inspect the results of an item that has been sorted From the results of the questionnaire, the factors most influencing factor to 1, 4 and  7. To minimize the occurrence of error humman on sorting the mail and goods, the researchers gave some recommendations 1. Table sorting code should not only include pool, but also must include the names of regions of one such pool code, so as to facilitate the sorting process. Because if you just use the code sortingpool  table, sorters sometimes not the master of the pool code. 2. Computers and sensors should be applied routinely care system from being damaged during use. Because the treatment system of the post office is if the computer and sensor equipment has been damaged, the newly improved suggestions. In this case, system maintenance performed 1 month 1 time.3. Sorting process that requires inspection items have been sorted can be sent in accordance with its purpose. In this case, you should need additional time to inspect the results of a sort. Time to inspect about 30 minutes before the item is sent to the purpose.4. Should be added operators to sort the items, so as to facilitate the sorting process. 
ANALISIS HUBUNGAN PENGEMBANGAN KARYAWAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN MENGGUNAKAN ANALISIS KORELASI KANONIK (Studi Kasus PT. CHAROEN POKPHAND INDONESIA) Friska Finalia Sitohang; Diana Puspita Sari
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perusahaan membutuhkan tindakan pengembangan karyawan yang tepat, yang nantinya dapat menunjang kinerja karyawan di perusahaan. Salah satunya adalah PT. Charoen Pokphand Indonesia.. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan pengembangan karyawan dengan kinerja karyawan,menganalisis hubungan pengembangan karyawan dengan kinerja karyawan,dan memberikan usulan usaha pengembangan karyawan yang tepat sehingga dapat meningkatkan kinerja karyawan. Dengan menggunakan analisis korelasi kanonik  diperoleh urutan nilai korelasi kanonik untuk dimensi kinerja karyawan yaitu: kreatifitas(Y4) sebesar 0.914, inisiatif (Y7) sebesar 0.750, kesadaran(Y6) sebesar 0.676, dan kualitas kerja Y2) sebesar 0.639 dan diperoleh juga nilai korelasi kanonik untuk dimensi pengembangan karyawan yaitu: partisipasi (X4) sebesar 0.882, pelatihan (X2) sebesar 0.743, dan pemberdayaan (X3) sebesar 0.667 dengan nilai proporsi keragaman sebesar 75,09% pada taraf keberartian 0,05%. Berdasarkan uji hipotesis model penelitian dan uji hipotesis dimensi pengembangan karyawan dan kinerja karyawan didapatkan kondisi Ho diterima yaitu pengembangan karyawan berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. Jika perusahaan meningkatkan usaha pengembangan karyawan dalam hal pelatihan, pemberdayaan, dan partisipasi maka akan diikuti pula dengan meningkatnya kinerja karyawan dalam kualitas kerja, kreatifitas, kesadaran, dan inisiatif. Sebaliknya jika perusahaan mengabaikan usaha pengembangan tersebut maka nilai kualitas kerja, kreatifitas, kesadaran, dan inisiatif tidak dapat tercapai sesuai standar yang diinginkan perusahaan.   Abstract The company needs appropriate action in employee development that will be able to support the performance of employees. One of that company is PT. Charoen Pokphand Indonesia. The purpose of this research is determining the relationship of employee development to employee performance, analyzing the relationship between employee development to employee performance, and proposing an appropriate employee development efforts to improve employee performance. By using canonical correlation analysis, it  gives the sequences of ​​canonical correlation values for Employee Performance dimensions,they are: creativeness (Y4) 0,914, initiative (Y7) 0,750, dependability (Y6) 0,676, and the quality of work (Y2) 0,639 and for Employee Development dimensions, they are participation (X4) 0,882, training (X2) 0,743, and empowerment (X3) 0,667 with variability proportion value is 75.09% at 0.05% significance level. Based on the research model and hypothesis testing of Employee Development and Employee Performance dimension, the result is Ho received that absolutely means  employee development gives the positive effect to employee performance. If companies increase employee development efforts in terms of training, empowerment, and participation, it will be followed by the increasing of employee performance values in quality of work, creativeness, dependability, and initiative. Conversely, if the company ignores the effort of employee development itself so quality of work, creativeness, dependability, and initiative will not be achieved based on company standards value.  
ANALISIS KUALITAS PT. INTECH ANUGRAH INDONESIA BERDASARKAN KRITERIA BALDRIGE Rahayu Ningtyas Windaryanti; Bambang Purwanggono
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Intech Anugrah Indonesia merupakan perusahaan swasta yang bergerak di bidang bisnis elektronik recycle. Namun sampai saat ini, masih terdapat gap antara target perusahaan dengan keadaan di perusahaan yaitu masalah mengenai target penjualan yang belum tercapai dan masih banyaknya barang jadi yang cacat. Gap inilah yang kemudian diperlukan penilaian mandiri menggunakan kriteria Baldrige. Tahapan dalam penelitian ini terdapat 5 langkah yaitu tahap literatur dan pendahuluan, tahap pengumpulan data, tahap penilaian, tahap analisis, dan rekomendasi. Rekomendasi inilah yang dijadikan untuk meningkatkan kinerja perusahaan ke depannya. Hasil skoring yang didapatkan oleh PT. Intech Anugrah Indonesia sebesar 189,75. Ini menandakan bahwa posisi PT. Intech Anugrah Indonesia masih di level Early Development yaitu masih dalam tahap awal pengembangan dan implementasi approach. Oleh karena itu masih diperlukan usulan perbaikan untuk mendapatkan nilai dan kinerja yang meningkat.
PENGUKURAN KUALITAS PELAYANAN BENGKEL MOBIL MENGGUNAKAN METODE INTEGRASI AHP-SERVQUAL (Studi Kasus PT. Nasmoco Gombel Semarang) Ayu Mei Wulandari; Diana Puspitasari
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengukuran kualitas pelayanan bengkel mobil Nasmoco Gombel Semarang diperlukan karena banyaknya keluhan yang dirasakan oleh pengguna jasa bengkel. Pengukuran kualitas selain dimaksudkan untuk mengukur tingkat kepuasan pelanggan, namun juga untuk mengetahui dimensi kualitas yang masih lemah dan membutuhkan peningkatan sehingga dapat dilakukan perbaikan demi menjaga kepuasan pelanggan. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode integrasi AHP-Servqual. Metode ini merupakan pengembangan metode AHP untuk mengukur dimensi kualitas Servqual dan tingkat kepuasan pelanggan diukur berdasarkan perbandingan ekspektasi dan persepsi pelanggan (P/E). Kualitas jasa dinilai berdasarkan lima dimensi: reliability, responsiveness, empathy, assurance, dan tangibles. Data didapatkan melalui survai tehadap 97 responden pengguna jasa bengkel Nasmoco Gombel Semarang. Penelitian menunjukkan bahwa indeks kepuasan pelanggan (P/E) bengkel Nasmoco Gombel bernilai 4,5904; artinya Nasmoco Gombel sudah mampu memberikan pelayanan memuaskan, yang sedikit melebihi ekspektasi pelanggan. Dimensi assurance merupakan dimensi yang memiliki indeks kepuasan paling rendah (4,0532). Terdapat 3 indikator pada dimensi ini yang akan diberikan usulan perbaikan karena mempunyai nilai indeks dibawah nilai P/E, yaitu: (1) Pemberitahuan ketika terjadi keterlambatan penanganan bernilai 3,8264; (2) Kecepatan servis bernilai 3,2529; dan (3) Kecepatan kedatangan suku cadang ketika tidak tersedia bernilai 2,8612.

Filter by Year

2012 2012


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 4 (2024): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2024 Vol 13, No 3 (2024): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2024 Vol 13, No 2 (2024): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2024 Vol 13, No 1 (2024): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2024 Vol 12, No 4 (2023): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2023 Vol 12, No 3 (2023): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2023 Vol 12, No 2 (2023): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2023 Vol 12, No 1 (2023): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2023 Vol 11, No 4 (2022): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2022 Vol 11, No 3 (2022): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2022 Vol 11, No 2 (2022): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2022 Vol 11, No 1 (2022): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2022 Vol 10, No 1 (2021): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2021 Vol 9, No 4 (2020): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2020 Vol 10, No 4 (2021): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2021 Vol 10, No 3 (2021): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2021 Vol 9, No 3 (2020): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2020 Vol 9, No 2 (2020): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2020 Vol 9, No 1 (2020): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2020 Vol 8, No 4 (2019): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2019 Vol 8, No 3 (2019): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2019 Vol 8, No 2 (2019): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2019 Vol 8, No 1 (2019): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2019 Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018 Vol 7, No 3 (2018): WISUDA PERIODE JULI 2018 Vol 7, No 2 (2018): WISUDA PERIODE APRIL 2018 Vol 7, No 1 (2018): WISUDA PERIODE JANUARI 2018 Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017 Vol 6, No 3 (2017): wisuda periode juli 2017 Vol 6, No 2 (2017): wisuda periode april 2017 Vol 6, No 1 (2017): Wisuda Periode Januari Tahun 2017 Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016 Vol 5, No 3 (2016): Wisuda Juli Tahun 2016 Vol 5, No 2 (2016): Wisuda April Tahun 2016 Vol 5, No 1 (2016): wisuda januari Tahun 2016 Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015 Vol 4, No 3 (2015): Wisuda Juli Tahun 2015 Vol 4, No.2 Tahun 2015 Vol 4, No.1 Tahun 2015 volume 3,nomor 4,tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012 More Issue