cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Oceanography
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Oseanografi diterbitkan oleh Program Studi Oseanografi, FPIK, Undip. Jurnal ini digunakan untuk menerbitkan jurnal-jurnal karya lulusan S1 Oseanografi Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 4 (2014)" : 30 Documents clear
KAJIAN ARUS DAN BATIMETRI DI PERAIRAN PESISIR BENGKULU Fahmi, Komaria; Indrayanti, Elis; Setyawan, Wahyu Budi
Journal of Oceanography Vol 3, No 4 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pergerakan arus di Samudra Hindia sangat dipengaruhi oleh angin muson, dan sirkulasi regional massa air, sehingga sangat mempengaruhi arus di perairan pesisir Bengkulu. Adanya sistem sirkulasi arus regional yang selalu tetap di Samudra Hindia dan angin musiman di Indonesia membuat perairan ini sangat unik untuk dikaji.  Penelitian dilaksanakan pada tanggal 15 - 16 Juni 2013 di perairan pesisir Bengkulu. Data yang digunakan yaitu kecepatan arus, arah arus, kedalaman, peta Dishidros dan peta RBI Bengkulu. Penelitian mengggunakan metode kuantitatif. Penampilan arus menggunakan current rose. Distribusi arus secara vertikal menggunakan perangkat lunak Surfer 11. Data batimetri hasil perekaman dibandingkan dengan data Dishidros. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arus di perairan pesisir Bengkulu pada musim timur (bulan Juni) dominan menuju arah selatan. Kecepatan rata-rata berkisar antara 0,2 - 0,5 m/det. Arus pada kedalaman 1 meter  arahnya 170°-180° dominan ke selatan dengan kecepatan 0,2 -0,5 m/det. Pada kedalaman 10 meter arahnya 130°-150° dominan ke tenggara dengan kecepatan 0,2 - 0,5 m/det dan pada kedalaman 20 meter arahnya 110°-120° dominan ke tenggara- timur dengan kecepatan 0,2 - 0,4 m/det. 
ARUS PERMUKAAN YANG BERPENGARUH TERHADAP DISTRIBUSI 137Cs (CESIUM-137) DI PERAIRAN GRESIK Fauziah Rafsani; Muslim Muslim; Heny Suseno
Journal of Oceanography Vol 3, No 4 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu pencemaran laut di Perairan Gresik yang belum mendapat perhatian dan belum banyak diteliti adalah pencemaran zat radioaktif  radionuklida 137Cs. Unsur radionuklida ini mendapat perhatian karena sifatnya yang mudah larut di dalam air. Pencemaran apapun baik yang berasal dari daratan (land base pollution) maupun dari lautan (marine base pollution) secara langsung maupun tidak, akan signifikan mempengaruhi lingkungannya yang tidak mengenal batas teriotorial tetapi bisa bersifat global, sehingga pengetahuan tentang sirkulasi dan pergerakan polutan (termasuk zat radioaktif) sangat penting untuk diprediksi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui arus  permukaan yang berpengaruh  terhadap proses distribusi kandungan 137Cs di perairan Gresik. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan arus tertinggi berada pada angka 0,191 m/s dan kecepatan arus terendah 0,006 m/s. Arus permukaan yang membawa kandungan radionuklida hingga sampai ke perairan Gresik adalah Arus Mindanao yang masuk ke dalam jalur ARLINDO.
Studi Pemetaan Batimetri dan Analisis Komponen Pasang Surut Untuk Menentukan Elevasi dan Panjang Lantai Dermaga di Perairan Keling, Kabupaten Jepara Simbolon, Peddy Darwin; Purwanto, Purwanto; Hariadi, Hariadi
Journal of Oceanography Vol 3, No 4 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.385 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian telah dilakukan di Perairan Keling, Kabupaten Jepara pada bulan Oktober 2013. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi kondisi batimetri Perairan Keling dan komponen pasang surut di perairan tersebut. Materi yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data primer berupa batimetri, pasang surut, dan koordinat garis pantai sedangkan data sekunder berupa peta RBI dan data ukuran kapal yang berlabuh. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Metode analisis data dengan metode matematis dan pendekatan pemodelan menggunakan perangkat lunak Surfer 11.Hasil penelitian menunjukan Perairan Keling memiliki kedalaman perairan antara -0,07 sampai - 6,63 m. Perairan Keling memiliki tipe pasang surut harian tunggal, dimana MSL 69,14 cm, HHWL 135, 47 cm, LLWL 0,779 cm, MLWL 28 cm, dan MHWL 115 cm. Elevasi dermaga yang didapatkan adalah 2,85 m dihitung dengan menggunakan Zo sebagai titik acuan, sedangkan panjang lantai dermaga aman bagi satu buah kapal bersandar adalah 22,2 m dengan panjang Loa 18,50 m. Sementara itu, kedalaman perairan aman di depan dermaga yang dibutuhkan adalah 1,65 m untuk melayani draft kapal perikanan terbesar.
STUDI SEBARAN KANDUNGAN LOGAM BERAT TIMBAL (PB) DALAM AIR DAN SEDIMEN DASAR DI PERAIRAN MUARA SUNGAI MANYAR KABUPATEN GRESIK, JAWA TIMUR Putri, Zaenab Listiarani; Wulandari, Sri Yulina; Maslukah, Lilik
Journal of Oceanography Vol 3, No 4 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.908 KB)

Abstract

Logam berat timbal yang berada di perairan mempunyai daya toksisitas yang tinggi dan dapat membahayakan keberlangsungan organisme hidup di perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan dan pola sebaran timbal pada air dan sedimen dasar di sembilan stasiun perairan Muara Sungai Manyar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, dan penentuan titik sampling menggunakan metode purposive sampling. Pengambilan sampel air dan sedimen dilaksanakan pada September 2013. Analisa kandungan timbal dilakukan dengan metode Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) dengan panjang gelombang 283 nm yang dilaksanakan di Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsentrasi Pb di air pada perairan muara Sungai Manyar berkisar antara 0.31 mg/L – 0,57 mg/L. Adapun Pb pada sedimen berkisar antara 2.7757 - 3.3724 mg/Kg. Kandungan timbal yang bervariasi tersebut terjadi dikarenakan adanya pengaruh dari parameter perairan seperti arus, salinitas, suhu, pH, DO. Pola sebaran kandungan timbal pada perairan menunjukkan bahwa timbal berasal dari aktivitas industri di darat yang masuk melalui Sungai Manyar yang kemudian terdistribusi ke laut lepas. 
Studi Pola Arus di Perairan Benteng Portugis, Kabupaten Jepara Djati, Rahardjo; Atmodjo, Warsito; Indrayanti, Elis
Journal of Oceanography Vol 3, No 4 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1667.935 KB)

Abstract

Maraknya perkembangan wisata daerah pesisir, khususnya di Perairan Benteng Portugis yang memiliki karakteristik dengan tanjung, teluk, serta adanya pulau Mandalika. Belum adanya penelitian tentang pola arus membuat kurangnya informasi kepada wisatawan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola arus yang berada di Peairan Benteng Portugis. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus, purposive sample untuk penentuan lokasi, serta deskriptif kuantitatif dalam pengolahan data. Penelitian ini dibagi dalam dua tahap besar yaitu survey lapangan dan tahap pengolahan dengan pendekatan model numerik dengan modul ADCIRC. Hasil yang didapat bahwa arus di Perairan Benteng Portugis didominasi oleh arus pasut yang mengarah ke barat saat pasang dan timur saat surut, dengan kecepatan maksimal 0,475 m/det, dan kecepatan minimum sebesar 0,015 m/det. 
SEBARAN KONSENTRASI ORTOFOSFAT DI LAPISAN PERMUKAAN PERAIRAN PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA PENGAMBENGAN DAN ESTUARI PERANCAK, BALI Aziz, Afriza; Wulandari, Sri Yulina; Maslukah, Lilik
Journal of Oceanography Vol 3, No 4 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.147 KB)

Abstract

Perairan PPN (Pelabuhan Perikanan Nusantara) Pengambengan dan perairan estuari Perancak berada di satu kawasan perairan yang berhubungan langsung dengan selat Bali. Terdapat banyak industri pengolahan ikan di kawasan ini yang langsung membuang limbah ke laut tanpa pengolahan terlebih dahulu. Air limbah tersebut diduga mengandung senyawa ortofosfat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi ortofosfat dalam air limbah dan air laut beserta faktor-faktor fisika-kimia perairan yang mempengaruhinya, serta penyebarannya di lapisan permukaan perairan PPN Pengambengan dan estuari Perancak. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif pada 16 stasiun penelitian yang ditentukan secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ortofosfat dalam sampel air laut berkisar antara 0,017 mg/l – 1,536 mg/l; konsentrasi ortofosfat dalam sampel air limbah A sebesar 39,126 mg/l dan sampel air limbah B sebesar 19,591 mg/l. Konsentrasi ortofosfat di perairan PPN Pengambengan dipengaruhi oleh sumber ortofosfat yang berasal dari air limbah hasil industri pengolahan ikan, dan konsentrasi ortofosfat di perairan estuari Perancak dipengaruhi oleh sumber ortofosfat yang berasal dari limbah buangan pemukiman penduduk dan home industry, serta ekosistem mangrove yang ada di pinggiran sungai Perancak. Secara horizontal, kadar fosfat semakin tinggi pada daerah pantai. 
Studi Sebaran Parameter Fisika Kimia di Perairan Porong Kabupaten Sidoarjo Haryono, Gabella Oktaviora; Yusuf, Muh.; Hariadi, Hariadi
Journal of Oceanography Vol 3, No 4 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.934 KB)

Abstract

Perairan Muara Sungai Porong Kabupaten Sidoarjo merupakan daerah yang di sekitarnya masih banyak terdapat pemukiman, pertambakan atau perikanan budidaya. Pembuangan limbah dan lumpur ke Sungai Porong semakin memperparah beban Sungai Porong dari polutan yang berakibat air menjadi keruh, sedimentasi lumpur dan kualitas air di wilayah tersebut menurun tajam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran konsentrasi parameter kualitas air yang meliputi suhu, kekeruhan, salinitas, pH dan DO di Perairan Porong, Kab. Sidoarjo. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif, yang diterapkan pada 12 titik stasiun. Pengambilan sampel dilaksanakan pada tanggal 18 Desember 2013. Data yang dikumpulkan sebagai variabel ukur adalah suhu, kekeruhan, salinitas, pH, DO dan kecepatan serta arah arus. Variabel pendukung meliputi data arah dan kecepatan arus dan peta bathimetri wilayah Perairan Porong. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan program arc GIS 10, sehingga menghasilkan output berupa distribusi spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk parameter suhu mempunyai nilai sebaran berkisar 22-22,9 ⁰C. Parameter konsentrasi kekeruhan memiliki nilai sebaran berkisar 3,6-20,5 NTU, salinitas memiliki nilai sebaran berkisar 20-20,9 ppm, pH memiliki nilai sebaran berkisar 7-7,91 dan DO memiliki nilai sebaran 5-6,1 mg/l. Sebaran parameter fisika kimia perairan adalah menuju ke laut dengan arah ke Timur, dengan nilai konsentrasi yang berbeda antara satu parameter dengan parameter lainnya. Sebaran antar stasiun untuk konsentrasi DO semakin menjauhi muara memiliki nilai yang relatif tinggi, sedangkan sebaran antar stasiun untuk konsentrasi kekeruhan semakin menjauhi muara memiliki nilai konsentrasi yang menurun. Pola sebaran konsentrasi parameter suhu, salinitas, dan pH pada lokasi stasiun penelitian relatif sama.
LAJU SEDIMENTASI DI MUARA SUNGAI SEMAT JEPARA Fajarin, Septi Nur; Saputro, Siddhi; Hariadi, Hariadi
Journal of Oceanography Vol 3, No 4 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.402 KB)

Abstract

Muara sungai merupakan tempat bertemunya sungai dengan wilayah pesisir. Suplai sedimen dari hulu terangkut menuju daerah muara sungai. Suplai sedimen tersebut mengakibatkan sedimentasi di muara sungai. Sedimentasi muara sungai menyebabkan berkurangnya kecepatan aliran sungai yang melimpas mengakibatkan banjir di sekitar sungai. Secara geografis Desa Semat Kecamatan Tahunan terletak 6°38’33.8” LS dan 110°38’40” BT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya laju sedimentasi di muara Sungai Semat Jepara. Penelitian dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu penelitian lapangan dan analisa laboratorium. Penelitian lapangan yang meliputi pengambilan data laju sedimentasi dan debit sungai pada tanggal 22 Februari sampai 8 Maret 2014 di muara Sungai Semat Jepara. Analisa laboratorium meliputi perhitungan laju sedimentasi dan analisa ukuran butir di laboratorium Geologi Laut, Jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro serta di Badan Pengujian dan Informasi Kontruksi, Jl. Murbei Timur 1, Srondol Wetan, Semarang. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif dan purposive sampling. Sediment trap diletakan di 8 titik lokasi. Pengukuran arus sungai menggunakan bola duga. Sedangkan data pasang surut, dan arus diperoleh dari stasiun pengukuran Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Maritim (BMKG Maritim) Semarang. Pengolahan data menggunakan perangkat ArcGIS 10.1, Microsoft Office Excel 2007 dan Global Mapper 13. Analisis laboratorium laju sedimentasi di muara Sungai Semat Jepara rata-rata laju sedimentasi di setiap stasiun berkisar 0,1133 kg/m2/hari sampai 0,1510 kg/m2/hari sedangkan rata-rata laju sedimentasi disetiap stasiun setelah dikonversi menjadi volume berkisar 0,0647 m3/hari sampai 0,086 m3/hari. Laju sedimentasi disetiap pengambilan sampel berkisar 0,1128 kg/m2/hari sampai 0,1329 kg/m2/hari, sedangkan laju sedimentasi setelah dikonversi menjadi volume berkisar 0,0645 m3/hari sampai 0,0759 m3/hari. 
STUDI POLA ARUS DAN SEBARAN MUATAN PADATAN TERSUSPENSI DI MUARA SUNGAI LASEM, KABUPATEN REMBANG Pasaribu, Fridholin Hatoguan; Rochaddi, Baskoro; Sugianto, Denny Nugroho
Journal of Oceanography Vol 3, No 4 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1123.814 KB)

Abstract

Muara sungai Lasem mengalami pendangkalan akibat pengendapan sedimen tersuspensi. Pendangkalan ini akan berdampak negatif terhadap kondisi perairan antara lain; terhambatnya aliran sungai ke laut dan alur pelayaran kapal nelayan terganggu.  Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pola sebaran konsentrasi sedimen tersuspensi dan pengaruh arus terhadap sebaran konsentrasi sedimen tersuspensi di perairan Lasem, Kabupaten Rembang.Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan memanfaatkan dan mengelola lingkungan muara sungai antara lain normalisasi muara sungai dan dasar perencanaan untuk mengatasi pendangkalan.Materi yang digunakan dalam penelitian ini data primer  terdiri dari sampel sedimen tersuspensi dan arus tanggal 12 sampai dengan 15 April 2014, sedangkan data sekunder diantara lainnya, Peta LPI, Peta RBI dan data pengamatan  pasang surut selama 15 hari dari tanggal 12 sampai dengan 27 April 2014 . Pemodelan arus menggunakan model 2Ddepth average pada ADCIRC dan analisis spasial pada ArcGIS10.1 untuk sebaran sedimen tersuspensi dengan metode interpolasi spline. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai konsentrasi sedimen tersuspensi saat kondisi pasang dan saat surut di perairan Lasem berkisar antara 0,1-0,4 g/l. Hasil analisis bahwa pola arus di perairan Lasem dipengaruhi oleh arus pasut. Arus pasang membawa sedimen tersuspensi dari laut mengendap di muara sungai serta saat arus surut sedimen tersuspensi yang berada di muara sungai terbawa arus menuju laut dan menyebar. Kecepatan arus di kedalaman 0,2d berkisar antara 0,003 – 0,369 m/dt, 0,6d kecepatan arus antara 0,004 – 0,278 m/dt dan Kedalaman 0,8d kecepatan arus antara 0,001 – 0,253 m/dt dengan arah dominasi arus ke arah barat laut, timur dan tenggara. 
Kajian Pola Arus Laut Dengan Pendekatan Model Hidrodinamika Dua Dimensi Untuk Pengembangan Pelabuhan Kota Tegal Amirullah, Argian Nisyar; Sugianto, Denny Nugroho; Indrayanti, Elis
Journal of Oceanography Vol 3, No 4 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1218.509 KB)

Abstract

AbstrakRencana pengembangan pelabuhan Kota Tegal membutuhkan informasi mengenai arus laut. Penelitian pola arus laut tersebut dapat menjadi bahan dasar acuan untuk pengambilan kebijakan dalam rencana pengembangan pelabuhan Kota Tegal. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengkaji pola arus laut di perairan Kota Tegal terhadap pengembangan pelabuhan Kota Tegal. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan penentuan lokasi dengan metode area sampling. Pendekatan model hidrodinamika menggunakan perangkat lunak MIKE 21 dengan modul MIKE 21 flow model untuk dua skenario yaitu sebelum dan sesudah pengembangan pelabuhan Berdasarkan hasil penelitian ini  didapatkan dominasi arus laut di perairan Kota Tegal adalah arus pasang surut dengan arah timur (25,95%) dan barat (29,76 %). Kecepatan arus laut terendah sebesar 0,009 m/det dan kecepatan arus laut tertinggi sebesar 0,118 m/det serta kecepatan rata-rata sebesar 0,054 m/det. Dari hasil simulasi model menggambarkan pola arus laut yang terjadi sebelum pengembangan pelabuhan tidak jauh berbeda dengan pola arus laut yang terjadi setelah pengembangan pelabuhan.Adanya Pengembangan pelabuhan Kota Tegal berupa reklamasi dan bangunan pemecah gelombang mengakibatkanpenurunan kecepatan arus laut yang tidak signifikan.

Page 3 of 3 | Total Record : 30