cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 34 Documents
Search results for , issue "Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013" : 34 Documents clear
The Shift of Word Forming Process In Translating The Names of Beauty Product Dewi Susilowati
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.541 KB)

Abstract

Era globalisasi berpengaruh terhadap proses penamaan produk-produk yang ditawarkan dalam katalog terutama dalam bidang kecantikan. Penamaan dalam dua bahasa menimbulkan pergeseran proses permbentukan istilah yang berpengaruh pada pergeseran jumlah morfem istilah dalam bidang ini. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan proses pembentukan istilah kecantikan dalam dua bahasa yaitu bahasa asli (Bahasa Inggris) serta bahasa terjemahannya (Bahasa Indonesia). Di samping itu juga mengetahui adakah pergeseran jenis pembentukan istilah dari bahasa asli ke bahasa terjemahan dalam bidang ini. Penulis mengambil 48 nama produk kecantikan dengan teknik Purposive Sampling yang diperoleh dari beberapa edisi katalog produk Oriflame pada edisi Desember 2008, April 2011, Mei 2011 dan Agustus 2011. Dari hasil penelitian, ada 8 dari 10 jenis pembentukan kata yaitu proses compounding, derivation, blending, conversion, clipping, borrowing, acronym, dan inflection. Selain itu ada pergeseran jenis pembentukan 9 istilah dari 15 istilah dalam bidang kecantikan. Pergeseran yang terjadi adalah pergeseran dari 8 proses compounding-derivation serta 1 proses borrowing-compounding. Sedangkan 6 sampel lainnya tidak mengalami pergeseran jenis pembentukan istilah yaitu 5 proses compounding-compounding dan 1 proses derivation-derivation. Selain hasil diatas penulis juga menyimpulkan bahwa proses penerjemahan secara meaning-based translation berhubungan dengan terjadinya pergeseran jenis pembentukan istilah dalam bidang kecantikan.
THE USE OF SWEAR WORDS BY JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS 1 AT KOTABARU KARAWANG WEST JAVA Rahmawati, Desi
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.261 KB)

Abstract

Dalam setiap bahasa terdapat kata-kata yang dianggap tidak sopan untuk dikatakan kepada lawan bicara. Kata-kata tersebut mengacu kepada kata-kata yang mengandung makian dan sumpah serapah, serta memiliki konotasi kasar dan tabu untuk diucapkan dalam situasi formal. Dalam era globalisasi ini, banyak remaja khususnya remaja Sekolah menengah Pertama yang menggunakan umpatan dalam komunikasi mereka sehari-hari. Oleh karena itu, penulis tergugah untuk menganalisis fenomena penggunaan kata umpatan oleh siswa SMPN 1 di wilayah Kotabaru Karawang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menunjukkan dan menganalisis penggunaan kata umpatan yang digunakan oleh siswa SMP mengacu kepada teori Sosiolinguistik yang dikemukakan oleh Janet Holmes. Kata-kata umpatan yang diproduksi oleh siswa merupakan penelitian yang bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penulis mengambil data dengan teknik purposive sampling sehingga penulis mendapat data sebanyak 25 kata umpatan yang dalam pengumpulan datanya dibagi menjadi 2 tahap yaitu wawancara dan observasi. Penulis juga menggunakan teknik Simak Bebas Libat Cakap dan teknik catat ketika mengobservasi tuturan umpatan yang digunakan oleh siswa. Dalam mewawancarai siswa, penulis menggunakan teknik rekam untuk menjaga keaslian data. Dari hasil pengumpulan data, penulis mendapatkan 16 tuturan umpatan yang diperoleh dengan cara mewawancarai siswa dan 9 tuturan umpatan yang diperoleh dengan cara observasi di sekolah. Sebagian besar kata – kata umpatan dituturkan oleh siswa laki – laki. Namun ada beberapa tuturan umpatan yang diproduksi oleh siswa perempuan ketika mengumpat dengan teman sebayanya. Dari hasil observasi, penulis menemukan kata – kata umpatan yang digunakan siswa kepada temannya hanya pada latar informal. Walaupun ada seorang murid yang mengaku bahwa dirinya pernah mengumpat pada saat terdapat guru di dalam kelas, hal itu tidak lebih dari sekedar lelucon belaka. Secara garis besar, topik ketika siswa mengumpat kepada temannya hanya sebagai bahan lelucon. Meskipun ada beberapa tuturan umpatan yang mempunyai topik kemarahan, sebagian besar umpatan yang digunakan siswa mempunyai fungsi ekspresif.
The Role of Sport in Reducing Racism and Its Relation to Social Acceptance in the Movie The Blind Side Siwi, Galih Ratna
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.267 KB)

Abstract

Film is the example of literary works which reflects the social issues that occur in a society. The writer is interested to analyze the social issue in The Blind Side. In this case, the writer intends to examine the role of sport in reducing racism that occur to an African American who lives in Tennessee, The United States of America. It also concerns his existence in the Whie American society in which its people have different skin colors. The writer uses two elements to analyze this thesis. They are intrinsic and extrinsic elements. The intrinsic aspect given in this thesis consists of two aspects, namely narrative aspect which includes character, setting, and conflict; cinematography aspect which includes shot size and sound. The writer uses racism and sport theory, where concept consists of stereotype, prejudice, dan discrimination. The Blind Side reflects the effects of racism towards an African American’s existence in the mid of the white society. His struggle makes him accepted not only by his schoolmates but also by the society. Based on the explanation above, it is revealed that racism that occurs to an African American can be annihilated by his achievement in sport, in this case, football. Keywords: racism, football, social acceptance, African American
An Analysis on Directive Illocutionary Acts in Winarno Family Sari, Fatma Yuliana
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.907 KB)

Abstract

Manusia selalu berkomunikasi untuk mengungkapkan apa yang mereka pikirkan dan rasakan, dan apa yang mereka butuhkan. Saat mereka mengungkapkan apa yang mereka rasakan, perkataan mereka akan mudah dimengerti oleh lawan bicara mereka. Namun masalah akan muncul ketika mereka berusaha mengungkapkan apa yang mereka butuhkan. Hal inilah yang membuat penulis untuk mengangkat permasalahan tersebut sebagai bahan penelitian. Fenomena ini disebut tindak tutur directive. Di dalam penelitian ini, penulis meneliti fenomena tindak tutur directive di keluaga Pak Winarno. Tujuan penelian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penutur mengucapkan tindak tutur directive, dan untuk menemukan alasan dari pengucapan tindak tutur tersebut. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian kualitatif. Didalam pengumpulan data, peneliti menggunakan Teknik Simak Libat Cakap dengan teknik lanjutan teknik rekam. Ada dua jenis dari tindak tutur directive yaitu langsung dan tidak langsung. Ketika penutur menggunakan tindak tutur directive secara langsung, penutur akan menunjukkan maksud mereka secara langsung. Selain itu penutur juga akan menggunakan politeness strategy tertentu yang dapat mendukung ujaran mereka seperti on record, bald on record, dan positive politeness strategy. Sedangkan ketika penutur mengungkapkan ujaran mereka secara tidak langsung, lawan bicara harus mengetahui konteks pembicaraan mereka. Ketidak langsungan penutur dalam mengungkapkan ujarannya juga akan membawa politeness strategy seperti on record, saving face act, dan negative politeness strategy. Dari hasil analisis ini ditemukan bahwa semua penutur berhasil untuk membuat lawan bicaranya melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan penutur. Keberhasilan itu tidak hanya didukung dengan adanya felicity condition tetapi juga kekuatan dari alasan penutur tersebut.
BOOK REVIEW OF CEWEK PALING BADUNG DI SEKOLAH by Enid Blyton Tama, Fuad Widya
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.06 KB)

Abstract

BOOK REVIEW OF CEWEK PALING BADUNG DI SEKOLAH by Enid Blyton
EMMA LOU’S PERSONALITY AS A YOUNG WOMAN WITH DARK SKINNED MULATTO DESCENDANTS IN 1 THE BLACKER THE BERRY BY WALLACE THURMAN AQNISASARI, BIFINTYA HAYYU
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.456 KB)

Abstract

Kepribadian adalah bagian dari jiwa yang membangun keberadaan manusia menjadi satu kesatuan, tidak terpecah belah dalam fungsi-fungsi. Perkembangan kepribadian seseorang yang baik dan buruk dapat dipengaruhi oleh keadaan dirinya sendiri atau karena faktor lingkungan. Hal tersebut dapat ditemukan dalam novel “The Blacker The Berry”. Peneliti merasa tertarik untuk meneliti lebih dalam mengenai perkembangan kepribadian tokoh utama dalam novel tersebut yang merupakan gadis keturunan Mulato, seorang Afrika-Amerika yang berkulit sangat hitam. Untuk mendapatkan hasil analisis yang baik, peneliti menggunakan dua metode penelitian, yaitu metode penelitian dengan studi kepustakaan dan metode pendekatan secara struktural dan psikologi. Dalam novel tersebut terlihat bahwa terjadi perkembangan perubahan kepribadian tokoh utama secara negatif dan positif berdasarkan lima jenjang kebutuhan menurut Abraham Maslow, yaitu Physiological Needs, Safety Needs, Love and Belongingness Needs, Self-Esteem Needs dan Self-Actualization Needs. Kata Kunci : “The Blacker The Berry” - kepribadian - lima jenjang kebutuhan menurut Abraham Maslow.
Efforts of The Burnham Family to Implement The Ideal American Family in American Beauty Movie Pramesti, Diandra
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.116 KB)

Abstract

Keluargasebagaigambaranmasyarakatdalamskalaterkecilmerupakanobyekkajian yang selalumenarikuntukdibahas.Dalamskripsiini, penulismengangkatkeluarga Burnham pada film American Beauty sebagaifokusutamakajian yang merepresentasikankeluargaAmerika yang hidupdantinggal di era modern dimananilai-nilaidantuntutansosialsebuahkeluargatelahberganti, meninggalkannilai-nilai yang konvensional (tradisional) ke yang lebihkini. Untukmenganalisaobyekkajian, penulismenggunakanmetodestudipustakadanpendekatansosiologisastra yang mengaplikasikanteori-teorisosialsebagaialatuntukmembedahobyekkajian. Penulisinginmenganalisakehidupankeluarga Burnham yang digambarkansebagaikeluargakecil yang memilikiberbagaikonfliknamuntetapberusahamenjadisertamenampilkandirisebagaikeluarga yang berfungsidenganbaik di masyarakat. Tujuanditulisnyaskripsiiniadalahuntukmengetahuilatarbelakangsosialpadamasyarakat, nilai-nilai yang berlakudanmendorongperilakukeluarga Burnham, jugagambarankeluarga ideal yang dipercayaolehmasyarakat yang berusahadiwujudkanolehkeluargatersebut. Penulispadaakhirnyamenyimpulkanbahwakeluarga Burnham gagaldalammempertahankankeharmonisankeluargamereka.Merekatakdapatmenjadisebuahkeluarga ideal seperti yang dicitrakankarenasangatkurangnyakomunikasidankebersamaanantaranggotakeluarga.Kondisiinimenyebabkanketidakmampuankeluarga Burnham untukmemperbaikikeadaansertamenyelesaikankonflikdalamkeluargamereka.Dalam film ini, tujuankeluarga Burnham bukanlagiuntukmembuatanggotanyabahagia, namunlebihuntukmemenuhifungsisosialsemata. Kata kunci: keluarga, sosial, konflik, the Burnhams.
Book Review of “The House of Mirth” by Edith Wharton Kuswindarto, Sandi
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.633 KB)

Abstract

Novel “The House of Mirth” ini merupakan novel karangan Edith Warthon. Novel ini menceritakan kisah seorang gadis, yang bernama Lily Bart, yang berkeinginan untuk memperbaiki status sosialnya karena kebenciannya kepada kemiskinan. Di dalam novel ini terdapat banyak isu yang dimunculkan, yaitu status sosial, budaya, ekonomi, dan cinta. Dalam final project ini penulis berusaha menganalisis mengenai tema, symbol, kelebihan dan kekurangan yang terdapat dalam buku ini, sehingga dapat menjadi referensi sebelum membacanya. Kata kunci: Edith Wharton, Lily Bart, Lawrence Selden, analysis, luxurious life, marriage.
Book Review of the Five People You Meet in Heaven by Mitch Albom Wavey, Aurora
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.689 KB)

Abstract

Novel “The Five People You Meet in Heaven” merupakan salah satu buku terkenal karangan Mitch Albom selain “Tuesday with Morrie”. Novel ini menceritakan kisah seorang veteran perang,,Eddie, yang bekerja memperbaiki dan mengawasi setiap alat di sebuah taman hiburan bernama Ruby Pier. Ia mencoba menyelamatkan seorang gadis kecil dari sebuah kecelakaan salah satu wahana di taman hiburan tersebut yang tiba tiba jatuh. Sesaat kemudian Eddie terbangun dan menemukan dirinya berada di akhirat di mana ia bertemu dengan lima orang yang secara signifikan mempengaruhi hidupnya. Penulis menggunakan metode membaca cermat untuk menemukan pesan yang terkandung dalam buku, kelebihan dan kekurangan dari novel ini. Di dalam novel ini terdapat banyak nilai nilai pembelajaran yang dapat kita ambil seperti memaafkan, pengorbanan dan cinta sebagai kelebihan novel. Pengarang memberikan banyak detail dalam penulisan, hal ini dapat menjadi kelebihan sekaligus kekurangan. Dengan banyak detail yang diberikan pembaca dapat mengerti yang digambarkan pengarang namun juga dapat membuat pembaca mudah bosan. Dari segi penokohan, penulis menganggap bahwa tokoh Eddie sangat menarik karena kisahnya dapat dijadikan pembelajaran bagi pembaca yang berpikir memiliki kehidupan yang membosankan. Dalam final project ini penulis berusaha menganalisis buku ini sehingga dapat menjadi referensi sebelum membacanya. Kata kunci: surga, pengorbanan, cinta
DISINTEGRATION IN INDONESIA FOOTBALL ASSOCIATION (IN-DEPTH REPORTING) Wuisan, Deny Dirk
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.433 KB)

Abstract

Projek akhir ini akan membahas kisruh yang terjadi pada PSSI. Di dalam project ini, penulis akan memberikan laporan secara mendalam (in-depth report) terhadap apa yang terjadi di kisruh tersebut. Penulis melakukan pengumpulan sumber data melalui berbagai media cetak dan juga sumber lainnya melalui internet. Terdapat tiga poin yang akan menjadi tujuan pembahasan dalam laporan mendalam ini. Pertama, penulis akan memberikan urtutan kejadian secara lengkap tentang kisruh tersebut dari awal kasus hingga situasi terakir yang terjadi terhadap PSSI. Kedua, di dalam pembahasan kasus ini, penulis juga akan memberikan fakta-fakta yang penting didalam terjadinya kisruh tersebut guna menguatkan pembahasan masalah yang terjadi di PSSI. Penulis juga membahas dampak apa yang akan muncul terhadap persepakbolaan Indonesia dengan terjadinya kisruh PSSI tersebut.

Page 2 of 4 | Total Record : 34