Articles
42 Documents
Search results for
, issue
"Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015"
:
42 Documents
clear
BOOK REVIEW OF BARBARA DAWSON SMITH’S THE ROGUE REPORT
Sari, Ria Arindu
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (35.378 KB)
This paperdescribes the strengths and weaknesses of Barbara Dawson Smith’s The Rogue Report. The Rogue Report is a novel which tells about the aristocrat society in London. The writer’s purpose of this review is to explore the strengths and weaknesses by analyzing its intrinsic elements, namely theme, characters, and conflicts. The writer used a library research method and structural approach to analyze the intrinsic elements. In addition, the writer also adopted Erich Fromm’s theory, The Art of Loving to examine the theme of the novel, namely Love. Every novel has its own uniqueness, though The Rogue Report has some weaknesses, it is still a good reading because it has a bunch of value of life.
Implicature of the Guests’ Answers to Respond the Host’s Threatening Questions in the TV Program Mata Najwa: Rapor Wakil Rakyat
Elvasanti, Grenanda
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (159.749 KB)
Dalam menjawab pertanyaan yang mengancam muka, bintang tamu dalam sebuah acara seringkali menyampaikan maksud mereka secara tidak langsung melalui tuturannya untuk tujuan tertentu. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk menganalisa bagaimana para bintang tamu menyampaikan maksud mereka secara tidak langsung. Penulis menganggap bahwa acara televisi Mata Najwa memiliki karakteristik yang telah disebutkan, sehingga acara tersebut dijadikan data penelitian. Penulis berfokus pada tuturan bintang tamu dalam menjawab pertanyaan dari tuan rumah, dan alasan para penutur menggunakan tuturan implisit. Penulis menggunakan teori implicature dan cooperative principle dalam menganalisa permasalahan tersebut. Penulis membatasi ruang lingkup analisa pada data tuturan bintang tamu yang mengandung implikatur pada saat diberi pertanyaan yang mengancam muka mereka, oleh tuan rumah. Data tersebut diambil dari acara TV Mata Najwa Edisi Rapor Wakil Rakyat. Penulis menggunakan metode Simak Bebas Libat Cakap dari Sudaryanto. Dalam menganalisis data, penulis menggunakan metode padan dan metode agih. Hasil analisis menunjukkan bahwa tuturan implisit yang digunakan oleh bintang tamu di Mata Najwa saat menjawab pertanyaan yang mengancam muka mereka, dari tuan rumah bermakna penolakan dan ketakutan. Tujuan penggunaan implikatur tersebut adalah untuk menjaga dan melindungi muka mereka.
BOOK REVIEW OF WUTHERING HEIGHTS WRITTEN BY EMILY BRONTË
Herawati, Septian
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (32.403 KB)
Nobody is perfect. Human being is full of characteristics. They have both good and evil characters. In this life, sometimes people meet someone with friendly, humble and good personality. However, there are also people who meet the opposite, such us sadistic, vengeful and cruel personality. These human characteristics can easily be found not only in real life, but also in literary works as reflected in novel Wuthering Heights. Wellek and Warren stated that “literature represents life and life is, in large measure, a social reality even though the natural world and the inner or subjective world of the individual have also been objects of literary imitation (1973:94).” This statement means that literary works are imitation of the real life since they include and reflect human life. There is a close relationship between the world where an author lives and the literary works which they produce. The authors will show their opinion toward reality, phenomenon and situation around them in literary works, so this is why literary works portray the life of society and the authors. The portrait may be formed in character, plot, setting, and etc.
Book Review of The Bluest Eye written by Toni Morrison
Paramita, Dana
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (77.441 KB)
The writer chooses The Bluest Eye because this novel is challenging to be reviewed. The controversial nature of the book, which deals with racism, incest, and child molestation, makes it being one of the most challenged books in America’s libraries – the ones people complain about or ask to be removed, according to The American Library Association (http://www.ew.com/article/2015/04/14/here-are-american-library-associations-10-most-complained-about-books-2014). On the other hand, the story of The Bluest Eye is interesting because the story tells about an eleven year old African American girl who hates her own self due to her black skin. She prays for white skin and blue eyes because they will make her beautiful and allow her to see the world differently, the community will treat her better as well. The story is set in Lorain, Ohio, against the backdrop of America's Midwest during the years following the Great Depression.The Bluest Eye is Toni Morrison's first novel published in 1970.
Extended Essay Of The Representation Of Legislator Candidate In Their Campaign Banner
Andrianto, Dimas Rizal
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (72.882 KB)
Language is the prime communicative system for the human beings. But it is not the only way to communicate. Language plays an important role in creating and maintaining our interpersonal relation and the social rule that lies behind them. One of language features is that it is a tool for representing knowledge as the writer used in this research, for describing a meaning. There are three metafunctions in creating meaning: Ideational, interpersonal, and textual. The ideational metafunction is closely connected to the research. Since, this research deals with ideational meaning, the theory that will support this research is the Transitivity System by M.A.K Halliday.
DISCRIMINATION TOWARD TOM ROBINSON IN THE NOVEL TO KILL A MOCKING BIRD BY HARPER LEE
Putri, Adelland Sukma
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Esai ini membahas tentang diskriminasi yang dialami oleh tokoh Tom Robinson yang di lihat dari sudut pandang tokoh Scout dalam novel To Kill A Mocking Bird karya Harper Lee. Kajian dalam esai ini di latar belakangi kurangnya pembahasan mengenai diskriminasi terutama pada tokoh Tom. Tujuan dari kajian dalam esai ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana Tom mengalami diskriminasi hingga dalam novel ini nasib Tom berakhir tragis. Kajian dalam esai ini mengadopsi teori perjuangan kelas menurut faham Marxisme. Metode yang digunakan dalam mengkaji novel ini adalah kajian pustaka, dengan narasi melalui sudut pandang tokoh Scout. Pembahasan dalam esai ini mencangkupi diskriminasi secara umum; diskriminasi yang terjadi pada Tom di pengadilan; diskriminasi terhadap fakta yang ditunjukan. Dari kajian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa tokoh Tom merupakan representasi dari diskriminasi yang dinarasikan oleh Tokoh Scout dalam novel To Kill A Mocking Bird.
THE SOCIAL CHANGES IN AMERICA AS REFLECTED IN HEAD OF STATE MOVIE
Marcelia, Marla
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (308.969 KB)
In America, we know an interesting fact that Americans had chosen their first black President. It is a rare event because it is the first time for the United States of America to be lead by an African American man. In the progress of the presidential election, the social changes had become the interesting issue. This fact is very interesting because the Head of State movie has the similar theme.
CODE SWITCHING AND THE FACTORS FOR CHANGING CODE USED BY THE ANNOUNCER OF SUARA SEMARANG RADIO
Wardani, Nofi Setya
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (208.535 KB)
Fenomena alih kode dan campur kode sangat lazim digunakan pada percakapan sehari hari baik dalam situasi yang resmi maupun tidak resmi. Buku ini membahas fenomena alih kode yang digunakan oleh penyiar stasiun radio Suara Semarang dan faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya alih kode tersebut. Alih kode adalah suatu peristiwa peralihan kode (dapat berupa dialek, bahasa, ragam, dll) yang terjadi ketika seorang berbicara. Alih kode yang terjadi pada ujaran penyiar radio Suara Semarang dikategorikan dalam alih kode metaforis yaitu alih kode yang disebabkan oleh terjadinya perubahan topik pada saat program berlangsung. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya alih kode tersebut ialah faktor usia yang menyebabkan alih kode dengan fungsi penanda identitas dan latar belakang sosial. Kemudian faktor gaya berbahasa yang menyebabkan alih kode dengan fungsi penanda kebakuan, dalam hal ini faktor kelas sosial juga menyebabkan terjadinya tingkatan kebakuan pada ujaran penyiar tersebut
BOOK REVIEW OF “NORMAL IS BORING“ WRITTEN BY IRA LATHIEF
Hardaniwati, Rini
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (53.286 KB)
Normal is Boring adalah buku yang ditulis oleh Ira Lathief, yang merupakan penulis buku yang sudah mengeluarkan buku dengan berbagai genre (biografi, buku remaja, buku anak, buku humor, dan lain-lain. Buku ini berisi pandangan dan cara bagaimana kita selalu berpikir kreatif dalam menjalankan aspek kehidupan. Buku ini merupakan buku ke-13 yang diterangkan dengan ringan namun tidak menghilangkan makna dan pesan yang ingin disampaikan, setelah sebelumnya menulis buku tentang anak-anak dan remaja. Buku ini menunjukkan keahlian Ira Lathief dalam menuliskan pandangan dan pemikirannya. Ira juga pintar memilih contoh atau kejadian yang mempunyai nilai untuk memacu semangat pembaca agar selalu berpikir kreatif. Normal is Boring bisa memberi inspirasi untuk berpikir kreatif pada pembaca karena selain dari isi tulisan, bentuk dan tampilannya pun sudah mempunyai keunikan tersendiri. Dengan konsep seperti buku anak-anak, dimana terdapat stiker yang bisa dimainkan dan dikreasikan untuk ditempel disampul buku, Ira menggambarkan filosofi dalam seluruh stiker itu. Buku ini dibaca mulai dari belakang, untuk mengajak pembaca untuk berpikir secara terbalik, dengan kata lain, berpikir beda dan kreatif.
LEADERSHIP STYLE OF THE CHARACTER SEAN PORTER IN GRIDIRON GANG MOVIE DIRECTED BY PHIL JOANOU
Ridzkika, Oryza
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (46.353 KB)
Gridiron Gang adalah sebuah film tentang tim futbol yang dibentuk sebagai solusi dari masalah yang terus terjadi dan tak terselesaikan di Pusat Penjara Kilpatrick. Tim futbol tersebut terdiri dari anak-anak dengan latar belakang kriminal dan budaya yng berbeda-beda. Karakter utama dalam film tersebut, Sean Porter, adalah orang yang menginisiasi program pembentukan tim futbol sebagai solusi dari masalah yang terjadi pada anak-anak di Pusat Penjara Kilpatrick. Tujuan dari skripsi ini adalah untuk menjelaskan aspek intrinsik yang terdiri dari aspek naratif (karakter, setting, konflik) dan sinematik (mise-en-scene, sinematografi, editing, dan audio) serta aspek ekstrinsik yang mengidentifikasi gay kepemimpinan yang Sean aplikasikan dalam memimpin dan melatih tim futbol nya dengan menggunakan teori Path-Goal Leadership oleh Robert House. Dalam penulisan skripsi ini, penulis menggunakan metode penelitian pustaka dan pendekatan psikoloogi sosial. Dalam penelitian ini, penulis menemukan bahwa Sean mengaplikasikan gaya kepemimpinan yang berbeda-beda.