cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 42 Documents
Search results for , issue "Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015" : 42 Documents clear
BOOK REVIEW OF EVERYTHING SHE TOUGHT SHE WANTED By ELIZABETH BUCHAN Mawarni, Endah
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.244 KB)

Abstract

Women have always been interesting things to be discussed.Awoman’s heart is a deep ocean secret. And life always gives new stories, something that was unpredictable to be a part of the secret. Then, their story retold in a literary work called novel to inspire women around the world.A novel that the writer will discuss is written by Elizabeth Buchan, titled Everything She Thought She Wanted. This novel totaling 386 pages, published in 2004 by Penguin Books as That Certain Age in Great Britainand first published in the United States of America by Viking Penguin in 2005 and by Penguin Books in 2006 as Everything She Thought She Wanted. This novel has a feminist cover with the unique design and imagesof women stuff that reflects a conventional and modern style. The writer chooses Everything She Thought She Wanted to be reviewed because the writer finds it interesting to discuss about love and independence in this novel as the theme.
HIPPIES CHARACTERISTICS IN PEACE, LOVE & MISUNDERSTANDING MOVIE Niesrin, Niesrin
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.108 KB)

Abstract

More than half  a century, hippie counterculture has lived and grown in the United States. Hippie, a group of people that against the mainstream culture, has unique characteristics to distinguish itself with the mainstream culture. There are some characteristics of hippie; having long hair, wearing conspicuous colored clothes, adhering communal living, having free sex, being addicted to drugs, being in doubt about American materialism, commercialism, cultural and political institutions. To prove that the characteristics are visible on hippie followers or not,  the writer uses Peace, Love & Misunderstanding movie produced by Bruce Beresford as the object of research. This movie tells about the different views between non-hippie members and hippie members in Woodstock. The result of this thesis is that all hippie characteristics are still shown on hippie members in Woodstock.
BOOK REVIEW ON JEFFREY EUGENIDES’ THE VIRGIN SUICIDES Fauzia, Anisa
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.947 KB)

Abstract

Relation between parents and teenagers is very important. Parents have big influence to develop teenagers’ identity. As teenagers, they want to be more independent and decide their own way without parents’ interference. Meanwhile, some of parents will not agree with teenagers’ mind, they tend to be more protective to their teenagers. They will control what teenagers do and often forbid them to do what they want. It is because parents want to give the best thing for their teenagers. Although parents have a good reason why they are strict in their protection, teenagers will still feel restrained. Adolescence is a period when teenagers make their own decision, live independently and socialize with their peers. Therefore, when parents do not understand what teenagers want, there will be misunderstanding between parents and teenagers.
CODE MIXING PHENOMENON IN AHMAD FUADI’S NEGERI 5 MENARA Dini, Isna Navi’a
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.997 KB)

Abstract

Tujuan penelitian skripsi ini adalah untuk mendeskripsikan jenis-jenis campur kode yang terdapat dalam novel Ahmad Fuadi, Negeri 5 Menara (2010). Selain itu, skripsi ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang terjadinya campur kode serta faktor yang mempengaruhinya serta menjelaskan konteks terjadinya campur kode tersebut. Data yang digunakan berupa ujaran atau kalimat yang mengandung campur kode dari novel Negeri 5 Menara . Metode pengambilan sampel adalah purposive sampling dengan metode simak dan teknik catat. Dalam menganalisis data, saya menggunakan klasifikasi jenis-jenis campur kode dari Suwito. Berdasarkan klasifikasi yang diungkapkan oleh Suwito, campur kode ada dua macam, yakni campur kode ke dalam dan campur kode ke luar. Selain itu, saya juga menggunakan klasifikasi format campur kode yang dikemukakan oleh Thelander. Berdasarkan klasifikasi Thelander, ada lima jenis format campur kode yang digunakan dalam novel ini. Kelima format campur kode tersebut adalah word insertion (sisipan kata), phrase insertion (sisipan frasa), hybrid insertion (sisipan kata atau frasa bentukan), idiom insertion (sisipan idiom), serta clause insertion (sisipan klausa).     
Factors that Influence Junior HighSchool Students in Semarang Prefer to Use Bahasa Indonesiathan the Javanese Language Nurdjanah, Siti
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.484 KB)

Abstract

Sebagai bahasa nasional Indonesia, bahasa Indonesia kini tidak hanya digunakan dalam situasi formal bahkan dalam situasi non formal pun orang telah menggunakannnya, terutama para remaja sebagai generasi muda. Bahasa Indonesia mulai menggeser penggunaan bahasa daerah tak terkecuali penggunaan bahasa Jawa. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk menganalis fenomena pergeseran penggunaan bahasa Jawa ke dalam bahasa Indonesia, terutama yang dilakukan oleh para remaja sebagai generasi muda. Hal yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah faktor apa saja yang mempengaruhi para remaja di daerah Jawa lebih memilih menggunakan bahasa Indonesia dari pada bahasa Jawa dalam berkomunikasi sehari-hari. Penulis juga melihat sikap berbahasa dari mereka untuk melihat kaitannya dengan penggunaan bahasa mereka. Dalam hal ini, penulis mengamati aspek kognitif, afektif, dan konatif pada sikap berbahasa mereka. Untuk mengetahui hal ini penulis menggunakan teory language shift.Partisipan dalam penelitian ini adalah murid SMP N 27 Semarang kelas 1A, 2A, dan 2E. Data yang digunakan adalah jawaban dari close dan open kuesioner serta pengamatan langsung. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah purposive sampling untuk menentukan responden. Sedangkan metode yang digunakan untuk menganalisis data yang telah diperoleh adalah metode kuantitatif dan kualitatif.Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor yang paling memengaruhi remaja di Semarang lebih memilih menggunakanbahasa Indonesia daripada bahasa Jawa dalam komunikasi sehari-hari adalah latar belakang keluarga seperti pendidikan orang tua dan pekerjaan orang tua, asal, jenis kelamin, sikap bahasa, dan lawan bicara. Selain itu hasil analisis juga menunjukan sikap bahasa mereka terhadap bahasa Jawa yang positif terhadap aspek kognitif dan afektif, namun dalam aspek konatif bahasa mereka menunjukan sikap yang negatif.
Expressions of Social Criticism in “Sentilan Sentilun” Talk Show Astika, Ni Luh Putu DA
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.009 KB)

Abstract

Skripsi berjudul “Expressions of Social Criticisms in ‘Sentilan Sentilun’ Talk Show” ini bertujuan menjelaskan pelanggaran maksim apa saja yang ditemukan dalam sebuah acara televisi berjudul “Sentilan Sentilun”, jenis implikatur yang digunakan untuk menyampaikan kritik sosial, dan kritik sosial yang disampaikan oleh para penutur dalam acara tersebut. Teori yang digunakan adalah teori implikatur dan prinsip kerjasama Grice (dalam Levinson, 1983). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif karena data yang digunakan berupa kata dan hasilnya berupa data tertulis. Metode kuantitatif juga digunakan dalam penelitian ini untuk menghitung ujaran-ujaran yang mengandung kritik sosial dan membuat persentase dari pelanggaran maksim. Data yang menjadi objek penelitian ini adalah acara televisi “Sentilan Sentilun” dari episode 7 Juli 2014 sampai episode 27 Oktober 2014. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah teknik simak bebas libat cakap, unduh, dan teknik catat. Dalam menganalisa data, saya menggunakan metode padan pragmatik dan metode reflektif-introspektif. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa ada 4 pelanggaran maksim yang ditemukan dalam acara televisi “Sentilan Sentilun”, yaitu pelanggaran terhadap maksim kuantitas, maksim kualitas, maksim relevansi, dan maksim pelaksanaan. Implikatur dalam acara ini merupakan particularized conversational implicatures dan pendengar membutuhkan pengetahuan yang sama dengan penutur untuk memahami kritik sosial yang disampaikan. Kritik sosial yang ditemukan dalam penelitian ini merupakan kritik terhadap pemerintah Indonesia terkait beberapa kasus yang terjadi di Indonesia, yaitu korupsi, penyuapan, dan kemiskinan.
Book Review of Dead Poets Society Written by N.H. Kleinbaum Ariyani, Linda Dwi
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.935 KB)

Abstract

This review analyzes the strengths and weaknesses of N.H. Kleinbaum’s Dead Poets Society. Dead Poets Society is a novel that tells a story about a journey of an English literature teacher who provides non-conventional teaching methods in literature. This review explores the strengths and the weaknesses of N.H. Kleinbaum’s Dead Poets Society by reviewing its elements. They are theme, plot, and characters. This novel has strengths that make it as a good reading. The strengths of the novel are theme and plot. The weakness of the novel is the character aspect. The author tells too much about the additional figures. The goal of this study is to understand the novel clearly. Therefore, the reader can know the opinion of the author about the content of the novel.
POLITENESS STRATEGIES IN DAISY’S UTTERANCES IN THE GREAT GATSBY NOVEL BY F. SCOTT FITZGERALD Argadita, Destiara
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.986 KB)

Abstract

Teori kesopanan digunakan dalam percakapan sehari-hari untuk menghindari adanya kesalahpahaman dalam komunikasi. Dalam teori ini ada beberapa macam strategi yang bisa digunakan untuk mengungkapkan sesuatu maksud tertentu. Salah satu karakter yang menonjol dalam novel yang ditulis F. Scott Fitzgerald ini adalah perempuan bernama Daisy. Beberapa ucapan Daisy dalam novel The Great Gatsby ini mengandung  strategi kesopanan. Penulis memilih karakter Daisy karena ia memiliki kepribadian yang unik.Tujuan penilitian ini adalah untuk mengetahui kegunaan strategi kesopanan  dan sebab ia menggunakannya.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang sistematis dan akurat. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan Simak Bebas Lihat Cakap karena penulis hanyak membaca novel tanpa terlibat dalam penulisan novel tersebut. Pengumpulan data dilakukan dengan taking note pada setiap kalimat yang diucapkan Daisy dalam novel tersebut.Hasil penelitian ini adalah sebagian besar ucapan Daisy menggunakan strategi kesopanan, yaitu social distance, social closeness, bald on record, off record, face threatening act, face saving act, positive politeness, negative politeness dan pre-sequences. Ia menggunakan strategi kesopanan berdasarkan pada keadaan sosial dari lawan bicaranya.
The Construal of Ideational Meaning and Relational Meaning in Pop-Islamic Songs and Dangdut-Islamic Songs Puspasari, Inneke Putri
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.737 KB)

Abstract

Dalammerangkailiriklagu, setiappengarangmempunyaiciridangayabahasasendiri. Olehkarenaitu,seringkalipendengartidakmemahamisecaramendalamtentangmakna di dalamlagutersebut.Padakesempatanini, penulismemilihmenelitiduamakna, yaitu ideational meaning dan relational meaning dalamliriklagu pop-religidariOpickdanliriklagudangdut-religidariRhomaIrama, yang notabenemerupakandua genre yang berbeda.Penelitianinibertujuanuntukmenafsirkanbagaimanapengaranglagu pop-religidandangdut-religimerepresentasikanTuhan di dalamlirik-liriklagumereka.Selainitu, penulisjugainginmengungkapkanhubunganTuhandenganpengarangsebagaimanusia di dalamlagu pop-religidandangdut-religi.Padaskripsiinipenulismembatasi data hanyadenganmemilih 8 lagudarimasing-masing genre lagu di atas.Dalammengumpulkan data, penulismenggunakanmetodesimakbebaslibatcakap.Kemudianuntukmenganalisis data, penulismenggunakanmetodepadanreferensial.Penulisjugamenggunakanteknikbagiunsurlangsung, teknikganti, danteknikperluasdarimetodeagih.Hasilpenelitianmenyatakanbahwaada 7 jenis ideational meaning yang terkandungdalamlagu pop-religidanada 6 jenis ideational meaning di dalamlagudangdut-religi.Dari penelitianinijugaterungkapbahwaada 9 jenis relational meaning di dalamlagu pop-religi.Kemudian di dalamlagudangdut-religi, ada 9 jenis relational meaning juga yang bisaterungkapmelaluianalisis.
HEATHCLIFF’S PERSONALITY DEVELOPMENT IN EMILY BRONTE’S WUTHERING HEIGHTS Triastuti, Verawati
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.508 KB)

Abstract

This thesis will discuss about Heathcliff’s personality development in the novel Wuthering Heights by Emily Bronte.  The purpose of this thesis is to analyze how and why the character’s personality develops. The writer uses characters, setting, and conflicts for intrinsic theory and Alfred Adler’s Individual Psychology for extrinsic theory. For the methodology, the writer uses library research methodology and psychological approach. The result shows that social interest, inferiority complex, goal orientation, and superiority complex give many infuences in developing Heathcliff’s personality so that he can take over Wuthering Heights and Thrushcross Grange. In the conclusion, Heathcliff comes as the most dominant and superior character by his personality development.